ID160304

16 >>

5 >>

13 >>

TELECOMMUNICATION

LIFESTYLE & SPORTS

MARKETS & CORPORATE

INDONESIA

JUMAT 4 MARET 2016

MEDIA HOLDINGS

AUM REKSA DANA TUMBUH RP 1 TRILIUN/HARI

MONEY & BANKING

IST

BeritSatu Photo/UTHAN A RACHIM

n Jahja Setiaatmadja

BCA Cetak Laba Rp 18 T PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mem- bukukan laba bersih sebesar Rp 18 triliun pada 2015, tumbuh 9,3% secara year on year (yoy) atau melambat dibandingkan pertumbuhan laba tahun 2014 sebesar 15,7% (yoy). Pertumbuhan laba BCA tahun

lalu ditopang oleh pertumbu- han kredit sebesar 12% (yoy) dan penurunan biaya dana perseroan ( cost of fund ).

>> 24

INTERNATIONAL BUSINESS

Reksa Dana Terbaik 2016 Majalah Investor & Infovesta Utama Posisi duduk, Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto (tujuh dari kanan), Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (tengah), Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny Thaher (enam dari kiri), Wakil Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Suheri (tujuh dari kiri), Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito (enam dari kanan), Pemimpin Redaksi Majalah Investor Primus Dorimulu (lima dari kanan) bersama pemenang Reksa Dana Terbaik 2016 Majalah Investor & Infovesta Utama, masing-masing Director PT Net Assets Management Andri Supratman, Director PT Minna Padi Aset Manajemen Djajadi, Head of Marketing PT Pacific Capital Investment Susy Noviati, Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia Liza Lavina, Direktur Utama PT BNI Asset Management Reita Farianti, President Director PT Phillip Asset Management Lies Lilia Jamin. Posisi berdiri (dari kiri ke kanan) Associate Director PT PNM Investment Management Solahuddin Jawas, Director PT Mega Capital Investama Sugeng Sugiharto, Director PT Corfina Capital Irsanto Aditia, Senior Manager PT Nikko Securities Indonesia Tenorio, Head, Fixed Income PT CIMB-Principal Asset Management Armand Adhirama Marthias, Senior Portfolio Manager PT Ciptadana Asset Management Jacky Gunawan, Fund Manager PT MNC Asset Management Mahadi Gani, Head of Equity PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Ronaldi Lukita Handaya, Director PT Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo, Direktur PT Equity Securities Indonesia Pradono Joko T Himawan, Direktur PT Sinarmas Asset Management Alex Widjajakusuma, Direktur PT Sinarmas Asset Management Jamial Salim, Branch Manager PT Sinarmas Asset Management Daniel Hartono Iskandar, Branch Manager PT Sinarmas Asset Management Peggy Jacklyn, Head of Operation & Business Development PT Panin Asset Management Rudiyanto, Direktur PT Henan Putihrai Asset Management Markam Halim, Head of Marketing PT Schroder Investment Management Indonesia Stephan Tambunan, Head of Product Management PT Danareksa Investment Management Wiko Harry Tanata, Head of Institu- tion Marketing PT Sinarmas Asset Management Susy Quatry,Head of Sales Asset Management PT Kresna Asset Management Sihni Susanty, Fixed Income Fund Manager PT Trimegah Asset Management Darma Yudha, Direktur Utama PT Kresna Asset Management Yobel Hadikrisno (kanan) foto bersama usai penyerahan penghargaan Reksa Dana Terbaik 2016 Majalah Investor & Infovesta Utama di Jakarta, Kamis (3/3).

Sentimen di Pasar Saham Makin Positif Meningkatnya sentimen positif hing- ga mendorong rally pasar saham global beberapa sesi terakhir membuat sebagian bursa di Asia melanjutkan gain pada Kamis

(3/2). Namun, para inves- tor di Eropa menahan rally karena menantikan data-data ekonomi berikutnya.

>> 3

INDUSTRIES

BEI saat ini sebanyak 522 perusa- haan, Singapura 770 emiten, dan Malaysia 904 emiten. Saat ini, kata dia, jumlah perantara perdagangan efek di Indonesia mencapai 19.900, namun wakil perantara pedagang efek hanya 9.000 orang dan yang bekerja di bagian pemasaran hanya 2.500 orang. Berdasarkan Single Investor Identification (SID), saat ini terdapat 450 ribu investor sahamdan 250 investor reksa dana, sehingga total mencapai 700 ribu orang. Jumlah tersebut sangat rendah dibandingkan Jepang yangmencapai 4,5 juta investor aktif dan Singapura satu juta investor aktif. “Indonesia memang memiliki 450 ribu investor saham, tapi yang aktif per hari hanya 20 ribu investor,” kata Tito. Guna mewujudkan impian sebagai bursa terbesar di Asean, Tito me- nekankan ada empat hal yang mesti dilakukan untuk pengembangan pasar modal. Pertama, mengoptimal- isasi potensi Indonesia yang besar.

Oleh Rausyan Fikry dan Hari Gunarto JAKARTA – Pasar modal Indonesia berpotensi menjadi pasar terbesar di Asean dalam lima tahun mendatang dalam hal transaksi dan jumlah emiten. Untuk mencapai hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan berbagai strategi.

Uni Eropa Minta 95% Pos Tarif Diliberalisasi Uni Eropa (UE) meminta Indonesia menghapus bea masuk (BM) 95% pos tarif produk industri dalam Perjanjian Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) Indone-

sia-UE. Pemerintah Indone- sia keberatan dengan usulan ini, karena dapat memukul industri dalam negeri.

>> 8

Tito menjelaskan, ada dua ne- gara yang memiliki potensi be- sar di Asia, yakni Indonesia dan Tiongkok. Saat ini pertumbuhan pasar modal Indonesia merupa- kan yang terbesar ketiga di dun- ia setelah Tiongkok dan Turki. Menurut dia, dalam lima tahun ter- akhir, jumlah perusahaan tercatat di Singapura justru minus 1%, Ma- laysia minus 7%, Thailand tumbuh 17%, dan Indonesia tumbuh 24%. “Apabila angka tersebut diakumu- lasikan dalam waktu yang sama, dalam lima tahun Indonesia bisa unggul dibandingkan Singapura dan Malaysia. Itu sangat mungkin terealisasi,” tegas Tito. Jumlah emiten yang tercatat di

Strategi tersebut adalah opti- malisasi potensi pasar yang sangat besar, mendorong investor yang ada agar lebih aktif, menggencarkan kampanye untuk mengubah saving society menjadi investment society , memperkuat permodalan broker, merelaksasi aturan margin, serta menjaga reputasi dan meningkatkan kredibilitas bursa. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio dalam diskusi bertema “ Market Outlook dan Prospek Industri Reksa Dana 2016” pada penganugerahan ”Reksa Dana Terbaik 2016” yang diselenggarakan Majalah Investor di Jakarta, Kamis (3/3).

ENERGY

2019, Pemerintah Bangun Jaringan Gas 1,3 Juta Sambungan Pemerintah akan terus memperbaiki infrastruktur gas nasional. Sampai 2019, pemerintah bakal menambah jumlah

jaringan gas (jargas) rumah tangga hingga menjadi 1,3 juta sambungan.

>> 9

Bersambung ke hal 11

MACRO ECONOMICS

Jokowi: Masih Ada Ruang Naikkan Penerimaan Pajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengata- kan, masih ada ruang untuk meningkatkan penerimaan negara, baik melalui pajak maupun nonpajak. Pasalnya, saat ini rasio jumlah penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) atau tax ratio, yang menggambarkan tingkat

Oleh Hari Gunarto

JAKARTA -- Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai me- miliki kinerja terbaik. Sebanyak 36 penghargaan diberikan kepada 29 reksa dana yang dikelola 20 manajer investasi. Selain itu, ada empat reksa dana dan satu manajer investasi favorit, serta dua penghargaan khu- sus untuk manajer investasi yang berkontribusi terhadap sektor riil. “Pemberian penghargaan ini mer- upakan apresiasi terhadap reksa dana yang mampu bertahan dan memiliki kinerja terbaik, sekaligus mendorong pengelola reksa dana agar terus meningkatkan kinerja,” kata Pemimpin Redaksi Majalah Investor Primus Dorimulu dalam penganugerahan Reksa Dana Terba- ik 2016 yang diselenggarakan di Soe- hanna Hall, Energy Building Jakarta, Rabu (3/3). Tahun ini adalah tahun ke-15 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana dibantu lembaga riset Infovesta Utama. Serupa dengan tahun sebelumnya, ada dua kategori pemeringkatan, yaitu, Best Performance dan Most

mengurangi laju permintaan terh- adap properti. “Dengan kondisi perlambatan di bisnis properti, pendapatan recur- ring semakin memainkan peranan penting dalam menyeimbangkan pendapatan bisnis kami ser ta menjaga rasio kontribusi 50:50 dari pendapatan properti dan pen- dapatan recurring ,” jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (3/3). Ketut menambahkan, porsi rasio itumembuktikan pentingnyamemi- liki arus pendapatan yang seimbang terutama pada saat sektor properti melambat. Tahun lalu, pendapatan recurring perseroan tumbuh 18%, terutama didukung oleh pertum- buhan divisi kesehatan sebesar 24% dan manajemen aset sebesar 14%. Menurut dia, walaupun total pendapatan di 2015 menur un dibanding tahun 2014, pendapatan operasional meningkat sebesar 7% menjadi Rp 8,9 triliun di 2015 dari Rp 8,3 triliun di tahun 2014.

Oleh Farid Firdaus

kesadaran pembayaran pajak, masih sangat rendah, yaitu sekitar 11%.

>> 21

JAKARTA – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan total pendapatan Rp 8,9 triliun sepanjang 2015. Sementara itu, pendapatan recurring perseroan naik 18%, ter- utama didukung oleh pertumbuhan divisi kesehatan sebesar 24% dan manajemen aset sebesar 14%. Kondisi tersebut dilatarbelakangi oleh perekonomian Indonesia yang menantang termasuk volatilitas ru- piah, serta melemahnya keyakinan konsumen, yang secara kumulatif menciptakan sikap menunggu ser- ta melihat-lihat keadaan bagi para calon pembeli properti. Presiden Direktur Lippo Karawa- ci Ketut Budi Wijaya mengatakan, tahun lalu merupakan periode yang penuh tantangan bagi sektor properti. Kondisi makroekonomi global yang lemah karena merosot- nya harga minyak dan komoditas, telah memperlemah nilai tukar rupiah. Hal ini berimbas pada laju perekonomian Indonesia, sehingga

reksa dana dinilai menggunakan bobot yang sama yaitu 70% untuk aspek kinerja dan 30% untuk aspek pertumbuhan Unit Penyertaan (UP). Pemeringkatan yang dibuat PT Infovesta Utama, lembaga riset reksa dana yang membantu tim litbang ma- jalah Investor dalammelakukan peme- ringkatan reksadanamenghasilkan12 penghargaanuntuk reksadana saham.

Favorite. Best Performance ditentukan berdasarkan reksa dana yang meme- nuhi kriteria tertentu dan memiliki penilaian tertinggi, sedangkan Most Favorite ditentukanberdasarkanpero- lehan suara terbanyak dalam survei. Penilaian dilakukan terhadap kin- erja reksa dana yang mencerminkan ketepatan strategi dan fleksibilitas manajer investasi dalam mengelola reksa dana dan penilaian atas per- tumbuhan unit penyertaan (UP) reksa dana sebagai gambaran ke- percayaan investor terhadap produk reksa dana tersebut. Seluruh jenis

Waspada tenaga kerja asing Progres proyek KA cepat MOU proyek palapa ring paket tengah

Bersambung ke hal 2

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2016 NO. 4278

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook Learn more on our blog