SP180922

Utama

Suara Pembaruan

2

Sabtu-Minggu, 22-23 September 2018

Jokowi dan Prabowo Ingin Kampanye Sejuk

Pemimpin Umum: Sinyo H Sarundajang Wakil Pemimpin Umum: Randolph Latumahina

SP

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Primus Dorimulu

Editor at Large: John Riady

Memihak Kebenaran

Tajuk Rencana

Pilpres yang Menggembirakan P emilihan Umum (Pemilu) 2019 yang digelar serentak, yaknu pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan umum anggota legislatif merupakan ajang memilih para pemimpin terbaik bangsa. Pemilu 2019 harus dilaksanakan dengan baik, tanpa ada perpecahan di antara kubu-kubu yang bertarung. Pemilu harus bisa menjadi pesta demokrasi yang berlang- sung secara damai. Pemilu bukan ajang peperangan yang melahirkan banyak permusuhan. Pemilu adalah pesta kegembiraan rakyat karena akan melahirkan pemimpin baru dan menunjuk wakil-wakil mereka di parlemen. Layaknya pesta, Pemilu 2019 harus berlangsung dengan penuh sukacita, penuh kegembiraan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pilpres 2019. Pada Jumat (21/9) malam, dua pasangan mengambil nomor urut. Jokowi- Ma'ruf dapat nomor 1 dan Prabowo-Sandi nomor urut 2. Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, dirinya dan KH Ma'ruf Amin ber- harap agar ajang Pilpres 2019 bisa menjadi pendidikan politik yang baik bagi rakyat. Oleh karena itu, para peserta dan tim suksesnya harus memperlihat- kan kematangan politik bagi masyarakat. Kontestasi politik, kata calon petahana itu, merupakan ajang untuk saling beradu program, gagasan, rekam jejak, dan prestasi. Untuk itu, Jokowi juga meminta kepada seluruh masyarakat, termasuk tim sukses masing-masing pasangan supaya tidak saling memfitnah dan mencemooh. Masyarakat ja- ngan saling menjelekkan hanya karena perbedaan pandangan dan pilihan politik. Hal senada dikatakan Prabowo Subianto. Dia menyerukan kepada selu- ruh rakyat Indonesia untuk melaksanakan pemilu yang sejuk, damai, dan penuh dengan kekeluargaan. Dikatakan, pemilu bukan ajang untnuk menca- ri kesalahan dan kekurangan masing-masing pasangan calon. Justru, mela- lui pemilu, seluruh rakyat harus bisa merasakan sebagai satu keluarga be- sar. Untuk itu, Prabowo mengajak semua pihak untuk bersikap tenang dan tidak emosional dalam menghadapi Pemilu 2019. Kita tentu saja sepakat dengan pernyataan dua capres yang kembali bertarung untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini. Pernyataan Jokowi dan Prabowo itu harus menjadi perhatian bagi seluruh rakyat, khususnya tim sukses dan para pendukung mereka. Selama ini, kita khawatir bahwa Pilpres 2019 akan berubah dari pesta rakyat menjadi ajang saling menghujat dan memfitnah. Apalagi, sudah sejak beberapa bulan lalu banyak berita bohong dan fitnah yang beredar di masya- rakat, terutama di media sosial. Jika dibiarkan terus menerus, penyebaran fitnah dan berita bohong terkait pilpres itu berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Hal seperti ini harus disadari betul oleh para pendukung masing-masing pasangan capres dan cawapres. Pilihan kita boleh berbeda, tetapi tujuan utama dari pilihan itu adalah kepentingan bangsa yang lebih besar. Kita ha- rus bisa bersama-sama menjaga agar pilpres tahun depan bisa berlangsung aman, damaia, dan tenteram. Di tengah situasi perekonomian yang tidak menentu, persatuan dan ke- satuan bangsa menjadi modal bagi kita untuk mewujudkan Indonesia seba- gai bangsa yang besar. Dalam kondisi seperti ini, kita justru dituntut untuk ti- dak saling menghujat, menghina, atau menjatuhkan wibawa pemimpin dan calon pemimpin. Hanya dengan terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa lain akan memberikan penghormatan yang tinggi kepada kita. Kita yakin dengan situa- si politik Tanah Air yang aman dan damai, perekonomian juga akan terdong- krak. Para investor dari dalam dan luar negeri tidak akan ragu menanamkan modal mereka di negeri tidak hanya kaya sumber alam, tetapi juga aman dan damai. Peran pasangan capres-cawapres beserta partai politik pengusung dan tim sukses mereka sangat penting dalam menjaga agar Pilpres 2019 menja- di pesta demokrasi yang menggembirakan. Mereka jangan hanya mempro- mosikan kandidat masing-masing, tetapi juga harus bisa menjadi pengawas yang baik bagi para pendukung. Pasangan kandidat, parpol pengusung, dan tim sukses tidak bisa lepas tangan bila ada pendukung yang menebarkan kebencian dan berita-berita bohong, apalagi terkait dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Mereka juga harus bisa mengendalikan para pendukung untuk turut menjaga agar pesta akbar demokrasi itu tidak tercoreng. Penyelenggara pemilu, mulai dari KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga memiliki kontribusi yang besar bagi perwujudan pemilu damai. Mereka harus bisa menjadi penyelenggara dan wasit yang adil, profesional, serta tidak memihak agar apa pun hasil pilpres nanti bisa diterima masing-masing pihak dengan lapang dada. Terakhir, peran aparat keamanan, yakni Polri, juga tak kalah penting. Polri juga dituntut untuk menunjukkan sikap profesional agar bisa mengawal pelaksanaan pilpres nanti tanda ada tendensi memihak salah satu pasang- an. Polri juga harus tegas terhadap orang-orang yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Apalagi, sejumlah kalangan telah menyinyalir adanya upaya untuk me- manfaatkan pilpres nanti untuk mengubah sistem kenegaraan kita yang ber- dasarkan UUD 1945, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Polri harus mampu menjaga itu agar rakyat bisa merasa tenang tanpa tekanan saat datang ke bilik-bilik suara pada 17 April 2019.

istimewa Cawapres Sandiaga Uno mencium tangan cawapres Ma'ruf Amin disaksikan Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada acara pengundian nomor urut capres-cawapres di kantor KPU, Jumat (21/9) malam.

[Jakarta] Dua calon presi- den (capres), yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sama-sama menginginkan kam- panye Pemilu 2019 berlangsung sejuk dan damai. Kampanye yang berlangsung sejak 23 September 2018 sampai 13 April 2019 selama hampir tujuh bulan juga diharapkan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, tanpa cemooh dan fitnah. Dalam pidato sesuai proses pengambilan nomor urut peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, Jumat (21/9) malam, Jokowi berharap pemilu memberi pendidikan poli- tik yang bermanfaat bagi rakyat. Jokowi mengajak pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mendapat nomor urut 02 men- jadikan pilpres sebagai ajang beradu program, gagasan, dan ide, termasuk kontes prestasi. Menurutnya, saling fitnah dan menghina serta cemooh dalam kampanye perlu dihindari, sebab hal itu bukanmerupakan nilai- nilai bangsa Indonesia. Jokowi berharap masih dapat terus berkomunikasi dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno karena sudah mengenal sosok keduanya sejak lama. “Saya ingin meski kita kontestasi, saya masih bisa ber- telepon dengan Pak Prabowo dengan Pak Sandi, karena beliau adalah sahabat-sahabat saya se- jak lama," imbuhnya. Senada dengannya, Prabowo Subianto juga menyerukan kepa- da seluruh rakyat Indonesia un- tuk melaksanakan pemilu yang sejuk, damai, dan kekeluargaan. "Mari laksanakan pemilu se- juk, damai, dan semangat keeke- luargaan," ujar Prabowo dalam pidato seusai pengundian nomor urut di kantor KPU Jakarta Pusat. Da l am kon t e s p i l p r e s , Prabowo berharap kedua belah pi- hak tidak mencari-cari kesalahan dan kekurangan masing-masing. “Kita harus merasakan bagaimana kita semua satu keluarga besar. Karena itu, kita harus menyikapi persoalan bangsa adalah persoalan keluarga kita,” tegasnya.

Akrab

P a d a k e s emp a t a n i t u , Prabowo juga meminta semua pihak bersikap tenang dan tidak emosional dalam menghadapi Pemilu 2019. “Mari menyong- song proses demokrasi ini de- ngan tenang bagi kepentingan bangsa dan negara dan anak dan cucu-cucu kita,” ujarnya. Hal yang sama disampaikan cawapres Sandiaga Uno. Pihaknya tidak ingin pemilu menjadi ajang perpecahan dan permusuhan. "Tak kenal lelah kami akan kampanye- kan pemilu damai. Itu untuk Indonesia lebih baik," katanya. Untuk itu, ia telah meminta para pendukungnya supaya tidak melakukan kampanye jelek dan menghujat. Pada deklarasi kampa- nye damai yang digelar tanggal 23 September mendatang, pihaknya tidak ingin mengerahkan massa yang banyak, karena dikhawatir- kan menimbulkan kemacetan. Pemilu Berintegritas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman berharap semua pemangku ke- pentingan pemilu bersinergi un- tuk menghasilkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas. Pemangku kepentingan yang di- maksud Arief adalah peserta pe- milu, penyelenggara, pemilih, kementerian/lembaga terkait, dan LSM pemerhati pemilu. “KPU berharap pesta demo- krasi tahun 2019 bisa terselengga- ra dengan baik. Seluruh pemang- ku kepentingan harus bersinergi untuk menampilkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas serta menjunjung prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil," ujar Arief Budiman saat ra- pat pleno pengundian dan pene- tapan nomor pasangan calon pre- siden dan wapres di kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9) malam. Sinergi antara pemangku ke- pentingan, kata Arief, bisa mela- hirkan semangat persatuan dan kesatuan yang bisa dijadikan lan- dasan dalam menjalankan seluruh tahapan pemilu 2019, khususnya pada masa kampanye yang dimu- lai pada 23 September 2018.

Sementara itu, pada acara pengundian nomor urut peserta Pilpres 2019 di kantor KPU Jakarta, dua pasangan capres-ca- wapres, Joko Widodo-Maruf Amin (Jokowi-Maruf) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) terlihat akrab. “Apa yang ditunjukkan kedua pasangan calon sangat menyejuk- kan. Kami berharap suasana yang sejuk dan damai ini akan terjaga sampai Pilpres 2019 selesai,” kata Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas. Menurutnya, pilpres sepatut- nya menjadi pesta demokrasi yang berguna bagi rakyat Indonesia. Pilpres merupakan sa- rana saling mengisi serta menga- jarkan pendidikan politik bagi masyarakat. Saat berkampanye, adu program, gagasan, ide, terma- suk rekam jejak calon, harus diu- tamakan. Hal tersebut diharapkan mampu menciptakan kedewasaan berdemokrasi di Tanah Air. “Pesannya Pak Jokowi sudah sangat jelas. Semua anak bangsa harus bersatu untuk Indonesia maju,” tutur Michael. Ketua tim pemenangan pa- sangan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyata- kan heuheuy deudeuh menjadi strategi kampanye yang bakal diterapkannya. Heuheuy deu- deuh merupakan ungkapan orang Sunda untuk mengekspresikan kebahagiaan. Dengan demikian, strategi tersebut dapat diartikan sebagai kampanye persuasif yang penuh keceriaan. Ketua tim sukses pasangan Pr abowo-Sand i aga , Dj oko Santoso mengatakan strategi kam- panye pasangan nomor urut 02 akan mengalir seperti air dalam merebut hati rakyat. "(Strategi) Biasa sajalah, seperti air yang mengalir sajalah," ujarnya. Menurutnya, kompetisi pe- milu menitikberatkan pada pere- butan hati dan pikiran rakyat. Untuk itu, nama koalisi pengu- sung Prabowo-Sandiaga adalah Koalisi Indonesia Adil Makmur. [R-14/C-6/F-5/YUS/Y-7/H-14]

Made with FlippingBook flipbook maker