SP160209

Utama

3

Suara Pembaruan

Selasa, 9 Februari 2016

Presiden Apresiasi Kontribusi Pers Indonesia Harus Menjadi Raja di Laut

[MATARAM] Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kontribusi komunitas pers nasional dalam pembangunan sektor pariwisata dan maritim di Tanah Air. Peran pers tersebut tercermin dari tema dan lokasi peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari. H P N t a h u n i n i mengambil tema Pers Yang Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata . Adapun, puncak peringatan HPN d i p u s a t k a n d i Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang merupakan salah satu di antara 10 destinasi pari­ wisata prioritas pemerintah untuk dikembangkan. “Ada dua hal yang diangkat sebagai tema HPN 2016, yakni sektor maritim dan pariwisata. Pantai Mandalika dipilih sebagai lokasi puncak peringatan Hari Pers Nasional 2016 sangat sesuai dengan prog­ ram pemerintah di bidang pariwisata,” kata Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, di Jakarta, Selasa (9/2).

D i j e l a s k a n , KEK Mandalika termasuk salah satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas peme­ rintah untuk dikembangkan. Sebagai maskot sektor pariwisata di NTB KEK Mandalika sudah lama dibangun, tetapi pengem­ bangannya berjalan di tempat. “Presiden ingin mempercepat pengembangan KEK Mandalika yang sekarang menjadi lokasi puncak peringatan HPN 2016,” kata dia. Raja di Laut P e n e g a s a n s e n a d a d i ungkapkan Men t e r i Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli pada Konvensi Nasional MediaMassa bertema Refleksi Pers Nasional Menjawab Tantangan Pembangunan P o ro s Ma r i t i m d a n Menghadirkan Kesejahteraan diMataram, NTB, Senin (8/2). Pemerintah, kata Rizal, kembali menegaskan ko­ mitmennya mengembang­ kan sektor maritim dan menggali potensi yang ada di industri ini untuk kemak­ muran masyarakat dan bangsa.

ujarnya.

menciptakan kemakmuran yang lebih menyeluruh. Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia serta memiliki peran stra­ tegis sebagai poros maritim dunia. Berkaitan dengan hal itu, lanjutnya, pemerintah me n g emb a n g k a n l ima strategi penting yaitu mem­ bangun budaya cinta laut, membangun sumber daya maritim, membangun infra­ struktur dan konektivitas, diplomasi maritim, dan memperkuat pertahanan maritim.                     D a l a m r a n g k a pembangunan maritim, pemerintah juga akan fokus pada pengembangan sektor pariwisata yang bakal menjadi andalan Indonesia. “Kami telah menetapkan 10 daerah tujuan wisata selain Bali yang intinya untuk meningkatkan jum­ lah kunjungan wisatawan dan devisa,” tambahnya. Dari pencanangan itu diha­ rapkan jumlah wisatawan mancanega r a 5 t ahun mendatang akan meningkat menjadi 20 juta orang. [ID/144]

Di Pelabuhan Perikanan Negara Sibolga, jumlah hasil ikan tangkapan sekitar 200 ton per hari, sekarang produksinya meningkat menjadi 400 ton per hari. Sa y a ng , p e n i ngk a t a n produksi itu tidak otomatis diikuti meningkatkannya kesejahteraan nelayan karena harga ikan cenderung turun. Karena itu, menurut Rizal, perlu dukungan industri pengolahan yang dapat memproses hasil ikan menjadi produk olahan sehingga memiliki added value. Bagian ikan yang tidak diekspor seperti kepala ikan dan ekor ikan juga bisa diolah menjadi tepung bahan pakan ternak dan lain-lain. Selama ini, kata Rizal, ada kesenjangan yang besar dalam pembangunan daerah-daerah di Indonesia. Daerah Jawa mendapat perhatian jauh lebih besar dibandingkan luar Jawa. Pemerintah saat ini tengah berupaya mengubah mindset dari “Jawa Sentris” m e n j a d i “ I n d o n e s i a Sentris”. Pembangunan yang lebih merata di se­ luruh Indonesia, sehingga

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli sebagai pembicara dalam Konvensi Nasional Media Massa bertema “Refleksi Pers Nasional, Menjawab Tantangan Pembangunan Poros Maritim dan Menghadirkan Kesejahteraan", di Mataram, NTB, Senin (8/2).

Hadir dalam konvensi itu, antara lainMenkominfo R u d i a n t a r a , K a s a l Laksamana Ade Supandi , Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur NTB Zainul Majdi. “Kapal kita harus jadi raja di laut, bukan kapal- kapal asing,” kata Rizal. Ia mengakui, kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal-

kapal asing pencuri ikan banyak mengundang pro­ tes. Namun, kebijakan itu terbukti menguntungkan kepentingan nasional. Sedikitnya sudah 127 kapal ditenggelamkan. Dampaknya, pencurian ikan oleh kapal-kapal asing mu l a i menu r un . Pa r a nelayan pun lebih mudah m e n d a p a t k a n i k a n . “Produksi ikan tangkapan nelayan naik sekitar 50%,”

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker