SP171020

Suara Pembaruan

Utama

2

Jumat, 20 Oktober 2017

Lanjutkan Program Prorakyat di Jakarta

DPR Setujui Perppu Ormas?

[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan bersama wakilnya, Sandiaga Uno, diharapkan melanjutkan program pem- bangunan prorakyat yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya. Ada sejumlah program yang telah dirasa- kan manfaatnya oleh warga Jakarta, seperti keberadaan Pasukan Pelangi, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RP- TRA), aplikasi Qlue  untuk pengaduan masyarakat, e-budgeting , hingga meli- batkan tenaga swasta untuk mengelola BUMD. Keberadaan Pasukan Oranye, misalnya, mampu membersihkan gorong-go- rong, sehingga titik banjir di Jakarta terus berkurang. Dengan program aksi yang langsung menyentuh ke- hidupan rakyat di seluruh pelosok kota, Jakarta tidak hanya bisa dikerek menjadi kota metropolitan modern, melainkan juga kota yang nyaman, manusiawi, dan memberikan kesejahteraan kepada setiap warganya, termasuk rakyat kecil. GubernurAniesBaswedan mengatakan, program-pro- gramyang baik danmembawa manfaat banyakbagiwarga Ja- karta, yang telah diinisiasi dua gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, sebisa mungkin akan diteruskan dan disempurnakan. “Program yang baik akan kami lanjutkan, yang kurang baik akan disempurnakan,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (20/10). Salah satu hal yang akan di- lanjutkannya adalah kegiatan menerima pengaduan warga Jakarta. Meski tidak harus di Balai Kota, pengaduan bisa dilakukan di tempat-tempat yang dekat dengan warga. “Tentu. Kami tetap me- nerima pengaduan warga dan juga akan mengaktifkan seluruh aparatur. Kantor-kan- Pengelola RPTRA Cipi- nang Besar Utara, Sumarmi- ati menyebutkan, peran dari Pasukan Pink sangat penting, karena sebagai pembina keru- kunan di tengah masyarakat. “Tugas kami memang tidak mudah, tetapi kami puas mengerjakan peran kami di RPTRA.Masyarakat jadi lebih memiliki kepedulian dengan yang lain,” ujarnya. Beberapa tugas yang dimiliki Pasukan Pink, di antaranya pemberdayaan masyarakat, laboratorium masyarakat dan anak anak, tempat perlindungan anak dan keluarga, serta tempat edukasi

tornya bisa menerima proses pengadan warga, sehingga warga tidak selalu harus datang di kantor gubernur,” ujarnya. Dikatakan, untuk saat ini, dirinya bersama Wagub Sandiaga Uno lebih fokus pada pengenalan dengan program-program yang telah dijalankan selama ini oleh para SKPD, UKPD, dan BUMD DKI Jakarta. Setelah itu, pihak- nyabaruakanmelihat program apa yang perlu dilanjutkan dan perlu disempurnakan. Terima Kasih Wagub Sandiaga mengu- capkan terima kasih kepada pemerintahan sebelumnya, yang telah membangun Ja- karta dengan baik. Sandiaga menegaskan, dia bersama Anies akan berjuang keras membangun Jakarta menjadi lebih baik. Pengamat perkotaan Jehansyah Siregar menga- takan, banyak program dari Gubernur DKI Jakarta terdahulu, Ahok dan Djarot, yang bisa dilanjutkan oleh Anies- Sandi. “Misalnya, pembangunan rumah susun sewa (rusunawa). Anies bisa menambah lagi rusunawa yang lebih tertata dengan membangun hingga 100.000 unit untuk warga kelas ba- wah. Selain itu, MRT dan Bus Transjakarta juga harus ditingkatkan dan dilanjutkan. Busway harus terintegrasi dengan moda transportasi lainnya,” kata Jehan kepada SP di Jakarta, Jumat (20/10). Jehan melanjutkan, pro- gram lain seperti KJS danKJP tentu berdampak baik bagi warga Jakarta. “Program ini juga harus dilanjutkan, tentu dengan pengawasan yang lebih intensif dari Pemprov DKI supaya tepat sasaran,” ujarnya. Menurutnya, ada perbe- daan gaya kepemimpinan antaraAhok danAnies. “Jelas ada perbedaan. Jadi, kalau warga membanding-ban- dingkan, itu adalah hal yang anak. “Kalau di RPTRAkami ini, yang paling diminati oleh masyarakat, terutama anak muda adalah keberadaan lapangan futsal. Anak-anak sampai antre, terutama pada sore hingga malam hari,” ujarnya. Kesejahteraan Sumarmiati berharap, Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan dapat meningkatkan taraf kesejah- teraan Pasukan Pink. Harapan yang sama disampaikan anggota Pasukan Pink di RPTRA Cililitan Baru, Ety Yuliati.

wajar. Namun, yang paling penting adalah bagaimana program-program Pemprov DKI bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan keinginan warga Jakarta,” ujarnya. Menurutnya, ada bebe- rapa program Anies-Sandi yang masih perlu dijelaskan secara lengkap kepada warga. Program-program itu, antara lain rumah dengan DP Rp 0 dan program OK OC. Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna menambahkan, kedua pemimpin baik guber- nur terdahulu maupun yang sekarang memiliki keung- gulan dan Kelemahan ma- sing-masing. “Ahok-Djarot

berorientasi pada pendekatan structural. Peran pemerintah sangat dominan. Mereka cerdas dalam mengubah organisasi, mencapai target, merekrut pegawai yang tepat, memberikan sanksi dan penghargaan kepada pegawai. Mereka bertumpu pada hasil yang langsung terlihat,” ujarnya. Sementara, Anies-Sandi lebih menggunakan pen- dekatan cultural dengan mengajak masyarakat terlibat dan membentuk kesadaran bersama masyarakat untuk membangun Jakarta. “Pen- dekatan Anies ini mungkin akan membawa hasil yang lebih lama,” kata Yayat. [LEN/161]

S aat ini DPR membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). DPR tengah meminta pandangan dari sejumlah kalangan, termasuk pakar-pakar, untuk mengambil sikap atas Perppu Ormas itu. Perppu Ormas diterbitkan pemerintah untuk menertibkan ormas yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintah mem- bantah bahwa Perppu Ormas merupakan bentuk arogansi pemerintah, seperti di era Orde Baru. Menurut sumber SP di DPR, hanya dua fraksi di DPR yang akan menolak Perppu Ormas untuk disahkan menjadi undang-undang (UU). “Dua fraksi itu memang sejak awal sejalan dengan or- mas- ormas yang selama ini menginginkan agar Indonesia menjadi negara khilafah. Tetapi, sebagian besar fraksi sepakat untuk mengesahkan Perppu tersebut menjadi UU,” kata sumber itu. Sumber yang juga merupakan politisi di Sena- yan itu menegaskan, sebagian besar fraksi sepakat bahwa Perppu Ormas adalah bentuk kehadiran negara agar Indonesia tetap ada serta melindungi segenap warga negara Indonesia. “Mereka yang ingin meniadakan Pancasila digolongkan sebagai hama negara. Obat hama itu adalah Perppu Ormas. DPR pun sepakat,” kata sumber itu. [E-8]

Pasukan Pink Pelindung Keluarga

[JAKARTA] Pasukan Pink atau pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RP- TRA) merupakan salah satu petugas yang ditugaskan untuk peduli danmenjadi pelindung terdekat di satuan lingkungan terkecil, yakni keluarga. Saat pagi hari, RPTRA menjadi tempat favorit bagi warga, khususnya manula maupun orangtua yangmemi- liki anak balita untuk sekadar berolahraga lari pagi maupun menikmati sinar matahari di pagi hari. Teguh (50), pengelola RPTRARadar Pembangunan, Rawabadak, Jakarta Utara,

mengatakan, Pasukan Pink sudah bekerja optimal sejak dua pekan terakhir setelah ditetapkan sebagai satuan di RPTRA. “DiRPTRAkami ada enampetugas. Mereka memi- liki peranpalingpentingdalam mengenal dan menolong keluarga di lingkungannya dari masalah sosial maupun keluarga,” ujar Teguh kepada SP , Jumat (20/10). Ia menyebutkan saat ini Pasukan Pink fokus mela- kukan penyuluhan kepada ibu-ibu rumah tangga, balita, danmanula untukmemastikan peran dari keluarga harmonis terwujud.

Keberadaan RPTRA dengan Pasukan Pink sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Pardosi (70) warga RT05/RW10 Kelurahan Ra- wabadak Utara mengatakan, keberadaan RPTRA dan Pa- sukan Pink sangat membantu masyarakat sekitar untuk me- miliki hidup yang lebih sehat dan jauh dari stress. Warga bisa melepaskan kepenatan sesaat seusai bekerja. “Cucu saya tidak lagi bermain di pinggir jalan yang sangat berbahaya, karena banyak kendaraan lewat. Selain itu, anak dan menantu saya yang bekerja bisamenikmati waktu

bersama keluarga di RPTRA, terutama bersama anaknya setelah pulang kerja,” kata Pardosi. Sementara, Claudio Nai- baho (23), warga Teluk Gong yang biasa mengunjungi RPTRA Kalijodo melihat keberadaan Pasukan Pink sebaiknya dibuat berdasarkan jenjang usia. “Kalau pasukan pink yang sudah berusia ibu rumah tangga, mungkin cocok untukmembimbing anak-anak kecil danmanula.Tetapi, untuk remaja usia produktif, seperti kami, mungkin bisa mencari petugas yang usianya masih sama,” kata Claudio. [C-7]

Made with FlippingBook Learn more on our blog