SP160829

Metropolitan

Suara Pembaruan

28

Senin, 29 Agustus 2016

DKI Segera Normalisasi Kali Krukut di Kemang

[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Pu r nama menga t akan , Pemprov DKI Jakarta akan menormalisasi Kali Krukut yang melintas di Kemang, Jakarta Selatan. Hal itu dite- gaskan Basuki di Balai Kota Jakarta, Senin (29/8). Saat ini, lebar Kali Krukut di wilayah tersebut hanya lima meter. Kali akan dilebarkan menjadi 25 meter. Basuki mengatakan hal itu terkait banjir yang melanda Kemang, Sabtu pekan lalu. Menurutnya, kawasan Kemang merupakan kawa- san yang berbentuk cekung- an atau mangkok dan meru- pakan kawasan lintasan air. Hal tersebut terbukti de- ngan kondisi geografis ka- wasan tersebut yang berle- kuk-lekuk. “Kemang kan banyak bentuk mangkok. Rumah- rumah kosong temboknya jebol. Kami juga lagi seli- diki mengapa hotel kok bisa menempel di Kali Krukut,” ujarnya. Lebar Kali Krukut saat ini tinggal 5 meter, padahal saat zaman Belanda, lebar kali tersebut mencapai 25 meter. Lebar kali yang ber- kurang drastis itu terjadi ka- rena ketika musim kemarau tiba dan bibir kali kering, warga membuat bangunan di sana dan langsung meng- ajukan sertifikat hak milik. Akibatnya, banjir kerap menggenangi kawasan ter- sebut. “Ini yang mesti kita be- resin. Kalau lebar 25 meter [JAKARTA] Partai Golkar (PG) yang merupakan salah satu partai pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai Gubernur DKI Jakarta itu telah berha- sil mengatasi banjir di Jakarta. Meski ada banjir di Kemang, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu, tidak me- ngurangi prestasi Ahok da- lam mengatasi banjir. "Banjir yang terjadi di daerah Kemang telah dija- dikan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Ahok untuk menyerang Ahok bahwa seolah-olah Ahok gagal menanggulangi banjir di Jakarta. Serangan terse- but tentu sangat tendensius dan gagal dalam melihat p e rma s a l a h a n Ba n j i r Jakarta," kata Ketua Dewan

BeritaSatu Photo/Danung Arifin Para petugas dari Dinas Tata Air mengatur selang penyedot air yang merendam sejumlah mobil di dalam basement Kemang Square, Jakarta Selatan, Minggu (28/8).

jadi lima meter, ya pasti tembok rumah orang yang bikin rumah di tepi kali pas- ti kena. Jadi ya, harus nor- malisasi. Tidak ada pilihan, tetapi kalau normalisasi, ya harus bongkar. Itu yang ma- salah. Tetapi kami juga ti- dak mungkin bongkar, su- dah hak milik semua. Ini kan kejadian-kejadian da- hulu yang berusaha kami perbaiki,” katanya. Sebe l umnya , Wak i l Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat me- ngatakan, sejumlah sungai di Ibukota harus segera di- normalisasi. Diakui, sejum- lah bangunan yang berdiri di bantaran sungai menyu- litkan proses normalisasi. "Kali Krukut dan Kali Grogol juga harus segera dinormalisasi, karena kali Pimpinan Daerah (DPD) PG DKI Jakarta Fayakhun Andriadi di Jakarta, Senin (29/8). Ia menjelaskan, semua pihak tentu bersimpati ke- pada masyarakat Kemang yang menjadi korban banjir. Namun, prestasi Ahok da- lam menanggulangi banjir di Jakarta tidak akan tera- nulir oleh banjir Kemang. Ahok telah menunjukkan prestasi yang sangat luar bi- asa dalam menanggulangi dan mengatasi banjir di Jakarta. "Semua masyarakat Jakarta paham bahwa, sebe- l u m A h o k m e n j a d i Gubernur, Jakarta selalu langganan banjir ketika mu- s i m h u j a n . D a e r a h Kampung Pulo, Kampung

sudah dipenuhi sedimen lumpur," ungkap Djarot. Salah satu contohnya se- perti banjir yang melanda kawasan Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/8). Bangunan rumah yang bera- da di bantaran sungai akhir- nya jebol karena tidak kuat menahan derasnya arus air di Kali Krukut. Oleh sebab itu, izin bangunan yang berada di bantaran kali perlu pun perlu dievaluasi. "Bangunan yang ber- himpitan dengan badan su- ngai harus dievaluasi secara menyeluruh," kata Djarot. Di ka t akan , J aka r t a Selatan merupakan daerah resapan serta ruang terbuka hijau, sehingga perizinan bangunan harus lebih diper- ketat lagi agar tidak terjadi

alih fungsi.

Dibuat Embung

Sementara itu, Kepala Bidang Aliran Sungai dan Pan t a i S i s t em Al i r an Tengah Dinas Tata Air DKI Jakarta, Robert Rajaguguk, mengatakan, terkait banjir di kawasan Kemang yang terjadi Sabtu (27/8), pihak- nya akan mengajukan kepa- da Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar dibuat embung di Jalan Kemang Selatan 12. Ia mengatakan, di kawa- san tersebut terdapat lahan milik Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta yang tidak diguna- kan. Usulan tersebut diaju- kan karena kawasan itu ju- ga kerap tergenang banjir saat hujan deras melanda.

"Itu juga kalau Pak Guber- nur setuju. Kami mau buat embung di sana," kata Robert, Minggu (28/8). Terkait dengan kondisi Kali Krukut sendiri, disebut- kannya, belum pernah dike- ruk karena kewenangan kali tersebut berada di pemerin- tah pusat, dalam hal ini ada- lah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera). Kepala Dinas Tata Air

DKI Jakarta, Teguh Hendar- wan mengatakan, terendam- nya kawasan Kemang Raya, akibat adanya penahan air di bibir Kali Krukut jebol. Penahan air tersebut bukan berupa tanggul dan hanya berupa tembok saja. Namun, yang menyebabkan banjir tersebut parah karena ada empat titik tembok yang je- bol, yakni di Kemang 12, Kemang 10, Kemang 8, dan Kemang Raya. [BAM/D-14] Jakarta menilai Ahok sa- ngat sukses menanggulangi dan mengatasi Jakarta. Berdasarkan survei yang di- lakukan oleh Golkar DKI Jakarta bekerjasama dengan Indobarometer, banjir bu- kan lagi menjadi problem besar di DKI Jakarta yang harus diselesaikan Ahok. Ini berbeda dengan ma- sa-masa sebelumnya di- mana Banjir selalu menjadi momok yang menghantui mayo r i t a s ma sya r aka t Jakarta. "Seperti keberhasilan- nya menyelesaikan persoal- an banjir di Kampung Pulo, Kampung Melayu dan se- bagainya, Ahok pun akan segera menemukan solusi dalam mengatasi banjir di Kemang," tutupnya. [R-14]

Prestasi Basuki Atasi Banjir Tak Bisa Dianulir Kasus Kemang

ANTARA/Ali Qital Satu unit mobil terendam banjir di jalan Kemang Selatan 8, Jakarta, Minggu (28/8) dini hari. Curah hujan yang tinggi serta meluapnya Kali Krukut menyebabkan kawasan tersebut dilanda banjir setinggi 70 cm hingga 1 meter.

M e l a y u , C i p i n a n g , Pesanggrahan, Kalibata, dan sebagainya adalah dae- rah langganan Banjir.

Sekarang, banjir menjadi cerita masa lalu di daerah tersebut," jelas anggota DPR ini.

Menurutnya, sejumlah prestasi yang ada dalam pe- nanganan banjir menyebab- k a n ma s y a r a k a t DKI

Made with FlippingBook flipbook maker