SP170721

Suara Pembaruan

28

Jumat, 21 Juli 2017

Satgas PanganMabes Polri Gerebek Gudang Beras Subsidi Diganti Kemasan, Negara Rugi Rp 15 T

[BEKASI] Gudang pe- nyimpangan beras PT Indo Beras Unggul (IBU) digere- bek Satuan Tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri, bersa- ma dengan Kementerian Pertanian dan Komisi Pe ngawa s Pe r s a i ng a n Usaha (KPPU), Kamis (20/7) malam. Satgas Pangan menga- mankan beras sebanyak 1.161 ton yang disimpan di gudang tersebut. Beras jenis IR 64 yang disubsidi peme- rintah diganti kemasannya dan dijadikan beras premi- um, pelaku menjual dengan harga tiga kali lipat di pa- saran. Gudang beras yang ber- lokasi di Jalan Raya Rengas B a n d u n g K M 6 0 , K e c ama t a n K e d u n g - wa r i n g i n , Ka b u p a t e n Bekasi ini melakukan prak-

gram. Dijadikan beras pre- mium dengan harga jual ti- ga kali lipat lebih mahal menjadi Rp 20.000 per kilo- gram. Ada selisih keun- tungan Rp 14.000," ujar Andi Amran. Menurutnya, dengan se- lisih harga jual tersebut membuat pelaku untung be- sar. Konsumen dirugikan dan petani beras tak menda- pat apa-apa. Tito Karnavian menam- bahkan, petani di Indonesia berjumlah 56 juta lebih, ha- nya mendapat keuntungan Rp 1,3 juta tiap satu periode tanam padi. Sedangkan, pe- dagang yang terlibat dalam distribusi beras berjumlah 400.000 orang memperoleh keuntungan Rp 286 triliun. Beberapa merek beras yang dipalsukan adalah Bunga Ramos Setra, Cap

Ayam Jago, Maknyus, Pandan Wangi. Di gudang PT IBU yang seluas 2 hek- tare itu terdapat 100 ton be- ras siap jual, dengan kemas- an yang telah diganti. "Yang menderita konsu- men, karena ini bahan po- kok. Beda Rp 1.000 saja per kilogram, membuat konsu- men susah. Ini tanggung ja- wab pemerintah untuk menstabilkan harga," ujar Tito. Dia menegaskan, mem- beri peringatan kepada pe- laku-pelaku lain dengan modus yang sama seperti ini. Pihaknya akan menya- sar mereka yang berlaku curang seperti ini. Sebanyak 15 karyawan gudang telah diperiksa dan pemiliknya masih dilaku- kan pengejaran polisi. [160/G-5]

ISTIMEWA Menteri Pertanian Amram Sulaiman (kedua kanan) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan beras hasil penggerebekan di gudang penyimpangan beras PT IBUdi Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/7) malam.

tik curang penjualan beras. Penggerebekan dipim- pin Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua

Satgas Pangan Irjen Pol Setyo Wasisto. M e n t a n A m r a m Sulaiman mengatakan, prak- tik curang ini menyebabkan kerugian negara diperkira-

kan mencapai Rp 15 triliun. Dan disebut-sebut sebagai temuan yang terbesar. "Beras jenis IR 64 yang disubsidi pemerintah harga Rp 6.000-7.000 per kilo-

Made with FlippingBook - Online catalogs