ID160308

16 >>

8 >>

14 >>

INDUSTRIES

LIFESTYLE & SPORTS

MARKETS & CORPORATE

INDONESIA

SELASA 8 MARET 2016

MEDIA HOLDINGS

IHSG BERPOTENSI MENCAPAI LEVEL 5.000-5.700

MONEY & BANKING

IST

Oleh Farid Firdaus dan Muhammad Edy Sofyan JAKARTA – UBS Indonesia memprediksi aliran dana asing ( capital inflow ) masih mengalir deras ke pasar modal domestik tahun ini. Beberapa faktor yang membuat pemodal asing tidak lari adalah akselerasi belanja pemerintah, peluncuran paket kebijakan ekonomi, pemangkasan suku bunga acuan ( BI rate ), dan kebijakan tax amnesty .

Investor Daily/GAGARIN

n Nelson Tampubolon

OJK Pastikan Bunga Kredit di Bawah 10% Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengirimkan surat kepada manajemen bank-bank untuk mengarahkan suku bunga kredit perbankan ke level satu digit. Tahun ini, rata-rata suku bunga

Sejak awal Januari hingga 7 Maret 2016, investor asing membukukan transaksi beli bersih ( net buy ) saham sebesar Rp 4,28 triliun. Khusus per- dagangan Senin kemarin (7/3), nilai net buy mencapai Rp 501,9 miliar. Na- mun, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 19,3 poin (0,4%) ke level 4.831,5. Head of Indonesian Equities and Research UBS Joshua Tanja optimis- tis capital inflow dapat mendorong IHSG menyentuh level 5.000 tahun ini. “Sebenarnya price to earning ratio (PER) IHSG sudah agakmahal. Tahun ini diperkirakan sekitar 16 kali dan 2017 bisa menjadi 15 kali.

Jadi, posisi 5.000 itu wajar. Tapi, pasar modal kita tetap lebihmenjanji- kan dibanding negara lain di Asean,” kata dia di Jakarta, Senin (7/3). Joshua menegaskan, Pemerintah Indonesia dinilai tengah melakukan apa yang semestinya dilakukan, yak- ni transformasi ekonomi. Pihaknya yakin, Indonesia diperkirakan tetap menjadi tempat yang menarik bagi investasi. Hal ini akan tercermin pada tingginya animo Tiongkok dan Jepang yang masuk ke berbagai proyek infrastruktur pemerintah. Kondisi ini turut menjadi sentimen positif bagi pasar modal. Sementara itu, dari posisi utang para emiten di Tanah Air, UBS ber- pandangan bahwa posisinya belum dalam tahap yangmengkhawatirkan. Menurut Joshua, meskipun leverage emiten telah meningkat dalam tiga tahun terakhir, tapi posisi tersebut masih dapat dikelola. Di sisi lain, perbankan membukukan keuntun- gan dan memiliki kecukupan modal untuk menahan tekanan tingkat kredit bermasalah (NPL). Hingga September 2015, sebanyak 53% emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki tingkat gross debt /EBITDA di bawah 1 kali.

kredit diharapkan turun dib- andingkan tahun 2015 yang mencapai 12,83%.

>> 24

Diskusi Tren Global Dalam Penyelesaian Sengketa Direktur Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk Theo Lekatompessy (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Indonesian Na- tional Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto (tengah) dan Chief of Justice of Federal Court of Australia The Hon James LB Alsop AO di sela diskusi dan jamuan makan malam dengan para pebisnis industri pelayaran Indonesia yang tergabung dalam INSA di Jakarta, Senin (7/3). Diskusi tersebut mengangkat tema “Tren Global Dalam Penyelesaian Sengketa Pada Usaha Perkapalan dan Maritim Internasional”.

AGRIBUSINESS

6 | INVESTOR DAILY, SENIN 7 MARET 2016

Pelaku Kartel Kuasai 80% Pasokan Beras Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan bahwa indikasi terjad- inya kartel di sektor pangan terutama beras cukup kuat. Setidaknya ada 5-7 perusahaan besar yang menguasai pembelian beras atau gabah di tiap provinsi di Indonesia. Mereka menguasai pasokan beras hingga

2015, KREDIT TUMBUH 13%

70-80%, sedangkan pemer- intah melalui Perum Bulog kurang dari 20%.

produktif naik 47% (yoy) menjadi Rp 3,7 triliun dan kredit UMKM naik 23% (yoy) menjadi Rp 15,6 triliun. Kredit pensiun juga tumbuh 9% menjadi Rp 37,9 triliun. Kenaikan penyaluran kredit tetap diimbangi asas kehati-hatian yang tercermin dari tingkat rasio kredit bermasalah ( non performing loan / NPL) terjaga di 0,7%. Rasio itu jauh di bawah rata-rata NPL industri per- bankan yang cenderung meningkat selama tiga triwulan terakhir. “Meski situasi perekonomian masih menantang, kami senang BTPN tetap dapat bertumbuh sekali- gus menjaga kualitas kredit dengan baik,” kata Jerry Ng. Menurut dia, pencapaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi BTPN dalam memberikan program pem- berdayaan bagi seluruh nasabahnya.

>> 7

Oleh Nurjoni

JAKARTA – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 1,7 triliun hingga akhir Desember 2015, atau lebih rendah 9% dari periode tahun lalu sebesar Rp 1,87 triliun. “Jika tidak memperhitungkan investasi baru senilai Rp 380 miliar, laba kami sejatinya tumbuh posi- tif. Ke depan, BTPN akan terus menyelaraskan obyektif jangka pendek berupa kinerja yang baik dan jangka panjang yakni melakukan investasi untuk menjaga pertumbu- han yang berkesinambungan,” kata Direktur Utama BTPN Jerry Ng da- lamketerangan tertulis, Senin (7/3). Penyaluran kredit tumbuh moder- at di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat sepanjang tahun lalu. Pada 31 Desember 2015, BTPN membukukan kredit Rp 58,6 triliun, tumbuh 13% dari periode sama tahun

MACRO ECONOMOMICS

Bersambung ke hal 11

Pemerintah Tambah Porsi SBN Ritel Jadi 18% Pemerintah akan memperbesar porsi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada tahun ini. Kementerian Keuangan yang pada awal tahun menargetkan pener- bitan SBN ritel sekitar 12% dari total gross

SBN sebesar Rp 542,3 triliun, kini akan dinaikkan menjadi 17-18%.

>> 21

sebelumnya Rp 52 triliun ( year on year /yoy). Pencapaian ini lebih ting- gi dari rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional sepanjang 2015 yang berada di kisaran 10%. Pertumbuhan kredit dimotori oleh penyaluran dana ke segmen mas- yarakat prasejahtera produktif serta pelaku UMKM. Kredit prasejahtera

TIDAK TERBIT

Memperingati Hari Raya Nyepi, Investor Daily tidak terbit pada 9 Maret 2016. Inves- tor Daily akan kembali menjumpai pembaca pada Kamis 10 Maret 2016. n Redaksi

Bersambung ke hal 11

RUU JPSK DIUBAH JADI PPKSK

dengan skema bail out yang pernah dilakukan pemerintah kepada per- bankan di Indonesia tahun 1998mau- pun 2008. Ini berbeda dengan bail out , karena pinjaman atau jaminan tersebut hanya memastikan LPS dapat melakukan restrukturisasi dengan lancar. Tidak ada dana dari APBN secara langsung ke per- bankan,” ujar Bambang Brodjone- goro saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR untuk membahas draf RUU PPKSK, Jakarta, Senin (7/3). Rapat kerja dihadiri BI, OJK, dan LPS.

Selain itu, belajar dari pengalaman kri- sis Amerika Serikat tahun 2008, saat AS harus menyuntikkan modal ke Citibank, perusahaan asuransi, hing- ga perusahaan otomotif. Akhirnya, pe- merintah Indonesiamemandangperlu dibuat skema yang terbaik, termasuk opsi mengamankan dana restruk- turisasi perbankan agar tidak hilang begitu saja ( totally lost ) seperti kasus BLBI 1998. “Ya, pemerintah memang dapat memberikan jaminan ataupun pin- jaman secara langsung kepada LPS, jika dana restrukturisasi perbankan dinilai tidak mencukupi. Tetapi, kini, bentuk pinjaman tersebut berbeda

59 pasal ini akan kembali dibahas pada Jumat mendatang, karena be- lum mencapai kesepakatan terkait pasal 42 ayat 4 butir 1 dan 2, tentang adanya jaminan atau pinjaman yang diberikan kepada LPS untuk mere- strukturasi perbankan atau bail in . Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, esensi RUU PPKSK adalah pencegahan dan penanganan dari kondisi sistem ke- uangan sangat normal sampai kondisi sangat krisis. Hal ini belajar dari pen- galamankrisis 1998 di Indonesia, yang saat itu pemerintah menyuntikkan modal ke beberapa perbankan swasta danmenimbulkandampakyangbesar.

yang dibutuhkan LPS, guna menan- gani bank sistemik atau bank nonsis- temik dalam kondisi krisis. Mekanisme penerbitan surat berharga negara (SBN) untuk dana LPS dalam penyelamatan bank tersebut tercantum dalam Rancan- gan Undang-Undang (RUU) Pence- gahan dan Pengendalian Krisis Sektor Keuangan (PPKSK) yang diusulkan pemerintah. RUU yang sebelumnya berjudul RUU Jaring Pengaman SistemKeuangan (JPSK) ini kemarin dibahas pemerintah bersama Komisi XI DPR, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indo- nesia, dan LPS. Beleid yang berisi

Oleh Agustiyanti dan Yosi Winosa

JAKARTA - Pemerintah dan DPR RI berkomitmen hanya menggu- nakan mekanisme bail in dalam penyelamatan bank ketika terjadi krisis keuangan. Namun demiki- an, bank bermasalah dapat diberi pinjaman secara langsung maupun jaminan atas pinjaman oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jika dana penyelenggaraan program restruk- turisasi perbankan dinilai tidak men- cukupi. LPS juga dapat mengajukan pinjaman dan kemudian pemerintah menerbitkan SBN untuk pendanaan

Bersambung ke hal 2

Thursday, 3 March 2016 | Soehanna Hall - Energy Building REKSA DANA SAHAM TERBAIK 2016 [ 1 TAHUN > Aset Rp 25 Miliar - Rp 250 Miliar • Pacific Equity Fund - PT Pacific Capital Investment | Aset Rp 250 Miliar - Rp 1,5 Triliun • Corfina Grow-2-Prosper Rotasi Strategis - PT Corfina Capital | Aset > Rp 1,5 Triliun • Schroder Dana Prestasi Plus - PT Schroder Investment Management Indonesia |3TAHUN >AsetRp25Miliar-Rp250Miliar • PratamaEquity-PTPratamaCapitalAssetsManagement | AsetRp250Miliar-Rp1,5Triliun • HPAMUltimaEkuitas1-PTHenanPutihraiAssetManagement | Aset>Rp1,5Triliun • SchroderDanaPrestasi-PTSchroder InvestmentManagement Indonesia | 5 TAHUN > Aset Rp 25 Miliar - Rp 250 Miliar • Dana Pratama Ekuitas - PT Pratama Capital Assets Management | Aset Rp 250 Miliar - Rp 1,5 Triliun • HPAM Ultima Ekuitas 1 - PT Henan Putihrai Asset Management | Aset > Rp 1,5 Triliun • Schroder Dana Prestasi - PT Schroder Investment Management Indonesia |10TAHUN >AsetRp25Miliar-Rp250Miliar • RencanaCerdas-PTCiptadanaAssetManagement | AsetRp250Miliar-Rp1,5Triliun • BataviaDanaSaham-PTBataviaProsperindoAsetManajemen | Aset>Rp1,5Triliun • PaninDanaMaksima-PTPaninAssetManagement ] REKSADANACAMPURAN TERBAIK 2016 [ 1 TAHUN > Tipe Konservatif • Schroder Dana Kombinasi - PT Schroder Investment Management Indonesia | Tipe Moderat • Nikko Indonesia Balanced Fund - PT Nikko Securities Indonesia | Tipe Agresif • Minna Padi Keraton Balance - PT Minna Padi Aset Manajemen | 3 TAHUN > Tipe Konservatif • Prima - PT Equity Securities Indonesia | Tipe Moderat • Nikko Indonesia Balanced Fund - PT Nikko Securities Indonesia | Tipe Agresif • Kresna Flexima - PT Kresna Asset Management | 5 TAHUN > Tipe Konservatif • Schroder Dana Kombinasi - PT Schroder Investment Management Indonesia | Tipe Moderat • MNC Dana Kombinasi - PT MNC Asset Management | Tipe Agresif • Simas Satu - PT Sinarmas Asset Management ] REKSA DANA PENDAPATAN TETAP TERBAIK 2016 [ 1 TAHUN > Aset Rp 25 Miliar - Rp 250 Miliar • Simas Danamas Mantap Plus - PT Sinarmas Asset Management | Aset > Rp 250 Miliar • BNI-AM DANA PENDAPATANTETAP-PTBNIAssetManagement |3TAHUN > AsetRp25Miliar-Rp250Miliar • MrsBondKresna-PTKresnaAssetManagement | Aset>Rp250Miliar • DanamasStabil-PTSinarmasAssetManagement |5TAHUN > AsetRp25Miliar-Rp250Miliar • SimasDanamasMantapPlus-PTSinarmas Asset Management | Aset > Rp 250 Miliar • Net Dana Gemilang - PT. NET ASSETS MANAGEMENT ] REKSA DANA PENDAPATAN TETAP DOLLAR TERBAIK 2016 [ 1 TAHUN > Danamas Dollar - PT Sinarmas Asset Management | 3 TAHUN > Danamas Dollar - PT Sinarmas Asset Management | 5 TAHUN > Danamas Dollar - PT Sinarmas Asset Management ] REKSA DANA PASAR UANG TERBAIK 2016 [ 1 TAHUN > Aset Rp 25 Miliar - Rp 250 Miliar • Manulife Dana Kas II - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia(”MAMI”) | Aset > Rp 250 Miliar • Mega Dana Kas - PT MEGA CAPITAL INVESTAMA | 3 TAHUN > Aset Rp 25 Miliar - Rp 250 Miliar • Phillip Money Market Fund - PT Phillip Asset Management | Aset > Rp 250 Miliar • BNI-AM Dana Likuid - PT BNI Asset Management | 5 TAHUN > Aset Rp 25 Miliar - Rp 250 Miliar • Phillip Money Market Fund - PT Phillip Asset Management | Aset > Rp 250 Miliar • Trim Kas 2 - PT Trimegah Asset Management ] REKSA DANA TERFAVORIT 2016 [ SAHAM • Schroder Dana Prestasi - PT Schroder Investment Management Indonesia | CAMPURAN • Schroder Dana Kombinasi - PT Schroder Investment Management Indonesia | PENDAPATAN TETAP • CIMB - Principal Bond - PT CIMB-Principal Asset Management | PASAR UANG • Bahana Dana Likuid - PT Bahana TCW Investment Management | MANAJER INVESTASI • PT Schroder Investment Management Indonesia ] PENGHARGAAN KHUSUS [ PNM Investment Management | Danareksa Investment Management Would like to thank all the award recipients, sponsors, guests, and partners for making the Best Mutual Fund 2016 a resounding success

>> INVESTOR DAILY EDISI 2016 NO. 4280

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook HTML5