ID160929

KAMIS 29 SEPTEMBER 2016

423

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/foc/16

yang harus disesuaikan pasca keluarnya Undang-Undang Pen- jaminan yang baru,” jelas dia. Hingga Juli 2016, aset IKNB syariah mencapai Rp 80 triliun, naik 23,2% dibandingkanDesem- ber 2015 yang mencapai Rp 65 triliun. Asuransi syariah masih menjadi kontributor terbesar dengan pencapaian aset sebesar Rp 31,76 triliun. Industri pembiayaan syariah mencatat aset sebesar Rp 30,08 triliun, naik dibandingkan pe- riode Desember 2015 yang sebesar Rp 22 triliun. Sementara itu, sektor industri lain seperti industri modal ventura syariah mencatatkan aset sebesar Rp 1 triliun, naik dibandingkan periode Desember 2015 yang sebesar Rp 400 miliar. Di sisi lain, lembaga jasa keuangan khusus termasuk pembiayaan ekspor syariahmencatatkan aset sebesar Rp 17,19 triliun. (gtr) Namun, dia memastikan Cathay Life Insurance masih mengajukan persyaratan untuk menjadi PSP Bank Mayapada ke regulator di Indonesia (OJK). “Meski demikian, CUB belum ada rencana beroperasi pe- nuh sebagai bank operasional di Indonesia. Pasalnya, untuk ekspansi di negara ini masih terbilang hal yang tidak mudah dari sisi regulasi, sehingga kami hanya membuka kantor cabang perwakilan,” tegas Lee. (dka) Bazaar Pte Ltd 15,64%, JPMCB- Cathay Life Insurance Co Ltd 24,90%, Galasco Investments Limited 10,00%, Unity Rise Lim- ited 7,31%, dan masyarakat sebesar 15,73%. Cathay Life Insurance adalah bagian dari Cathay Financial Holding asal Taiwan. Selain memiliki asurasi jiwa, Cathay Fi- nancial Holding memiliki bank. Berkaitan dengan ekspansi investasi Cathay Life Insurance, sebelumnya C hief Executive Of- ficer (CEO) Corporate Banking Cathay United Bank (CUB) Alan Lee mengaku kurang mengeta- hui proses yang tengah dijalani sister company mereka. luarkan Rp 3 triliun. Sejalan dengan penerbitan NCD Tahap II Tahun 2016 yang sebesar Rp 615 miliar, BNI masih memiliki sisa plafon sebesar Rp 385miliar. Menurut Panji, NCD meru- pakan bagian dari instrumen nonkonvensional funding dan termasuk wholesale funding . “Saat ini porsi pendanaan pers- eroan di luar DPK (dana pihak ketiga) mencapai 10%. Ke depan, masih ada ruang bagi BNI untuk memperbesar pendanaan non- konvensional ke angka sekitar 15%,” jelas dia. Secara terpisah, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, sejauh ini perseroan belum ada rencana untuk kembali menerbitkan sertifikat deposito. Namun, dia menegaskan, Bank Mandiri akan selalu siap apabila dibutuhkan. “Kami tetap stand by soal NCD,” ujar dia. Data KSEI periode Januari- September 2015 menunjukkan, bank yang menerbitkan NCD terbesar adalah Bank Mandiri. Emiten berkode BMRI tersebut mengemisi lima seri dengan total nilai sebesar Rp 2,60 triliun. (dka)

( spin off ). Di asuransi syariah, meski kewajiban spin off terse- but memiliki tenggat waktu hingga 2024, OJK tetap men- dorong pelaku industri untuk segera melakukan spin off . “Tahun ini, ada tiga peru- sahaan asuransi syariah yang melakukan spin off , yaitu Jasindo Syariah, Reindo Syariah, dan Bu- miputera Syariah,” ungkap dia. Selain asuransi syariah, OJK mendorong sektor IKNB lain seperti modal ventura, pegadaian, pembiayaaninfrastruktur,dandana pensiununtukmembentuksyariah. Dorongan ini juga diperkuat den- gan beberapa regulasi. “Untuk dapen syariah, POJK- nya (PeraturanOJK) sudah kami selesaikan, begitu juga untuk pegadaian syariah yang aturan- nya tergabung dalam kelemba- gaan pegadaian konvensional. Kami mengeluarkan antara lain terkait penjaminan syariah Berkaitan dengan Cathay Life Insurance, secara terpisah Direktur Perizinan Perbankan OJK Sotarduga Napitupulu menjelaskan, PSP lama Bank Mayapada masih menjadi stake- holder di bank tersebut. Namun, OJK sudah mengizinkan ke- beradaan dua PSP bagi Bank Mayapada. Mengenai rencana Cathay Life Insurance untuk menjadi PSP dengan porsi saham sebe- sar 40% di Bank Mayapada, jelas Sotarduga, akan melewati dua tahap. “Yang utama adalah Cathay Life Insurance masih berupaya mewujudkan perny- ataan mereka pada awal 2015 mengenai Bank Mayapada. Ke depan, PSP lama masih ada, namun beberapa share dari pe- megang saham minoritas akan dialihkan atau dibeli Cathay Life Insurance,” papar dia. Berdasarkan laporan keuan- gan pada Juni 2016, PSP dari Bank Mayapada adalah Dato’ Sri Tahir melalui PT Maya- pada Karunia sebesar 26,42%. Kemudian, pemegang saham bukan PSP melalui pasar modal perseroan terdiri dari Brilliant deposito pada 2016. Ketiga bank tersebut adalah PT Bank May- bank Indonesia Tbk, PT Bank BNP Paribas Indonesia, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank yang menerbitkan NCD baru-baru ini adalah BNI. Pada 26 September 2016, emiten berkode BBNI tersebut mendaf- tarkan NCD dengan dua seri, yakni Seri A sebesar Rp 225 miliar dan Seri B Rp 390 mil- iar. Menurut Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, penerbi- tan NCD tersebut merupakan strategi perseroan untuk me- nambah likuiditas rupiah. “Betul sudah ada pendaftaran, itu upaya kami untuk memper- baiki LFR ( loan to funding ratio ). Arahan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) kan LFR sebesar 92%, sehingga BNI akan men- gupayakan untuk menjaga di sekitar level itu,” kata Baiquni saat ditemui di Jakarta, Selasa (27/9). Sebelumnya, Direktur Treas- ury BNI Panji Irawan menga- takan, perseroan memiliki izin atas plafon sertifikat deposito sebesar Rp 4 triliun. Sampai Juli 2016, perseroan sudah menge-

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pangsa pasar industri keuangan nonbank (IKNB) syariahmenca- pai 4,41% pada Juli 2016, menin- gkat dibandingkan Desember 2015 yang mencapai 3,91%. Direktur IKNB Syariah OJK Muchlasin menjelaskan, pangsa pasar tersebut masih jauh di bawah target yang diharapkan, yakni 5%. Sebab, sektor IKNB syariah selain asuransi syariah memiliki pangsa pasar yang jauh di bawah 5%, sehingga pangsa pasar total menjadi kecil. “Baru asuransi syariah yang memiliki pangsa pasar di atas 5%, yaitu mencapai 5,4%, yang lain masih jauh,” kataMuchlasin di Jakarta, Selasa (27/9). Untuk meningkatkan pangsa pasar IKNB syariah, OJK men- dorong para pelaku industri untuk memisahkan unit usaha syariah (UUS) dari induknya JAKARTA – JPMCB-Cathay Life Insurance Co Ltd diperkira- kan akan memproses akuisisi bank kedua pada 2017, untuk merealisasikan komitmenmere- ka kepada Otoritas Jasa Keuan- gan (OJK). Sejalan dengan ren- cana untuk menjadi pemegang saham pengendali (PSP) di PT Bank Mayapada Internasional Tbk, OJKmensyaratkan Cathay Life Insurance menambah objek akuisisi. Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tam- pubolon menyatakan, pihak Cathay Life Insurance sudah memenuhi persyaratan OJK untuk menjadi salah satu PSP di Bank Mayapada. Oleh sebab itu, calon PSP yang merupakan investor asing harus mengambil dua bank untuk kemudian diga- bung (merger). “Mereka sudah berkomit- men, kalau nanti ada bank lain yang digabung ke Bank Maya- pada. Saya rasa, realisasi untuk bank yang satu lagi kemungki- nan baru tahun depan. Sebab, kalau tahun ini waktunya sudah mepet,” ujar dia di Jakarta, Se- lasa (28/9). JAKARTA – Nominal pener- bitan sertifikat deposit ( nego- tiable cer tificate of deposits / NCD) perbankan Tanah Air naik 76,44% dari Rp 8,66 triliun pada periode Januari-September 2015, menjadi Rp 15,28 triliun pada periode Januari hingga 27 September 2016. Berdasarkan data PT Kus- todian Sentral Efek Indonesia (KSEI), selama Januari hingga 27 September 2016 terdapat 15 kali penerbitan NCD yang dilakukan sejumlah bank. Bank-bank tersebut antara lain PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, PT KEB Hana Indo- nesia, The Bank of Tokyo-Mit- subishi UFJ Limited, PT QNB Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Mizuho Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Sementara itu, hingga Sep- tember 2015 terdapat 11 kali penerbitan NCD oleh enam bank. Dibanding penerbitan NCD tahun lalu, terdapat tiga bank yang sejauh ini belum kembali menerbitkan sertifikat

Kerja Sama Adaro dan Bank Mandiri Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir (tengah) berbincang dengan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto (kedua kiri), SVP Corporate Banking Bank Mandiri Elisabeth R. T. Siahaan (kiri), Direktur Legal PT Adaro Energy Tbk M. Syah Indra Aman (kedua kanan) dan Direk- tur Keuangan PT Adaro Energy Tbk David Tendian (kanan) usai melakukan penandatangan penjaminan fasilitas Bank Garansi di Jakarta, Rabu (28/9). Fasilitas Bank Garansi ini dipergunakan oleh PT Adaro Power sebagai jaminan tender untuk proyek pembangkit listrik yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) sebagai wujud sinergi antara BUMN dengan pihak swasta dalam mendukung program pembangunan infrastruktur khususnya program 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Direk- tur PT Bank Andara Darwin Wibowo mengatakan, pihaknya masih terus memproses kenai- kan modal melalui penamba- han pemegang saham baru. Ke depan, setelah izin dari OJK ke- pada Apro Financial Co Ltd diraih dan investor asal Korea Selatan tersebut memiliki saham Bank Andara sekitar 40%, pihaknya akan memperoleh tambahan modal sebesar Rp 450 miliar. “Saya rasa cara Apro akan mengambil bank kedua. Dengan akuisisi bank ke-2 akan otomatis menjadikan kami masuk ke BUKU II. Meski demikian, kalau hal tersebut belum terjadi, kan pemegang saham dapat men- yuntik modal Bank Andara,” ungkap dia. (nti) Menur unnya permintaan kredit selain diindikasikan oleh tren pelunasan, refinancing juga ditandai oleh meningkatnya fasilitas kredit yang belum di- tarik ( undisbursed loan ). Ber- dasarkan data Statistik Perban- kan Indonesia yang dirilis oleh OJK, pada Juli 2016, fasilitas kredit yang belum ditarik na- sabah mencapai Rp 1.245,78 triliun, naik dibandingkan peri- ode sama tahun lalu sebesar Rp 1.194, 26 triliun. Tahun ini, pihaknya mem- proyeksi tambahan kredit untuk sektor infrastruktur sebesar Rp 1 triliun yang terdiri atas pen- yaluran langsung sebesar Rp 100 miliar dan tidak langsung sebesar Rp 900 miliar. “Sampai saat ini total penyaluran kredit kami sendiri mencapai sekitar Rp 19,2 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 2% dari itu merupakan kredit sindikasi,” kata Edie. Berdasarkan data statistik per- bankan Indonesia yang dipub- likasikan Otoritas Jasa Keuan- gan (OJK) periode Juli 2016, penyaluran kredit BPD pada sektor konstruksi tumbuh 5% (yoy) menjadi Rp 20,05 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit secara keseluruhan oleh BPD pada Juli 2016 tercatat tumbuh 8,93% secara year on year (yoy) menjadi Rp 344,9 trilun. (nti) David Sumual mengungkapkan, saat ini memang banyak debitor yang tidak melakukan ekspansi. Tren yang terjadi saat ini lebih banyak yang melunasi kredit lamanya daripada mengajukan kredit baru. “ Wait and see se- mua, banyak yang beresin pajak dulu mungkin karena ingin ikut tax amnesty ,” kata dia. Untuk meningkatkan per- mintaan kredit ini, menurut David, yang dibutuhkan adalah stimulus dari pemerintah dan regulator. Dari pemerintah bisa ber upa implementasi paket kebijakan, insentif pajak dan lainnya. Sementara dari regula- tor, David menilai, perbankan membutuhkan pelonggaran giro wajibminimum (GWM) un- tuk mengantisipasi pengetatan likuiditas karena uang tebusan amnesti pajak yang ditarik pemerintah.

menuntaskan proses merger, misalnya Bank Metro Express (BME) dan Centratama Na- sional Bank (CNB),” terang dia. PT Bank Metro Express (BME) dan PT Centratama Nasional Bank (CNB) telah menyelesaikan proses merger. Bank hasil merger kedua bank tersebut yang saat ini dimiliki oleh Investor Asal Korea Sela- tan, Shinhan Bank, akan meng- gunakan nama PTBank Shinhan Indonesia. Selain itu, investor asal Tiong- kok, China Construction Bank tengah memproses akuisisi dan merger PT Bank Windu Tbk dan PTBank Antardaerah (Bank Anda). Akuisisi dan merger kedua bank tersebut juga dihara- pkan rampung pada tahun ini. sekarang terbuka kesempatan memperoleh KUR dengan suku bunga yang jauh lebih rendah, tentunya akan termotivasi un- tuk pindah dengan cara melu- nasi yang lama dan mengajukan KUR,” jelas dia. Menanggapi hal ini, Direk- tur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Muhammad Irfan menjelaskan, berpindahnya debitor dari seg- men non-KUR ke segmen KUR karena bank penyalur berjumlah lebih dari satu, sehingga ada per- saingan dalam mencari debitor antarbank penyalur KUR. Hal ini membuka peluang deb- itor non-KUR suatu bank berpin- dah ke segmen KUR di bank lain yang sama-sama menjadi bank penyalur KUR. “Makanya kalau ingin memper tahankan dan menjaga debitor yang segmen non-KUR berpindah ke bank lain, maka bank asal harus bisa memberikan KUR ke debitor tersebut supaya tidak berpindah ke bank lain,” ujar dia. Presiden Direktur PT Bank Permata Tbk Roy Arfandi men- gatakan, debitor saat ini me- mang lebih menahan diri dalam mengajukan kredit baru. “Jadi debitor lebih bersikap berhati- hati dan konservatif,” ujar dia. Sementara itu, ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk tas. Pasalnya, proyek-proyek tersebut biasanya bernilai cukup besar danmembutuhkan pembi- yaan jangka panjang, sedangkan pendanaan yang dimiliki Bank Jatim, mayoritas merupakan dana-dana jangka pendek. “Biasanya kami ikut sindi- kasi sesuai dengan kemampuan kami, rata-rata kalau untuk proyek infrastruktur itu proyek Jalan Tol. Kalau nilainya pla- fonnya sendiri itu relatif, satu proyek biasanya maksimum Rp 200 miliar,” terang dia. Sementara itu, Direktur Uta- ma PT BPD Sumatera Utara (Bank Sumut) Edie Rizliyanto mengatakan, penyaluran kredit infrastruktur perseroan selama ini dilakukan secara langsung pada proyek infrastruktur mau- pun tidak langsung atau pada kontraktor atau subkontraktor.

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – Melambatnya pertumbuhan ekonomi membuat debitor bank cenderung konservatif dan berhati-hati mengajukan kredit. Debitor juga memilih melunasi kredit lama atau mengajukan kredit baru dengan suku bunga yang lebih rendah.

bank. Nanti tergantung mereka, tapi tahun ini biar Bank Andara selesai dulu, yang penting kami sudah kantongi komitmenmere- ka untuk akuisisi dua bank,” kata Nelson di Jakarta, baru-baru ini. Nelson menjelaskan, pihakn- ya mendorong bank-bank kecil yang saat ini memiliki modal inti di bawah Rp 1 triliun ataupun masuk dalam kelompok bank umumkegiatan usaha (BUKU) I untukmemperkuat permodalan- nya, danmasuk dalamkelompok BUKU II. Penguatan modal menurut dia, dapat dilakukan dengan melakukan penggabun- gan (merger), maupun dengan mencari investor baru yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan permodalan bank tersebut. “Beberapa bank sudah Menurut Irfan, penyaluran kredit infrastruktur yang dilaku- kan pihaknya pun tidak hanya terbatas pada proyek-proyek in- frastruktur di Jawa Barat, tetapi juga di sejumlah daerah lainnya. Dalamwaktu dekat ini, pihakn- ya ikut berpartisipasi dalam pen- yaluran kredit pada proyek LRT ( light rail transit ) Palembang. “Nilai dan porsinya nantilah, masih kami diskusikan,” ujar dia. Senada, Direktur Operasional PT BPD Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Suudi mengaku dalam menyalurkan kredit di sektor infrastruktur, pihaknya memang lebih banyak mengandalkan penyaluran kredit secara sindi- kasi yang dipimpin oleh bank- bank besar. Selain untuk meminimalisasi risiko, kata dia, Bank Jatim harus menjaga kondisi likuidi- di perusahaanmultinasional dan perusahaan lokal,” kata Batara di Jakarta, Rabu (28/9). Karakter debitor lain untuk mengantisipasi ketersediaan likuiditas di tengah perlambatan ekonomi, adalah dengan berpin- dah ke segmen yang menawar- kan suku bunga lebih rendah. Sementara itu, Kepala Ek- sekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengakui, ada beberapa debitor yang mel- akukan perpindahan kredit dari segmen non-Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke segmen KUR, untuk mendapatkan suku bunga yang lebih rendah. “Umumnya yang berpindah dari segmen non-KUR ke seg- men KUR adalah segmen kecil. Jadi dengan jumlah kredit yang sama, jika pada perjanjian kredit yang lama suku bunganya tinggi,

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan investor asal Korea Selatan, Apro Financial Co Ltd, telah me- nandatangani komitmen untuk mengakuisisi dua bank di tanah air. Apro tengah melakukan proses uji tuntas ( due diligence ) akuisisi kedua bank tersebut. Kepala Eksekutif Bidang Pen- gawasan Perbankan OJKNelson Tampubolon mengatakan, Apro kemungkinan akan terlebih dahulu menyelesaikan proses akuisisi PT Bank Andara tahun ini. Meski demikian, OJK telah mengantongi komitmen Apro untuk mengakuisisi dua bank dan menggabungkan kedua bank tersebut. “Mereka (Apro) sedang laku- kan due diligence untuk dua Chief Executive Of ficer Citi Indonesia Batara Sianturi men- jelaskan, pertumbuhan kredit di industri perbankan bergerak melambat di bawah 10%. Sebab, debitor terutama di segmen korporasi banyak wait and see , sehingga cenderung menahan diri untuk mengajukan kredit. Tren yang terjadi saat ini, debitor cenderung melakukan refinancing ataumenegosiasikan kredit yang lama dan mengaju- kan kredit baru untuk menda- patkan suku bunga yang lebih rendah. Sebab, debitor tersebut tidakmemiliki fresh money untuk mengajukan kredit baru. “Jadi, yang banyak terjadi di kami adalah refinancing dengan cara menegosiasi kredit yang lama yang berbunga tinggi, den- gan kredit baru yang bunganya lebih rendah dan tenor yang lebih panjang. Ini banyak terjadi JAKARTA – Bank pembangu- nan daerah (BPD) tidak ingin tertinggal untuk ikut serta dalam menyalurkan pembiayaan pada sektor-sektor dibidang infrastruk- tur. Untuk meminimalkan risiko, BPD memilih ikut menyalurkan kredit sindikasi yang dipimpin oleh bank-bank besar. Direktur Utama PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Ahmad Irfanmengatakan, pihaknya saat ini cukup aktif menyalurkan kredit di sektor infrastruktur. Dalam penyalu- ran kredit infrastruktur, Irfan mengaku lebih banyak ikut serta menyalurkan kredit sindikasi. “Penyaluran kredit infrastruk- tur kami sudah tumbuh di kisa- ran 50%. Kebanyakan memang kami ikut dalamkredit sindikasi, numpang risiko,” kata Irfan di Jakarta, baru-baru ini.

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye/16

Rupiah Menguat Pekerja bank menghitung uang transaksi di Jakarta, kemarin. Pada perdagangan Rabu (28/9), dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS sore ini bergerak di Rp 12.949 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 12.950.

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online