SP180419

Suara Pembaruan

Utama

2

Kamis, 19 April 2018

Ada Gerakan Gagalkan Pencapresan Prabowo?

N ama mantan Pang- lima TNI Jende- ral (Purn) Gatot urmantyo kian mencuat menjelang pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Agustus mendatang.  Di sejumlah hasil survei, nama Gatot bahkan terus membayangi nama Ketua Umum DPP Partai Ge- rindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut informasi, Rapat Koordinasi Nasional (Ra-

kornas) Partai Gerindra yang memberikan mandat kepada Prabowo untuk menjadi cap- res, tidak menyurutkan niat Gatot untuk terus melakukan lobi kepada sejumlah tokoh partai politik. “Setelah Rakornas Partai Gerindra, lobi politik malah semakin gencar. Lobi politik juga dilakukan Gatot agar dia diusung menjadi capres,” kata sumber SP di Jakarta, Kamis (19/4). Dijelaskan, saat ini ditubuh partai yang akan

berkoalisi dengan Gerindra muncul gerakan yang mewa- canakan Prabowo menjadi king maker di Pemilu 2019.

pendukung Prabowo saat ini terpecah, termasuk Gerindra. Elite-elite pendukung loyal Prabowo akan berjuang keras agar dia tetap maju sebagai capres. Mereka juga melobi elite-elite lain agar tidak mengubah keputusan itu,” tuturnya. Dikatakan, jika upaya para loyalis Prabowo gagal, mereka bisa saja tidak mem- berikan kursi capres kepada tokoh lain. “Artinya, bisa saja mereka membiarkan Jokowi melawan kotak kosong di pilpres nanti,” kata dia. [Y-7]

Artinya, Prabowo akan disarankan untuk tidak maju sebagai capres untuk bertarung

dengan Jokowi. Di sisi lain, ujar sumber itu, Gatot juga terus melobi partai-partai agar namanya yang sudah masuk daftar bakal capres bisa dipastikan diusung sebelum Juli nanti. “Suara partai-partai

Kereta Api Masuki Era Baru 2017, PT KAI Bukukan Laba Rp 1,7 Triliun

[JAKARTA] PT Kereta Api Indo- nesia (KAI) mencanangkan era baru perkeretaapian di TanahAir. Era baru ituditandai denganmodernisasi secara besar-besaran sarana perkeretaapian nasional melalui tiga strategi, yakni 1.000unit kereta lama dengan armada baru, mengaplikasikan teknologi in- formasi dengan pemasangan fasilitas wifi di kereta, serta mentransformasi seluruh kereta menjadi kereta listrik. Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menjelaskan, dari total 1.700 kereta yang saat ini dimiliki KAI, 51%di antaranya berusia lebih dari 30 tahun. Jika dilihat dari standar keselamatan, kereta-kereta tua terse- but masih layak dioperasikan. Akan tetapi, jelas Edi, kualitas kenyamanan sarana-sarana tersebut sudah berku- rang lantaran dimakan usia. “Keretanya hampir 51% yang kita miliki usia 30 tahun ke atas. Dari sisi keamanan fine , tapi ini kan banyak yang sudah dikategorikan sulit, misalnya, reclining -nya berat. Jadi fasilitas sarananya akan kami perbarui,” ungkap Edi saat berada di Kantor BeritaSatu Media Holdings, Jakarta, Rabu (18/4). Dia menyebutkan, pihaknya akanmeremajakan 886-1.000 kereta sampai dengan 2019. Kereta-kereta baru dipesan dari PT Industri Kereta Api (INKA). Tahun lalu, KAI sudah memesan 438 kereta yang direnca- nakan selesai pada tahun ini. Sebelummasa angkutanLebaran 2018 ini, PT KAI akan menerima total 10 trainset (set kereta), di mana setiap satu set terdiri atas 14 kereta. Kereta-kereta baru akan digunakan untukmenambahkapasitas perjalanan kereta api (KA) pada musim mudik dan balik Lebaran tahun ini. Untuk satu kereta dibutuhkan dana sekitar Rp 4 miliar. Karena itu, perkiraan kebutuhan KAI untuk merealisasikan belanja 1.000 kereta sekitar Rp 4 triliun. “Dari 438 kereta, ada 10 train- set sebelum Lebaran sudah datang. Enam trainset sudah dikirim, jadi tinggal empat. Makanya, kami bisa menyediakan kereta tambahan itu dari kereta baru yang datang dari INKA,” terang Edi. Edi menambahkan, sejalan de- ngan modernisasi armada, pihaknya berencana agar kereta yang nantinya

penugasan sebagai investor sekali- gus operator. Sementara pada LRT Sumsel, KAI hanya ditugaskan untuk menyediakan, mengoperasikan, dan merawat sarana. Untuk LRT Jabodebek, KAI harus menyediakan dana mencapai Rp 29,9 triliun. Pada akhir tahun lalu, Edi meneken kontrak pinjaman dengan sejumlah bank nasional ma- upun asing sebesar Rp 19,25 triliun. Perinciannya, untuk kredit investasi sebesar Rp 18,1 triliun dan kredit modal kerja sebesar Rp 1,15 triliun. Sisa pendanaan lainnya bera- sal dari penyertaan modal negara (PMN), yang terbagi atas PMN sebesar Rp 4 triliun dan sudah didapatkan, serta Rp 3,6 triliun diproyeksikan didapat pada tahun ini atau selambat-lambatnya pada tahun depan. Edimenjelaskan,KAI sebenarnya baru ditunjuk sebagai investor pada tahun lalu. Sebelumnya, proyek ini didanai Kementerian Perhubungan dan dengan penunjukan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Na- mun, karena ada keterbatasan dana APBN, maka pemerintah akhirnya menugaskanPTKAI sebagai investor LRT Jabodebek. “LRT Jabodebek diserahkan kepada kami. Sekarang operator dan investornya masuk ke KAI. Mudah-mudahanLRT ini secepatnya bisa selesai ditargetkan tahun depan. Kalau LRT Jabodebek ini jadi, pasti penuh,” terang Edi. Meski dibangun secara elevated dengan elevasi yang tinggi, Edi menjamin, LRT Jabodebek nantinya aman untuk digunakan. Pihaknya melakukan pengawasan intensif terhadap desain dan pelaksanaan pembangunan. Selain itu, KAI juga akanmenyiapkan standard operating procedure (SOP) untukpengoperasian LRT Jabodebek. Untuk LRT Sumsel, PT KAI sudah memesan kepada INKA de- lapan rangkaian LRT senilai Rp 388 miliar yangmasing-masing rangkaian terdiri atas tiga kereta. LRT Sumsel rencananya diuji coba dalam waktu dekat ini. Pembangunanprasarananya pun sudah di atas 90%. LRT Sumsel didanai pemerintah dan dibangun oleh kontraktor PTWaskita Karya. [ID/A-17]

SP/Ruht Semiono Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro (kedua kanan) didampingi Plt Direktur Komersial dan Teknologi Informasi KAI Apriyono Wedi Chresnanto (ketiga kanan) berdiskusi dengan Pemimpin Redaksi "Investor Daily", "Majalah Investor", dan "Suara Pembaruan" Primus Dorimulu (kedua kiri) beserta jajaran redaksi, saat "media visit" ke kantor redaksi Beritasatu Media Holding di Beritasatu Plaza Jakarta, Rabu (18/4).

dioperasikan oleh KAI bersumber tenaga listrik. Saat ini, kereta listrik yang dioperasikanKAI adalahKereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek yang dioperasikanmelalui anakperusahaan PTKeretaCommuterIndonesia(KCI). “Kalau saya (jadi direktur utama) sampai 2023, kami harus bergeser ke (kereta) listrik. Harus menjadi kereta api berlistrik suatu hari nanti. Bahkan lebihdari listrik, barangkali renewable energy yang dipakai, misalnya solar cell . Itu harus lari ke sana ke era modern,” jelas Edi. Namun, Edimenekankan, apabila seluruh kereta yang dioperasikan nanti oleh KAI adalah kereta-kereta listrik, maka kewenangan untuk merawat prasarana perkeretaapian harus diserahkan kepada PT KAI. Sekarang ini, perawatan prasarana menjadi kewenangan Direktur Jen- deral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemhub). Sedangkan perawatan sarana oleh PT KAI. “Kalau sudah listrik filosofinya berubah.Duluprasaranayangmengu- rus rel ituDepartemen (Perhubungan), lalu sarana olehPTKAI. Kalau sudah elektrifikasi atau sudah seperti yang modern, ini sudah tidak bisa dipisah. Kalau yang dibeli nanti enggak pas

di prasarananya, ya enggak jalan,” lanjut Edi. Adapun dalam perawatan pra- sarana perkeretaapian sekarang ini, Kemhub menyerahkannya kepada PT KAI dengan menggelontorkan anggaran setiap tahun. Pada tahun ini, anggaran yang disebut dana in- frastructure , maintenance , operation (IMO) itu dialokasikan kepada PT KAI sebesar Rp 1,3 triliun. Namun, Edi menyebutkan, pagu anggaran tersebut masih jauh di ba- wah kebutuhan yang mencapai Rp 3,4 triliun. Oleh karena itu, sambil menutupi kekurangan, PT KAI pun masih terus melakukan negosiasi dengan Kemhub untuk menambah dana IMO pada tahun ini.

Pada bagian lain, Edi Sukmoro jugamenyatakanbahwaPTKAI tahun lalu mampu menorehkan prestasi gemilang, denganmeraih laba bersih Rp 1,7 triliun ( unaudited ). Angka tersebut melonjak 70% dibanding perolehan laba bersih 2016 sebesar Rp 1 triliun. Proyek LRT Lebih lanjut, PT KAI juga te- ngah terlibat dalam pembangunan perkeretaapian model terbaru di Indonesia, yakni light rail transit (LRT). Setidaknya ada dua LRT yang saat ini ditugaskan pemerintah kepada KAI, yaitu LRT Jabodebek dan LRTSumatera Selatan (Sumsel). Dalam LRT Jabodebek, KAI diberi

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker