SP191120

Suara Pembaruan

Utama

2

Rabu, 20 November 2019

PKS Usung Gibran, Banteng Menolak?

P KS dikabarkan mem- buka ruang mengu- sung putra sulung residen Jokowi, Gibran Rakabuming, di Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Solo 2020. Angin dukungan PKS itu sampai di telinga partai berlogo banteng moncong putih, partai di mana Gibran bernaung. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu pun bereaksi, seolah me- masang barrier . Sumber SP mengatakan, PKS memang memiliki otor- itas mengatur rumah tangg- anya sendiri dan berhak mengambil sikap tersebut. Namun, dia juga menying- gung fatsun politik antar- partai. “Di antara kami, an-

tarpartai, ada fatsun atau tata krama dalam berinteraksi,” katanya, di kompleks parlemen, Senin (18/11) malam. Sumber itu soal Pilwalkot Solo, terma- suk pencalonan Gibran. Niat Gibran untuk maju itu men- uai polemik sebab DPC PDI-P Solo sudah mengu- sung pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakoso. Achmad adalah Wakil Wali Kota Solo sedangkan Teguh adalah Sekretaris DPC PDI- P Solo. Siapa pun calonnya nanti, sumber itu mengata- mengungkapkan, DPP PDI-P belum mengambil sikap

kan, partainya secara admin- istratif sebenarnya bisa men- gusung tanpa berkoalisi den- gan partai lain karena menguasai mayoritas kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo den- gan 30 kursi. Meski begitu, Sumber itu mengatakan, ada pula ke- mungkinan PDI-P berkoalisi dengan partai lain dalam mengusung calon. “Tetapi kami belum mengambil keputusan soal tersebut,” ka- tanya. Sebelumnya, Sekjen PKS Mustafa Kamal menga- takan, partainya membuka peluang mengusung Gibran. Ia berujar, PKS terbuka

kok hanya mengganti nama namun tidak meninggalkan p a h a m k o m u n i s m e . Presiden Xi Jinping men- yebutnya “sosialisme den- gan karakter Tiongkok” yang menerapkan kapital- isme yang dinamis, tetapi dengan struktur totaliter atau top-down (gaya komu- nisme) dengan aturan kaku dan batasan sosial. Jika Mao meletakkan d a s a r un t uk r e vo l u s i e konomi , Xi J i np i ng mampu membuatnya ter- wujud bahkan menjadikan Tiongkok berubah menjadi negara yang berpengaruh. Visi Xi terhadap Partai Komunis Tiongkok yang mengendalikan negara pada akhirnya mempengaruhi dan mengendalikan dunia bisnis Tiongkok, bahkan mengglobal. “Tiongkok memanipu- lasi pemimpin dan pelaku bisnis Barat untuk berpikir bahwa Tiongkok berevolusi menuju demokrasi dan kap- italisme sama seperti tang diterapkan Barat. Padahal tujuan sebenarnya adalah memperoleh modal, te- knologi, dan sumber daya lainnya untuk digunakan d a l a m m o d e r n i s a s i Tiongkok,” kata Pillsbury dalam bukunya. Menurut Pillsbury, se- lama 20-30 tahun terakhir, AS d a n Ba r a t t e l a h melengkapi Tiongkok den- gan hampir semua yang mereka butuhkan untuk menjadi negara maju, baik dari investasi modal mau- pun teknologi. Tanpa disadari ratusan miliar dolar AS dan Barat telah dihabiskan untuk mengembangkan Tiongkok dan dunia bisnis negara itu. [Berbagai Sumber/J-9] mendorong setiap anak bangsa yang memiliki kapa- sitas dan potensi untuk men- jadi pemimpin. “Kami akan dorong sep- enuhnya dengan satu komit- men kesamaan visi untuk membangun bangsa dan negara,” kata Mustafa, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11). Bahkan, PKS membuka peluang berkoalisi dengan PDI-P tempat Gibran Jokowi bernaung. Mustafa menegaskan, PKS siap berkomunikasi mengenai Pilkada 2020 den- gan partai lain, baik yang berada di dalam koalisi Jokowi maupun di luar pe- merintahan. [W-12]

Revolusi Ekonomi Tiongkok Berawal dari Mao, Berhasil di Tangan Xi

[ B E I J I N G ] K e t i k a Amerika Serikat (AS) dan dunia Barat mengizinkan Ti o n g k o k ma s u k k e Organisasi Perdagangan Du n i a (Wo r l d Tr a d e Organization/WTO) awal 2000, mungkin tak pernah terpikir bahwa negara ko- munis itu akan berubah menjadi kekuatan ekonomi global. Dalam dua dekade tera- khir, Tiongkok berevolusi menjadi negara terbuka yang menerapkan ilmu lib- eralisasi ekonomi dan kapi- talisme Barat, dengan men- yerap semua modal, te- knologi, dan sumber daya lainnya untuk meningkat- kan pertumbuhan ekonomi dan modernisasi, tanpa meninggalkan paham ko- munisme. Hal inilah yang mem- buat Presiden AS, Donald Tr ump , me l u n c u r k a n strategi perang dagang den- gan Tiongkok pada Maret 2018. Trump menyadari negaranya dan dunia Barat telah dimanipulasi oleh Ti ongkok s e l ama dua dekade terakhir. Menurut Direktur Pusat Strategi Amerika Tiongkok Institut Hudson, Michael Paul Pillsbury, Tiongkok berhasil memanfaatkan WTO dan kesombongan dunia Barat untuk mereal- isasikan strategi 100 tahun revolusi Komunis Tiongkok yang ditargetkan tercapai pada 2049. Dalam bukunya, The H u n d r e d - M a r a t h o n , Pillsbury memaparkan ban- yak bukti yang menunjuk- kan bahwa pemerintah Tiongkok memiliki strategi terperinci untuk menyalip AS sebagai kekuatan domi- nan dunia.

Strategi ini telah dido- kumentasikan dengan baik dalam literatur Tiongkok di era pemerintahan Mao Zedong yang diterbitkan dan disetujui oleh organ- isasi Tentara Pembebasan Rakyat pada 1969. Sekitar 50 tahun lalu, Mao telah berpikir untuk menerapkan strategi ten- tang cara melibatkan Barat untuk revolusi Tiongkok. Mao meletakan dasar pent- ing untuk menyediakan kebutuhan yang diperlukan terutama oleh investor as- ing, yakni infrastruktur, sumbe r daya manus i a (SDM), dan menegakkan regulasi yang bersifat ko- mando (berlaku di semua tingkatan dari pusat sampai desa). Hal inilah yang mem- buat revolusi ekonomi di Tiongkok berhasil dib- and i ngkan d i Af r i ka , Amerika Latin, bahkan Rusia yang sama-sama menganut paham komu- nisme. Di Tiongkok, per- aturan tentang investasi dan perdagangan sebagian besar telah dibuat pada periode 1949-1979. Tanpa dasar yang dileta- k a n Ma o , r e f o r ma s i ekonomi berorientasi pasar yang ditetapkan pada 1979 tidak akan memiliki hasil memuaskan bagi Tiongkok saat ini. Pasalnya, Mao men- dorong percepatan pertum- buhan ekonomi dan mele- takkan dasar tata kelola pembangunan negara se- cara terstuktur. Di bawah pemerintahan Mao semua struktur partai dan pemerintahan di semua tingkatan, mulai dari pusat sampai desa yang dikuasai Partai Komunis Tiongkok,

Sumber: china macroeconomic and industrial data

mampu menegakkan regu- lasi yang efisien di seluruh negeri. Pencapaian itu jauh melebihi kepemimpinan kaisar Tiongkok mana pun, bahkan ketika Tiongkok dipimpin rezimKuomintang yang terkenal korup dan otoriter pada 1912-1949. Sejak memperkenalkan reformasi ekonomi pada 1979, pemerintahan Mao b e r h a s i l m e m b a w a Tiongkok menjadi negara d e n g a n p e r t umb u h a n ekonomi tercepat di dunia. S a a t p e m e r i n t a h a n K u o m i n t a n g , P D B Tiongkok hanya mencapai 3%. Namun di era pemerin- tahan Mao, Tiongkok men- c a p a i p e r t u m b u h a n ekonomi tercepat. Pada 1980, total PDB Tiongkok berada di bawah US$ 90 miliar. Namun pada 2019, total PDB Tiongkok lebih dari US$ 12 triliun. Hal inilah yang mem- buat Tiongkok menjadi fokus utama dunia dengan hampir semua negara, ter- masuk negara Barat yang mengkritik Tiongkok, ingin sekali menjalin hubungan p e r d a g a n g a n d e n g a n Tiongkok. Hingga akhirnya

pada 1 Januari 2002, AS dan dunia Barat mengiz- inkan Tiongkok menjadi anggota WTO. Melihat perkembangan Tiongkok, AS dan dunia Barat ingin menjadikan Tiongkok memiliki kema- juan yang sama, termasuk menerapkan liberalisme ekonomi, prinsip kapital- isme, dan demokrasi. Para Sosialisme Tiongkok

pemimpin Tiongkok men- yambut gagasan tersebut namun tidak meninggalkan paham komunisme. P a r a p e m i m p i n Tiongkok mengadaptasi ga- gasan liberalisme ekonomi, prinsip kapitalisme, kema- juan teknologi dan global- isasi, dan meyakinkan dunia bahwa mereka mulai meninggalkan paham ko- munisme. Kenyataannya, Tiong-

Made with FlippingBook HTML5