SP160209

Utama

Suara Pembaruan

2

Selasa, 9 Februari 2016

Partai-partai Berkoalisi Adang Ahok?

K etika Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi Presiden pada 2014, sejumlah ke- lompok warga maupun par- tai politik (parpol) yang ti- dak rela Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, secara otomotis dilantik menjadi gubernur sesuai perundang-undang- an. Mereka yang keberatan Ahok dilantik menjadi gu- bernur mengemukakan ba- nyak alasan. Penolakan di- umbar secara terang- akurat, dan objektif,” kata Presiden. Diingatkan, kepercaya- an sangat diperlukan dalam memajukan industri pers di Tanah Air. Apalagi di era kompetisi saat ini, keperca- yaan menjadi tulang pung- gung perekonomian nasio- nal. Sebab, dengan adanya kepercayaan, arus investasi dan arus modal masuk akan masuk ke negeri ini. “Kepercayaan itu yang bisa membangun adalah media, pers. Karena persep- si muncul, image itu mun- cul karena berita-berita yang kita bangun,” kata mantan gubernur DKI Jakarta dan mantan wali ko- ta Solo tersebut. Pada kesempatan terse- but, Jokowi sempat menja- wab sindiran Ketua Umum PWI Margiono, bahwa diri- nya “tidak mikir” saat men- jawab pers perihal langkah- nya mencalonkan diri men- jadi presiden dan saat me- rombak kabinet. Jokowi menilai, pernyataan berna- da sindiran tersebut karena Margiono belum “memaaf- kan” dirinya. Jokowi me- nyebut Margiono masih mengungkit-ungkit peristi- wa masa lalu karena keti- dakhadirannya pada Hari Pers Nasional 2015 di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. “Pak Ketua PWI Pusat ternyata masih mengungkit- ungkit masalah ketidakha- diran saya di HPN tahun la- lu. Padahal saya sudah min- ta maaf,” kata Presiden Jokowi. “Masalah jawaban yang saya selalu sampaikan ndak mikir, ndak mikir. Reshuffle juga kalau ditanya saya ja- wab ndak mikir, ndak mi- kir ,” sambungnya. Namun, kata dia, apabi- la saat ini wartawan berta- Disindir “Tidak Mikir”

galang kekuatan termasuk sejumlah parpol besar untuk mengadang Ahok pada Pilkada 2017 menda- tang. Sumber SP menyebut- kan, penggalangan ini la- yaknya ketika hendak men- jegal Megawati Soekarnoputri ketika akan menjadi Presiden pada 1999 sehingga akhirnya yang terpilih waktu itu adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kampanye menyudut- kan Megawati antara lain dengan mengusung isu pe- rempuan haram hukumnya

menjadi imam atau presi- den. Demikian pun dengan Ahok saat ini, pihak-pihak yang menolaknya menge- depankan isu miring. Selain masih mengusung isu lama berkaitan dengan SARA, isu yang akan di- angkat antara lain penilaian kinerja Ahok yang diang- gap gagal sebagai Gubernur DKI Jakarta se- jak November 2014. “Isu-isu tersebut akan melawan pemikiran cerdas masyarakat yang kini sudah semakin dewasa dan objek- tif menilai sosok Ahok,” kata sumber tadi. [E-8]

terangan ke publik baik melalui pernyataan kepa- da pers maupun unjuk ra- sa. Berbagai argumentasi itu yang diungkapkan mu- lai dari gaya Ahok yang dinilai kasar hingga asal- usulnya dari kalangan mi- noritas, baik suku maupun agama. Pada kenyataannya Ahok dilantik menjadi gu- bernur pada 19 November 2014. Pihak yang menolak Ahok, kini kembali meng-

Hari Pers Nasional Presiden: PersWajib Bangun Optimisme

[PRAYA] Pers nasional wa- jib membangun optimisme dan kepercayaan para in- vestor terhadap Indonesia. Sesuai fungsinya, pers diha- rapkan ikut membentuk moralitas bangsa, mening- katkan etos kerja, dan pro- duktivitas bangsa. Demikian imbauan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada peri- ngatan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 yang diseleng- g a r a k a n d i Kawa s a n Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/2) pagi. Hadir pada acara terse- but, antara lain, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komarudin, Me n k o Ma r i t i m d a n Sumber Daya Rizal Ramli, Me n k o P emb a n g u n a n Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Da l am Nege r i Tj ah j o Kumolo, Menteri Pariwisata Ar i e f Yahya , Men t e r i Peke r j aan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Had imu l j ono , Men t e r i Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, serta Gubernur NTB Zainul Majdi beserta istrinya Erica Majdi. Presiden menilai, berita di media massa ada yang menyehatkan dan tidak. “Saya hanya minta pers ikut membangun optimisme, etos kerja, dan meningkat- kan produktivitas rakyat,” pintanya, Presiden juga meminta pers jangan sampai terjebak

b e r i t a p e s i m i s m e . “Bayangkan, ada berita, Indonesia diprediksi akan hancur,” kata Jokowi. Berita seperti itu, lanjut- nya, sama sekali tidak membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. “Ada juga berita, semua pe- simistis target pembangun- an tercapai. Ada juga yang menulis, rupiah akan am- byar. Indonesia akan han- cur. Banyak lagi berita yang menyulitkan kita berkom- petisi,” paparnya. Jika berita seperti itu te- rus-menerus dipublikasi- kan, menurut Presiden, ha- nya akan melahirkan keti- dakpercayaan . “Kalau tak ada trust , tak ada modal masuk. Pers wajib memba- ngun trust ,” tandasnya. Pers, kata Jokowi, ber- peran membangun optimis- me. Pers wajib membentuk mor a l i t as masya r aka t . “Berita pers acap mencam- puradukkan opini dan fakta. Dahulu, pers ditekan peme- rintah. Kini, pers justru me- nekan masyarakat,” katanya.  Presiden Jokowi juga berharap pers nasional da- pat menjadi ujung tombak kontrol sosial yang dapat dipercaya berbagai kalang- an masyarakat. Untuk itu, insan pers nasional harus menyajikan informasi yang jujur, akurat, dan objektif. Tak lupa, presiden juga mengingatkan agar pers se- lalu memberikan tempat ke- pada suara, pemikiran, dan gagasan terbaik masyara- kat. “Beberapa pesan dan harapan yang ingin saya sampaikan kepada seluruh insan pers di seluruh Tanah Air. Saya berharap pers te- tap dipercaya oleh publik sebagai pilar keempat de- mokrasi, dengan mengha- dirkan informasi yang jujur, Kontrol Sosial

Tajuk Rencana ”SP” Raih Adinegoro

Foto: SP/Feybe Lumanauw Pemimpin Redaksi "Suara Pembaruan" Primus Dorimulu (berdiri keempat kanan) bersama pemenang penghargaan Adinegoro lainnya, saat puncak peringatan Hari Pers Nasional 2016 di Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (9/2). Harian ”SP” meraih penghargaan Adinegoro untuk kategori tajuk rencana terbaik.

nya kepadanya tentang res- huffle kabinet, maka dirinya sudah memiliki jawaban pasti. “Tetapi kalau ditanya sekarang, jawabannya lain. Baru sedang mikir seka- rang,” ujarnya. Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua Umum PWI Margiono menyindir Presiden Jokowi yang sela- lu menjawab “tidak mikir” saat ditanya wartawan, na- [PRAYA] Peringatan Hari Pers Nasional 2016 di M a n d a l i k a , P r a y a , Lombok Tengah, NTB, juga diwarnai penyerahan penghargaan Adinegoro, yang merupakan anugerah tertinggi bagi karya jurna- listik oleh insan pers nasi- onal. Adinegoro diberikan untuk enam kategori kar- ya jurnalistik, yakni laporan berkedalaman (in- depth news) , karikatur opini, foto berita, tajuk rencana, berita ringan ( news feature ) untuk

mun mengambil keputusan besar, yakni maju menjadi calon presiden dan melaku- kan reshuffle (perombakan) kabinet. “Waktu Pak Jokowi ter- pilih jadi gubernur DKI, pers heboh bahwa bisa menjadi presiden. Namun, waktu ditanyakan ke Pak Jokowi, beliau menjawab enggak mikir, enggak mikir . Tidak mikir saja menjadi Pembaruan (SP) berhasil me r a i h pengha rga an Adinegoro untuk kategori tajuk rencana. Tajuk rencana berjudul Merdeka dari Korupsi yang dimuat di Harian SP edisi 18 Agustus 2015, mampu menyisihkan 55 karya serupa dari 14 media massa. P e n g h a r g a a n Adinegoro diserahkan Ketua Dewan Pers Bagir Manan kepada Pemimpin televisi, dan berita ringan untuk radio. Tahun ini, Harian Suara

presiden, apalagi mikir, " ujar Margiono. Demikian juga, lanjut Margiono, ketika melaku- kan reshuffle , Jokowi sela- ku presiden diklarifikasi malah menjawab agar me- dia bertanya pada yang me- ngatakannya. Lalu kembali mengatakan “tidak mikir”. Tetapi, dua minggu kemu- dian, reshuffle terjadi. [P-12/B1/N-8/D-13/144] Adinegoro, dalam kesem- patan tersebut juga ditan- datangani lima nota kese- pahaman antara Persatuan Wa r t awan I ndone s i a (PWI) dengan sejumlah kementerian dan perusa- haan. [N-8] Re d a k s i SP P r imu s Dorimulu, di sela-sela puncak peringatan Hari Pe r s Nas i ona l 2016 , Selasa (9/2) pagi, dengan disaksikan Presiden Joko Widodo dan jajaran men- teri Kabinet Kerja. Selain penyerahan

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker