ID170719

rabu 19 JULI 2017

24

Investor Daily/ist

ima Investor Daily , Senin (17/7). Dengan kerja sama dan imple- mentasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, pihaknya mengharapkan partisipasi dan dukun- gan civitas akademika semakin besar dalam mendukung ter wujudnya kebijakan dan program kerja OJK yang lebih spesifik dan tepat sasaran. Selain itu, memiliki multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Sebagai implementasi penandatan- ganan SPB antara Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan dan Dekan SBM ITB, akan dilaksanakan diskusi terbatas tentang Peran Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Mahasiswa dengan narasumber Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, yang akan dihadiri oleh dosen serta mahasiswa S-3 SBM ITB. Ke depan, OJK mendorong terben- tuknya PRLIK di berbagai perguruan tinggi negeri atau swasta maupun bekerja sama dengan pihak ketiga lainnya. Dengan semakin bertam- bahnya PRLIK diberbagai daerah di Indonesia, maka diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan akses keuangan masyarakat. Selain SBM ITB, OJK sebelumnya melak- ukan kerja sama serupa dengan Uni- versitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Trisakti. (th) Dalam hal ini, kerja sama dilakukan dalam bentuk kas titipan, yaitu titik distribusi uang yang dilaksanakan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Bank Indonesia, sehingga merupakan ke- panjangan tangan dari Bank Indonesia dalam melakukan peredaran uang. Program BI jangkau merupakan penguatan dari program layanan kas yang telah dilakukan sebelumnya, antara lain dengan menambah jum- lah kerja sama kas titipan dari yang dilakukan selama ini. Selain itu, Bank Indonesia tetap melaksanakan dan memperkuat kerja sama distribusi uang dengan lembaga lainnya, antara lain kerja sama dengan TNI AL un- tuk menjangkau pulau-pulau terluar Indonesia. Melalui program BI Jangkau, masyarakat di daerah terpencil, terde- pan, dan terluar pun akan lebihmudah mendapatkan uang layak edar, serta menukarkan uangmereka yang sudah tidak layak edar. Dalam peresmian pilot project di Atambua, dipastikan pula tersedianya mesin anjungan tunai mandiri ( automated teller machine/ ATM) dan layanan penukaran valuta asing ( money changer ). Dengan demikian, jelas dia, pen- duduk maupun pendatang di wilayah NKRI akan lebihmudahmendapatkan uang rupiah. Hal ini mendukung kebi- jakan BI untuk menjaga tersedianya uang bersih ( clean money policy ), serta kewajiban penggunaan rupiah di wilayah NKRI. (th)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjalin kerja sama dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Insti- tut Teknologi Bandung (SBM ITB), dalam rangka program peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Surat PernyataanBersamakerja sama tersebut ditandatangani KepalaDeparte- menLiterasi dan Inklusi KeuanganOJK Agus Sugiarto dan Dekan SBM ITB Sudarso K Wiryono di Kampus SBM ITB Bandung, pada 17 Juli 2017. Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono dalam kesempatan itu mengatakan, ruang lingkup kerja sama antara OJK dengan SBM ITB meliputi beberapa hal, yaitu rencana pembentukan Pusat Riset Lit- erasi dan Inklusi Keuangan (PRLIK), penyelenggaraan kuliah umum secara reguler, pelaksanaan focus group dis- cussion (FGD) dan pelaksanaan Kajian Literasi dan Inklusi Keuangan, outreach program melalui training of trainers tematik bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata, serta training of communities per- encanaan keuangan bagi masyarakat. Sebagai langkah awal, OJK dan SBM ITB akan meresmikan Pusat Riset Liter- asi dan Inklusi Keuangan (PRLIK). “Ke- beradaan PRLIK diharapkan dapat men- jadi ruang bagi para civitas akademika untuk berkontribusi dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan, melalui kegiatan penelitian dan kajian ilmiah,” terang dia dalam siaran pers yang diter- JAKARTA – Bank Indonesia (BI) meluncurkan pil ot project BI Jangkau, yang bertujuan untuk meningkatkan perluasan jangkauan distribusi uang dan layanan kas BI, hingga men- capai area desa yang selama ini sulit mendapatkan uang dengan kualitas yang baik. Peresmian pilot project dilakukan pada 17 Juli 2017 di salah satu daerah terluar Indonesia, yaitu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Atambua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Program BI Jangkau dilakukan bersinergi bersama lem- baga lain dengan mengoptimalkan jaringan yang sudah dimiliki di berba- gai daerah di Indonesia. “Program ini akan memperlancar peredaran uang dari dua sisi, melalui percepatan distribusi uang layak edar dan memudahkan penyerapan uang tidak layak edar di masyarakat,” jelas Deputi Gubernur BI Sugeng dalam keterangan tertulis BI, Senin (17/7). Pilot project BI Jangkau akan dilak- ukan di delapan provinsi yang memi- liki daerah 3T (terpencil, terdepan, dan terluar), yaitu Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua. Kerja sama dalam pilot project BI Jangkau dilakukan dengan perbankan, khususnya Himbara, serta Pegadaian, mengingat luasnya jaringan kedua lembaga tersebut yang menjangkau kabupaten-kabupaten di Indonesia.

Peluncuran Tanifund Wakil Ketua Dewan Komissioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto (kanan) bersama Direktur Inovasi Keuangan Digital OJK Fithri Hadi (dua dari kiri), Chairman & Co Founder TaniHub & TaniFund Pamitra Wineka (kiri) menyaksikan Direktur Pengembangan Bisnis & Teknologi Informasi Bank Bukopin Adhi Brahmantya (tengah) menyerahkan surat tanda bukti terdaftar sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis informasi dari OJK kepada CEO & Co Founder TaniHub & TaniFund Ivan Arie Sustiawan di sela launching TaniFund di Jakarta, Selasa (18/07). OJK merespon baik peluncuran TaniFund , yang diharapkan dapat membantu petani yang ingin mengembangkan usahanya dan juga dapat berkolaborasi dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya dalam mendukung program inklusi keuangan nasional.

Rizyana menambahkan, meskipun NPL gross perseroan mencapai 4,80%, NPL net berada pada level 0,67%. Hingga akhir tahun pihaknya akan menjaga posisi NPL pada kisaran 3,1%. “CKPN kami tingkatkan agar tidak memberi beban kepada perusahaan ketika NPL tinggi,” ujar dia. Dia juga memaparkan perseroan menerapkan tiga strategi untuk me- nekan NPL. Pertama, ekspansi kredit hingga akhir tahun dengan baik, diharapkan rasio kredit macet juga menurun. Kedua, meninjau kem- bali kredit penyumbang NPL, yaitu kredit korporasi. Ketiga, melakukan penagihan kembali kepada debitor dan memailitkan nasabah yang tidak koperatif. “Upaya menurunkan NPL itu tidak mudah, selain dengan penagihan, kami melakukan lelang agunan yang potensial. Potensi agunan yang dilelang sekitar 10-20%,” jelas dia. Bank Jatim juga terus memperkuat jaringan hingga ke pelosok daerah dengan memperbanyak titik layanan. Hingga Juni 2017, jumlah jaringan perseroan telah mencapai 1.575 titik layanan terdiri atas satu kantor pusat, 48 kantor cabang, 166 cabang pem- bantu, 192 kantor kas, 191 kantor layanan syariah, 182 payment point , 87 kas mobil, 706 ATM, dan dua CDM. Perseroan jugamemperkuat keagenan Laku Pandai untuk menjangkau nasa- bah di daerah yang sulit terjangkau akses perbankan. dukungan nyata BNI Syariah terhadap penyediaan transportasi layak di DKI Jakarta,” jelas dia. Ke depan, pihaknya berharap kerja sama dapat berlanjut, sehingga upaya revitalisasi angkutan umum serta penataan transportasi di DKI Jakarta dapat dilakukan lebih cepat. “Dengan demikian diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pengembangan eko- nomi daerah,” tambahDirektur Utama Transjakarta Budi Kaliwono. Melalui kerja sama tersebut, BNI juga berharap menjadi bagian dari pengembangan kemajuan transportasi di Ibukota. Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama BNI Syariah juga menyediakan Tabungan Haji dan Umrah, Hasanah Card, Tabungan Perencanaan, Pembiayaan Perumahan (Griya iBHasanah) bagi segenap kary- awan serta Mitra Transjakarta untuk menikmati pengalaman berhasanah. “BNI Syariahmewujudkan gaya hidup hasanah (hasanah lifestyle) yang senantiasa bergerak menebarkan kemanfaatan bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ungkap Abdullah. (gtr)

tahun sebelumnya. Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha menam- bahkan, pertumbuhan tabungan yang signifikan tersebut menunjukan keber- hasilan perseroan dalam mengelola dana murah. Keberhasilan tersebut diperkuat dengan rasio dana murah atau current account saving account (CASA) Bank Jatim sebesar 69,30%. “Prestasi CASA kami di atas 65%, tetap dipertahankan perseroan selama lebih dari 14 tahun. Hal ini menun- jukkan tumbuhnya tingkat kepercay- aan masyarakat kepada kami untuk menyimpan dana,” terang dia. Di sisi lain, rasio keuangan Bank Jatim pada posisi Juni 2017 lebih baik dibandingkan periode tahun sebelumnya, antara lain, net interest margin (NIM) sebesar 6,99% dari sebelumnya 6,69%, return on asset (ROA) 3,18% menjadi 4,01%, dan Bank Jatim berhasil membukukan efisiensi pada biaya operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) dari 70,56% menjadi 61,83%. Pada kesempatan itu, DirekturMana- jemenRisikoBank JatimRizyanaMirda mengatakan, untuk rasiokredit bermas- alah atau non performing loan (NPL) saat ini sebesar 4,80%. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal tersebut karena kredit yang disalurkan untuk proyek yang di- jalankanmenurun, sehingga perseroan meningkatkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). angkutan umum pengumpan bus sedang perorangan dapat melakukan kontrak kerja sama dan menjadi mitra Transjakarta. Transjakarta memberikan kesem- patan terhadap seluruh mitra Trans- jakar ta yang telah bekerja sama, untuk dapat terlibat dalam program revitalisasi tersebut. BNI Syariah terpi- lih menjadi salah satu mitra dengan memberikan pembiayaan investasi unit kendaraan dengan akad muraba- hah (jual beli). Fasilitas pembiayaan yang diberikan BNI Syariah kepada mitra Trans- jakarta dapat digunakan untuk pem- belian bus sedang dengan jangka waktu selama tujuh tahun, dan mak- simum pembiayaan sebesar Rp 562 juta. Target total penyaluran pem- biayaan yang diberikan BNI Syariah kepada mitra Transjakarta sebanyak 300 unit dengan total pembiayaan sebesar Rp 168 miliar. “Kepercayaan yang diberikan Trans- jakarta pada BNI Syariah ini diharap- kan dapat menambah portofolio BNI Syariah dalam bidang pembiayaan transportasi. Hal ini sejalan dengan

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 738,21 miliar pada semester I-2017, tumbuh 31,57% dibandingkan periode sama tahun lalu.

tumbuh 11,16% (yoy) dan Laguna yang naik 73,19% secara tahunan. Sementara itu, kredit Siklus Mikro Kecil (SiUmi) yang diperuntukkan bagi usaha mikro tumbuh signifikan mencapai 97,89% (yoy). “Kredit kami berasal dari kontribusi modal kerja. Kalau kredit mikro tumbuhnya luar biasa sebesar 97,89% (yoy). Tahun ini target pertumbuhan kredit kami meningkat 11,75% diband- ingkan dengan tahun lalu,” terang dia. Di sisi lain, sampai semester I-2017 dana pihak ketiga (DPK) Bank Jatim mencapai Rp 42,19 triliun atau tumbuh 4,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor tabunganmasihmendomin- asi denganmencatatkan pertumbuhan 9,97% (yoy) atau sebesar Rp 13,61 tri- liun. Hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan DPKmeningkat 12,57%. Tahun ini pihaknya juga menargetkan per tumbuhan aset sebesar 9,19% dibandingkan dengan periode sama JAKARTA – PT Bank BNI Syariah memberikan pembiayaan ke PT Trans- portasi Jakarta (Transjakarta) untuk pembelian bus mitra Transjakarta, dalam rangka penyediaan transportasi layak di Wilayah DKI Jakarta. Direktur Utama BNI Syariah Abdul- lah FirmanWibowo mengungkapkan, kerja sama tersebut dilatarbelakangi oleh adanya Keputusan Gubernur Nomor 2348 Tahun 2015, yang menu- gaskan Transjakarta untuk mengin- tegrasikan sistem angkutan umum pengumpan dengan mobil bus sedang dalam sistem bus rapid transit (BRT). “Selain itu, Transjakar ta melihat adanya kebutuhan masyarakat akan penyediaan transportasi yang layak di Jakarta,” kata Abdullah di Jakarta, Selasa (18/7). Untuk mendukung hal tersebut, Transjakarta merevitalisasi angkutan umumdi DKI Jakarta agar ada standar pelayanan minimal, prosedur operasi, dan rencana operasi yang berlaku dalam sistem transportasi di DKI Jakar ta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Seluruh pengusaha operator

Direktur Utama Bank Jatim R So- eroso mengatakan, kinerja keuangan Bank Jatim pada paruh pertama tahun ini menunjukkan performa yang bagus dan mencatatkan pertumbuhan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba signifikan tersebut ditopang oleh upaya efisiensi yang dilakukan perseroan pada semester pertama tahun ini. “Laba kami tumbuh signifikan 31,57% secara tahunan ( year on year / yoy). Hal ini menunjukkan kinerja yang bagus pada semester pertama tahun ini,” kata Soeroso pada jumpa pers paparan kinerja semester I-2017 Bank Jatim di Jakarta, Selasa (18/7). Soeroso menjelaskan, per tum- buhan kredit perseroan mencapai Rp 30,49 triliun atau tumbuh 4,15% dibandingkan periode sama tahun lalu. Data perseroan menunjukkan, pertumbuhan signifikan terjadi pada kredit programmodal kerja perseroan, seperti produk Pundi Kencana yang

Investor Daily/Investor Daily/David Gita Roza

Kinerja Bank Jatim Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso (tengah) berbincang dengan General Division Head Tony Prasetyo, Direktur Manajemen Resiko Rizyana Mirda, Direktur Keuangan Ferdian Timur S dan Investor Relation Head Slamet Purwanto (kanan), di sela analyst meeting Bank Jatim di Jakarta, Selasa (18/7). PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) membukukan laba bersih pada semester I 2017 naik 31,57% menjadi Rp738,21 miliar. Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) pertumbuhan juga terjadi sebesar 4,70% atau mencapai Rp42,19 triliun, yang didominasi oleh tabungan sebesar Rp 13,61 triliun.

Made with FlippingBook - Online catalogs