SP171007

Suara Pembaruan

28

Sabtu-Minggu, 7-8 Oktober 2017

Kakanim Soekarno-Hatta Perkuat Soliditas Internal

[JAKARTA] Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta Enang Supriyadi Syamsi menga- takan pembenahan terkait solidi- tas internal, perbaikan manajemen hingga pemantapan sumber daya manusia (SDM) merupakan hal telah dilakukannya. Sejak dilantik pada Agustus lalu, Enang juga menyiapkan sejumlah program kinerja rutin antara lain menggelar operasi senyap, yakni patroli pengamanan dengan sasaran penertibanWNAyang diduga ilegal, yang masuk bandara terbesar Indonesia itu pada pukul 24.00 WIB hingga dini hari. Hal itu sebagai ba- gian dari program 100 hari kerja. “Selama saya mengabdi dalam pekerjaan, selalu mengutamakan soliditas dengan kekompakan, di- siplin bekerja merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipatuhi untuk menghasilkan kinerja baik dan amanah sesuai tuntutan masya- rakat,” ujar Enang yang ditemui

SP , Jumat (6/10) sore.

an menjadikan anak buah sebagai musuh, secara otomatis hasil kerja pun akan berantakan,” ujarnya. Enang menambahkan, otoritas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta ha- rus bekerja ekstra mencegah aksi sindikat internasional penjualan orang. Para pelaku dengan banyak strateginya sering memanfaatkan ke- lengahan petugas ketika melancarkan aksinya. Bahkan mereka biasanya akan terbang ke negara yang dituju pada tengah malang saat petugas da- lam kondisi lelah setelah bertugas se- harian. Sehingga, strategi Imigrasi Bandara Soetta perlu menggelar ope- rasi “senyap” pada waktu tertentu. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi agar pelaku gagal memperdaya petugas. Sindikat itu bukan warga Indonesia, tetapi mereka datang dari negara seperti Nepal, Banglades, India, dan lainnya. Baik korban maupun pelaku ber- asal dari negara yang sama. Mereka hanya menjadikan Indonesia sebagai

negara singgah sebelummelanjutkan perjalanan ke negara tujuan. Mereka masuk ke Indonesia secara resmi kemudian dokumen- nya dibuang lalu bermodal doku- men palsu yang sudah disiapkan berangkat ke negara yang dituju. Dokumen yang digunakan me- reka pesan dari sindikat pemalsu dokumen di Malaysia. Selain mencegah aksi sindikat ini Kakanim juga menerjunkan petugas intelijen khusus berpakai- an preman untuk mendukung. Hasilnya dalam satu bulan be- lakang berhasil mengungkap 20 kasus pemalsuan dokumen. Khusus kasus penjualan orang, ada lima orang yang diamankan ketika hendak terbang ke Eropa, dua pelaku dan tiga korban. Kesibukan bandara yang men- jadi kebanggaan Indonesia ini sungguh luar biasa. Dalam satu bulan sekitar 300.000 wisatawan asing masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. [G-5]

Menurut Enang, sebagai kepa- la atau pimpinan itu ibarat seorang ayah memberi motivasi dan sema- ngat kerja kepada 600 pegawai Kantor Imigrasi Khusus Kelas 1 Bandara Soekarno Hatta. Tugas utama lainnya, lanjut Enang, mendorong ratusan buah- nya sebagai penjaga pintu terakhir keluar masuknya manusia, baik warga Indonesia maupun asing, melalui Imigrasi kelas satu khusus Bandara Soetta. Menurut dia, untuk memenuhi kinerja baik, tidak cukup disiplin, tetapi sikap kebapakan. Oleh kare- na itu, Enang tidak segan-segan “menjewer” anak buahnya yang “nakal”, tetapi haram baginya membunuh karier anak buah. “Artinya, sebandel apa pun anak buah, pasti akan nurut ketika disen- tuh hati nuraninya. Perlakukan anak buah seperti anak dengan seorang ayah,” kata mantan Atase Kedubes RI di Malaysia.

sp/gardi gazarin

Enang Supriyadi Syamsi

Sebagai pimpinan, harus sela- lu berada di tengah-tengah anak buah agar sama-sama bisa mera- sakan suka duka di lapangan. “Jangan ada rasa sakit hati, apala- gi dendam terhadap anak buah yang melakukan kesalahan, sen- tuh hati nuraninya pasti dia akan berubah. Sebaliknya jika pimpin-

Made with FlippingBook flipbook maker