SP160908

Metropolitan

Suara Pembaruan

28

Kamis, 8 September 2016

Transportasi Online Prioritaskan Keselamatan

[JAKARTA] Penyeleng- gara bisnis transportasi ber- basis aplikasi mendukung t e rwu j udnya angku t an umum yang aman, nyaman, dan selamat. Mereka men- dukung keselamatan trans- portasi sebagai prioritas. Di sisi lain, aplikasi online ha- rus diposisikan sebagai alat memberdayakan ekonomi rakyat. “Keselamatan merupa- kan prioritas utama kami dalam menghadirkan layan- an. Kami percaya bahwa menghadirkan layanan transportasi yang aman dan terpercaya bagi masyarakat, merupakan misi yang diem- ban bersama tidak hanya oleh Grab, tetapi juga oleh pemerintah dan kepolisian serta para pelaku industri terkait," ujar Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam d i skus i "Ma s a Depan Tr anspo r t a s i Be r ba s i s Aplikasi di Indonesia" di Jakarta, Kamis (8/9). Diskusi dalam rangka HUT Ke-61 Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang di- pandu Pemimpin Redaksi SP Primus Dorimulu itu ju- ga menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Menkominfo Rudiantara dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Syamsul [ JAKARTA ] Ap a r a t Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) D i r e k t o r a t R e s e r s e K r i m i n a l U m u m (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap tiga orang yang diduga terlibat dugaan kasus perampokan dan penyekapan di kedia- man mantan petinggi PT E x x o n Mo b i l A s e p Sulaiman, di Jl Bukit Hijau IX Nomor 17 RT 09 RW 13 Pondok Indah, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. K e p a l a B i d a n g Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono mengatakan, ketiga orang yang ditangkap itu berinisial RHN, HS dan SAS. Mereka ditangkap di daerah Cilegon dan Tangerang, Rabu (7/9). Dikatakannya, kronologi penangkapan bermula ket-

Sementara itu, Syamsul Bahri menuturkan, tidak da- pat dimungkiri bahwa transportasi berbasis aplika- si menawarkan begitu ba- nyak kemudahan, khusus- n y a b a g i k o n s ume n . Masyarakat merasa dilayani kebutuhannya secara cepat, murah, dan multiguna. “Namun, dalam pengelo- laan angkutan umum dengan sistem aplikasi perlu sistem kontrol dari aparat, asuransi, dan perlindungan kepada pe- langgan,” tegas dia. Dia menuturkan, seba- gai penegak hukum, peran kepolisian dalam transisi transportasi online ada di ranah penegakan hukum yang tegas, namun tetap hu- man i s . Penye l engga r a transportasi harus mengi- kuti aturan perundang-un- dangan dan peraturan pe- Penegakan Hukum

merintah yang berlaku. "Angkutan online atau- pun angkutan umum perlu ditingkatkan pelayanannya. Keselamatan harus lebih di- utamakan. Angkutan online kini mulai disenangi ma- syarakat. Namun, masih ba- nyal hal-hal tentang angkut- an massa yang secara ber- tahab diperbaiki manaje- mennya. Ke depan harus mengedepankan budaya tertib,” tutur Syamsul. Direktur Binmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Widjanarko, menam- bahkan, keselamatan dalam transportasi publik merupa- kan sebuah keharusan. Tidak ada tawar-menawar apa pun jika bicara soal ke- selamatan. “Keamanan, kenyaman- an, dan keselamatan peng- guna angkutan umum men- jadi prioritas,” tukasnya. [B1/G-5]

mohammad defrizal Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara berbicara pada diskusi Masa Depan Transportasi Berbasis Aplikasi di Indonesia, di Jakarta, Kamis (8/9). Kehadiran layanan transportasi berbasis apli- kasi belakangan ini dinilai memudahkan konsumen dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Bahri.

portasi harus diberdayakan untuk nilai tambah pelayan- an masyarakat. Peristiwa demonstrasi jasa transporta- si online di Jakarta bebera- pa waktu lalu terselesaikan berkat bantuan instansi ter- kait. “Masalah transportasi harus saling sinergi,” ujar- nya. Jangan sampai malah dibenturkan. Jika demikian, masyarakat yang dirugikan. Selain itu, yang paling utama dalam transportasi umum berbasis aplikasi SAS merupakan target bu- ruan polisi lantaran diduga terlibat dalam dugaan ka- sus perampokan di Pondok Indah. Keduanya sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Sementara, HS bukan buruan utama. Ia ditangkap karena diduga turut membantu menyem- bunyikan RHN. "RHN merupakan sopir mobil Fortuner yang di- pakai untuk nge-drop (menurunkan) AJS dan S yang sudah ditangkap. HS itu sebenarnya bukan target kami, tapi karena dia mem- bantu menyembunyikan tersangka makanya kami bekuk,” katanya. Awi menegaskan, saat ini anggota di lapangan masih memburu satu orang lagi yang diduga ikut terlibat dalam dugaan kasus peram- pokan dan penyekapan di Pondok Indah. [BAM/Y-4]

yakni semua harus disiplin sehingga akan terjalin lalu lintas yang kondusif.

Bagi Rudiantara, tekno- logi tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang inde- penden. Teknologi harus di- posisikan sebagai enabler pergerakan atau pertum- buhan berbagai aktivitas, antara lain ekonomi. “Demikian halnya, apli- kasi online tranportasi pub- lik harus diposisikan seba- gai alat memberdayakan ekonomi rakyat,” tutur dia. Dijelaskan, regulasi IT dengan aplikasi jasa trans- ika anggota di lapangan menemukan mobil jenis Toyota Fortuner yang di- duga digunakan pelaku pada saat perampokan. Mobil itu, ditinggal para pelaku di pinggir jalan kawasan Karawaci, Tangerang. Setelah menemukan mo- bil itu, anggota pun me- lakukan pengembangan. "Kami lakukan pengemban- gan dan berhasil menangkap RHN dan HS di Cilegon, sekitar pukul 17.30 WIB," ujar Awi, Kamis (8/9). I a me ny amp a i k a n , penyidik kembali me- lakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lain setelah me- minta keterangan dari RHN. Berdasarkan infor- masi yang diperoleh, polisi akhirnya berhasil men- angkap SAS, pukul 21.30 WIB, di daerah Tangerang. Menurut Awi, RHN dan

Polisi Tangkap Pelaku Lain Kasus Perampokan di Pondok Indah

Made with FlippingBook Learn more on our blog