SP161015

Utama

Suara Pembaruan

2

Sabtu-Minggu, 15-16 Oktober 2016

Ada Harapan Pengelolaan ESDM Lebih Baik

[JAKARTA] Keputusan Presiden Joko Widodo men- gangkat Ignasius Jonan sebagai menteri energi dansumber daya mineral (ESDM), danArcandra Tahar sebagai wakil menteri ESDM, diapresiasi banyak kalangan. Duet Jonan dan Arcandra diharapkan segera membenahi pengelolaan sektor ESDM. Ketua DPR pun men- dukung keputusan Presiden tersebut, sehinggamengurangi tekanan politik dari parlemen. Pengamat minyak dan gas dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies yang kini menjabat anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, di Jakarta, Sabtu (14/10) menilai, pasangan ini harus cepat mem- benahi permasalahan di sektor migas. Kombinasi Jonan yang menguasai manajemen yang dibuktikan dengan keberhasi- lannya saat dia memimpin PT Kereta Api Indonesia dan Kementerian Perhubungan, didampingi Arcandra yang sangat memahami kegiatan migas, dinilainya cukup ako- modatif. Kurtubi punmengapresiasi keberanian Presiden Jokowi menunjuk keduanya. Selama ini Jonan dikenal sebagai manajer yang andal. Dia juga dianggap sebagai sosok yang keras tanpa kompromi. Sosok ini dibutuhkan, mengingat tata kelola ESDM menjadi kacau karena banyak praktik yang kotor. “Contohnya, harga gas dalam negeri mahal karena mata rantainyapanjang.Barang apapun, kalau anda beli lewat caloataupihakketiga, harganya akan jauh lebihmahal. Selama ini, keberadaan calo sulit dib- erantas karena ada kedekatan dengan kekuasaan,” katanya. Jonan dan Arcandra, dite- gaskanKurtubi, diyakini berani menyederhanakan sistem dan menghapus rantai pasokan gas yang panjang. “Mereka harus negara membantu terkait masalah kewarganegaraan ganda yang pernah menjerat yang bersangkutan. “Saya selalu bilang, kita belajar lah dari IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) dulu. Banyak orang pintar disekolahkan di luar, waktu pulang ke sini IPTN redup karena masalah politik. Sekolah dibiayai negara, akhirnya mereka jadi warga negara asing. Belajar dari situ, jangan terulang lagi.Arcandra itu aset bangsa, punya kapa- sitas di bidang ini (energi) yang mumpuni. Urusan yang

bekerja cepat. Karena umur pemerintahan Jokowi-JK ting- gal 3,5 tahun lagi,” imbaunya. Kurtubi jugameminta agar polemikstatuskewarganegaraan Arcandra tidak perlu diper- soalkan lagi. Pasalnya, kegadu- han justru akan membuat pri- oritaskerjaArchandraterganggu yang hingga pada akhirnya mengganggutujuanpemerintah. Harapan yang sama juga dilontarkanDirektur Eksekutif Institute for Essential Services Reform(IESR)FabbyTumiwa. Meski menilai, Jonan kurang berpengalamandibidangenergi, tapi kredibilitas dan integri- tasnya yang baik dinilai bisa menutupikekurangandarisosok Arcandra yangkurangditerima oleh stakeholder . Terlepas dari itu, pihaknya berharap duet Jonan-Arcandra bisa menja- lankanperintahPresidenJokowi untuksegeramereformasisecara besar-besaran di sektor ESDM. “Paling tidak ada harapan tata kelola sektor ESDMbisa lebih baik,” katanya. Setidaknya ada tiga nilai lebih dari sosok Jonan dan Arcandra, yakni integritas,

kompetensi, dan bebas konflik. Keduanyadiyakini tidakmemi- liki kepentingan apapun di KementerianESDM, sehingga tidak akanmampu diintervensi pihakmana pun dan dijadikan mesinuangpihak-pihaktertentu. Kedaulatan Energi Peneliti ekonomi politik Ferdy Hasiman mengatakan tugas Jonan ke depan san- gatlah berat. Jonan, kata dia harus bisa mengambil jalan tengah terkait wacana relak- sasi ekspor beberapa biji mineral, seperti tembaga. Jika tidak, banyak perusahaan merasa kecewa, karena sudah banyak juga perusahaan yang sudah membangun smelter dalam negeri. Tugas berat yang lebih penting lagi, kata dia adalah menyelesaikan renegosiasi kontrakdenganperusahaan-pe- rusahan tambang seperti Freeport Indonesia, Newmont, Vale Indonesia, dan PKP2B, seperti PT Bumi Resources Tbk dan PT Adaro Indonesia Tbk. Renegosiasi kontrak, menutut dia, sudahberlangsung

sejak tahun 2012, hanya saja sampai sekarang belum men- emukan titik temu, karena perusahaan-perusahaan besar masih ngotot dengan kon- trak-kontrak lama. “Kepentingan ekonomi politik dan bisnis orang kuat di balik renegosiasi kontrak juga penting untuk dilawan Jonan. Intinya, negara harus berdaulat, dan tugas menteri ESDMadalahmengembalikan daulat tambang ke pangkuan Konstitusi UUD 1945,” tutur dia. Di sektor minyak dan gas, menurut Ferdy, pemerintah dihadapkan pada defisit. Kata dia, defisit bisa dicegah jika proyek-proyek gas berskala besar beroperasi secara komer- sial sesuai jadwal.  Beberapa proyek lain yangmasih ditang- guhkandanmenanti kerja cepat menteri ESDM baru, seperti percepatan investasi di Blok Masela, Blok Mahakam, dan Blok Cepu (konsorsium Pertamina-Exxon).Perlambatan proyek-proyek ini bisa berpen- garuh pada defisit minyak dan gas. [YUS/O-2]

KPK Incar Dugaan Suap Swasta Asing

K asus suap terkait dengan investasi asing sudah ter- jadi beberapa kali. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun per- nah dikabarkan mulai membidik suap yang banyak dilakukan kalan- gan swasta asing terh- adap birokrasi di dalam negeri. Sejumlah inves- tor swasta dari beber- apa negara maju pernah ditengarai melakukan tin- dakan ilegal tersebut. Belakangan, salah satu perusahaan minyak dan gas (migas) di Asia Tenggara pun diduga melakukan suap terhadap sejumlah aparat birokrasi dan penegak hukum di dalam negeri. “Ini perus- ahaan besar dengan investasi global. Dugaan suap itu agar investasi di Indonesia tidak terha- lang,” kata sumber SP , Sabtu (14/10). Dugaan suap itu dilakukan karena adanya [JAKARTA] Ketua DPR Ade Komaruddin percaya pada kapasitas yang dimiliki Ignasius Jonan danArcandra Tahar, untuk memperbaiki sektor ESDM di Tanah Air. Menurut pria yang akrab disapa Akom ini, kualitas Jonan telah terbukti saat menjabat sebagai menteri perhubungan dan Dirut PT KAI. “Ini surprise (kejutan) yangmenyejukkan. Kita tahu kapasitas dan kapabilitas Pak Jonan. Saya Ketua DPR mengenal bagaimana kinerja beliau di Kementerian

pelanggaran hukum atas pencemaran di Laut Timor oleh Pemerintah Australia yang berdam- pak ke wilayah Indonesia. Selain itu, perusahaan tersebut berupaya agar investasi gas di Natuna tetap dilakukan bersama Pertamina, dan sejumlah perusahaan migas lokal. KPK pun sebenarnya berkeinginan mengusut dug- aan suap yang dilakukan swasta asing tersebut. Namun, upaya itu terganjal karena dicurigai ada intervensi pemerintah dari negara asal korporasi migas dimaksud. “Ada beberapa pihak yang diduga kuat meng- amankan salah satu perusahaan raksasa Asia Tenggara itu. Semoga KPK dan jajaran Kementerian ESDM yang baru bisa menguak misteri tersebut,” jelas sumber itu. [H-12]

ANTARA/Yudhi Mahatma Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wamen ESDM Arcandra Tahar (kanan) menjawab pertanyaan wartawan seusai upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10).

DPR Apresiasi Pilihan Presiden

pilihan Presiden tersebut. “Harus didorong agar kedu- anya memaksimalkan poten- si mereka ketikamenjalankan tugasnya,” ujarnya. Sedangkan, KetuaUmum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMNBersatuAriefPoyuono berharap keduanya mampu memberantas pungli danmafia migas. Dia menambahkan, salah satu yang prioritas adalahmenurunkan harga gas bumi dan meningkatkan kapasitas tersedia gas bumi untuk kebutuhan industri nasional. [MJS/H-14/N-8]

Perhubungan, sebelum itu sebagai dirutKAI. Legacy -nya yang saya bilang tidak pernah padam sepanjang hidup kita. KAI nyaman di bawah beli- au, sekarang dikasih keper- cayaan di bidang energi, dibantuArcandra yang punya kapasitas teknis, intelektua- litas yang baik. Saya optimis energi akan baik dikelola mereka berdua,” katanya di Jakarta, Jumat (14/10). Sedangkan, Arcandra Tahar, menurutnya adalah aset bangsa yang harus diper- tahankan di Tanah Air, sehingga sudah sepatutnya

lain-lain bisa kita urus sama-sama,” tandasnya. Senada dengan itu, ang- gota Komisi VII dari Fraksi PDI-P, Nasrul Falah menilai pengangkatan Jonan dan Arcandra sebagai langkah strategis Presiden Jokowi yang memberi optimisme. “Kita sekarang bisa optimis- tis, sektor migas ke depan bisa lebih baik. Semoga keduanya bisa meng- handle tantangan di sektor itu,” katanya. Hal senada diungkapkan Wakil KetuaKomisiVII DPR dari Fraksi Golkar, Fadel

Muhammad, yang menilai Jonan-Archandra sebagai per- paduan yang klop dan pilih- an tepat untuk memimpin Keme n t e r i a n ESDM. “Keduanya pasangan yang cocok, klop. Jonan itu orang kerja, sedangkan Arcandra dia mengerti soal teknis dan mungkin tidak perlu diragu- kan lagi kualitasnya untuk sama-sama berjalan menye- lesaikan masalah di ESDM,” kata Fadel. Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi PKB, Syaikhul Islam, meminta semua pihak mendukung

Made with FlippingBook - Online magazine maker