ID190613

16 >>

7 >>

12 >>

AGRIBUSINESS

NATIONAL & POLITICS

SPORTS

INDONESIA

MEDIA HOLDINGS

KAMIS 13 JUNI 2019

ATASI DEFISIT NERACA TRANSAKSI BERJALAN

MARKETS & CORPORATE

IST

SP/Joanito De Saojoao.

Oleh Novy Lumanauw

JAKARTA – Pengusaha yang ter- gabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mereko- mendasikan tiga hal pokok yang menjadi pekerjaan rumah Presiden JokoWidodo (Jokowi), pada periode mendatang. Hal itu khususnya untuk mengatasi defisit transaksi berjalan ( current account deficit /CAD). Rekomendasi per tama adalah pengembangan program vokasi dalam upaya meningkatkan kom- petensi tenaga kerja Indonesia. Kedua, meningkatkan industri pariwisata. Usulan ketiga adalah memberikan insentif bagi pelaku industri, sehingga proses indus- trialisasi dapat tumbuh, investasi berkembang, pengusaha dapat men- ingkatkan ekspor dan memperluas jangkauan pasar produk-produk buatan Indonesia.

Dileep Srivastava

Bumi Resources Eksekusi CVR US$ 100 Juta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melak- sanakan pembayaran atas opsi contingent value rights (CVR) senilai US$ 100 juta.

Skema ini merupakan bagian dari upaya perseroan dalam merestrukturisasi utang kepada salah satu kreditur perseroan.

Pertemuan Presiden Jokowi-KADIN-HIPMI Presiden Joko Widodo (tengah), didampingi oleh Staf Presiden, Ahmad Erani Yustika, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, menerima kunjungan sejumlah jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta jajaran pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Pada pertemuan dengan Presiden, Kadin dan Hipmi menyampaikan sejumlah masukan, khususnya terkait perkembangan ekonomi terkini, baik di dalam negeri maupun global.

>> 13

Bersambung ke hal 11

BISA DORONG IHSG KE 7.000 AKHIR TAHUN INI

TELECOMMUNICATION

First Media Raih Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands PT Link Net Tbk (LINK), pemimpin di industri penyedia Pay TV dan Fixed Broad- band Cable Internet di Indonesia dengan brand First Media, untuk kedua kalinya

Oleh Triyan Pangastuti dan Arnoldus Kristianus

JAKARTA – Suku bunga acuan global tren menurun tahun ini, seirama sinyal pelonggaran kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Bank Indonesia juga berpeluang ikut menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate jika The Fed memangkas Fed Funds Rate, sehingga bisa mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI bergerak ke 7.000 akhir tahun ini.

secara berturut-turut berhasil meraih penghargaan Indone- sia’s Top 100 Most Valuable Brands 2019.

>> 5

INDUSTRIES

Sharp dan LG Relokasi Pabrik ke Indonesia Sharp dan LG bersiap merelokasi pabrik

di Thailand dan Vietnam ke Indonesia. Pemerintah masih menunggu realisasi rencana dua perusahaan itu.

>> 8

tumbuhan melalui konsumsi yang tetap resilien, termasuk dampak belanja Pemilu 2019. Investasi khususnya bangunan juga tetap tinggi,” ucapnya. Kondisi ekonomi Indonesia yang masih baik juga diindikasikan dari penaikan peringkat utang peme- rintah RI oleh Standard and Poor’s (S&P), dari BBB- menjadi BBB. Ini merupakan level terbaik dalam 22 tahun terakhir, yang berpotensi mendorong penguatan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke depan. BoJ Rate akan -0,3% Sebelumnya, JPMorgan Chase & Co sebagaimana dirilis Bloomberg, melaporkan analisisnya tentang perkiraan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) bakal menurunkan

ruang kebijakan moneter yang ako- modatif sejalan dengan rendahnya inflasi dan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik, sehingga BI akan terus mengkali- brasi berbagai kebijakan moneter,” ujar Dody Budi Waluyo kepada Investor Daily , Jakarta, Rabu (12/6). Dody mengatakan, kinerja ekspor dan impor RI memangmelambat, se- bagaimana yang telah diperkirakan dan terkait dengan harga komoditas yang menurun. Namun demikian, jika dilihat dari sisi domestik, se- cara keseluruhan mometum per- tumbuhan nasional terjaga baik di tengah pengaruh perlambatan per- tumbuhan ekonomi global. Ekonomi nasional pada kuartal I-2019 masih tumbuh 5,07%. “Ini karena permintaan domestik dapat menopang momentum per- Secara spasial, meningkatnya IKE terjadi di 14 kota dengan kenaikan tertinggi di Pontianak (20.1 poin) diikuti Denpasar (14,9 poin). Selain itu, indeks penghasilan saat ini meningkat 1,4 poin dari bulan sebelumnya menjadi 124,9. Meningkatnya persepsi terhadap penghasilan saat ini ditengarai terjadi seiring dengan penerimaan tunjangan hari raya (THR) dan meningkatnya kegiatan pendapatan usaha. Kenaikan indeks penghasilan konsumen itu terjadi pada hampir seluruh kategori pengeluaran re- sponden, terutama pada konsumen dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta. Dari sisi usia, kenaikan indeks terjadi pada responden berusia 21- 40 tahun.

di beberapa negara, termasuk di Amerika Serikat, sebagai bagian dari stimulus pertumbuhan ekonomi. Kendati demikian, lanjut dia, pada semester II tahun ini BI meyakini bahwa perekonomian global akan membaik dan akan berlanjut pada tahun 2020, sejalan dengan berku- rangnya eskalasi perang dagang an- tara Amerika Serikat dan Tiongkok. “Eskalasi perang dagang yang belum menemui keputusan (kese- pakatan), mendorong perlambatan (pertumbuhan) ekonomi global. Hal ini diantisipasi oleh sejumlah bank sentral di negara lain untuk menurunkan suku bunga acuan, sebagai langkah memitigasi dam- pak dari perlambatan tersebut dan menyesuaikan dengan kebijakan bank sentral AS, The Fed. Di tengah kondisi global itu, BI membuka Hasil sur vei BI juga men- gindikasikan tekanan harga dalam enam bulan mendatang (November 2019) diperkirakan meningkat. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh permintaan konsu- men terhadap barang dan jasa yang diperkirakan meningkat menjelang akhir tahun. Dalam keterangan resminya, Rabu (12/6), BI menyatakan, ber- dasarkan kategori responden, pen- ingkatan IKK Mei terjadi pada responden dengan pengeluaran Rp 2-3 juta per bulan. Dari sisi usia, pen- ingkatan IKK terjadi pada responden berusia 20-30 tahun dan 41-50 tahun. Secara spasial, IKKmeningkat di 10 kota pelaksana survei, tertinggi di Pontianak. Adapun peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) didorong kenaikan seluruh kom- ponen indeks penyusunnya, ter- utama indeks ketersediaan lapangan kerja sebesar 33 poin menjadi 98,7.

suku bunga jangka pendek pada September 2019. Hal itu merupakan antisipasi atas risiko yang ditim- bulkan oleh kemungkinan penur- unan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed, dari saat ini yang berkisar 2,25-2,50%. JPMorgan memperkirakan pe- nurunan suku bunga acuan oleh The Fed bakal terealisasi pada September dan Desember 2019, lantaran meningkatnya ketegangan dalamperdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok. Faktor lain, ancaman tarif tinggi yang dikemukakan oleh Presiden AS Donald Trump untuk produk Meksiko.

European Central Bank (ECB) telah menyatakan kesediaan me- nurunkan suku bunga dari saat ini sudah 0% dan melanjutkan dengan pembelian obligasi, jika diperlukan. Sedangkan Reserve Bank of Aus- tralia (RBA) telah memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun sebesar 25 basis poin (bps), ke rekor terendahnya 1,25%. Ini baru langkah pertama dari serangkaian stimulus untuk mendorong kembali pertumbuhan ekonomi tahunan Australia yang melambat ke level 1,8%, atau te- rendah dalam satu dekade terakhir. Deputi Guber nur Bank In- donesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, di tengah kondisi ketidakpastian global saat ini, pasar memperkirakan akan terjadi penu- runan kebijakan suku bunga acuan JAKARTA --Sur vei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan bahwa optimisme konsumen mem- baik. Hal tersebut tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2019 sebesar 128,2, sedikit meningkat dibandingkan IKK April sebesar 128,1. Optimisme konsumen yang tetap baik didorong oleh kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), terutama persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama. Di samping itu, ekspektasi konsu- men terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap cukup kuat meskipun l eb i h r end ah d i b a nd i ngk a n dengan bulan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan ekspektasi terhadap penghasilan dan kegiatan usaha pada enam bulan ke depan. Oleh Leonard Cahyoputra

MARKETS & CORPORATE

Terbitkan Sukuk Rp 1 T, Moratelindo Ekspansi PT Mora Telematika Indonesia (Mor- atelindo) merilis sukuk sebesar Rp 1 triliun

melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) sukuk ijarah I tahap I. Adapun im- balannya berkisar 9,4-10,5%.

>> 14

MACRO ECONOMICS

Bersambung ke hal 11

BPK: Meski WTP Membaik, Masih Ada Masalah yang Harus Diselesaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai, masih ada sejumlah permasala- han dalam pengelolaan keuangan negara, meskipun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemen- terian/Lembaga 2018 yang diterbitkan BPK memberikan opini wajar tanpa pengecu-

alian (WTP) kepada 86 ke- menterian/lembaga dan satu laporan bendahara umum negara (BUN).

>> 19

Bersambung ke hal 2

>> INVESTOR DAILY EDISI 2019 NO. 5208

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.CO.ID

Made with FlippingBook - Online catalogs