ID150223

PROFILE

MONEY & BANKING

MARKETS & CORPORATE

28 >>

21 >>

14 >>

INDONESIA

SENIN 23 FEBRUARI 2015

MEDIA HOLDINGS

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

MARKETS & CORPORATE

IST

n Didit A Ratam

Energi Tawarkan 30% Blok Migas di Mozambik PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tengah mencari mitra strategis untuk mengelola Blok Buzi di Mozambik, Afrika.

Layanan Keuangan Digital Mandiri Group CEO Bank Mandiri Budi G Sadikin berbincang dengan agen Layanan Keuangan Digital (LKD) Bank Mandiri di Plumpang Jakarta Utara, pekan lalu. Bank Mandiri terus mengembangkan layanan bank tanpa kantor atau LKD dengan fasilitas Mandiri e-Cash melalui penambahan dan penguatan agen di seluruh Indonesia guna meningkatkan akses perbankan ke seluruh masyarakat. Saat ini, Bank Mandiri memiliki 391 agen dan ditargetkan akan menjadi 9.000-an agen pada akhir 2015.

Perusahaan migas milik ke­ luarga Bakrie itu menawarkan 30% hak kepemilikan di blok tersebut.

>> 13

10%. Padahal, bunga kredit di salah satu negara Asean hanya 5%. “Kalau bunga masih tinggi, peru­ sahaan Indonesia tidak kompetitif. Jadi, kami di Kadin berharap BI rate bisa diturunkan lagi hingga bunga kredit turun ke bawah 10%,” kata dia. Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7% tahun ini bisa dicapai asalkan pemerintah meng­ genjot pembangunan infrastruktur. Kualitas infrastruktur sangat menen­ tukan laju pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dia menilai, saat ini kualitas in­ frastruktur Indonesia sudah baik, namun perlu ditingkatkan lagi. Caranya dengan menambah panjang jalan, bandara, dan pelabuhan. “Infrastruktur baik akan menjadi daya tarik investasi. Pemerintah bisa bekerja sama dengan swasta dalam meningkatkan pembangunan infra­ struktur melalui skema public private partnership,” papar dia. Selain menggenjot pembangunan infrastruktur, Jongkie mengungkap­ kan, pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat atau inflasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. “Langkah yang perlu dilakukan adalah menjaga harga pangan utama, seperti beras dan daging,” tambah dia. Stimulus Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati menilai, pencapaian target pertumbuhan ekonomi 7% pada 2018 tergantung kinerja dan komitmen pemerintahan Jokowi. Tanpa peran pemerintah saja, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5%.

Oleh Nurjoni dan Harso Kurniawan JAKARTA – Perekonomian Indonesia

berpotensi mencapai pertumbuhan 7% pada 2018 asalkan pemerintah konsisten memperbaiki iklim investasi, menggenjot pembangunan infrastruktur, mengoordinasikan semua kebijakan antarkementerian, dan memberikan stimulus fiskal. Sedangkan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pemerintah harus menciptakan pemerataan pendapatan, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat, serta menjamin keamanan dan kepastian berusaha.

INTERNATIONAL BUSINESS

Yunani Rampungkan Proposal Reformasi Ekonomi Pemerintah Yunani mempunyai waktu

pertumbuhan ekonomi 5,7%, me­ ningkat 0,6% dibandingkan tahun 2014. Indonesiamenjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berani mematok kenaikan yang optimistis. “Malaysia, yang tahun lalu pertum­ buhannya 5,8%, tahun ini hanya bera­ ni menargetkan 5,1%,” kata Presiden. Presiden mengatakan, penurunan target pertumbuhan tidak hanya dilakukan Malaysia, tetapi hampir semua negara di dunia, termasuk Tiongkok. Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulistomenyatakan, target pertumbuhan ekonomi peme­ rintahan Jokowi bisa tercapai asalkan pemerintah konsisten memperbaiki iklim investasi dan probisnis. Menurut dia, pertumbuhan ekono­ mi ditentukan oleh sejumlah faktor utama, yakni investasi, ekspor, dan konsumsi domestik. “Kalau iklim usaha baik, investasi akan mengalir ke Indonesia, sehingga pertumbuh­ an ekonomi terkerek,” ujar dia.

Demikian rangkuman pandangan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Ketua I Gabun­ gan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sug­ iarto, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, dan Guru Besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika. Mereka dihubungi Investor Daily secara terpisah di Jakarta, akhir pekan lalu, menanggapi optimisme Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa perekonomian nasional akan tumbuh di atas 7% pada 2018. Opti­ misme itu disampaikan Kepala Ne­ gara saat memberikan pengarahan kepada 94 wali kota dari 34 provinsi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2). Jokowi juga mengatakan, ta­ hun ini pemerintah menargetkan

Sur yo menilai, apa yang telah dilakukan Pemerintahan Joko­ wi sudah bagus. Jokowi berani memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) danmengalihkannya ke anggaran infrastruktur. Jokowi juga menetapkan pola perizinan investasi satu pintu yang membantu calon investor. “Hal ini harus dibarengi kebijak­ an lain yang probisnis. Menjelang implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir 2015, kebijakan pemerintah tidak bisa sendiri-sendi­ ri, melainkan harus terintegrasi,” tegas Suryo. Di sisi lain, Suryo menyatakan, dunia usaha menyambut baik lang­ kah pemerintah memangkas BI rate ke level 7,5%. Sebab, hal ini bakal menurunkan bunga kredit. Meski begitu, bunga kredit di Indonesia, terutama kredit modal kerja, masih yang tertinggi di Asean, yakni di atas

Pemerintah, kata dia, harus mem­ buat iklim usaha lebih kondusif. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh merilis kebijakan yang mem­ buat takut investor, seperti penaikan pajak yang terlalu tinggi. Selain itu, menurut Sur yo, pe­ merintah harus mampu mengin­ tegrasikan kebijakan antarkemen­ terian. Jangan sampai kebijakan kementerian yang satumengganggu kementerian lainnya. Salah satu con­ tohnya adalah pengetatan peredaran minuman keras (miras). Hal ini tidak dapat diberlakukan di kawasan pariwisata seperti Bali, karena miras dibutuhkan para turis. Untuk itu, dia menyatakan, diper­ lukan seorang dirigen yang mampu mengharmonisasi semua kebijakan pemerintah. Peran ini bisa diambil Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dipimpin Sofyan Djalil.

hingga Senin (23/2) untuk meyakinkan para kreditor Eropa bahwa pihaknya dapat menyusun alternatif reforma­ si fiskal yang kredibel.

>> 3

INFRASTRUCTURE

Hari Ini, Penerbangan Lion Air Bakal Normal PT Angkasa Pura (AP) II memperkirakan jadwal penerbangan Lion Air dari Bandara Soekarno-Hatta sudah kembali normal mulai hari ini (Senin, 23/2), menyusul adanya permintaan dari

Bersambung ke hal 2

manajemen maskapai itu yang membutuhkan tiga hari untuk menyelesaikan keterlambatan penerbangan.

>> 6

MONEY & BANKING

Premi Reasuransi Diproyeksi Tumbuh 20% Pertumbuhan premi industri reasuransi tahun ini diprediksi mencapai 20% atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertum­ buhan premi di industri asuransi. Sebab, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan asuransi untuk memperbesar retensi di dalam negeri. >> 22

Kedua , inflasi naik dari asum­ si di APBN 2015 sebe­ s a r 4 , 4% ( p l u s / minus 1%) m e n j a d i 5%. Meski lebih ting­

Oleh Rausyan Fikry

Oleh A Prasetyantoko*)

D ewan Perwakilan Rakyat akhirnyamengesahkanAng­ garan Pendapatan dan Be­ lanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 dengan target pertumbuhan 5,7%, inflasi 5%, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 6,2%, dan nilai tukar Rp 12.500 per dolar Amerika Serikat. Dari asumsi APBNP ini, terlihat ada suasana ambigu dalam perekonomian kita. Pertama, target pertumbuhan ekonomi memang cenderung ambisius. Kita tahu, realisasi per tumbuhan ekonomi 2014 hanya sebesar 5,06% atau turun dari kinerja 2013 sebesar 5,73% (tahun dasar 2000). Pemerintah tampak berambisi kuat untuk mengembalikan kinerja ekonomi kita ke situasi seperti tahun 2013.

JAKARTA – Saham-saham sektor infrastruktur dan perbankan bakal menjadi penggerak utama indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hing­ ga akhir 2015. Indeks berpotensi menembus level 6.200 hingga akhir tahun. Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengungkapkan, opti­ misme investor terhadap pemerin­ tahan Joko Widodo (Jokowi) yang masih bagus bakal mendongkrak kinerja IHSG. “Optimisme inves­ tor tampak dengan masih tejadi­ nya capital inflow di pasar. Hingga akhir tahun ini, IHSG berpotensi mencapai level 6.200,” kata Hans kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu. Pada perdagangan akhir pekan lalu (Jumat, 20/2), IHSG kem­

gi, inflasi bukanlah tantangan penting, karena kecenderungan penurunan harga minyak dunia. Ketiga, profil risiko perekonomian kita meningkat, ditunjukkan de­ ngan kenaikan suku bunga dari 6% dalamAPBN2015menjadi 6,2% dalam APBNP 2015.

adalah infrastruktur dan perbankan. Menurut dia, belanja pemerintah tahun ini bakal lebih banyak untuk sektor infrastruktur.

bali menorehkan rekor tertinggi baru, meski hanya naik tipis 9,65 poin (0,18%) ke level 5.400,10. Net buy (pembelian bersih) saham oleh asing tercatat Rp 886,1 miliar. Hans memperkirakan, sektor yang bakal berkinerja bagus tahun ini

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2014 NO. 3976

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook - Online catalogs