ID171121

SELASA 21 NOVEMBER 2017 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/AFP PHOTO/Josep LAGO

Morgan Tsvangirai – pemimpin oposisi utama untuk Gerakan Peru- bahan Demokratik – menyebut pidato Mugabe sebagai pembalik harapan rakyat secara keseluruhan. “Hal yang disebut sebagai negosiasi dengan tentara tidak menghasilkan jalan keluar bermartabat yang dihara- pkan negara ini,” ujar dia. Sementara itu, Chris Mutsvangwa, kepala asosiasi veteran perang, me- nyerukan protes dengan kendali long- gar daripada yang diselenggarakan di akhir pekan sebagai upaya untuk mengusir Mugabe. “Kali akan ada aksi duduk. Kami tidak akan meninggalkan Harare sampai orang ini pergi. Dia sudah tidak waras,” katanya Senin, seraya mengancamakan ada tindakan hukum terhadap presiden tersebut. Meskipun Mugabe telah berjuang dengan berbicara di depan umum dalambeberapa tahun terakhir, namun negarawan yang cerdas itu terlihat se- lalu waspada dan penuh perhatian saat menyampaikan pidatonya. (afp/pya) "Semua pihak menyadari tanggung jawab mereka, dan tanggung jawab ini berarti tidak mengembalikan mandat mereka kepada pemilih," kata dia kepada Welt am Sonntag . Merkel bertemu dengan Steinmeier pada Senin untuk membahas krisis tersebut namun rencana pembicaraan dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte segera dibatalkan. Pemilih di Berlin tengah mengung- kapkan keterkejutannya tentang sun- tikan drama tinggi yang tiba-tiba ke dunia politik Jerman yang seringkali tenang. Tapi mahasiswa hukum Al- exander Streb, (20 tahun) bersikeras bahwa pergolakan tersebut tidak mengeja akhir era Merkel. "Dia berdiri untuk stabilitas, itu juga mengapa orang muda menyukainya," kata dia kepada AFP . Merkel, yang kebijakan pengungsi liberalnya terbukti sangat memecah belah, dipaksa untuk mencari perse- kutuan dengan kelompok partai yang sangat bertentangan satu sama lain setelah pemungutan suara mening- galkannya tanpa mayoritas. Hal itu juga memicu sebuah serangan balik yangmemungkinkan partai AfDuntuk memenangkan kursi pertamanya di parlemen. Namun setelah lebih dari sebulan melakukan negosiasi yang melelah- kan, pemimpin FDP pro-bisnis, Chris- tian Lindner, keluar dari perundingan semalam, dengan mengatakan bahwa tidak ada dasar kepercayaan untuk membentuk sebuah pemerintahan dengan aliansi konservatif Merkel CDU-CSU dan Ekologi Hijau. "Lebih baik tidak memerintah dari­ pada memerintah dengan buruk. Par- tainya tidak berbagi visi bersama men- genai modernisasi Jerman," kata dia. Kaum Hijau dengan marah menye- salkan kegagalan untuk memben- tuk sebuah pemerintahan, dengan mengatakan bahwa mereka percaya kesepakatan dapat dilakukan terlepas dari perbedaan dan menuduh FDP melakukan negosiasi dengan itikad buruk. Anggota parlemen Eropa Partai Hijau, Reinhard Buetikofer dalam twitter mengatakan Lindner, yang telahmengambil garis keras pada para pengungsi saat perundingan berlang- sung memilih agitasi populis daripada tanggung jawab politik. (afp)

Oleh Leonard AL Cahyoputra

BERLIN – Kanselir Jerman Angela Merkel berada di ujung tanduk setelah perundingan untuk mem- bentuk pemerintahan baru gagal tercapai. Jerman sekarang menghadapi berpekan-pekan, bahkan berbulan-bulanan kondisi tanpa pemerintahan, yang tidak mungkin mengambil kebijakan di dalam negeri atau pun di panggung Eropa.

Karena peringatan itu maka ang- gota parlemen par tai ZANU-PF – yang diminta untuk memulai proses pemakzulan – diperkirakanmenggelar pertemuan pada pukul 14.00 GMT. Sedangkan militer mengatakan akan membuat pernyataan sebagai tanggapan atas krisis yang dipicu oleh penolakan Mugabe untuk lengser. Pidato yang disampaikan Mubage telahmengakhiri akhir pekan yang luar biasa – di mana penduduk Zimbabwe sempat merayakan dan melampiaskan kemarahanmereka. Jika pembangkan- gan terbuka seperti itu terjadi pada pekan lalu, pasti akan dihancurkan secara paksa oleh pasukan keamanan. Akan tetapi, kegembiraan mereka dengan cepat berubah menjadi kepu- tusasaan.PasalnyaMugabemengabaikan kerusuhan itu dan berbalik menyatakan akanmemimpinpertemuantingkattinggi partai, yang baru saja memecatnya. Ratusan demonstran pun terlihat berkumpul di Universitas of Zimba- bwe, Harare pada Senin untuk mem- inta Mugabe mundur. noritas meskipun dia telah memberi isyarat bahwa dia tidak mendukung ketidakstabilan tersebut. Oleh karena itu, Jerman terpaksa mengadakan pe- milihan baru, yang harus dinyatakan oleh Steinmeier. Tapi itu bukan tanpa bahaya bagi Merkel, yang akan menghadapi per- tanyaan dari dalam partainya apakah dia masih kandidat terbaik untuk membawa spanduknya ke dalam kampanye baru. Majalah berita Der Spiegel menye- but gagalnya negosiasi merupakan malapetaka bagi Merkel dan menga- takan bahwa Jerman, yang telah lama dilihat sebagai tolok ukur stabilitas, mengalami momen Brexit danTrump- nya sendiri. Presiden Prancis Emmanuel Ma- cron, yang telah meminta dukungan Merkel untuk rencana reformasi Uni Eropa (UE) yang ambisius, men- gungkapkan keprihatinannya tentang kebuntuan politik Jerman. “Presiden Macron mengatakan bahwa dia ber- harap Berlin akan tetap menjadi mitra stabil dan kuat untuk memungkinkan kedua mitra tersebut maju bersama,” kata kantor Presiden Prancis. Wakil parlemen AfD Alexander Gaulandmenyambut baik keruntuhan perundingan tersebut, denganmenga- takan bahwa Merkel telah gagal dan bahwa partainya menanti pemilihan baru yang potensial di mana partainya bersiap memperoleh keuntungan yang kuat. Seiring perundingan terus berlanjut tanpa adanya terobosan, Steinmeier pada Minggu (19/11) mengeluarkan sebuah peringatan kepada pihak-pihak agar tidak sembarangan memaksakan pemilihan baru. memberikan dampak yang banyak kepada emiten di bidang media. Se- bab, di era modern, para partai politik dapat berkampanye menggunakan media sosial. Terkait kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) ataupun pasar modal secara keseluruhan pada 2018, Alfred menyatakan, selama tidak ada sentimen yang mempengaruhi aktivitas ekonomi Indonesia, jelas kondisinya akan berlangsung baik. Ia mencontohkan, krisis di suatu negara, hasil pemilihan presiden di Amerika Serikat, atau keputusan Federal Reserve System (The Fed) justru menjadi sentimen utama yang berpeluang mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. “Seperti saat Donald Trump terpilih, karena pasar khawatir akan ada kebija- kan yang berubah danmempengaruhi keadaan ekonomi. Lalu mengenai krisis di Venezuela, andaikan nanti ada pengaruh terhadap neraca per- dagangan kita, ya itu mungkin dapat jadi sentimen yang mempengaruhi pasar,” jelas dia. Kemudian, pada 2018 The Fed juga berniat untuk kembali menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR). Namun Alfred menuturkan, yang menjadi perhatian pasar ke depan adalah kapan dan berapa besar kenaikan yang diputuskan.

Sambungan dari hal 1 HARARE – Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dihadapkan pada ke- mungkinan pemakzulan atau impeach- ment pada Senin (20/11). Hal tersebut dikarena laporan televisi Zimbabwe yang menegaskan kendali yang masih dipegangnya, padahal pihak militer telah mengambil alih dan partainya memaksa dia untuk mundur. Dalampidato yang disiarkan televisi pada Minggu (19/11) malam, kepala negara berusia 93 tahun itu menan- tang harapan bahwa dia akan berhenti sehingga membawa negara ini terjeru- mus ke dalam krisis politik mendalam yang memasuki pekan kedua. Pidato itu pun menuai kemarahan dan rasa tidak percaya di antara banyak warga Zimbabwe, sehingga memicu kekhawatiran bahwaMugabe dapat menghadapi reaksi keras. Bahkan par tai ZANU-PF telah memecat dan memintanya mengun- durkan diri sebagai kepala negara sekaligus memperingatkan adanya upaya pemakzulan jika Mugabe gagal mundur pada tengah hari. Selaku kepala negara, ia memiliki kekuasaan untuk menyerukan pemilu sela. Tapi, Steinmeier menandaskan opsi tersebut tidak diinginkannya. “Saya harap seluruh partai bersedia berbicara untuk membentuk pemer- intahan dalam waktu dekat,” ujar dia. Setidaknya ada dua opsi bagi Merkel untuk mempertahankan jabatannya sebagai kanselir dan karir politiknya. Pertama, ia bisa membujuk Partai Sosial Demokratik (SPD), yang telah menjadi mitra koalisi junior di pemer- intahannya sejak 2013, untuk kembali merapat. Akan tetapi kekalahan yang memalukan di pemilu telah membiat panji-panji partai tersebut telah beru- lang kali mengatakan bahwa tempat SPD sekarang berada dalam oposisi. Untuk pilihan kedua, Merkel, yang telah berkuasa selama 12 tahun, juga bisa memimpin pemerintahan mi- Tanpa koalisi, Jerman mungkin terpaksa mengadakan pemilihan baru yang berisiko hasilnya tidak meyakin- kan seperti pemilu pada September 2017. Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pada Senin (20/11) mende- sak partai-partai politik untuk me- mikirkan ulang posisi masing-masing dan menemukan kompromi untuk membentuk pemerintahan baru. “Membangun pemerintahan selalu sulit karena menyangkut apa yang da- pat diberikan dan diambil. Tapi, man- dat untuk membentuk pemerintahan barangkali adalah mandat tertinggi yang diberikan oleh pemilih kepada partai di alam demokrasi. Mandat ini tetap berlaku sehingga ini lah saatnya bagi seluruh pihak berkepentingan untuk mempertimbangkan kembali sikap mereka,” tutur Steinmeier. “Oleh sebab itu, saya menilai, jan- gan jadikan Pilkada serentak di 171 daerah pada 2018 menjadi momok dan khawatir berinvestasi,” tegas Alfred kepada Investor Daily, kemarin. Lebih lanjut ia menuturkan, kam- panye yang dilakukan oleh Parpol justru dapat mendukung kenaikan produk domestik bruto (PDB) pada 2018. Walau memang secara persen- tase tidak akan terlalu besar, karena periode kampanye yang berlangsung tidak lama. “Cuma setidaknya mereka akan melakukan belanja kampanye, dan itu akan membantu menggerakkan ekonomi. Nah, kalau meninjau soal waktu kampanye dan pembayaran pajak yang berdekatan, saya menilai kita tidak perlu khawatir soal dana di perbankan,” ujar dia. Latar belakang dari pandangan tersebut, jelas Alfred, karena dana yang ditarik dari perbankan tentu akan mendukung perputaran ekonomi dan akhirnya akan kembali ke perbankan. Sehingga, ia berkeyakinan pada 2018, soal Pilkada tidak akan menjadi senti- men negatif bagi emiten di subsektor bank. Ia juga menilai, meski ada potensi kenaikan belanja kampanye oleh Parpol, tapi hal tersebut tidak lantas

Dorong Pembebasan Pemadam kebakaran Barcelona, Spanyol membentu pita merah raksasa di Kastil Montjuic untuk mendorong pembebasan para pemimpin separatis Catalan yang sekarang dipenjara. Mereka ditahan menunggu hasil investigasi dengan dakwaan pemberontakan, pengkhianatan, dan penyelewengan dana publik.

pertanyaan besar mengenai apa yang bisa mereka dapatkan kembali. Keselamatan jugamenjadi perhatian segera, dengan laporan yang muncul dari Rohingya yang masih berada di Rakhinemendapat tekanan kuat untuk melarikan diri. Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson pekan lalu mengutip laporan kredibel tentang kekejaman sejak akhir Agustus 2017. Serangan mematikan oleh militan Rohingya di negara bagian Rakhine di Myanmar pada 25 Agustus 2017 memicu sebuah serangan balik besar- besaran dari pasukan keamanan yang menurut PBB dapat termasu ke dalam pembersihan etnis. Pengungsi Roh- ingya yang sekarang di Bangladesh menggambarkan serangan ittu seba- gai pemerkosaan, pembunuhan dan pembakaran oleh tentara dan milisi. Myanmar menyangkal adanya pelecehan, mengatakan bahwa pihakn- ya siap dan bersedia untukmengambil kembali pengungsi jika mereka dapat memverifikasi hak-hak mereka di Rakhine. Namun ratusan ribu orang Rohingya, yang diusir dari Myanmar di beberapa operasi yang didukung tentara sebelumnya, juga belum kem- bali meski telah melakukan repatriasi puluhan tahun dengan Bangladesh. Pemenang Nobel Aung San Suu Kyi mendapatkan kritik tajam di luar Myanmar karenamerasa tidakmampu untuk berbicara mengenai Rohingya. (afp/leo) menemukan pilihan, gabungan ke- mampuan untukmenanggapi keadaan apa pun, dan begitulah cara kerjanya, tidak terlalu rumit,” jelas Hyten. Hyten menambahkan, melalui ske- nario bagaimana bereaksi jika terjadi perintah ilegal adalah praktik standar. “Jika Anda melakukan perintah yang melanggar hukum, Anda akan dipenjara. Anda bisa dipenjara seumur hidup Anda,” kata Hyten mencontoh- kan. Namun saat dimintai pendapat, Pentagon tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari ucapan Hyten. (ant/pya) daerah-daerah mana yang berpotensi rawan. Daerah di Indonesia Timur mungkin perlu diberikan perhatian. Sementara Sumatera, khususnya Sumatera Barat, malah bisa dijadikan ikon atau kiblat demokrasi,” ujar Pangi. Sedangkan pengamat ekonomi-poli- tik Edy Purwo Saputro mencermati, parpol kini sedang menata ulang kekuatannya untuk pemenangan pilkada terutama akibat banyaknya kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terhadap sejumlah kepala daerah selama 2017, selain juga men- jelang pilpres 2019. “Kasus KTP-elektronik juga rawan menyeret sejumlah politisi dan mun- gkin juga menyandera beberapa kandidat yang akan maju di pilkada. Misalnya, sampai kini PDI-P belum memberi sinyal siapa kandidat di Jateng yang akan diusungnya, apakah incumbent atau yang lain,” ujarnya. Dalam kondisi demikian, ia menilai, investor tentu cenderung bersikap wait and see . “Dan jika kondisinya kurang kondusif, misal banyak seng- keta pilkada, maka akan menjadi wait and worry dan mungkin berlanjut sampai pilpres 2019,” ujarnya. Meski demikian, ada sinyal positif dari pasar modal dengan IHSG men- embus level psikologis 6.000, tentu memberi kepercayaan kepada investor, meski harus juga diwaspadai ancaman pelarianmodal jika tahun politik rentan memicu konflik. (eld/jn)

“Rencana Tiongkok untuk men- gakhiri krisis akan dimulai dengan gencatan senjata di Rakhine sehingga penduduk setempat tidak lagi men- gungsi,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok Lu Kang pada konferensi pers di Beijing. Ia mengatakan bahwa rencana itu telah mendapat persetujuan dari para pemimpin di Bangladesh dan Myanmar. Tiongkok telah menjadi pahlawan bagi Myanmar, yang telah membantu negara tersebut terhindar dari keca- man di DewanKeamanan PBB. Negara itu telah memompa miliaran dolar ke Myanmar dan Bangladesh untuk memperluas infrastruktur regional dan jaringan perdagangannya. Tiongkok juga mengincar akses ke pantai barat Myanmar untuk pelabuhan dan jarin- gan pipa termasuk di negara bagian Rakhine, di mana pengusaha Tiongkok menghabiskan miliaran dolar AS. Namun, ungkapan optimisme yang meningkat tampak sangat berten- tangan dengan realitas di lapangan. Kelompok hak asasi manusia men- gatakan pemulangan yang cepat dan aman sangat tidak mungkin terjadi. Sejumlah besar warga Rohingya masih melarikan diri dari kekerasan, ketakutan dan kelaparan di sebagian besar Myanmar Buddha setiap hari. Desa Rohingya dalamkeadaan apapun telah diratakan dan sawah disita atau dibiarkan membusuk, menimbulkan bodoh, kami banyak memikirkan hal ini, kapan Anda memikul tanggung jawab itu. Bagaimana Anda tidak memikirkannya?” ujar Hyten, yang bertanggung jawabmengawasi senjata nuklir AS seperti dikutip Reuters . Sebaliknya, sebagai kepala Strat- com, Hytenmemberikan saran kepada Trump bahwa ia akan memberi tahu yang harus dilakukan. “Jika perintahnya tidak sah, tebak apa yang akan terjadi? Saya akan mengatakan, ‘Tuan Presiden, itu tidak sah’, dan tebak apa yang akan dia lakukan? Dia akan berkata, ‘Apa yang mengesahkannya?’ dan kami akan Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting. Oleh karena itu, Pangi mengimbau semua elemen bangsa untuk menjaga situasi keamanan dan politik yang tetap kondusif. Yang penting pula, aparat pemerintah mesti adil dalam menangani permasalahan-permasala- han di hulunya. “Politik uang mesti dimatikan, penegakkan hukum harus jalan dan adil, serta penyelenggaramaupun pen- gawas pemilu harus tegas, termasuk dalam hal memberikan sanksi tegas. Ingat, ketidakadilan akan memicu kecenderungan kekacauan,” ujarnya. Namun, ia percaya, Polri mampu menjalankan tugasnya secara pro- fesional, mampu mendeteksi, me- metakan daerah rawan sehingga bisa mengurangi potensi kerawanan dan kekacauan politik dalam kontestasi elektoral di 171 daerah. “Saya mengapresiasi bahwa berda- sarkan evaluasi pilkada sebelum-se- belumnya, kita mulai menjadi bangsa yang punya peradaban. Pendidikan politik sudah berjalan baik,” ujar Pangi. Ia memberikan contoh sederhana, kesiapan untuk menerima kekalahan atau tidak jumawa menerima kemen- angan. Kondisinya jauh beda dengan tahun 2004, yang masih diwarnai pembakaran fasilitas publik karena tidak bisa menerima kekalahan dalam kontestasi elektoral. “Polri tentu sudah punya catatan

YANGON – Krisis Rohingya terus menjadi perhatian dunia internasional dan para tokoh dunia bergantian ber- temu dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Mereka bertemu untuk mencari solusi atas krisis yang mendorong 620.000 anggota minoritas Muslim pergi ke Bangladesh. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Federica Mogherini adalah yang terbaru. Iamemuji perbin- cangannya dengan Suu Kyi mengenai krisis itu sangat menggembirakan. Sebelumnya pada akhir pekan lalu, ia mengunjungi kamp-kamp pengung- si di Cox's Bazar, Bangladesh. "Saya pikir pembicaraannya sangat menggembirakan," kata dia kepada wartawan di ibukotaMyanmar, Naypy- idaw, di sela pertemuan para menteri luar negeri Asia dan Eropa, Senin (20/11). Mogherini mengatakan dirinya sangat mendorong kemungkinan -yang dia yakini nyata dan nyata dari Myanmar dan Bangladesh untukmen- capai kesepakatanmengenai repatriasi pengungsi. Kedua negara telah sepakat pada prinsipnya untuk memulangkan para pengungsi namun belum menca- pai kesepakatan yang mengikat. Sementara itu, Tiongkok selangkah lebih maju dengan membuat sebuah proposal "tiga kalimat" untuk menye- lesaikan krisis, yaitu melibatkan gen- catan senjata, pemulangan pengungsi dan pengentasan kemiskinan. WASHINGTON – Panglima terting- gi nuklir Amerika Serikat (AS) Jender- al Angkatan Udara John Hyten men- gatakan akan menolak permintaan Presiden Donald Trump jika perintah peluncuran senjata nuklir itu tidak sah. Menurut Hyten, yang sekaligus menjadi komandan Komando Strate- gis AS (Stratcom), kepada peserta Fo- rumKeamanan Dunia Halifax di Nova Scotia, Kanada, Sabtu (18/11) waktu setempat, bahwa dirinua banyak me- mikirkan yang akan dikatakannya jika menerima perintah semacam itu. “Saya pikir beberapa orang men- gira kami bodoh. Kami bukan orang

“Memang situasi politik tahun 2018 akan lebih ingar bingar sehubungan dengan ingar bingar oleh pertarun- gan politik elektroral. Banyak aktor politik bermain, tensi politik akan naik sehubungan dengan pilkada serentak dan persiapan pilpres 2019,” ujar Pangi Syarwi yang juga Direktur

Hindari Gesekan Sementara itu, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago berharap selu- ruh elemen bangsa mampu menahan diri untuk menghindari gesekan dan melaksanakan kontestasi elektoral yang makin demokratis pada 2018 yang merupakan tahun politik.

Made with FlippingBook - Online magazine maker