ID160108

27 >>

INFRASTRCUTURE

MONEY & BANKING

LIFESTYLE

6 >>

21 >>

INDONESIA

JUMAT 8 JANUARI 2016

MEDIA HOLDINGS

Investor Daily/GAGARIN

MARKETS & CORPORATE

IST

RUPS LB BTN Direktur Utama Bank BTN Maryono (dua dari kiri) dan Komisaris Lucky Fathul Azis (kiri) berbincang bersama jajaran direksi masing-masing Irman Alvian Zahiruddin dan Mansyur S Nasution usai RUPS LB di Jakarta, Kamis (7/1). RUPSLB BTN memutuskan I Wayan Agus Mertayasa sebagai komisaris utama BTN menggantikan Chandra Hamzah yang mengundurkan diri dan Maurin Sitorus sebagai komisaris menggantikan Catherinawati Hadiman. Berita di Halaman 22.

>> 13 Adhi Naikkan Investasi LRT Jadi Rp 34 Triliun PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menaikkan nilai investasi proyek transportasi mas­ sal kereta api ringan atau light rail transit (LRT) tahap pertama menjadi Rp 34 triliun dari semula Rp 17 triliun. Seiring dengan itu, perseroan juga berpo­ tensi menambah nilai pinjam­ an bank untuk membiayai megaproyek tersebut. n Kiswodarmawan

INTERNATIONAL BUSINESS

2016, Ekonomi Dunia Diprediksi Hanya Tumbuh 2,9% Bank Dunia menurunkan perkiraan pertumbuhan perekonomian global 2016, Rabu (6/1) waktu setempat. Dalam laporan terbaru Prospek Ekonomi Global, angka proyeksi yang diumumkan

pada Juni 2015 sebesar 3,3% dipangkas 0,4 poin persentase menjadi 2,9%.

>> 3

Oleh Margye Waisapy dan Hari Gunarto JAKARTA – Tak ada langkah mundur dalam pelaksanaan pengampunan pajak ( tax amnesty ). Pemerintah dan DPR segera menyepakati payung hukum tax amnesty agar kebijakan pengampunan pajak ini segera direalisasikan sejak awal tahun.

TELECOMMUNICATION

Aplikasi dan Startup Lokal Mulai Bermunculan Aplikasi dan starup lokal mulai bermun­ culan di Tanah Air. Ada aplikasi edukasi ( e-

learning ), online dating , ke­ sehatan ( e-health ), e-fishery , hingga aplikasi smartcity .

>> 5

industri dasar dan bahan baku. “Banyak industri bahan baku dan barang modal yang belum ada di Indonesia. Siapa yang bisa memba­ ngun industri itu, ya orang-orang yang uangnya disimpan di luar ne­ geri tersebut,” tutur Darmin. Pemerintahkinimasihmengupaya­ kan payung hukum resmi amnesti pajak bersama DPR. Dia yakin pem­ bahasan tax amnesty berjalan lancar karena memperoleh dukungan penuh dari kalangan parlemen. Menurut Darmin, pemerintah akan menerapkan strategi menekan dan merangkul agar penerapan tax

“Pemerintah tinggal menunggu hasil pembahasan payung hukum tax amnesty di DPR. Begitu selesai, kebi­ jakan ini langsung diterapkan,” ung­ kap Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam diskusi dengan para pemimpin redaksi di rumah jabatan menteri di Widya Chandra, Jakarta, Kamis (7/1). Darmin mengatakan, kebijakan tax amnesty bertujuan agar para investor dan pengusaha membawa kembali dananya ke dalamnegeri. Selanjutnya, dana tersebut diharapkan membantu pengembangan industri domestik, seperti industri kimia, besi-baja, serta

ENERGY

Defisit Keseimbangan Primer Melebar Realisasi neraca keseimbangan primer per 30 November 2015 tercatat defisit hing­ ga Rp 177,6 triliun atau membengkak seki­ tar 166% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 yang sebesar Rp Pemerintah Wajibkan PLN Beli Uap Panas Bumi Kamojang Terkait kisruh negosiasi harga uap PLTP Kamojang antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan kepada PLN untuk membelinya pada harga berapapun. >> 9 MACRO ECONOMICS

n Darmin Nasution

dan DPR pekan depan dan pemba­ hasan diperkirakan selesai dalam satu bulan.

dengan yang diajukan pelaku usaha tersebut. Yang penting mereka bawa uang,” tegas Darmin. Februari Selesai Di tempat terpisah, anggota Komi­ si XI DPR Misbakhun menyatakan, RUU Pengampunan Pajak ( Tax Amnesty ) akan dibahas pemerintah

amnesty berhasil dan efektif. Arti­ nya, pemerintah harus memiliki data detail wajib pajak untuk menekan para pemilik dana besar. Selanjutnya, ketika pelaku usaha tersebut mau memindahkan dananya ke dalam negeri, pemerintah harusmerangkul. “Jalan yang bisa tempuh, yakni dengan memberikan insentif sesuai

Bersambung ke hal 11

Oleh Muhammad Edy Sofyan dan Iwan Subarkah

JAKARTA – Pasar finansial tergun­ cang setelah bank sentral Tiongkok (PBoC), Kamis (7/1) kembali mele­ mahkan (devaluasi) nilai tukar yuan. Pelemahan yuan kemarin merupa­ kan yang terbesar sejak kebijakan devaluasi mengejutkan pasar pada Agustus 2015. Kebijakan PBoC itu berdampak di pasar saham Tiongkok, yang dihentikan sementara (suspensi) selang 30 menit setelah pembukaan. Sementara, pasar saham di Asia ber­ guguran satu per satu. Kemarin, bank sentral Tiongkok atau People’s Bank of China (PBoC) menetapkan nilai tukar yuan di level 6,5646 per dolar AS, lebih lemah 0,51% dibandingkan penetapan nilai tukar Rabu (6/1). Nilai pelemahan yuan tersebut merupakan perubah­ an terbesar sejak 13 Agustus 2015 dan pelemahan ke-8 kalinya bertu­ rut-turut bagi PBoC yang mengatur kurs tengah. Pada Rabu, yuan ditutup di level 6,5554 per dolar AS. Saat ini, PBoC hanya memberi toleransi nilai tukar yuan di pasar spot naik atau turun maksimum sebesar 2% terhadap dolar AS. Na­

66,8 triliun. Pemerintah pun diminta mewaspadai kondisi melebarnya defisit tersebut.

>> 20

per tama ( groundbreaking ) tiga proyek secara serentak, yang ber­ lokasi di Serpong, Surabaya, dan Semarang. Perseroan membidik pendapatan senilai total Rp 11 trili­ un dari tiga proyek tersebut. Di Serpong, perseroan melaku­ kan groundbreaking proyek aparte­ men Ayoma Serpong yang dikem­ bangkan di atas lahan seluas 1 hek­ tare (ha). Apartemen itu terdiri atas dua tower dengan nilai investasi Rp 550miliar. “Proyek Ayoma Serpong ini kami targetkan selesai secara menyeluruh pada 2019, dengan target raihan marketing sales total mencapai Rp 850 miliar,” ungkap dia, beberapa waktu lalu. Adapun dua proyek lainnya ada­ lah Amartha View di Semarang, Jawa Tengah, dan Grand Dharma­ husada Lagoon (GDL) di Surabaya, Jawa Timur.

Oleh Jauhari Mahardhika dan Nuriy Azizah Susestyo

JAKARTA – PT PP Properti Tbk (PPRO) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 300 miliar sepanjang 2015 atau melonjak 183% dibandingkan 2014 yang sebesar Rp 106miliar. Pencapaian tersebut dito­ pang oleh raihan prapenjualan unit properti ( marketing sales ) tahun lalu yang mendekati Rp 2 triliun. “Kinerja tersebut dicapai berkat strategi marketing yang jitu, upaya profesional dari manajemen dan kar­ yawan, serta kualitas proyek yang unggul dan sesuai jadwal. Tahun ini, kami menargetkan marketing sales tumbuh 30% menjadi Rp 2,6 triliun,” kata Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (7/1). Taufik Hidayat menjelaskan, pada akhir tahun lalu, perseroan telah melakukan peletakan batu

mian Tiongkok, yang diperkirakan mencatat laju ekspansi terendah dalam seperempat abad pada 2015. Pelemahan yuan akan membantu para eksportir Tiongkok di pasar global, tapi mengorbankan biaya impor karena menjadi lebih mahal dalam yuan.

mun, kalangan investor khawatir, devaluasi kali ini bukan sekadar sebagai upaya untuk menggenjot ekspor, melainkan sebagai cermin derasnya pelarian modal ( capital outflow ) akhir-akhir ini. Sebelumnya pada pekan ini, PBoC melakukan intervensi di pasar do­ mestik lewat bank-bank milik ne­ gara untuk menopang yuan, yang tertekan oleh arus keluar modal. Inter vensi ditempuh di tengah kekhawatiran terhadap perekono­

Bersambung ke hal 2

Bersambung ke hal 2

>> INVESTOR DAILY EDISI 2016 NO. 4231

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook - Online catalogs