SP170610

Utama

Suara Pembaruan

2

Sabtu-Minggu, 10-11 Juni 2017

DPR Cari Simpati Publik?

D PR secara resmi telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pimpinan dan ang- gota Pansus Hak Angket pun sudah terbentuk. Sebanyak 7 fraksi di DPR telah mengi- rimkan anggota untuk mela- kukan penyelidikan terhadap kinerja KPK selama ini. Setelah Pansus terbentuk, berbagai tudingan dan serangan dilancarkan sejum-

lah lembaga swadaya masyarakat (LSM) ke DPR. Namun, para wakil rakyat bergeming. Pansus Hak Angket tetap bekerja menyelidiki Sumber SP di Jakarta, Jumat (9/6) meng- ungkapkan, DPR terus beru- saha mencari dukungan pub- lik terkait pembentukan Pansus Hak Angket KPK. kinerja lemba- ga antirasuah itu.

Bahkan, sumber yang juga politisi itu mengklaim kalau DPR terus mendapatkan dukungan masyarakat luas. “DPR kini tengah mencari dukungan publik. Berbagai upaya tengah dilaku- kan agar publik mendu- kung pembentukan Pansus Hak Angket. Salah satu cara adalah dengan menggelar rapat Pansus yang terbuka, sehingga publik bisa menge- tahui apa yang sedang terja-

di di KPK,” ujarnya. Dikatakan, para pendu- kung Hak Angket di DPR merasa bahwa selama ini KPK telah digunakan pihak tertentu untuk menyerang lawan politiknya. KPK dianggap terkesan menca- ri-cari kasus, sementara masih banyak kasus besar yang belum diselesaikan. “Jadi, publik harus diberi pemahaman bahwa KPK harus dikontrol dan diawasi juga,” ujarnya. [H-14/O-1]

MomentumKebangkitan Indonesia Inasgoc Optimistis Asian Games 2018 Sukses

[JAKARTA] Pemerintah berharap besar pesta olahraga terbesar di Asia yang dise- lenggarakan di Indonesia yakni Jakarta-Palembang berjalan sukses karena penyelengga- raan Asian Games ke-18 ini menjadi pertaruhan nama baik bangsa di mata dunia sekali- gus momentum kebangkitan Indonesia. Panitia Pelaksana Asian Games (Indonesia Asian GamesOrganizingCommittee/ Inasgoc) pun optimistis akan kesuksesan penyelenggaraan kendati masih ada beberapa kendala dalam persiapan. As i an Games pada 18 Agustus - 2 September 2018 mendatang diharapkan bakal menjadi momentum kebangkitan bangsa. Tiongkok danKorsel sebagai tuan rumah Olimpiade Beijing 2008 dan Asian Games Incheon 2014 membuktikan mampu men- jadikan pesta olahraga inter- nasional bukan sekadar kesempatan memajukan prestasi olahraga melainkan juga membangkitkan pereko- nomian. Keseriusan pemerintah tertuang dalam Keppres 15/2017 di mana Presiden Jokowi menunjuk Wapres Jusuf Kalla sebagai Ketua DewanPengarahAsianGames 2018 dan Menko PMK, Puan Keberadaan JK dan Puan diharapkan bisa membuat pelaksanaan Asian Games berada pada jalur yang tepat sekaligus mengarahkan Inasgoc agar tetap on the track . Inasgoc yang diketuai Erick Thohir dan wakil ketua, Sjafrie Sjamsoeddin, bertugas merencanakan, menyiapkan danmenyelenggarakan Asian Games 2018. Kementerian terkait ikut serta mempersi- apkan sesuai bidang tugas seperti Kempora dan Satlak Prima menyiapkan prestasi olahraga, dan Kempupera mempersiapkan pembangun- an infrastruktur. Menurut Sekjen Inasgoc, Eris Herryanto, ukuran suk-

ses Asian Games bagi Indonesia secara umum adalah prestasi olahraga, penyelenggaraan, promosi atau penyebarluasan informa- si berita, serta sukses mem- bangun infrastruktur. Sukses penyelenggaraan meliputi pesta pembukaan, selama pertandingan, hingga pesta penutupan bakal menjadi perhatian seluruh dunia uta- manyaAsia. Penyebarluasan informasi selama lebih dari sebulanpenyelenggaraanbakal menarik perhatian wisatawan maupun investor. Itu semua terjadi bila penyelenggaraan berjalan sesuai rencana. “Bagi kami sebagai peye- lenggara, ukurannya adalah acara berjalan lancar, aman dan semua event terlaksana dengan tepat waktu. Untuk opening dan closing seremo- ni dan broadcasting event secara luas memang itu menjadi wilayah kami sebagai pelaksana,” terang Eris. Menurut Ketua Inasgoc yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Asian Games sebagai pesta olahraga ter- besar se-Asia menjadi pro- mosi dan publikasi bagi Indonesia ke mata dunia. “Untuk itu jangan sampai ada yang menyelinap ke event ini dan mencoreng nama bangsa. Ingat 44 negara peserta akan datang ke Indonesia. Perhatian dunia akan tertuju pada kita,” katanya awal Juni lalu. Pada Asian Games kali ini akan dipertandingkan 39 cabang olahraga (cabor) dengan 431 event dan sekitar 10.000 atlet. Menurutnya, olahraga seharusnya menjadi ujung tombak pemersatu bangsa. Karena itu, jangan sampai Indonesia gagal menjadi tuan rumahAsian Games. Dengan segala keterbatasan yang ada selama persiapan, Erick tetap memiliki optimisme bahwa Asian Games kedua bagi di Indonesia sebagai tuan rumah, setelah 1962, bisa berjalan baik.

BeritaSatu Photo/Danung Arifin Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) didampingi Menko PMK Puan Maharani (kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keem- pat kiri), Mensesneg Pratikno (ketiga kiri) dan Ketua Ketua Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc) Erick Thohir (ke- dua kiri) meninjau proses renovasi Stadion Renang, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (26/3). Wapres Jusuf Kalla meninjau langsung proses renovasi "venue" yang ditargetkan selesai pada Oktober 2017 untuk Asian Games 2018.

’’Saya optimistis dengan segala kekurangan yang ada, Asian Games 2018 bisa berjalan baik. Saya yakinkan juga komitmen daripada kepengurusan Inasgoc, komit- men pemerintah sekarang sangat tinggi. Mudah- mudahan nanti kita lihat dengan waktu yang sangat mepet ini bisa terjadi atau tidak, saya yakin bisa terjadi,’’ tegasnya. Meski dihadang bebera- pa masalah, Inasgoc yakin Asian Games 2018 bakal berjalan sukses. Persiapan jelang ajangmultievent paling prestisius di kawasan Asia itu pun terus dikebut. Panitia lokal kian gencar menyele- saikan tugasnya. Asian Games adalah sebuah event besar yang belum tentu Indonesia bisa meraih kesempatan lagi. Sjafrie sebagai Wakil Ketua Inasgoc juga menyebut Asian Games sebagai ajang pertaruhan bangsa. Hasil

penyelenggaraanAsianGames tentu akan menjadi tolak ukur penilaian Indonesia di kancah internasional. "Ini momentum untuk menunjukkan, sebetulnya alat pemersatu adalah olahraga. Mudah-mudahan kita semua bisa turut serta menyukseskan Asian Games nanti,” jelas Sjafrie. Tolok Ukur Di mata Inasgoc, ada tiga hal yang besar kemungkinan menjadi tolok ukur penilaian perhelatan Asian Games. Prestasi tentu menempati urutan teratas. Lalu ada warisan yang ditinggalkan dari ajang tersebut. Dan yang paling penting adalah bagai- mana Inasgoc membuat opening dan closing ceremony yang megah. "Biasanya yang dinilai masyarakat itu adalah opening dan closing ceremony . Brasil saja saat menjadi tuan rumah Olimpiade 2016 sebetulnya

banyak kekurangan. Tapi karena opening dan closing ceremony mereka megah, penilaian pun jadi bagus," tutup Erick. Sementara untuk ujicoba sejauh mana persiapan yang telah dilakukan, Inasgoc akan menghelat tes event Asian Games 2018. Rencananya agenda itu akan diselengga- rakan pada akhir 2017 atau awal 2018. Sementara, lima gelang- gang lain seperti stadion atletik madya, stadion basket, stadion softbol dan baseball, fasilitas latihan, paket pena- taan kawasan Gelora Bung Karno zona 1 dan zona 2, serta kawasan Wisma Atlet Kemayoran akan selesai pada Desember 2017. Sedangkan Direktur Huma s Sa t l ak Pr ima , Firmansyah Gindo menga- takan tugas utama pihaknya adalah mempersiapkan atlet ke multi event . Bukan hanya Asian Games saja tapi juga

SEAGames dan Olimpiade. “Satlak Prima menjadi fasilitator bagi cabang olah- raga yang akan menjalani try out ke luar negeri. Setelah terbentuk kontingen, selan- jutnya diserahkan ke KOI untukmemberangkatkan. Jadi domain Prima itu memper- siapkan atlet. Dalam mem- persiapkan mereka ke multi event, ada proses dan tahap- an yang wajib dijalani, meliputi tes fisik dan kese- hatan dengan metode high performance program ,” kata Firmansyah, Kamis (8/6). Sedangkan menurut Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, untukmenggaungkan Asian Games dan Asian Paragames maka akan digelar acara coundown satu tahun bertajuk Selebriasia. Acara dikemas pergelaran seni budaya dan berbagai hal berkelas dunia, di Monas, tanggal 18Agustusmendatang. [H-15]

Made with FlippingBook - Online catalogs