SP171007

Suara Pembaruan

U

2

Sabtu-Minggu, 7-8 Oktober 2017

Pilgub Jabar, Petinggi Polri Dilirik Parpol?

M eski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 masih tahun depan, tetapi suhu politik terkait calon-calon kepala daerah mulai memanas. Masing-ma- sing parpol tentu ingin mencari calon kepala daerah dan rekan koalisi yang sesuai visi dan misi mereka, termasuk untuk menen- tukan calon gubernur yang akan diusung di Jawa Barat (Jabar). Salah satu partai politik (parpol) besar dikabarkan akan mengusung seorang petinggi Polri untuk bertarung di Jabar.

“Masih cair. Namun, boleh juga melirik salah satu petinggi Polri. Dia pernah bertugas di Jabar. Jadi, dia pasti tahu peta di sana,” kata sumber SP di Jakarta, Kamis (5/10) malam. Sumber itu meng- ungkapkan, partainya masih menyaring aspirasi masyarakat Ja- bar untuk memutuskan siapa yang memang layak untuk berlaga di Pilgub Jabar. “Silakan DPD menyerap aspirasi masyarakat di Jabar. Tentunya, kami memper- timbangkan serius suara DPD,

meski keputusan tetap ada di DPP,” katanya. Terkait petinggi Polri ter- sebut, sumber SP meng- ungkapkan, petinggi ini mungkin bisa menjadi Pemilu 2014 partai itu mem- namun sumber itu mengatakan, pihaknya tidak mau jemawa dan tetap akan mencari rekan koalisi yang cocok. Dikatakan pula, sejauh ini Pilgub Jabar terbagi dalam tiga magnet masyarakat Jabar. Meski pada

poros, yakni poros Gedung Sate (Deddy Mizwar), poros Balai Kota (Ridwan Kamil), dan poros Purwakarta (Dedi Mulyadi). “Tetapi, bukan berarti tiga calon tersebut yang paling pantas dipilih. Artinya, masih banyak opsi. Kesimpulannya, semua kemungkinan koalisi masih bisa terjadi. Jalan masih panjang dan cukup waktu untuk menimbang kandidat. Koalisi belum 100% mengkristal. Masih cair. Nama -nama kandidat baru mungkin masih akan bermunculan,” katanya. [W-12]

Kawasan Kota Tua, Ikon Baru Jakarta Ditargetkan Rampung Sebelum Asian Games 2018

[JAKARTA] Revitalisasi kawasan Kota Tua tengah di- lakukan PemprovDKI Jakarta agar menjadi ikon baru di Ibu Kota yang mampu menarik wisatawan. Diharapkan, revitalisasi bisa diselesaikan sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018, di mana Jakarta menjadi tuan rumah bersama Palembang. Saat ini, fase pertama revitalisasi telah diselesaikan, dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Kamis (5/10) lalu. Penyelesaian fase pertama tersebut lebih cepat dari target semula pada akhir tahun ini. “Untuk fase kedua, diha- rapkan sebelumAsian Games sudah dapat dirampungkan revitalisasi beberapa fasilitas dan bangunan di Kota Tua,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov DKI Jakarta, Tinia Budiarti, Sabtu (7/10). Diamengungkapkan, pada tahap pertama, revitalisasi dan penataan yang dilakukan mencakup revitalisasi Kali Krukut yang terletak di salah satu sisi Kawasan Kota Tua, serta penataan parkir dan pe- dagang kaki lima (PKL) yang selama ini membuat kondisi semerawut dan kumuh. Untuk merapikan parkir dan PKL, telah dibangun semacam rest area di Jalan Cengkeh, Taman Sari, Jakarta Barat, yang menjadi lokasi binaan PKL. Kawasan yang berada di Taman Kota Intan ini menampung 456 kios, terdiri dari 128 kios untuk pedagang kuliner dan 328 kios untuk pedagang nonkuliner. Untuk lokasi parkir dapat menampung 150 kendaraan roda empat, 450 kendaraan roda dua, dan 12 bus. “Penge r j aan Loka s i Binaan ini dilakukan sejak November 2016 hingga akhir- nya dapat diresmikan pada 5 Oktober 2017,” ungkapTinia. Pada tahap kedua, yang akan dilakukan adalah per-

baikan jalan di sekitar Jalan Kali Besar Timur dan Kali Besar Barat. Sejalan dengan itu, dilakukan revitalisasi sejumlah gedung-gedung tua yang ada di dalam kawasan. Tercatat sedikitnya ada 17 gedung dan bangunan di sekitarnya yang direvitalisasi. “Yang pasti, kita targetkan sebelum Asian Games 2018 sudah selesai. Kita mau Kota Tua menjadi destinasi wisata bagi tamu-tamu yang berpar- tisipasi dalam Asian Games 2018. Sehingga menjadi ikon baru kebanggaan kota Jakarta,” ujarnya. Namun, belum secara keseluruhan revitalisasi di- maksud bisa rampung tahun depan. Sebab, kawasan Kota

Tuamencakupwilayah seluas 846 hektare, sebagaimana ketetapan PeraturanGubernur DKI Jakarta Nomor 34Tahun 2006 tentang Penguasaan Perencanaan Dalam Rangka Penataan Kawasan Kota Tua. Diperkirakan, untuk menata seluruh kawasan membutuh- kan waktu sekitar lima tahun. Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mene- gaskan, penataan Kota Tua ditargetkanmendukungAsian Games 2018. “Percepatan penyelesaian revitalisasi Kali Besar dan Lokasi Binaan Taman Kota Intan untuk mendukung upaya agar Kota Tua menjadi destinasi wisata unggulan di Jakarta, dan siap menghadapi Asian Games,”

kata Djarot. saat meresmikan Lokbin Taman Kota Intan di Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (5/10). Selain revitalisasi Kali Besar danLokasi Binaan, pada Kamis lalu juga diresmikan JembatanBudaya di JalanKali Besar yang menghubungkan Kali Besar dan Museum Fatahillah, dan selesainya revitalisasi Gedung Kerta Niaga di KotaTua. “Jembatan Budaya ini dibangun untuk memudahkan aktivitas warga. Karena masyarakat membu- tuhkan jembatan yang layak, nyaman, bersih, dan aman,” ujarnya. Djarot menambahkan, selesainya revitalisasi Kota Tua tahap pertama, tak bisa

dilepaskan dari gagasan awal yang dilontarkan Gubernur Joko Widodo pada 2012. “Kemudian dikonkretkan oleh Pak Ahok (Gubernur Basuki Tjahaja Purnama) sampai 2017, dan saya yang meresmikannya saat ini,” kata Djarot. Dengan selesainya revita- lisasi fase pertama, menurut Djarot, Kota Tua sudah siap menjadi destinasi wisata yang siap dipromosikan kepada wisatawan mancanegara dan domestik. Revitalisasi Kali Besar Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Kawasan Kota Tua, Norviadi SHusodo menjelaskan, saat ini yang

menjadi fokus dalampenataan kawasan Kota Tua adalah revitalisasi Kali Besar dan penataan PKL yang terpadu dengan parkir di lahan Jalan Cengkeh. Selanjutnya di Kali Besar, fokus penataan dilakukan supaya air sungai lebih bersih, - sasi di sisi selatannya. Tidak hanya itu pembuatan taman di pedestrian sepanjang sisi Kali Besar juga akan dilaku- kan. “Itu menjadi alternatif objek wisata selain Taman Fatahillah,” ungkapnya, Sabtu (7/10). Di kawasan Kali Besar juga akan dibangun patung seni di sisi timur dan baratnya. Selain itu juga dilengkapi de- ngan tempat duduk sepanjang kali sehinggamasyarakat bisa menikmati suasanaKali Besar. “Tahap berikutnya seluruh Kali Besar sepanjang dari Jalan Bank sampai Jembatan Kota Intan juga akan ditata lebih cantik,” katanya. Setelah selesainya pem- bangunan Lokasi Binaan di Taman Kota Intan, seluruh PKLdi Kota Tua segera dire- lokasi ke Jalan Cengkeh yang terpadu dengan lokasi parkir kendaraan para wisatawan yang datang ke Kota Tua. Dia menambahkan, revi- talisasi Kota Tua, meskipun merupakan programPemprov DKI Jakarta, namun pembi- ayaannya tidak mengambil dariAPBN. Biaya revitalisasi diperoleh dari kompensasi koefisien lantai bangunan pengembangyangmembangun gedung di Jakarta. Untuk merevitalisasi Kota Tua, diperkirakan membutuhkan anggaranhinggaRp200miliar. Norviadi menjelaskan, para pemilik gedung di ka- wasan Kota Tua, merespons positif langkah penataan oleh Pemprov. “Bahkan sebagian besar ikut menata, memperbaiki, danmerenovasi bangunannya,” ungkapnya. [LEN/D-14]

SP/RUHT SEMIONO Warga menikmati suasana Kota Tua di pelataran depan Museum Fatahillah, Jumat (6/10) sore . Pemprov DKI Jakarta tengah merevi- talisasi kawasan Kota Tua seluas 846 hektare, dan diharapkan menjadi ikon baru yang menjadi daya tarik wisata.

Made with FlippingBook flipbook maker