ID200701-P

rabu 1 juli 2020

3 international business

STR / AFP / China OUT

WASHINGTON – Hasil studi German Marshall Fund pada Se- lasa (30/6) menunjukkan bahwa pandemi virus corona Covid-19 te- lah menyebabkan semakin banyak orang di Barat melihat Tiongkok sebagai kekuatan utama, meng- geser kepemimpinan Amerika Serikat (AS). Sur vei pendapat yang dilaku- kan kepada responden Prancis, Jerman, dan AS, yang dirilis oleh German Marshall Fund dari AS, menemukan peningkatan signi- fikan dalam persepsi pengaruh Tiongkok, sejak pecahnya pandemi Covid-19. Dalam hal ini, Tiongkok secara bergantian digambarkan sebagai pelaku dan juga penyedia bantuan. Proporsi responden Prancis yang mengatakan, bahwa Tiong- kok adalah pemain global paling berpengaruh mengalami lonjakan dari 13% menjadi 28 %. Sedangkan responden Jerman menunjukkan kenaikan dari 12%menjadi 20%, dan pada responden AS menunjukkan peningkatan dari 6% menjadi 14%. Ada pun sur vei dilakukan pada Januari hingga Mei. “Pengaruh Tiongkok di dunia, semacam ide abstrak sebelum kri- sis. Ketika Anda berpikir tentang ketergantungan pada Tiongkok, semisal dalam hal masker dan peralatan medis maka ini menjadi sangat konkret,” ujar Martin Qu- encez, wakil direktur dari kantor German Marshal Fund di Paris, Prancis. Quencez memperkirakan dam- pak itu bakal bertahan lama, karena perubahan dalam persepsi terlihat melintasi garis generasi dan poli- tik. “Tampaknya lebih struktural daripada sekadar respons cepat terhadap krisis,” tambah dia. Meski ada peningkatan, tetapi masyarakat di ketiga negara itu masih mengatakan Amerika Se- rikat adalah negara yang paling berpengaruh hanya saja tidak terlalu besar. Di Prancis, 55% responden me- ngatakan padaMei bahwa Amerika Serikat adalah pemain global ter- atas, turun dari 67% yang tercatat pada Januari. Angka serupa juga dilaporkan di Jerman. Salah satu pecundang kom- paratif adalah Uni Eropa, yang menempatkan Prancis dan Jerman dengan kokoh di tempat kedua, di atas Tiongkok, sebelum pandemi menyebar. LONDON - Ekonomi Inggris mengalami kontraksi kuartalan terburuk selama lebih dari 40 ta- hun. Setelah pandemi virus corona Covid-19 memangkas aktivitas ekonomi. Rilis tersebut ditunjuk- kan oleh data resmi hasil revisi, Selasa (30/6).Produk domestik bruto (PDB) Inggris menyusut 2,2% pada kuartal I-2020 atau peri- ode Januari-Maret, dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. Kantor Statistik Nasional (ONS) menyampaikan data ini dalam sebuah pernyataan yang membe- rikan perkiraan kedua. Angka awal yang diberikan oleh ONS menunjukkan kontraksi PDB sebesar 2,0% pada kuartal pertama, atau proyeksi terburuk sejak krisis keuangan global pada 2008. Data kuartal kedua akan me- nunjukkan dampak penuh dari pandemi virus corona, karena penguncian nasional Inggris baru dikenakan pada 23 Maret. Angka resmi baru-baru ini menunjukkan aktivitas ekonomi Inggris jatuh dengan rekor 20,4% pada April. "Gambaran ekonomi kami yang lebih terperinci pada kuartal per- tama menunjukkan ... penurunan kuartalan terbesar sejak (kuartal ketiga) 1979. Semua sektor utama ekonomi menyusut secara signifi- kan sepanjang Maret karena dam- pak dari pandemi ini," kata Wakil Statistik Nasional ONS Jonathan Athow, Selasa (30/6). Namun Athow menambahkan, penurunan tajam dalam belanja konsumen pada akhir Maret me- nyebabkan peningkatan yang nyata dalam tabungan rumah tangga. Ini telah dibantu lebih lanjut oleh pe- merintah yangmembayar sebagian besar upah pekerja sektor swasta selama masa pandemi untuk mem- buat mereka tetap bekerja. Sementara itu, para ekonom mengantisipasi penurunan dua digit dalam output selama kuartal kedua atau periode April-Juni, me- nempatkan Inggris dalam resesi secara teknis. "Jelas ekonomi Ing- gris menyaksikan rekor kontraksi PDB pada kuartal kedua," kata Howard Archer, ekonom EY.

Jonathan Athow

Ia memperkirakan penurunan 17% sebelum rebound 10% di kuartal ketiga. Bank of England (BoE) telah memperingatkan kelumpuhan yang diakibatkan Covid-19 dapat memicu resesi terburuk bangsa selama bera- bad-abad terakhir, setelah virus corona memukul keras ekonomi di seluruh dunia. Awal bulan ini, BoE meluncur- kan tambahan uang tunai 100 mi- liar pound (setara US$ 126 miliar atau 112 miliar euro) berupa sti- mulus, untuk menopang ekonomi Inggris yang terkena virus corona. Bank sentral tersebut sudah bereaksi dengan memangkas suku bunga utamanya ke rekor terendah 0,1% dan menyuntikkan 200 miliar pound ke dalam ekonomi untuk mendapatkan pinjaman bank ritel ke sektor bisnis yang rapuh. Pada awal perdagangan, Bursa London merosot ketika pejabat menerapkan kembali tindakan karantina di kota Leicester. Semen- tara data menunjukkan ekonomi Inggris menyusut lebih dari yang diperkirakan pada kuartal perta- ma. Sedangkan bursa saham Paris dan Frankfurt menguat. "Kekhawatiran tentang negara -negara gelombang kedua (penye- baran virus) tampaknya sekarang menjadi berita minggu lalu. Jadi sepertinya, ketika investor beralih fokus pada narasi pembukaan kem- bali yang kuat," kata Stephen Innes dari AxiCorp. (afp/eld)

Ekonomi Eropa Anjlok Terdampak Covid-19 Seorang wanita mengenakan masker di tengah kekuatiran penyebaran wabah virus corona Covid-19, melintas di depan sebuah toko yang menawarkan penjualan terakhir sebelum toko ditutup di Madrid, Spanyol (25/6/2020).Menurut laporan Dana Moneter Internasional (IMF), 19 negara Eropa yang menggunakan Euro, akan mengalami penurunan ekonomi 10,2% akibat dampak virus corona.IMF memproyeksikan bahwa semua wilayah akan mengalami pertumbuhan negatif pada 2020.

Aktivitas Pabrik di Tiongkok Meningkat Karyawan bekerja di bengkel pengelasan, di sebuah pabrik mobil di Weifang, di provinsi Shandong, bagian timur Tiongkok, Selasa (30/6/2020).Data resmi pada Selasa (30/6) menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di pabrik-pabrik di Tiongkok sepanjang Juni 2020, meskipun para analis mengingatkan bahwa lemahnya permintaan global dan potensi kenaikan kembali kasus virus corona Covid-19 bakal membebani pemulihan dalam jangka panjang.

Oleh Happy Amanda Amalia

tur mungkin didorong oleh tambahan pesanan ekspor baru, meskipun ma- sih berada di wilayah kontraksi. Dia menambahkan, penurunan dalam sub-indeks ketenagakerjaan pun ntidak menjadi pertanda baik. “ Rebound dalam kasus Covid-19 baru di Beijing, dan beberapa kota di sekitarnya merupakan pukulan telak bagi sektor jasa,” katanya, seraya menambahkan bahwa data terbaru menunjukkan tidak ada pemulihan yang pasti di sektor pariwisata dalam beberapa bulan terakhir. Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Keqiang sendiri telah menjadikan stabilisasi pekerjaan sebagai prioritas utama. Dia menargetkan lapangan pekerjaan perkotaan baru lebih dari sembilan juta – turun dari 11 juta yang ditargetkan pada 2019 – pasca pandemi melanda. Martin Rasmussen dari Capital Eco- nomics mengungkapkan, pengiriman dari luar negeri tampak siap untukmun- durmeskipun ada peningkatan pesanan ekspor. Ini karena permintaan untuk produk-produk terkait virus, seperti masker yang diperlukan dalam wabah global, cenderung melemah. “Tetapi berlanjutnya penerbitan obli- gasi pemerintah yang cepat, berarti be- lanja infrastruktur harus tetap kuat dan membantu menjaga pemulihan tetap pada jalurnya,” ujar Rasmussen. (afp)

untuk pertama kalinya dalambeberapa dekade. Ahli statistik senior NBS, ZhaoQing- hemencatatkan kenaikanmengejutkan ketika penawaran dan permintaan terus meningkat pada Juni. Sementara itu impor dan ekspor juga tampak lebih baik, karena pasar-pasar utama global telah memulai kembali kegiatan eko- nominya. Meski demikian, dia memperingat- kan soal masih adanya “ketidakpasti- an”. Pasalnya indeks impor dan ekspor tercatat berada di bawah level 50, dan sejumlah besar perusahaan kecil me- laporkan penurunan jumlah pesanan. Ekonom UOB Ho Woei Chen me- ngatakan kepada AFP , kinerja usaha kecil yang lebih buruk menunjukkan bahwa Pemerintah Tiongkok perlu terus memberikan dukungan yang ditargetkan. Sementara itu, walau ada pemulihan yang relatif baik pada Kuartal II-2020, Kepala ekonom Nomura Tiongkok Lu Ting mencermati krisis yang meng- adang di depan dan ketidakpastian yang sangat tinggi. “Momentum itu bisa kehilangan kekuatannya dalam beberapa bulan mendatang,” ujar dia seraya mengingatkan. Pesanan Ekspor Lu mengatakan kepada AFP, bahwa kenaikan yang dialami PMI manufak-

 BEIJING – Data resmi dari Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok pada Selasa (30/6) menunjukkan ada peningkatan aktivitas di pabrik-pabrik Negeri Tirai Bambu sepanjang Juni 2020. Namun, para analis mengingatkan bahwa permintaan global lemah dan potensi kenaikan kembali kasus virus corona Co- vid-19 bakal membebani pemulihan dalam jangka panjang.

Tiongkok – alat ukur aktivitas di pabrik-pabrik – menunjukkan angka 50,9 poin pada Juni. Catatan ini jauh lebih baik dari perkiraan 50,5 dalam jajak pendapat para analis Bloomberg News, dan meningkat 0,3 poin dari Mei. Sebagai informasi, indeks yang menunjukkan angka di atas 50 poin akan dipandang sebagai ekspansi. Menurut Biro Statistik Nasional, indeks PMI non-manufaktur naik dari 53,6 poin menjadi 54,4 poin. Catatan indeks ini bakal dianggap bahwa, laju ekonomi perlahan-lahan bangkit dari situasi pandemi penyakit, setelah di- dera penyusutan pada Kuartal I-2020

Negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu dilaporkan sudah kembali menjalani kehidupan sehari-harinya, setelahwabah virus dan karantina luas mendorong terhentinya berbagai kegiatan pada awal tahun. Tetapi para ekonom memperingat- kan bahwa momentum tersebut dapat melemah pada semester kedua 2020 mengingat pasar-pasar besar sedang berjuang untuk pulih dari krisis. Juga karena pesanan untuk pasokan medis di luar negeri – yang sempat mendong- krak ekspor – dan berada di puncak kemudian menyusut Purchasing Managers' Index (PMI) LONDON – Perusahaan konsultasi Kantar merilis daftar merek paling bernilai dalam laporan BrandZ Top 100 Most Valuable Global Brands, pada Selasa (30/6). Tahun ini, merek yang duduk di posisi teratas adalah Ama- zon dengan nilai merek naik hampir sepertiga menjadi US$ 415,9 miliar, dibandingkan tahun lalu.Sementara itu, Apple berada di peringkat kedua dengan nilai US$ 352,2 miliar, disusul oleh Microsoft dengan nilai merek US$ 326,5 miliar. Sedangkan Google berada di peringkat keempat dengan nilai merek US$ 323,601 miliar. Menurut laporan Kantar, pening- katan ini sebagian disebabkan oleh naiknya penggunaan perangkat lu- nak Microsoft Teams karena para karyawan bekerja dari rumah selama pandemi virus corona Covid-19. Walau berita tentang penyebaran wabah virus corona Covid-19 telah menyebabkan saham anjlok pada Maret, tetapi harga saham bisnis daring ( online ) seperti Amazon – yang mengantarkan bahan baku konsumen – mengalami kenaikkan pada April karena banyak toko fisik yang ditutup. Namun respons raksasa e-commerce itu terhadap pandemi telah telah dikritik. “Meskipun konsumen bergantung pada pengiriman ke rumah selama pandemi telah memperluas kemam- puan logistik Amazon, itu juga mene- gaskan kekuatan Amazon,” demikian pernyataan laporan Kantar. Sedangkan Alibaba berada di pe- ringkat keenam dalam daftar BrandZ dengan nilai merek US$ 152,5 miliar, naik 16% dari tahun sebelumnya. Untuk JD.com, nilai merek naik 24% menjadi US$ 25,5 miliar.

Martin Quencez

Meskipun pengaruh Tiongkok dapat dirasakan, namun sur vei menemukan bahwa mayoritas responden di Jerman dan Prancis mengatakan negara-negara me- reka harus lebih tegas terhadap Tiongkok, soal perubahan iklim, hak asasi manusia dan keamanan dunia siber ( cyber ). Sedangkan di Amerika Serikat, angka-angka itu menunjukkan lebih rendah. Ini mungkin karena pemerintahan Presiden Donald Trump telah memperjuangkan tanpa kompromi, dan mendorong Eropa untuk melakukan hal yang sama. Pemerintahan Trump menuding penyebaran Covid-19 karena pena- nganan buruk di Tiongkok, tempat virus itu pertama kali terdeteksi akhir tahun lalu. Para kritikusmengatakanTrump berusaha untuk mengelakkan penanganan Covid-19 nya sendiri di Amerika Serikat, yang sejauh ini telah menelan korban tewas tertinggi di bandingkan negara mana pun. Survei tersebut juga menunjuk- kan perbedaan transatlantik yang tajam atas pengaruh Inggris, yang meninggalkan blok Uni Eropa tahun ini. Sebanyak 53% responden Ame- rika mengatakan Inggris adalah negara paling berpengaruh di Eropa. Namun, pendapat ini ha- nya disepakati oleh 8% responden Jerman dan 6% responden Prancis. Penelitian yang dilakukan Ber- telsmann Foundation di Jerman dan Institut Montaigne di Paris, telah mensurvei lebih dari 1.000 orang berbeda di setiap negara pada 9-22 Januari dan 11-19 Mei. (afp/pya)

sebesar 9%. Sebagai informasi, BrandZ Top 100 Most Valuable Global Brands yang dirilis setiap tahun merupakan hasil dari melakukan pemeringkatan per- usahaan berdasarkan penggabungan kapitalisasi pasar mereka dengan riset terhadap konsumen lebih dari 3,8 juta orang di seluruh dunia. Kantar menyatakan, pemering- katan BrandZ ditugaskan oleh grup iklan WPP dan dilakukan oleh Kan- tar. Mereka mengungkapkan telah melihat lebih dari 17.000 merek di 51 negara. Sebagian besar konsu- men disur vei secara daring ( onli- ne ) selama satu tahun, sementara beberapa kelompok berpenghasilan rendah disur vei secara langsung. Untuk merek-merek khusus, marjin kesalahan data sur vei kurang dari 3%. (sumber lain/pya)

dari Tiongkok dengan nilai merek US$ 16,9 miliar. Peringkat lebih tinggi dibandingkan merek itu di antaranya, KFC, Uber dan Adidas. "TikTok merupakan salah satu merek paling menarik dan kreatif yang kami lihat memasuki daftar 100 teratas, dan telah menjadi pengubah permainan ( game-changer ) selama pandemi berlangsung,” ujar Elspeth Cheung, kepala global valuasi BrandZ dari Kantar, dalam sebuah pernyataan melalui surat elektronik (email). Tetapi merek ByteDance masih di- kerdilkan oleh saingan aplikasi media sosial Instagram, yang nilai mereknya US$ 41,5 miliar, begitu halnya yang dialami Facebook. Menurut Kantar, nilai total 100 merek dalam daftar mencapai US$ 5 triliun, atau naik 5,9%. Saat pra-pande- mi, nilainya diperkirakan meningkat

“Merek-merek itu memungkinkan orang untuk menavigasi kehidupan dengan perangkat digital, dan menca- pai kemudahan dan kenyamanan, yang umumnya meningkatan nilainya atau setidaknya mengungguli kategori me- reka,” demikian menurut laporan itu. Posisi Lebih Baik Merek-merek ini juga dalam posisi lebih baik untuk bertahan dari krisis keuangan baru, dibandingkan 2008- 2009, menurut David Roth, ketua BrandZ. “Bisnis memahami pentingnya berinvestasi dalam pengembangan merek yang lebih kuat dan lebih tang- guh sebagai hasilnya,” katanya dalam siaran pers yang dikiriman ke CNBC . Peserta baru dengan nilai merek tertinggi dalam daftar 100 teratas adalah, aplikasi berbagi video TikTok

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker