ID170830

rabu 30 agustus 2017

24

mikro. Saat ini, Bank Mandiri memiliki dua produk mikro unggulan, yakni produkKUMdanKSM. Kedua produk didesain agar dapat mendukung pengembangan usaha debitor melalui skim kredit yang menarik dan bunga yang bersaing. “Di samping produk Mikro, Bank Mandiri juga terlibat aktif dalam penyaluran program nasional Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah ber- langsung sejak tahun 2007,” kata dia. Selama tahun 2007 hingga Juni 2017, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebanyak Rp 40,8 Triliun ke- pada 874.821 debitor di Indonesia. Sedangkan penyaluran KUR Bank Mandiri pada Januari-Juni 2017 se- besar Rp 5,8 triliun, atau 45% dari target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp 13 triliun. “Sejalan dengan keinginan pemerintah agar penyaluran KUR ditujukan 40% kepada sek- tor produkif, maka pencapaian Juni tersebut setara dengan 43% dari total portofolio,” jelas dia. Secara sektor, penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi oleh bidang usaha perdagangan, yakni 29,932%, lalu diikuti oleh sektor jasa dan sektor pertanian. Secara regional, penyaluran KUR terbesar dilakukan di Provinsi Jawa Timur kepada 23.178 debitor senilai Rp 1,11 triliun.

kini mencapai 58,67% dari total porto- folio,” kata dia. Untuk mencapai target tersebut, Rohan melanjutkan, pihaknya telah menerapkan sejumlah strategi antara lain meningkatkan jumlah jaringan Mandiri Micro Unit yang kini telah meliputi 994 cabang mikro, 1427 unit mikro dan 652 kios mikro, di seluruh Indonesia. “Kami juga meningkatkan kualitas SDM di segmen bisnis ini melalui pelatihan dan pembekalan agar proses penilaian kelayakan dan persetujuan kredit dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, SDM mikro yang berku- alitas juga mampu memberikan nilai tambah kepada pelaku usaha mikro binaan Bank Mandiri melalui pen- dampingan dan tutoring tentang pen- gelolaan keuangan,” papar dia. Strategi tersebut diharapkan ber- dampak signifikan pada kualitas pembiayaan mikro Bank Mandiri. Hingga akhir Juni 2017, rasio kredit bermasalah ( non performing loan / NPL) terjaga baik di bawah 3%, atau hanya 2,42% pada akhir Juni 2017. Strategi lain yang dikembangkan perseroan adalahmemanfaatkan basis nasabah Bank Mandiri yang sekitar 1,2 juta sebagai mitra pengembangan maupun target pasar. Sinergi seperti ini terbukti efektif dan efisien untuk memacu produktivitas pelaku usaha

bisa berekspansi ke sana. “Ada dua bank yang sedang kami jajaki, har- apannya semester satu tahun depan rampung,” ungkap dia. Sampai saat ini, BankMandiri memi- liki jaringan luar negeri yang bertem- pat di Cayman Islands George Town, Shanghai, Hong Kong, Singapura, Timor Leste, Inggris, dan Malaysia. Kredit Mikro Sementara itu, Bank Mandiri men- argetkan penyaluran kredit mikro sampai akhir 2017 sebesar Rp 65 triliun, tumbuh 28% year on year (yoy). Per tumbuhan tersebut menyusul pertumbuhan yang solid dalam tiga tahun terakhir, yakni dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 20%. Rohan menjelaskan, hingga Juni 2017, BankMandiri telahmenyalurkan kredit mikro sebesar Rp 54,3 triliun, tumbuh 17,9% dari periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan keinginan perseroan untuk mengimplementasikan secara nyata komitmen BUMN hadir untuk negeri, dalam menciptakan nilai tam- bah kepada masyarakat. “Secara gradual , kami terus men- ingkatkan penyaluran pembiayaan segmen mikro ke sektor-sektor produktif seperti seperti pertanian, perikanan dan pertambangan, yang

satu bank di luar negeri, perusahaan multifinance , dan microfinance . Kar tika mengatakan, pihaknya tidak ada target waktu untuk proses akuisisi tiga anak usaha tersebut, namun perseroan menyiapkan 3% dari modal. Untuk perusahaan multifin- ance , pihaknya akan melihat peluang yang ada, sedangkan untuk microfin- ance rencananya akan diintegrasikan dengan anak usaha Bank Mandiri lainnya. “ Multifinance kami sudah ada, tapi kami lihat lagi, kalau ada space akan masuk. Kalau microfinance itu bank mikro size kecil yang bisa kami integ- rasikan dengan Bank Mantap. Untuk itu, kami punya capital 21%, kami siapkan 3% atau Rp 25 triliun, jadi kami punya room untuk akuisisi,” jelas pria yang akrab disapa Tiko itu. Direktur Bank Mandiri Her y Gunardi menambahkan, pasca- mendapatkan izin full branch untuk cabang di Malaysia, Bank Mandiri berencana membidik negara lain sebagai tujuan ekspansi. Adapun neg- ara-negara tersebut adalah Filipina, Vietnam, dan Kamboja. Dari ketiga negara bar u yang menjadi tujuan ekspansi, Filipina menjadi negara yang prosesnya paling mendekati final. Hery men- gungkapkan, pihaknya berencana mengakuisisi bank di Filipina sebelum

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan menjadi bank terbesar keempat atau kelima di Asia Tenggara berdasarkan total aset pada 2020 atau 2021. Pada tahun tersebut, perseroan memproyeksikan total aset mencapai Rp 1.600 triliun lebih.

cenderung mirip dengan Indonesia. “Misalnya, untuk kredit ritel agak mirip dengan Indonesia,” ujar dia. Menurut Rohan, untuk mencapai aset di atas Rp 1.600 triliun sangat ter- gantung oleh permodalan. Dia menye- butkan, dengan rasio kecukupan modal ( capital adequacy ratio /CAR) minimal saja, Bank Mandiri bisa menumbuhkan aset minimal Rp 200 triliun setiap tahunnya. “Apabila setiap tahun bisa menumbuhkan aset Rp 200 triliun, pada 2020 bisa menembus di atas Rp 1.600 triliun,” kata dia. Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 25 tri- liun atau 3% dari permodalan untuk mengakuisisi tiga perusahaan. Ada- pun tiga perusahaan tersebut adalah

Sekretaris Per usahaan Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan, saat ini aset Bank Mandiri masih berada di posisi sembilan besar di kawasan Asian Tenggara. Posisi aset Bank Mandiri pada posisi Juni 2017 mencapai Rp 1.067,41 triliun. Untuk menjadi bank yang disegani di tingkat Asia Tenggara, perseroan melakukan ekspansi di luar Indonesia. Menurut Rohan, pihaknya sedang menjajaki peluang untuk ekspansi ke Filipina. “Minat kami ada untukmasuk ke Filipina. Kami sedang window shop- ping , melihat-lihat bank asal Filipina mana yang cocok untuk dibeli, karena kalau bikin dari nol, lebih lama,” kata Rohan, di Jakarta, Selasa (29/8). Alasan Bank Mandiri ekspansi ke Filipina, menurut Rohan, karena karakteristik bisnis di negara tersebut

Investor Daily/ist

yang mampu membiayai sekolahnya sendiri atau keluarganya. Chief Marketing Officer Cigna In- donesia Ben Furneauxmenambahkan, masyarakat Indonesiamerasa khawatir terhadap kondisi keuangannya karena tidak bisa menjamin kesehatan dan kesejahteraan keluarganya. Tahun lalu, 49% respondenmerasa yakin bisamen- jamin kesehatan dan kesejahteraan or- angtuanya, sedangkan tahun ini hanya 32%. “Tahun lalu ada 63% responden yang yakin bisa menjamin kesehatan dan kesejahteraan anak-anaknya, tahun ini jumlahnya turunmenjadi hanya 44% responden,” jelas Ben. Sementara itu, lanjut Ben, mengenai aspek pekerjaan, hanya 11% dari responden 13 negara yang memi- liki jam kerja normal, sekitar 37% masyarakat Indonesia yang cukup tidur setiap malam, turun dari tahun lalu yang sebanyak 48%. Kemudian, 95% masyarakat Indonesia berniat untuk bekerja di luar usia pensiun, karena 37% responden mengaku meningkatnya biaya kesehatan, 31% merasa akan membebani keluarga. Sebanyak 31% responden merasa tidak ada uang untuk menjalani hidup yang diinginkan jika tidak bekerja, selain itu sebanyak 29% mengaku untuk meningkatkan biaya hidup. Selain itu, 25% mengaku tidak dapat memberi kontribusi pada keluarga secara finansial, maka memutuskan untuk bekerja di luar usia pensiun. “Lalu, untuk aspek fisik, hanya 24% masyarakat yang bisa berolahraga dengan teratur untuk menjaga kese- hatan,” ungkap Ben. (nid)

JAKARTA – PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) mencatat penur- unan indeks kesehatan dan kesejahter- aan masyarakat Indonesia karena faktor finansial, pada Sur vei Skor Kesejahteraan 360 derajat. Indonesia berada pada posisi ke-6 dengan nilai 62,8 menurun 5,89% dibandingkan skor pada 2016 yang sebesar 66,5. Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto mengatakan, Sur- vei Skor Kesejahteraan 360 derajat merupakan sur vei tahunan yang diadakan oleh perseroan, untuk membantu masyarakat di negara tempat Cigna beroperasi mengenai kesehatan dan kesejahteraan. Ada lima aspek yang diperhatikan dalam penilaian tersebut, yakni fisik, fin- ansial, pekerjaan, keluarga, dan sosial. Dari 13 negara yang dilibatkan dalam sur vei, Indonesia berada di posisi ke-6 di bawah Uni Emirat Arab (63,1), tapi lebih tunggi dibandingkan Britania Raya (60,8), Singapura (59,4), dan Hong Kong (58,6). Posisi Indone- sia masih berada di atas rata-rata negara di Asia yang sekitar 63,4. “Men- urut survei ini, persepsi masyarakat Indonesia terhadap kesehatan dan kesejahteraanmereka turun signifikan karena faktor finansial,” kata Herlin di Jakarta, Selasa (29/8). Dia menjelaskan, pada aspek fin- ansial, dalam survei tersebut menun- jukkan hanya 24% responden dari 14 ribu responden yang bisa memenuhi kebutuhan kesehatan keluarganya. Kemudian, hanya 21% yang bisa mem- bantu kondisi keuangan orang tua mereka, sedangkan 26% rensponden

Paparan Hasil Survei Cigna Presiden Direktur PT Asuransi Cigna Indonesia Herlin Sutanto bersama Chief Marketing Officer Cigna Indonesia Ben Furneaux menjelaskan tentang hasil Survei Skor Kesejahteraan 360 di Indonesia, di Jakarta, Selasa (29/8). Herlin menjelaskan, misi Cigna dalam survei ini adalah membantu orang-orang yang dilayani meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan rasa aman.

menginginkan cara yang sederhana, cepat, dan praktis dalammelakukan transaksi perb- ankan,” kata Paulus. Dari sisi lain, digibank dilengkapi dengan teknologi biometrik. Artinya, masyarakat yang berdomisili di Jabodetabek dapat mem- buka rekening Digibank secara real time dan tanpa kertas ( paperless ). Digibank juga dilengkapi dengan layanan nasabah berbentuk asisten virtual bertekno- logi. Selain itu, dilengkapi dengan fitur per- encanaan finansial, serta keamanan in-built . Menteri Komunikasi dan Informasi Re- publik Indonesia Rudiantara mengatakan, langkah DBS yang meluncurkan produk digital ini akan mendorong tumbuhnya ekonomi digital di Indonesia. Pemerintah memproyeksikan ekonomi digital Indonesia tahun 2020 mencapai US$ 130 miliar. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 132,7 juta orang atau 51,8% dari total pendu- duk Indonesia adalah pengguna internet. Sedangkan survei We Are Social mengungkap, 91% penduduk Indonesia memiliki ponsel dan 47% di antaranya memiliki smartphone. Seiring dengan bertumbuhnya penetrasi internet, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan aktivitas e-banking di Indonesia tumbuhmencapai 270%, dari 13,6 juta nasabah pada 2012 menjadi 54 juta nasabah tahun 2016. (nid) tata kelola perusahaan danmanajemen risiko yang baik, Andalan Finance ber- hasil dipercaya oleh para kreditor dan berhasil membuktikan prestasinya pada 2017. Keberhasilan Andalan Finance dalam menjaga pertumbuhan dan kelangsungan usahanya menjadi keunggulan bagi PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk, selaku holding company dari Andalan Finance. Sinergi yang baik ini kembali terbukti dengan pertumbuhan laba bersih Bintraco Dharma sebesar 19%, dengan gearing ratio yang stabil pada semester pertama 2017 dibandingkan periode sama 2016. (ris)

mendatang. Menurut Frans, hal terse- but merupakan bentuk kepercayaan Bank Victoria terhadap Andalan Finance yang berhasil membukukan kinerja menjanjikan hingga semester I-2017. Frans memaparkan, hingga Juli 2017, volume penyaluran pembiayaan Andalan Finance tercatat sebesar Rp 2,76 triliun. Nilai tersebut mencapai 71% dari target tahun ini sebesar Rp 3,89 triliun. “Kami berharap penam- bahan fasilitas tersebut akan meng- genapi total fasilitas yang diberikan menjadi Rp 500 miliar akhir tahun ini,” tambah Frans. Dia menjelaskan, dengan penerapan

Bank Victoria. “Belum lama ini Andalan Fin- ance juga mendapat fasilitas kredit sindikasi sebesar Rp 1,5 triliun dari delapan bank. Dengan adanya penam- bahan dukungan dana dari Bank Vic- toria, kami optimis mampu mencapai target pendanaan di tahun 2017 ini sebesar Rp 5 triliun,” kata President Director Andalan Finance Frans F Rundengan dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Selasa (29/8). Pada kesempatan itu, Bank Vic- toria juga menyampaikan rencana melakukan penambahan fasilitas kredit hingga Rp 500 miliar di waktu

JAKARTA – PT Andalan Finance Indonesia kembali menerima fasilitas kredit pembiayaan dari PT Bank Vic- toria International Tbk senilai Rp 100 miliar dalam bentuk Fixed Loan III Line Limit-Non Revolving . Kerja sama antara Andalan Finance dan Bank Victoria ini merupakan yang ketiga kalinya dalam bentuk kredit modal kerja pada lembaga pembiayaan. Pada Desember 2016 dan April 2017, Bank Victoria juga memberikan dukungan masing-masing sebesar Rp 100 miliar ke Andalan Finance. Dengan adanya penambahan fasilitas pinjaman ini, Andalan Finance telah menerima total Rp 300 miliar dari

BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

terdapat sistem kliring nasional (SKN) dan Real Time Gross Settlement (RTGS) yang memungkinkan transfer dengan jumlah besar. “Jadi tidak perlu telepon seperti kalau mau tarik tunai di ATM, kalau transfer di Digibank bisa langsung real time ,” tambah dia. Wawan menjelaskan, melalui Digibank, perseroan menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Sebab, transaksi melalui Digibank tidak dikenakan biaya maupun ad- ministrasi bulanan. “Tapi ke depan kami akan menambah fitur seperti dapat mengajukan kredit, untuk saat ini masih DPK saja, tapi kami belum bicara besarnya,” jelas dia. Pada kesempatan itu, Presiden Direk- tur Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna mengatakan, Digibank mengemas teknologi mulai dari biometrik hingga kecerdasan buatan ( ar tificial intelligence /AI) yang mampu menopang kebutuhan aktivitas perb- ankan nasabah. Produk tersebut telah diluncurkan di India pada April 2016, perseroan mampu menembus pasar perbankan ritel India dan memperoleh sekitar 1,5 juta nasabah yang berhasil diakuisisi hingga saat ini. Perseroan meluncurkan produk ini menyusul semakin pesatnya pengguna internet dan telepon pintar ( smartphone ) beberapa tahun terakhir khususnya di Indonesia. “Kami telah mengamati perubahan per- ilaku nasabah dan orang-orang semakin

JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia me- luncurkan Digibank by DBS, sebuah bank berbasis mobile di Indonesia. Sejak soft launch- ing pada Mei 2017, perseroan sudah memiliki 13 ribu nasabah, dan dalam waktu lima tahun ditargetkan mencapai 3,5 juta nasabah. Managing Director Consumer Bank- ing Group DBS Indonesia Wawan Salum mengatakan, Peluncuran Digibank sebagai langkah revolusioner yang mengemas se- luruh rangkaian teknologi inovatif. Manfaat Digibank yang diharapkan dapat men- ingkatkan animo masyarakat untuk menjadi nasabah, antara lain penawaran bunga 3% yang dapat dinikmati nasabah dari penempatan rupiah pertama tanpa minimum saldo. Kemudian, pemegang rekening dapat menikmati bunga deposito hingga 6,25% dengan membuka deposito minimal Rp 5 juta. Selain itu, kemudahan transfer dana dari Digibank ke bank manapun dan tarik tunai dari ATM tanpa biaya apapun. “Pelanggan dapat mentransfer dana Rp 200-500 juta per hari, serta penarikan tunai dari ATMmanapun tanpa biaya administrasi. Dengan benefit itu, dalam lima tahun kami targetkan meraih 3,5 juta nasabah baru,” kata dia di Jakarta, Selasa (29/8). Head of Digital Banking DBS Indonesia Leonardo Koesmanto menambahkan, tran- saksi sebesar itu bisa dilakukan tanpa perlu menelepon ke bank lebih dahulu. Pasalnya,

ACC Salurkan Hewan Qurban dan Umroh CEO Astra Credit Companies Jodjana Jody, Deputy CEO ACC Siswadi dan CFO ACC Samuel Manas- seh menyerahkan secara simbolis hewan qurban kepada Sekretaris Camat Jagakarsa Mundari, di kantor pusat ACC di Jakarta, Senin (28/8). Astra Credit Companies (ACC) dalam Idul Adha 1438 H, menyerahkan hewan Qurban sebanyak 32 ekor sapi, 7 ekor kambing, 12.000 paket superkurban yang disalurkan kepada warga masyarakat sekitar kantor pusat ACC. Selain penyerahan hewan Qurban,juga diberikan 6 paket umroh bagi karyawan ACC yang telah melewati masa kerja 10 tahun.

Made with FlippingBook - Online magazine maker