ID160908

kamis 8 september 2016

24

Investor Daily/David Gita Roza

Sentra Layanan Prioritas Bank BRI Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam (dua dari kanan), bersama Wakil Direktur Utama Bank BRI, Sunarso (dua dari kiri), Direktur Kepatuhan Bank BRI Priyastomo (kanan), dan Direktur konsumer Banking Bank BRI Sis Apik Wijayanto (kiri) berbincang bersama usai melakukan persemian Sentra Layanan Prioritas Bank BRI Gatot Subroto yang dilaksanakan di Kantor Cabang BRI Gatot Subroto, Jakarta (07/09). Bank BRI telah memiliki 120 Outlet Priority Bank- ing, yang terdiri dari 22 Sentra Layanan Prioritas, dan 98 Priority Lounge.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menargetkan dana kelolaan nasabah prioritas sampai akhir 2016 sebesar Rp 75 triliun. Hingga Juni 2016, dana nasabah prioritas yang dikelola mencapai mencapai Rp 54 triliun. Direktur Utama BRI Asmawi Syam men- jelaskan, sampai Juni 2016, jumlah nasabah prioritas yang dimiliki perseroan mencapai 35 ribu orang. ”Sampai akhir tahun kami tar- getkan jumlah nasabah prioritas sebanyak 50 ribu orang,” kata dia saat meresmikan Sentra Layanan Prioritas BRI di Jakarta, Rabu (7/9). Asmawi mengungkapkan, untuk mem- perbesar dana kelolaan nasabah prioritas, perseroan akan memperbanyak jumlah lay- anan nasabah prioritas. BRI telah memiliki 120 outlet priority banking terdiri atas 22 Sentra Layanan BRI Prioritas dan 98 priority lounge . Sampai akhir tahun ini, perseroan men- argetkan bisa membuka delapan Sentra Layanan Prioritas (SLP) yang tersebar di beberapa kota besar, seperti Jabodetabek, Palembang, Lampung, Solo, Bandung, dan Manado. Sebelumnya, BRI membuka empat SLP di Bintaro, Palembang, Lampung dan Solo. “Sampai akhir tahun akan ada tiga SLP lainnya yang akan kami buka di Bandung, Manado, dan Bekasi,” jelas dia. Sementara itu, pada 7 September 2016 BRI membuka SLP di kawasan Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. Sebelum menjadi SLP, Kantor Cabang BRI Gatot Subroto tersebut telah memiliki priority lounge yang kemudian ditingkatkan menjadi SLP. Saat ini tercatat lebih dari 1.100 orang nasabah prioritas BRI yang berada di bawah kelolaan Kantor Cabang BRI Gatot Subroto dengan dana lebih dari Rp 1,5 triliun. ”Dari SLP Jakarta Gatot Subroto, ditargetkan jumlah nasabah prioritas mencapai 1.800 orang dengan dana kelolaan lebih dari Rp 2,1 triliun pada akhir 2016,” jelas dia. Khusus untuk wilayah Jakarta dan sekit- arnya, dengan pembukaan SLP Gatot Sub- roto tersebut, berarti sudah ada 34 gerai priority banking yang terdiri dari sembilan SLP BRI dan 25 priority lounge . Sembilan Sentra Layanan BRI Prioritas tersebut adalah SLP Jakarta Sudirman, SLP Jakarta Kelapa Gading, SLP Jakarta Cut Mutia, SLP Jakarta Pluit, SLP Rawamangun, SLP BSD, SLP Bintaro, SLP Jakarta Kemang, dan SLP Jakarta Gatot Subroto. Asmawi menjelaskan, untuk menjadi nasabah prioritas BRI, nasabah harus menyetorkan simpanan minimal Rp 500 juta. Setelah itu nasabah prioritas akan mendapat Kartu BRI Prioritas sebagai kartu identitas nasabah BRI Prioritas yang dapat berfungsi sebagai kartu ATM dan sekaligus kartu debit. ”Setiap pemegang kartu BRI Prioritas dapat menikmati penawaran program Mas- terCard Internasional dan tawaran program kelas dunia menarik lainnya,” jelas dia. (gtr) JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dapat melayani tran- saksi pembayaran nontunai pada Taksi Blue Bird. Layanan pembayaran nontunai tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi milik Blue Bird bernama My Blue Bird, yang dapat menerima pembayaran melalui kartu debit maupun kartu kredit milik kedua bank tersebut. Senior Vice President Transaction Retail Banking Bank Mandiri Rahmat Broto Triaji menuturkan, ini pihaknya sudah bekerja sama dengan Blue Bird untuk memfasilit- asi pembayaran dengan kartu milik Bank Mandiri menggunakan mesin electronic data capture (EDC). Namun, penggunaan transaksi nontunai dengan kartu melalui mesin EDC masih minim. “Selama ini masalahnya kalau pembayaran menggunakan alat pembayaran fisik seperti mesin EDC itu, kendalanya adalah masalah komunikasi sinyal. Kemudian pengemudi juga kadang sudah lama tidakmenggunakan, sehingga lupa mengoperasikannya,” jelas Rahmat di Jakarta, Rabu (7/8). Menurut dia, kartu debit bank Mandiri mencapai 13 juta kartu, sedangkan kartu kredit Mandiri baru mencapai 4 juta kartu. Pihaknya berharap kerja sama dengan Blue Bird akan meningkatkan transaksi kartu debit dan kartu kredit perseroan. “Terkait kerja sama dengan Blue Bird ini, terus terang kami belumdapat memprediksi kenaikan transaksinya. Tapi yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terlebih dahulu untuk melak- ukan transaksi nontunai,” ungkap dia. Pada kesempatan itu, Direktur Consumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo menu- turkan, saat ini kebutuhanmasyarakat dalam melakukan transaksi dengan cepat melalui digital payment semakin meningkat. Hal ini antara lain tercermin dari transaksi perb- ankan di kantor cabang yang sebagian besar sudah ditransaksikan secara online . (nti)

jelaskan, industri switching sudah siap untukmelakukan interkoneksi tersebut. Oleh karena itu, BI berani menjadwalkan interkoneksi antara perusahaan switching domestik pada Maret 2017 dalam roadmap imp l emen t a s i NPG. Da l am roadmap tersebut, BI sebelumnya menargetkan dapat menerbitkan peraturan BI terkait NPG pada Desember 2016. Selain interoper- abilitas switching , pada Maret 2017 BI menargetkan interoperabilitas pada ATM dan debit juga dapat terlaksana. Kemudian disusul interkoneksi uang elektronik pada Juni 2017 dan kelembagaan NPG pada Juli 2017. Kemudian pada Juni 2018, BI menargetkan dapat mengimple- mentasikan electronic bill invoice- ment , presentment , and payment (EBPP) serta memperluas layanan transaksi pembayaran melalui internet, mobile , dan juga tran- saksi pembayaran e-commerce . BI melalui NPG juga akan mend- orong implementasi kartu kredit domestik yang ditargetkan pada 2019, dan akan mewajibkan pem- rosesan transaksi domestik untuk prinsipal internasional di dalam negeri melalui infrastruktur NPG.

terhadap biaya yang dikeluarkan oleh perbankan. Namun, Rahmat belum dapat menginformasikan terkait efisiensi yang dapat di- ciptakan dengan impelementasi NPG tersebut. “Pasti mendorong efisiensi, tapi saya belum bisa sam- paikan seberapa besar. Yang jelas kami akan mengikuti roadmap NPG yang telah disusun BI,” terang dia. Dalam pokok pengaturan NPG, BI akan mewajibkan penyelengara switching untuk saling terkoneksi dan mewajibkan masing-masing bank terkoneksi minimal kepada dua perusahaan switching . Pokok pengaturan NPG juga mencakup pengaturan biaya yang akan diatur BI mengenai biaya interkoneksi ke switch , biaya konektivitas ke bank, dan biaya transaksi, penetapan daftar transaksi yang akan diproses penyelenggara switching , serta pembentukan certificate of author- ity yang akan berfungsi sebagai kunci dari manajemen dan opera- sional NPG. Pengaturan NPG juga terkait pengaturan branding untuk mendukung pengembangan skema kartu domestik. Deputi Gubernur Bank Indone- sia Ronald Waas sebelumnya men-

untuk transaksi kartu kredit. Meski NPG dinilai dapat mend- orong efisiensi pada biaya transaksi pembayaran, Anggoro mengaku pihaknya belum menghitung be- rapa besar efisiensi yang dapat dihasilkan. Anggoro yang juga menjabat direktur Consumer Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjelaskan, BNI telah terkoneksi dengan seluruh bank di Indonesia melalui kerja sama dengan beberapa per usahaan switching . Ke depan, menurut dia, dengan interkoneksi antara perusahaan switching untuk dapat terhubung dengan seluruh bank lainnya di Indonesia, memang hanya diperlukan kerja sama dengan satu perusahaan switching . “Nanti bagaimana perusahaan switching menawarkan biaya yang lebih efisien. Tapi kerja sama dengan switching ini apakah dengan dua atau tiga switching , lebih pada perhitungan bisnis,” terang dia. Sementara itu, Senior Vice Pres- ident Transaction Retail Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rahmat Broto Triaji menuturkan, NPG akan mendorong efiensi

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – Kalangan bankir menilai gerbang sistem pembayaran nasional ( national payment gateway /NPG) yang tengah dirancang Bank Indonesia (BI) akan mendorong efisiensi pada transaksi pembayaran. Efisiensi akan ditopang oleh interkoneksi antara perusahaan switching serta seluruh settlement transaksi domestik, yang nantinya harus diselesaikan di dalam negeri seiring implementasi NPG dalam beberapa tahun ke depan.

efisiensi dengan tersambungnya seluruh sistem pembayaran di dalam negeri dan settlement yang harus dilakukan di dalam negeri,” ujar Anggoro di Jakar ta, Rabu (7/9). Anggoro menuturkan, saat ini 80-90% settlement transaksi pem- bayaran dilakukan di dalam negeri. Namun, mayoritas settlement masih di lakukan di luar negeri terutama

Ketua Asosiasi Sistem Pemba- yaran Indonesia (ASPI) Anggoro Eko Cahyo menuturkan, pihaknya akan mendukung gagasan BI un- tuk membangun gerbang sistem pembayaran nasional. Anggoro meyakini NPG dapat mendorong efisiensi pada transaksi pemba- yaran. “Konsep BI terkait NPG kami lihat bagus dan bisa mendorong

Investor Daily/IST

BUMDes Mulia Asri di Desa Mulia Sari, Tanjung Lago, Banyuasin. Ketiga, Agen46 di Warung Rossela, Desa Mulia Asri. Untuk memaksimalkan peng- uatan ekonomi di KTM Telang, BNI menyalurkan KUR dengan nilai kredit mikro dan KUR senilai Rp 500 juta untuk membangun RMP. BNI juga menyerahkan lima hand tractor sebagai bentuk dukungan ProgramKemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), untuk mendukung sektor per tanian setempat. Hand tractor tersebut diserahkan kepada Bumdesa Mulia Asri dan Bumdesa Bersama KTM Telang yang merupakan binaan BNI. Suprajar to mengungkapkan, k u n j u n g a n k e r j a t e r s e b u t merupakan momentum penting dalam pengembangan KTM seba- gai pusat Sentra Produksi Komod- itas Pangan dan Embrio Pusat Per- tumbuhan. “Dalam pengembangan KTM ini BNI bisa ikut serta mem- berikan support dalambentuk KUR dan Agen BNI Laku Pandai yang memungkinkan disediakannya sistem Layanan Keuangan Digital (LKD) untuk Rumah Pangan Kita dan BumDesa,” terang dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Rabu (7/9). Pengembangan KTM tersebut akan sangat membantumasyarakat untuk dapat langsung menjual berbagai hasil produksinya, se- hingga dapat memotong beberapa rantai distribusi yang membebani biaya penjualan. Di samping itu, KTMmembantu masyarakat mem-

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung program-program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmi- grasi (Kemendes PDTT) dalam memperkuat perekonomian desa, antara lain dengan memperkuat layanan perbankan di Kota Terpadu Mandiri (KTM) di kawasan trans- migrasi. Penguatan layanan perbankan tersebut antara lain dilakukan dengan membuka agen-agen Laku Pandai atau Agen46, yang merupakan upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah perdesaan. Pembukaan tiga Agen46 BNI di KTM kali ini dilaksanakan di Telang, Banyuasin, Sumat- era Selatan, pada 7 September 2016. Pembukaan Agen46 BNI tersebut diselenggarakan di sela kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Terting- gal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo ke Pusat Pengemban- gan Pendidikan Agama, Pusat Bisnis, dan peresmian Distribusi Center, Rumah Pangan Kita, BMT Trans, Bumdes Bersama dan Rice Milling Plant (RMP). Kegiatan tersebut juga sekaligus menyerahkan Kr edit Usaha Rakyat (KUR). Hadir pada kesem- patan tersebut Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto. Agen46 di KTM Telang yang dibuka BNI Koperasi KSU Syariah BMT Trans Mekarsari Mandiri di Desa Mulia Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin. Kedua,

Dukung Program Kementerian Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (kanan) bersama Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto (tiga dari kanan), menyerahkan menyerahkan bantuan KUR untuk pembiayaan Rice Milling Plant (RMP), di- saksikan oleh (ki-ka): Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati, Dirjen Pengem- bangan Kawasan Transmigrasi Roosari Tyas Wardani, dan Asisten Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Najib, di Banyuasin, Rabu (7/9). BNI mendukung program-program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, & Transmigrasi dalam memperkuat perekonomian desa antara lain dengan memperkuat layanan perbankan di Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Kawasan Transmigrasi (KTM).

daerah setempat. Sistem yang di- bangun ini bersifat terbuka ( open system ), di mana nantinya pencairan manfaat juga dapat dilakukan dis- eluruh jaringan bank-bank yang tergabung dalamHimpunan Bank- bank Milik Negara (Himbara) yakni Bank Mandiri, BRI, BTN dan BNI), yang juga merupakan perwujudan sinergi BUMN untuk membangun negeri. (th)

pulsa, telepon pembayaran listrik, dan lain-lain tanpa harus datang langsung ke kantor bank,” jelas Suprajarto. BNI sudah membangun sistem yang terintegrasi dengan Kemen- terian Sosial untuk penyaluran bantuan sosial, sehinga Bumdesa dapat berfungsi sebagai tempat pencairan manfaat bagi penerima bantuan sosial dan subsidi di

beli barang kebutuhan yang dise- diakan oleh Rumah Pangan Kita dengan harga pasar terjangkau, karena harganya sudah dikontrol oleh pemerintah. “Kehadiran Agen46 di Bumdes dan RPK di KTM Telang, juga dapat dimanfaatkan masyarakat Telang untuk bertransaksi keuan- gan seperti pembukaan rekening, transfer, tarik tunai, pembelian

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online