ID181026

JUMAT 26 OKTOBER 2018

24

operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) tetap terjaga sebesar 64,86%, serta penghimpunan dana murah (CASA) rasio sebesar 67,11% (selama lebih dari 15 tahun berada di atas 65%). Pada kesempatan itu, Soeroso memaparkan sejumlah strategi Bank Jatim pada kuartal IV-2018 untuk mencapai target bisnis tahun ini. Per- tama, perseroan akan meningkatkan status jaringan dari kantor kas menjadi kantor cabang pembantu, yang ber- tujuan untuk meningkatkan peluang penyaluran kredit dan optimalisasi layanan. Kedua, melakuka penetrasi pasar terhadap penyaluran kredit dilakukan dengan memperoleh lebih banyak in- formasi serta data pelaku usaha dan/ atau UMKM melalui dinas terkait. Selain itu, meningkatkan penyaluran kredit kepada koperasi melalui skema kredit Bankit KKPA yang tahun ini memberikan kontribusi cukup baik dalam kinerja Bank Jatim. Ketiga, optimalisasi program tabungan berhadiah maupun promo menarik lainnya yang bertujuan un- tuk meningkatkan DPK. Ini melalui program Tabungan Siklus Bunga Plus yang menawarkan hadiah lang- sung tanpa diundi, juga program Giro Plus dengan jasa giro kompet- itif serta berbagai keuntungan dan kemudahan yang didapat. Bank Jatim juga membidik nasabah usia seko- lah dengan Tabungan Simpel yang cukup mendapatkan respons baik dari masyarakat. “Keempat, meningkatkan fee based income juga menjadi perhatian utama Bank Jatim untuk pencapaian target akhir tahun. Sampai akhir tahun ini, Bank Jatim akan lebih meng- optimalkan transaksi tresuri dan bancassurance ,” jelas dia. Kelima, men- ingkatkan layanan berbasis teknologi informasi. (th)

JAKARTA – PT Bank Pemban- gunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan performa kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III-2018. Perseroanmembukukan laba bersih Rp 1,06 triliun atau tumbuh 4,54% secara year on year (yoy). Se- mentara itu, total aset perseroan tum- buh 17,81% mencapai Rp 63,43 triliun. Direktur Utama Bank Jatim R Soer- oso mengatakan, dengan pencapaian yang positif tersebut, “Bank Jatim op- timistis dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan tahun ini dengan per tumbuhan aset sebesar 8,50%, pertumbuhan kredit 10,65%, pertum- buhan dana pihak ketiga (DPK) 10%, serta pertumbuhan laba 5%,” kata dia pada jumpa pers paparan kinerja keuangan kuartal III-2018 Bank Jatim di Jakarta, Kamis (25/10). Soeroso menjelaskan, penghim- punanDPKBank Jatimsampai dengan kuartal III-2018 tumbuh 20,13% (yoy) sebesar Rp 52,84 triliun. Pertumbuhan DPK didominasi oleh deposito Rp 17,38 triliun yang tumbuh 23,05%. “Per tumbuhan deposito tersebut menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim terus meningkat,” kata dia. Sementara itu, untuk pertumbuhan kredit, Bank Jatim mampu mencata- tkan pertumbuhan sebesar Rp 33,07 triliun atau tumbuh 7,74% (yoy). Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi sebesar Rp 21,02 triliun atau tumbuh 10,52% (yoy). Sektor penyaluran kredit Bankit KKPA (kredit kepada koperasi untuk anggotanya) memberikan sumbang- sih signifikan dengan pertumbuhan 21,08% (yoy). Di sisi lain, jelas dia, rasio keuangan Bank Jatim posisi September 2018 menunjukkan tren positif antara lain return on equity (ROE) sebesar 20,20%, net interest margin (NIM) 6,38%, return on asset (ROA) 3,38%, biaya

Sementara itu, Henky menjelaskan, untuk merespons tren kenaikan suku bunga saat ini, perseroan berupaya menjaga cost of fund tidak jor-joran dan mengurangi operational expenditure . Sampai saat ini Bank Sahabat Sampo- erna belummenaikan rate bunga kredit meski Bank Indonesia (BI) sudah beberapa kali menaikkan bunga acuan. “Oleh karena itu, kami terus edukasi ke customer agar membayar cicilan tidak lagi didatangi oleh kami setiap hari, tapi bisa melalui Alfamart,” jelas dia. Sesuai dengan visi dan misi dari pe- megang saham, jelas dia, Bank Sahabat Sampoerna fokus untuk berkontribusi pada negara dengan berupaya mem- bantu menyejahterakan masyarakat. Bank Sampoerna didukung oleh dua grup besar pemegang saham, yakni Grup Sampoerna Strategic melalui PT Sampoerna Investama (81%) dan Grup Alfa melalui PT CakrawalaMulia Prima (18%). Bank Sahabat Sampo- erna telah dilengkapi dengan berbagai layanan perbankan seperti ATM yang bekerja sama dengan jaringan Prima, internet banking , phone banking, serta layanan call center di nomor telepon 1500035. Di samping itu, Bank Sampo- erna juga terus bersinergi dengan Unit Usaha Binaan, yaitu Koperasi Simpan Pinjam Sahabat Mitra Sejati (Sahabat UKM). Sahabat UKM memiliki lebih dari 120 jaringan kantor cabang di seluruh Indonesia.

daerah,” kata dia. Henky menjelaskan, saat ini ada ke- cenderungan bank-bank mengurangi portofolio kredit di UMKM karena dinilai memiliki cost yang tinggi. Alasan masing-masing bank memang berbeda dan tergantung juga dari visi dan misi pemegang saham. “Namun, kami justru fokus di UMKM, karena visi dan misi dari pemegang saham Bank Sahabat Sampoerna clear , yakni untukmenyejahterakan rakyat banyak sehingga menyasar UMKM,” kata dia. Menurut dia, isu penting di sektor kredit UMKM sebenarnya adalah operational cost yang tinggi. Sebab, ongkos untuk menjalankan kredit tersebut bisa 2-3 kali lipat dari kredit lainnya. Penyaluran kredit UMKM juga membutuhkan tenaga lapangan yang banyak untukmenjangkaumasyarakat. Pada kesempatan itu, Direktur Bank Sahabat Sampoerna Ong Tek Tjan menjelaskan, investasi bank dalam menyasar segmen UMKM cukup be- sar dan jangka panjang. Ada masa turn up dan down karena UMKMmemang sensitif terhadap kondisi ekonomi. “Saat ini adalah masa stagnasi yang cukup panjang, sehingga bankmelihat ada sisi ‘pahit’ di bisnis ini. Jadi jika tidak sabar, lebih baik bank keluar dari bisnis kredit UMKM. Faktor NPL dan fraud di UMKM merupakan hal yang lumrah terjadi dan ini memang butuh penanganan yang cermat,” kata dia.

Oleh Thomas E Harefa

JAKARTA – PT Bank Sahabat Sampoerna optimistis dapat membukukan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 15% secara year on year (yoy) atau sekitar Rp 7,3 triliun sampai dengan akhir tahun ini. Sement- ara itu, sampai September 2018, penyaluran kredit perseroan mencapai Rp 7 triliun.

hadap total kredit. Sisanya, perseroan menyalurkan kredit dengan menyasar usaha kecil dan menengah (UKM) atau emerging SME dengan plafon sekitar Rp 3-5 miliar, serta koperasi. Sektor UMKM yang disasar seperti pertanian, perdagangan, perkebunan, peternakan. Perseroan memberikan plafon mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 1 miliar, dengan range kredit yang ban- yak diberikan sekitar Rp 300-400 juta. “Oleh karena itu, fokus penyaluran kredit kami adalah UMKM. Saat ini, kami memiliki 20 kantor cabang yang ada di Sumatera hingga Papua. Kami juga masih ada rencana untukmenam- bah jumlah kantor tahun depan sekitar 1-2 kantor dan menjajaki kota-kota potensial seperti di Semarang, Pon- tianak, dan Bali. Hal ini agar kami bisa menjangkau masyakarat di pelosok

Chief Financial Officer Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra men- jelaskan, sampai dengan September lalu perseroan mencatatkan total aset sekitar Rp 10 triliun, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp 7,5 triliun, dan modal inti Rp 1,3 triliun. “Sampai akhir tahun ini kami proyeksikan kredit dan DPK tumbuh 15%. Kami juga menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tahun ini sekitar 3-3,5%. Sedangkan tahun depan, proyeksi pertumbuhan kredit dan DPK sekitar 12-14%,” kata dia ketika berkunjung ke redaksi Investor Daily , di Jakarta, Kamis (25/10). Dia menjelaskan, Bank Sahabat Sampoerna adalah bank yang fokus menyalurkan kredit ke usaha mikro, kecil, danmenengah (UMKM) dengan portofolio kredit sekitar 70-75% ter-

Made with FlippingBook - Online catalogs