ID160913

Reksa Dana CIPTA

Reksa Dana CIPTA DANA CASH KEAMANAN DAN LIKUIDITAS

M

M

M

Reksa Dana CIPTA DINAMIKA

Y

Y

Y

SYARIAH BALANCE STRATEGI DIVERSIFIKASI SYARIAH YANG OPTIMAL 13 >>

16 >>

24 >>

money & banking

lifestyle & sports

markets & corporate

CM

CM

CM

ALOKASI ASET YANG DINAMIS

MY

MY

MY

CY

CY

CY

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

www.ciptadana.com

www.ciptadana.com

MY

CMY

CMY

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana. Kinerja masa lampau bukan

K

K

K

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

indonesia

selasa 13 september 2016

MEDIA HOLDINGS

16/5/16 4:57 PM

PF_SquareAds_RencanaCerdas_160516.pdf 1 16/5/16 4:58 PM

Pemerintah Bisa Segera Ajukan Amendemen UU

C

M

Reksa Dana RENCANA CERDAS INVESTASI DITEMPATKAN PADA SAHAM-SAHAM UNGGULAN

Y

ANTARA

CM

Oleh Yosi Winosa dan Abdul Aziz

MY

 JAKARTA – DPR memberi peluang kepada pe- merintah untuk memperpanjang periode pengam- punan pajak ( tax amnesty /TA) melalui amendemen Undang-Undang No 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Jika parlemen setuju, tax amnesty periode I yang berakhir pada 31 Septem- ber 2016 dapat diperpanjang setidaknya sampai akhir Desember 2016. Dengan demikian, akan lebih banyak pengusaha mendaftar program terse- but pada periode I karena tarif tebusannya paling murah.

CY

+62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

CMY

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

K

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

energy

EMRAL

n Sri Mulyani

GAGARIN

III berlaku mulai 1 Januari 2017 hingga 31 Maret 2017 dengan tarif tebusan 5% dan 10% masing-masing untuk repatriasi dan deklarasi. Di luar itu berlaku tarif tebusan bagi usaha mikro, kecil, dan me­ nengah (UMKM) dengan nilai usaha sampai Rp 4,8 miliar. Pelaku UMKM yang mengungkapkan nilai hartanya sampai Rp 10 miliar sejak 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017 dikenai tarif tebusan 0,5%. Pelaku UMKM yang mengungkapkan nilai harta lebih dari Rp 10 miliar mulai 1 Juli 2016 sampai 31 Maret 2017 dikenai tarif tebusan 2% dari nilai harta bersih. Tarif tebusan repatriasi adalah tarif uang tebusan atas harta yang berada di dalam negeri atau harta di luar negeri yang dialihkan dan di- investasikan ke dalam negeri dalam jangka waktu minimal tiga tahun. Sedangkan tarif tebusan deklarasi adalah tarif uang tebusan atas harta di luar negeri dan tidak dialihkan ke dalam negeri. Adapun tarif uang tebusan bagi wajib pajak (WP) yang peredaran usahanya sampai Rp 4,8 miliar berlaku pada tahun pajak terakhir. Pemerintah menargetkan dana repatriasi dan deklarasi hingga 31 Maret 2017 masing-masing Rp 1.000 triliun dan Rp 4.000 triliun, dengan target dana tebusan hingga akhir 2016 sebesar Rp 165 triliun. Program tax amnesty hanya berlaku sampai 31 Maret 2017, mengingat seluruh negara telah bersepakat menerap- kan era keterbukaan informasi

WASHINGTON – Satu atau dua bulan terakhir para investor saham boleh dibilang rileks, tapi sekarang menunjukkan sedikit kekecewaan terhadap komentar bank-bank sen- tral. Indeks Dow Jones menandai pekan lalu sebagai pekan terburuk sejak Februari 2016 dan sesi harian terjelek sejak 24 Juni 2016 bagi in- deks saham AS, dengan penurunan 394,46 poin atau 2,13%. Para analis berpendapat The Federal Reserve (The Fed) sebaiknya ber tindak untuk menjaga kredibilitas. Nasdaq ditutup tur un 133,57 poin atau 2,54%. Sedangkan S&P 500 ditutup turun 53,49 poin atau 2,45%. Penurunan tajam tiga in- deks utama saham AS pada Jumat (9/9) dipicu kekhawatiran, The Fed akan menaikkan Federal funds rate (FFR) bulan ini, menyusul ko- mentar-komentar terbaru dari para pejabatnya. Gubernur The Fed Daniel Tarullo kembali menunjukkan kehati-hatian soal kondisi perekonomian AS. Tapi Presiden The Fed Boston Eric Rosengren, yang biasanya dovish , berpendapat ada argumen yang cukup beralasan bagi pengetatan secara gradual. Komentar-komentar jelang per- temuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 20-21 September 2016 ini menggambarkan lagi perbedaan di FOMC, karena la- gi-lagi tidakmengindikasikanapa yang akan diputuskan oleh lembaga ini. Tarullo kepada CNBC , Jumat pekan lalu, menegaskan ingin Parlemen sejauh ini belum beren- cana mengajukan hak inisiatif untuk mengamendemen UU Tax Amnesty. Alasannya, penggunaan hak inisiatif membutuhkan waktu lama. Seba- liknya, jika pemerintah yang meng­ usulkan amendemen, prosesnya justru lebih cepat. Parlemen juga menganggap yang berkompeten memutuskan tingkat urgensi perpan- jangan periode tax amnesty adalah pemerintah, bukan DPR. Hal itu diungkapkan Ketua Ko- misi XI DPR Melchias Marcus Me­ keng dan anggota Komisi XI DPR Muhammad Sarmuji kepada Investor Daily secara terpisah di Jakarta, akhir pekan lalu. Mereka dimintai komentar tentang usulan Kadin In- donesia agar periode I program tax amnesty diperpanjang dari semula 1 Juli hingga 30 September 2016 menjadi 1 Juli hingga 31 Desember 2016. Kadin beralasan, sosialisasi tax amnesty sangat mepet, pada- hal para pengusaha butuh waktu karena harus mengonsolidasikan aset-asetnya. UUTax Amnesty mengamanatkan periode pengampunan pajak selama sembilan bulan sejak 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017 yang terbagi dalam tiga periode. Periode I berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2016 dengan tarif tebusan 2% dari nilai harta bersih untuk repatriasi dan 4% untuk deklarasi. Sedangkan periode II berlaku sejak 1 Oktober sampai 31 Desember 2016 dengan tarif tebusan 3% untuk repatriasi dan 6% untuk deklarasi. Adapun periode Oleh Iwan Subarkah

n IGN Wiratmaja Puja

Oktober, Proyek Kilang Mini Dilelang Pemerintah akan melelang pemba­ ngunan kilang minyak mini pada Oktober

Tergantung Pemerintah Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng menegaskan, ‘bola’ tax amnesty sekarang ada di pemer- intah. Soalnya, pemerintahlah yang dapat memutuskan tingkat urgensi perpanjangan periode tax amnesty. “Sejauh ini belum ada informasi atau rencana DPR mengajukan hak inisiatif. Sekarang kan ‘bola’-nya ada di pemerintah,” ujar dia. Ke t i ka d i desak l eb i h j auh tentang sikap DPR jika pemerintah mengajukan revisi UU Tax Amnesty , politisi yang akrab dipanggil Melky itu tidak secara gamblangmenjawab. “Soal DPR setuju atau tidak, kita lihat saatnya nanti,” tandas dia. Menurut anggota Komisi XI DPR Muhammad Sarmuji, h ingga kini belum ada pembicaraan apapun di DPR, baik di tingkat Bamus, Baleg, maupun di Komisi XI, mengenai per- panjangan periodisasi tax amnesty . “Karena periodisasi termaktub dalam UU maka untuk mengu- bahnya pun harus melalui UU atau peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu),” tutur dia. Namun, Sarmuji takmerinci unsur kegentingan yang dapat digunakan pemerintah sebagai salah satu per- JAKARTA – Pelaku pasar di­ perkirakan masih menunggu hasil rapat The Fed pada 20 Septem- ber nanti, yang bisa memberikan arah rencana penaikan suku bunga acuan bank sentral AS tersebut. Sedangkan faktor dalam negeri yang memengaruhi pergerakan IHSGdi pasar sahampekan ini anta­ ra lain realisasi tax amnesty . Hingga 12 September 2016 pukul 21.15 WIB, uang tebusan hasil tax amne s t y (pengampunan pa- jak) sekitar Rp 8,93 triliun, naik Rp 5,81 triliun dibanding posisi akhir Agustus lalu. Sedangkan jumlah total harta bersih yang direpatriasi maupun yang hanya dideklarasi sebanyak Rp 388,46 tri- liun, naik Rp 239,50 triliun dari po­ sisi akhir Agustus lalu. “Realisasi kebijakan tax am- nesty akan ikut berpengaruh ter­ hadap pergerakan pasar saham. Sementara itu, data inventor y minyak, inflasi, manufaktur, dan tingkat tenaga kerja di Amerika Serikat yang bakal dirilis kemungk- inan menarik. Meskipun beberapa data ekonomi ASdiperkirakanmem- baik, tetapi tidak signifikan. Kami memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini cenderung kecil,” ujar analis In- vesta Saran Mandiri Hans Kwee di Jakarta, Senin (12/9). Apabila realisasi tax amnesty se- suai ekspektasi, hal itu bakal mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan data global selain dari The Fed AS, Oleh Muhammad Rausyan Fikry

syaratan menerbitkan perppu. Be- gitu pun soal kemungkinan revisi UU lebih memberikan rasa nyaman, aman, dan pasti kepada kalangan pengusaha, ketimbang perppu. Dia menjelaskan, dalam pemba- hasan RUU Tax Amnesty beberapa waktu lalu atau sebelum UU itu disahkan, DPR sudah memperpan- jang pemberlakuan tak amnesty. “ Pe- merintah semula mengusulkan agar periode I hingga III berakhir pada Desember 2016. Tapi berdasarkan hasil pembahasan dengan DPR akhirnya disepakati berlaku sampai Maret 2017,” papar dia. Muhammad Sarmuji menilai peri- ode I repatriasi dengan tarif tebusan 2% tidak perlu diubah, karena selisih dengan periode II tidak terlalu jauh. “Repatriasi periode II tarif te- busannya 3%, hanya terpaut sedikit saja,” ucap dia. Pengusaha yang sungguh-sung- guh ingin ikut program tax amnesty , kata Sarmuji, masih punya waktu hingga akhir September ini untuk memperoleh tarif tebusan 2%. lanjut dia, relatif belum ada yang penting. Kepala Riset NH Korindo Secu­ rities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, pada perdagangan pekan ini, IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.250- 5.267 dan resisten 5.345-5.415. Analis PT Daewoo Securities In- donesia Tasrul mengatakan, Jumat pekan lalu, IHSG ditutup terkoreksi ke level 5.281,92 atau minus 1,66%. Saham-saham yang men- jadi penahan IHSG adalah PGAS, SMGR, LPPF, EMTK, dan TPIA, sedangkan yang menjadi penekan antara lain HMSP dan UNVR. “Dari hasil optimalisasi in- d i ka t or Money F l ow I ndex (MFI) dan indikator W%R, saat ini, sudah berada sekitar sup- por t trendline dengan volume transaksi masih sekitar rata-rata. Dengan demikian, diperkirakan potensi koreksi IHSG makin ter- batas dengan kecender ungan menguat. Trading range IHSG untuk hari Selasa (13/9) antara level 5.271-5.355,” papar Tasrul di Jakarta, akhir pekan lalu. Mencoba Rebound Reza menilai, data global, ter- utama dari AS akan kembali dicer­ mati pelaku pasar terkait potensi kenaikan suku bunga The Fe­ deral Reserve (The Fed). “Kami perkirakan laju IHSG kembali cen­ derung bergerak variatif flat, meski juga akan kembali mencoba re- bound memanfaatkan pelemahan sebelumnya. Bersambung ke hal 2

mendatang. Sebanyak 8 klaster yang ditawarkan secara bertahap kepada in- vestor dalam dan luar negeri.

n Rosan Roeslani

>> 9

ingin melihat laju belanja konsumsi individu tersebut mendekati target The Fed yang sebesar 2%. “Pereko- nomian belum hot , kok ,” ujar dia. Perekonomian, lanjut Tarullo, masih memiliki ruang untuk terus menciptakan lapangan kerja. Sebab, tingkat pengangguran bertahan di levelnya sekarang, tapi lapangan kerja baru di sektor-sektor nonper- tanian terus bertambah. Berarti, kata dia, masih ada lubang di pasar tenaga kerja. “Tidak ada yang tahu penyerapan penuh pasar tenaga kerja sudah tercapai. Setahun terakhir, tingkat pengangguran tetap cukup sta- bil, tapi masih dibutuhkan sekitar satu juta lapangan kerja. Harap diingat mandat kami itu penyerapan maksimum, bukan penyerapan penuh sebagaimana anggapan yang berkembang,” tutur Tarullo. Berdasarkan data DJP hingga Senin (12/9) pukul 22.00, dana re­ patriasi Rp 18,8 triliun dan harta luar negeri yang dideklarasikan Rp 87,8 triliun. Ditambah deklarasi dalam negeri, total har ta yang dideklarasikan mencapai Rp 388,4 triliun. Dari total dana tebusan sebesar Rp 8,9 triliun, sebesar Rp 7,4 triliun adalah dana tebusan WP perorangan dari golongan bukan UMKMdan Rp 1 triliun dana tebusan WP badan non-UMKM. Tebusan dari WP badan kelas UMKM hanya Rp 16 miliar dan WP perorangan kelas UMKMRp 445,9 miliar. (lihat tabel) keuangan ( automatic exchange of information /AEOI) mulai 2017- 2018. Setelah AEOI berlaku, fasilitas pengampunan pajak sulit diberikan karena semua serba transparan, terutama yang menyangkut pelang- garan-pelanggaran pajak.

telecomunications

BI: Belanja Modal Semester II Melambat Bank Indonesia (BI) menyatakan saat ini realisasi belanja modal mengalami stagnasi seiring high base effect tahun lalu. Karena itu, pemerintah diharapkan tetap menjaga dunia ditengarai telah menjadi korban penipuan melalui email ( business email compromise /BEC) selama semester I-2016. Hasilnya, menurut laporan FBI, uang sekitar US$ 3 miliar pun diperkirakan telah raib dan dijarah. macro & economics >> 5 22 Ribu Perusahaan Jadi Korban Penipuan Email Lebih dari 22.000 perusahaan di seluruh

ist

daya beli masyarakat demi mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II-2016.

>> 21

money & banking

Juli, Multifinance Cetak Laba Rp 6,66 Triliun Industri pembiayaan ( multifinance ) membukukan laba Rp 6,66 triliun pada Januari-Juli 2016, tumbuh 2,78% diband- ingkan periode sama tahun lalu Rp 6,48 triliun. Realisasi laba setelah pajak tersebut ditopang oleh selisih perolehan pendapatan

n Janet Yellen

melihat lebih banyak bukti bahwa laju inflasi sudah stabil, sebelum memper timbangkan penaikan suku bunga. Namun ia juga tidak menyampingkan kenaikan FFR tahun ini. Tarullo yang tahun ini memiliki hak suara di FOMC menambahkan, karena inflasi baru-baru ini saja menunjukkan kenaikan, dirinya

operasional yang mencapai Rp 49,17 triliun dan beban operasional sebesar Rp 41,04 triliun.

>> 23

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 2

>> Investor Daily EDISI 2016 No. 4428

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

>> harga eceran rp 6.500 (berlangganan Rp 120.000 /bulan)

www.investorindonesia.co.id

Made with FlippingBook flipbook maker