ID160929

kamis 29 september 2016

24

Investor Daily/David Gita Roza

keterlibatan perseroan dalam sindikasi perbankan tahun 2015 untuk pembiay- aan proyek pengembangan kereta commuter Jabodetabek, dan kereta Bandara Soekarno-Hatta. Dalam sindikasi tersebut, Bank Mandiri berkontribusi sebesar Rp 1,27 triliun. Terkait pembiayaan ke sektor trans- por tasi, Royke juga mengatakan, hingga saat ini perseroan telah mem- berikan komitmen pembiayaan se- besar Rp 36,4 triliun. Di samping kereta api, pembiayaan tersebut dia- lokasikan untuk pembangunan bandar udara dan pelabuhan. Pada kesempatan tersebut, Bank Mandiri melalui perusahaan anak PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) menyiapkan lay- anan asuransi kesehatan Managed Care dengan fitur koordinasi manfaat ( coordination of benefits /COB) bagi pegawai KAI beserta keluarga. Pola layanan kesehatan ini memun- gkinkan KAI untuk dapat memberikan manfaat kesehatan dengan biaya yang terkendali, karena dapat meman- faatkan skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan, untuk menanggung seba- gian klaim yang timbul. (th) transaksi, peningkatan kontrol. Selain itu, ketepatan, kecepatan rekonsiliasi dan pelaporan. “Denganmenggunakan kartu kredit berbasis virtual ini, nasabah korporasi memperoleh berbagai kemudahan dan keamanan dalam pengelolaan transaksi serta dapat meminimalisir resiko, antara lain melalui rekonsiliasi dan pelaporan yang mudah, cepat dan menggunakan format yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan audit korporasi,” ujar dia. Vincent memaparkan, produk ini bisa melengkapi dan memaksimalkan program kartu komersial yang telah ada atau dapat digunakan sebagai solusi mandiri dalam aktivitas tran- saksi perusahaan. Citi VCA memun- gkinkan nasabah korporasi untuk membuat 16-digit nomor akun unik tanpa kartu fisik. Kontrol yang kuat terhadap setiap transaksi dapat diatur sesuai arahan nasabah korporasi, sehingga terhindar dari resiko penya- lahgunaan dan penipuan. VCA juga menyediakan kemampuan untuk meningkatkan data transaksi pada setiap nomor kartu virtual, terutama bila digunakan pada pengaturan yang melibatkan volume besar seperti per- jalanan bisnis, business to business (b to b) atau e-Procurement. “Mengandalkan konektivitas ber- skala global, kartu virtual ini tersedia untuk transaksi pembayaran dalam 30 jenis mata uang. Selain itu, VCA dapat digunakan di 35 juta merchants dan di lebih dari 2 juta ATM di 140 negara. Timkami pun siapmembantu nasabah dengan fasilitas layanan konsumen 24 jam, di mana pun mereka berada dan di negara manapun transaksi dilak- ukan,” ujar dia. (gtr)

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan kredit modal kerja (KMK) senilai Rp 1 triliun untuk membantu pembiayaan operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Penandatanganan perjanjian kredit bertenor 12 bulan tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo dan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar, serta disaksikan Dirut KAI Edi Sukmoro di Bandung, Rabu (28/9). Menurut Royke, dukungan pem- biayaan tersebut mer upakan ba- gian dari sinergi strategis BUMN dalam membangun Indonesia yang mandiri dan sejahtera. “Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung KAI memenuhi mandat pemerintah dalam penguatan konektivitas wilayah melalui jalur kereta api, serta dalam penyediaan layanan terbaik kepada masyarakat pengguna kereta api,” terang Royke Tumilaar dalam siaran pers yang diterima Investor Daily , Rabu (28/9). Royke menambahkan, komitmen Bank Mandiri dalam mendukung KAI juga telah direalisasikan melalui JAKARTA – Citi Indonesia melun- curkan kartu kredit berbasis virtual, yaitu Citi Virtual Card Account (VCA) untuk nasabah korporasi di Indonesia. Melalui produk ini, perusahaan men- argetkan transaksi sebesar Rp 400-500 miliar dalam satu tahun mendatang. Chief Executive Officer Citi Indone- sia Batara Sianturi menjelaskan, inovasi teknologi untuk kartu kredit ini merupakan hal baru di Indone- sia. Namun di dunia, Citi Indonesia merupakan negara ke-45 dan negara ke-10 di Asia yang meluncurkan Citi VCA. ”Sebagai institusi keuangan ber- skala global, fokus utama kami adalah menyediakan inovasi layanan perb- ankan yang dapat menjawab kebu- tuhan nasabah korporasi di era digital saat ini. Peluncuran Citi Virtual Card Accounts semakin mengukuhkan posisi Citi Indonesia sebagai penyedia solusi pembayaran terdepan di seg- men business-to-busines,” ujar Batara dalam acara peluncuran Citi VCA di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta, Rabu (28/9). Melalui Citi VCA ini, Batara optim- istis dapat diterima baik oleh nasabah korporasi. Pasalnya, nasabah bisa memanfaatkan produk ini di lebih dari 40 negara termasuk Amerika Serikat, Kanada, UEA, dan Singapura. “Kami optimistis Citi Virtual Card Accounts dapat memberikan nilai tambah dalam proses operasional, dan pertumbuhan bisnis nasabah korporasi kami,” jelas dia. Sementara itu, Head of Citi Treasury and Trade Solutions Indonesia Vincent Soegianto menjelaskan, keunggulan Citi VCA adalah fleksibilitas penggun- aan, kemudahan dan keamanan ber-

Kerjasama Pemberian Kredit Pensiunan TNI-Polri Direktur Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo (dua dari kiri) berjabat tangan dengan Ketua YKPP Harry Yuwono (tengah) disaksikan oleh (ki-ka): Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Dan Perumahan (YKPP) Mulhim Asyrof, Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transasional Perbankan BNI Adi Sulistyowati dan Bendahara YKPP Joeliarso (kanan) saat penandatangan kerjasama di Jakarta, Rabu (28/9). BNI dan YKPP bekerjasama dalam Pembayaran Angsuran Keedit Perumahan Rakyat Sejahtera, pemberian pinjaman uang muka, dan bantuan uang muka untuk para peserta ASABRI dan pensiunan Kementerian Pertahanan serta TNI dan Polri.

atas 12% (yoy) tahun 2017. Salah satu sektor pembiayaan yang mendukung adalah pembangunan infrastruktur. “Kalau 12% (yoy), saya rasa kami masih sanggup capai. Pada akhir 2016 total kredit BNI akan tumbuh 15-16% (yoy),” papar dia. Berkaitan dengan target kredit, Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso mengatakan, tahun depan perseroan kemungkinan akanmemas- ang target pertumbuhan kredit sesuai pertumbuhan kredit industri. Direktur Keuangan dan Treas- ur y PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pahala Mansur y sebelumnya juga menyatakan, perseroan masih dalam tahap perencanaan RBB 2017. Namun, melihat kondisi ekonomi yang diperkirakan membaik, pertumbuhan kredit Bank Mandiri kemungkinan kisaran 12-14% (yoy). Mengenai prospek pertumbuhan kredit tahun 2017, Bank Indonesia (BI) juga optimistis penyaluran lending mencapai double digit . Untuk kisaran proyeksi, BI memprediksi kredit tumbuh 11-12% (yoy). “Pada Agustus lalu, pertumbuhan kredit perbankan di level 6% (yoy) atau melambat dibanding persentase Juli yang men- capai 7,74%, (yoy),” ungkap Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto. “Saya dengar sepintas beberapa peserta tax amnesty itu menempatkan porsinya lebih besar ke nonbank, kar- ena mereka punya usaha di sektor riil danmemang bisa memasukkannya ke modal perusahaannya, jadi memang kemungkinan hanya sebagian kecil atau sepertiga yang masuk ke perb- ankan,” terang dia. Sementara itu, berdasarkan data PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga akhir minggu lalu telah menerima uang tebusan sebanyak 32.736 tran- saksi senilai Rp 6,64 triliun. Setoran dana repatriasi yang masuk sebanyak 155 transaksi senilai Rp 731 miliar. Di sisi lain, tiga bank yang dimiliki oleh bank asal Singapura justru men- catatkan peningkatan dana repatriasi dan tebusan signifikan sepanjang pekan lalu. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad sebelumnya menjelaskan, sepanjang pekan lalu peningkatan data tebusan yang masuk melalui bank-bank afiliasi Singapura di Tanah Air mencapai Rp 2 triliun, sedangkan dana repatriasi yang masuk Rp 1,5 triliun. “Antusiasme masyarakat In- donesia yang menjadi nasabah bank asal Singapura tetap tinggi,” terang Muliaman. (nti)

untuk nasabah korporasi, kini dapat ditawarkan bank kepada nasabah in- dividu. Oleh sebab itu, layanan trustee dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang dapat dipilih pemilik dana repatriasi, di samping beberapa produk perbankan yang lain. Sementara itu, mengenai prospek bisnis ke depan, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah (Bank Jateng) Supriy- atno optimistis dengan penyaluran kredit pada 2017, baik dari segmen konsumtif ataupun produktif. Saat ini, kredit konsumtif perseroan tumbuh sekitar 19% dan produktif 33%. “Pasar dalam negeri kita masih luar biasa, sehingga kami yakin kondisi akan bagus tahun depan,” jelas dia. Senada, Direktur Kepatuhan PT Bank Mayapada Internasional Tbk Rudy Mulyono juga menyakini tren pertumbuhan yang baik ke depan. Dia mengaku, perseroan masih dalam tahap mengkaji besaran target penyaluran kredit maupun rencana bisnis bank (RBB) tahun 2017. “Bias- anya kan RBB baru di- submit ke OJK pada November,” ujar dia. Direktur Utama PT Bank Negara In- donesia (Persero) Tbk (BNI) Achmad Baiquni baru-baru ini menjelaskan, BNI masih optimistis kredit tumbuh di iar. “Dana repatriasi di BNI masih kecil dan di bawah Rp 500 miliar, sedangkan dana tebusan sudah meningkat dan di atas Rp 3 triliun,” kata Baiquni. Dana repatriasi yang masuk melalui BNI, menurut Baiquni, mayoritas ditempatkan pada produk perbankan dalam bentuk deposito dan tabungan. Dia pun berharap dana repatriasi yang masuk pada kuartal keempat tahun ini akan lebih besar. “Kami tidak ada rencana untuk menerbitkan obligasi, MTN, atauNCD lagi hingga akhir tahun ini. Kami akan lihat lagi dana repatriasi yang masuk, kalau cukup besar pada kuartal empat, maka kemungkinan kami tidakmasuk ke pasar,” ungkap dia. Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Har u Koesmahargyo mengungkapkan, saat ini dana repat- riasi pengampunan pajak yang masuk melalui BRI mencapai Rp 1 triliun, sedangkan uang tebusan pengam- punan pajak sekitar Rp 800 miliar. Menurut Haru, mayoritas dana te- busanmasih ditempatkan pada produk perbankan baik deposito maupun giro. Namun, Haru memperkirakan, ke depan, penempatan dana repatrasi diperkirakan lebih banyak dilakukan pada perusahaan keuangan nonbank.

Oleh Devie Kania

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kredit perbankan Tanah Air berpeluang tumbuh 12-14% pada 2017. Dua sektor yang menjadi motor penggerak pertumbuhan permintaan kredit tahun depan adalah infrastruktur dan konsumsi.

jelas dia di Jakarta, Selasa (28/9). Terkait pertumbuhan kredit perb- ankan saat ini, menurut Nelson, ban- yak ditopang oleh penarikan kredit berdenominasi rupiah yang naik sekitar 11%. Sementara itu, permintaan ( demand ) untuk kredit valuta asing (valas) justru minus. “OJK berupaya memberikan kemudahan melalui produk untuk para pemilik dana am- nesti pajak agar dapat menempatkan dana mereka di Indonesia selama tiga tahun. Intinya, dengan banyak aliran dana yang masuk ke perbankan berarti mesin pertumbuhan akan se- makin besar,” tegas dia. Belum lama ini, OJK merelaksasi ketentuan terkait layanan trustee . Layanan yang sebelumnya hanya

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan, pertumbuhan kredit pada 2017 akan banyak didukung oleh pembangunan infrastruktur. Tren konsumsi masyarakat juga diperkirakan kembali menguat dibanding saat ini. Dia juga menilai, aliran dana amnesti pajak yang mulai banyak mengalir ke perbankan men- jadi indikator penting untuk potensi perkembangan ekspansi ke depan, yakni dari sisi pendanaan. “Menjelang akhir September ini, sudah terlihat banyak aliran dana amnesti pajak yang masuk. Namun, kami mengakui, pertumbuhan kredit perbankan kita September ini flat atau sama dengan kondisi Agustus lalu,”

ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/foc/16.

JAKARTA – Penempatan dana repatriasi pengampunan pajak di bank BUMN masih minim, karena mayoritas penempatan dana repatriasi pengampunan pajak disinyalir lebih banyak ditempatkan di bank-bank swasta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengakui penempatan dana repatriasi di bank- bank BUMN hingga kini tercatat be- lum tinggi. “Dana repatriasi memang kebanyakan ditempatkan di bank-bank swasta, karena pemilik dana-dana besar itu lebih banyak menempatkan dana di bank swasta. Kalau di bank BUMN memang tidak terlalu besar,” kata Rini di Jakarta, Rabu (28/9). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuan- gan hingga Rabu (28/9), dana te- busan yang masuk melalui bank BUMN tercatat sebesar Rp 81,1 tri- liun, sedangkan dana repatriasi yang masuk mencapai Rp 128 triliun. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Achmad Baiquni mengatakan, hingga saat ini dana tebusan pengam- punan pajak yang telah dibayarkan melalui BNI sekitar Rp 3 triliun. Namun, dana repatriasi yang masuk melalui BNImasih di bawahRp 500mil-

Santunan Untuk Pelatih PON Head of Claim BNI Life Santy Dahlan (kanan) disaksikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kedua kiri) dan Gubernur Papua Lukas Enembe (kedua kanan) menyerahkan santunan duka cita Ketua Umum KONI DIY GBPH Prabukusumo (kiri) yang mewakili almarhum pelatih cabang olahraga menembak kontingen Yogyakarta, Sebastian Laksawana (73) yang meninggal akibat serangan jantung di Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/9). Santunan sebesar Rp50 juta tersebut sebagai wujud tanggung jawab proteksi asuransi serta merupakan program perlindungan Jiwa Optima Grup Life yang diberikan oleh BNI Life kepada atlet dan official pendukung selama penyelenggaraan even PON XIX dan Peparnas XV Jabar 2016 berupa perlindungan keuangan terhadap resiko yang mungkin terjadi dalam masa pertanggungan asuransi.

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online