ID160613

24 >>

21 >>

5 >>

MACRO ECONOMICS

PROFILE

INFRASTRUCTURE

2

INVESTOR DAILY, KAMIS 26 MEI 2016 | 7

INDONESIA

SENIN 13 JUNI 2016

MEDIA HOLDINGS

Investor Daily/ist

RUPST INTAN Direktur Utama PT Intan Baruprana Finance Tbk Jap Hartono (dua dari kiri) dan Halex Halim (tiga dari kanan) berbincang bersama Direktur Samuel Adi Mulia, Komisaris Independen Dani Firmansjah, Komisaris Petrus Halim, dan Alexander Reyza di sela RUPS Luar Biasa di Jakarta, pekan lalu. Tahun 2015, perseroan mencatat pembukuan pendapatan Rp 443,02 miliar, meningkat sebesar 11,20% dibanding tahun 2014 yang mencatat sebesar Rp 398,42 miliar, begitu pula pertumbuhan pembiayaan Perseroan mengalami kenaikan sebesar 2,09% dari Rp 2.684 miliar pada tahun 2014 menjadi sebesar Rp 2.740 miliar pada tahun 2015.

Segeradaftar InternetBanking &MobileBanking BankVictoriadicabang pembukarekeningpertama kalidannikmati GRATIS semuabiayatransaksiIB&MB hingga30November2016

4:59 PM

PF_SquareAds_CiptaDinamika_160516.pdf 1 16/5/16 4:59 PM

PF_SquareAds_CiptaSyariahBalance_160516.pdf 1 16/5/16 4:58 PM

Call : 021 2700 180 | www.victoriabank.co.id

C

C

Reksa Dana CIPTA

M

M

Reksa Dana CIPTA DINAMIKA

Y

Y

SYARIAH BALANCE STRATEGI DIVERSIFIKASI SYARIAH YANG OPTIMAL

CM

CM

ALOKASI ASET YANG DINAMIS

MY

MY

CY

CY

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

www.ciptadana.com

CMY

CMY

Investasidalamreksadanamengandungrisiko.Calonpemodalwajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasidalamreksadanamengandungrisiko.Calonpemodalwajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana. Kinerja masa lampau bukan

K

K

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

MARKETS & CORPORATE

Oleh Tri Murti dan Novy Lumanauw JAKARTA –Pemerintah harus mampu mende- sain kebijakan ( policy ) yang memenuhi kebutuhan dunia usaha, baik korporasi maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kebijakan yang dirancang juga mesti dapat menjawab persoalan riil di lapangan, menumbuhkan kepercayaan pasar ( market confidence ), serta merespons perubahan eksternal yang demikian cepat.

IST

5/16 4:58 PM

pekan lalu. Mereka juga sependapat bahwa pemerintahharusmenjaga hubungan baik dengan dunia usaha. Pemerintah harus benar-benar menyentuh dunia usaha mulai dari UMKM hingga korporasi lewat kebijakan yang tepat dan kondusif.

ran, mengikis kemiskinan, sekaligus mempersempit kesenjangan pendap- atan dan sosial. Demikian rangkuman pandangan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Sekretaris Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusahan Indonesia (Apindo) Chris Kanter, Rektor Universitas Paramadina yang juga mantan Dekan FE-UI Firman- zah, ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih, dan ekonom Kenta Institute Eric Sugandi. Mereka dihubungi Investor Daily di Jakarta,

Selain itu, kebijakan yang dilun- curkan idealnya mendorong perusa- haan agar mampu mendulang laba, menghindari adanya disinsentif, serta memberikan berbagai insentif yang tepat sasaran. Racikan kebi- jakan semestinya seimbang antara pemberian proteksi dan akses lib- eralisasi agar dapat mendongkrak daya saing. Hanya dengan kebijakan seperti itulah pemerintah dapat mencapai tu- juan pembangunan yang dikehenda- ki, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi penganggu-

n Darmawan Junaidi

Semen Indonesia Tawarkan Saham Anak Usaha ke Investor Strategis PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) ber- encana menawarkan maksimal 49% saham salah satu anak usahanya kepada investor strategis. Divestasi tersebut merupakan

Bersambung ke hal 2

upaya perseroan menggalang dana eksternal untuk mem- biayai ekspansi.

>> 13

SAHAM PERBANKAN DAN PERTAMBANGAN DIREKOMENDASI BELI

MONEY & BANKING

LPS Revisi Pertumbuhan Kredit Jadi 10% Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merevisi proyeksi pertumbuhan kredit perbankan tahun ini dari 13% menjadi 10%. Pasalnya, tren perlambatan pertumbuhan

omzet tahun ini tumbuh 14% men- jadi Rp 200 triliun. Sementara itu, penjualan gar- men juga bakal terkerek momen Lebaran, namun kenaikannya diperkirakan hanya 5%. Adapun penjualan mobil selama Lebaran tahun ini diperkirakan relatif stabil, sedangkan sepeda motor mening- kat 10%. Demikian rangkuman keteran- gan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Luk- man, Ketua Umum Asosiasi Pen- gusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan In- donesia (API) Ade Sudrajat, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, serta Wakil Ket- ua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Johannes Loman. Mereka memberikan keterangan secara terpisah di Jakarta, belum lama ini.

Oleh Rausyan Fikry

Oleh Rahajeng KH dan Ridho Syukra

JAKARTA – Pelaku pasar menung- gu keputusan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, apakah akan mem- percepat penaikan suku bunga atau tidak. Pasar juga mencermati data neraca perdagangan dan keputusan mengenai BI rate di dalam negeri. Pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di level 4.831-4.980. Analis Asjaya Indosurya Securities William Sur ya Wijaya mengata- kan, pergerakan IHSG pekan ini diperkirakan masih akan terkon- solidasi. Dia memperkirakan IHSG bergerak pada level 4.831-4.980. Sementara itu, Jumat pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0,59% ke level 4.848,06. “Saya melihat IHSG akan berger- ak pada level 4.900-an, walaupun indeks terkonsolidasi tetapi tidak akan sampai di bawah 4.800. Posisi indeks masih kuat, karena dua pe- kan terakhir pasar saham Indonesia mengalami capital inflow yang cukup besar,” katanya di Jakarta, akhir

JAKARTA – Penjualan makanan dan minuman (mamin) olahan serta ritel modern diperkirakan melonjak, mencapai Rp 175 triliun selama Bulan Puasa dan Lebaran tahun ini. Rinciannya, penjualan mamin naik 100% dari bulan-bulan biasa ke Rp 140 triliun, sedangkan penjualan ritel modern mening- kat 20% ke Rp 35 triliun. Puasa dan Lebaran menjadi high season bagi industri mamin dan ri- tel di Tanah Air, karena masyarakat gencar membeli produk mamin, seperti biskuit dan sirup. Peritel modern juga terkena imbas positif karena banyak menjual produk pangan olahan. Lonjakan penjualan selama peri- ode Puasa dan Lebaran itu bakal mendongkrak omzet mamin se- mester I-2016 hingga 8,5%, menjadi Rp 780 triliun. Sedangkan hingga akhir tahun ini, total omzet bakal mencapai Rp 1.300 triliun. Adapun pebisnis ritel modernmenargetkan

kredit yang terjadi sejak awal 2016, diperkirakan akan ber- lanjut hingga akhir 2016.

>> 23

tukar rupiah terhadap dolar AS yang tetap kuat. Nilai tukar rupiah pada pe- kan ini tidak akan terlalu berfluktuasi, meski kebutuhan valas akanmening- kat menjelang Lebaran,” katanya. Dia juga menilai aksi korporasi yang dilakukan emiten beberapa waktu terakhir masih menjadi senti- men positif bagi pasar.

pekan lalu. Selain itu, dia menilai perekono- mian Indonesia masih cukup ba- gus. Hal itu ditunjukkan dengan data cadangan devisa yang cukup kuat, sebesar US$ 103,59 miliar. “Itu menunjukkan ekonomi masih cukup stabil. Harga komoditas juga stabil di level ‘atas’ meski saat ini masih rawan koreksi, ditambah nilai

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2016 NO. 4359

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.CO.ID

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker