SP181013

Suara Pembaruan

18

Sabtu-Minggu, 13-14 Oktober 2018

[JAKARTA] Kontingen Indonesia berpeluang besar duduk di posisi kelima daftar perolehan medali akhirAsian Para Games 2018. Pasalnya, pada hari terakhir penyeleng- garaan pesta olahraga kelom- pok disabilitas bangsa-bang- sa Asia pada Sabtu (13/10) siang, Indonesia berhasil menempatkan tujuh wakil di final cabang bulutangkis. Dua di antaranya sudah pasti merebut emas karena terjadi pertemuan sesama pemain Indonesia. Difinaltunggalputranomor SL3, tunggal putra Dheva Anrimusthi berhadapandengan rekan senegaranya, Suryo Nugroho. Di nomor ganda putra SU5, pasangan Suryo Nugroho/KurniaDwiListyanto PutraberhadapandenganDheva Anrimusthi/HafizhBriliansyah Prawiranegara. Cabang ini masih berpe- luang menyumbang emas karena masih ada dua tunggal putra yang bertarung di final, yaitu Fredy Setiawan yang melawan Tarun dari India di nomor SL4 dan Ukun Rukaendi yang juga menan- tang atlet India lainnya, Pramod Bhagat di nomor SL3. Di ganda campuran SL3, pasangan Indonesia Hary Susanto/Oktila Leani Ratri melawan pasangan

Empat emas lain yang diraih Indonesia kemarin masing-masing disumbangkan dari cabang bersepeda, para renang, lawn bowl, dan bulu- tangkis. Emas balap sepeda disumbangkan M. Fadli Immamuddin setelah menjadi yang tercepat pada nomor individu putra persuit 4.000 meter C4. Ia mencatatkan waktu 5menit 3.605 detik dan mengalahkan wakil Malaysia dan India. Dari cabang renang, Syuci Indriani kembalimenyumbang emas untuk kontingen Indonesia. Ia menjadi yang tercepat di nomor 200 meter gaya ganti putri SM14. Syuci yang turun di jalur lima menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 2 menit 36,32 detik. Dari cabang bulutangkis, pasangan ganda putri Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah juga menyumbang emas setelah mengalahkan pasangan Tiongkok, Hefang Cheng/Huihui Ma di babak final klasifikasi SL3/SU5, dua gim langsung 21-15, 21-12. Sementara itu, medali emas cabang lawn bowls dipersembahkan pasangan ganda campuran Julia Verawati/Kacung yang turun di nomor kelas B2. [H-15/A-21]

Peluangdi 5Besar Terbuka

SP/JOANITO DE SAOJOAO Pasangan bulutangkis ganda putri Indonesia Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah mengibarkan bendera merah putih setelah memastikan medali emas klasifikasi SL3/SU5 melawan pasangan Tiongkok Hefang Cheng/Huihui Ma dua gim langsung 21-15, 21-12.

T h a i l a n d Te ama r r om Siripong/Saensupa Nipada di laga final. Sementara pada nomor ganda putra SL3, Indonesia juga punya wakil di final yaitu Dwiyoko/Fredy Setiawan. Mereka ditantang pasangan Korea Selatan, Jeon Sunwoo/Joo Dongjae. Sepanjang Jumat (12/10), Indonesia panen emas, setelah

mengalami paceklik medali sehari sebelumnya. TimMerah Putih mampu meraih sembi- lan emas, sembilan perak, dan sembilan perunggu. Catur menjadi penyum- bang emas terbanyak bagi tuan rumah Indonesia dengan lima emas yang didapat dari dua nomor individu lewat Edy Suryanto danTati Karhati [ZAGREB] Tim Nasional (Timnas) Inggris gagal menuntaskan dendamnya atas kekalahan dari Krosia pada semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia Juli lalu saat kem- bali bertemu pada ajang Liga Nasional UEFA di Stadion HNK Rijeka, Sabtu (13/10) dini hari WIB. Mereka hanya bermain imbang tanpa gol. Bermain di dalam stadion yang kosongmenyusul sanksi dari UEFA untuk Kroasia karena kerusuhan penonton saat melawan Italia 2016 lalu, timTiga Singa memang lebih banyak menguasai bola. Namun, Kroasia memiliki peluang lebih banyak. Luca Modric dan kawan-kawan sembilan kali mengancam gawang Inggris, tiga di anta- ranya mengarah ke gawang. Sementara, Inggris hanya lima kali mengancam gawang Kroasia dan hanya dua yang betul-betul mengarah ke gawang. Meski demikian pelatih Inggris Gareth Southgate justru merasa anak asuhnya lebih layak memenangi laga ini. “Seharusnya kami bisa memenangi laga ini bila dilihat penampilan anak-anak, kami layak menang. Di babak per- tama, kami memiliki dua

di nomor perorangan kelas B1. Tiga emas lainnya disum- bangkan nomor beregu masing-masing pada nomor beregu putra dan putri kelas B1 dan nomor beregu putra kelas B2/B3. Dengan demikian, catur di Asian Para Games sama seperti Pencak Silat pada Asian Games 2018 lalu

sebagai penyumbang meda- li paling banyak untuk Indonesia. Total, ada 11 emas yang diraih tim para catur Indonesia. Dua hari sebelum- nya, Indonesia berhasil meraih enam medali emas. Sementara Filipina menjadi negara kedua dengan kolek- si lima emas disusul Iran dengan empat emas.

[JAKARTA] Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memastikan bonus untuk para atlet Asian Para Games (APG) 2018 diberikan sebelum acara penutup- an, Sabtu (13/10) malam WIB. Bonus akan diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, pada Sabtu (13/10). “Bonus berupa uang akan diberikan sebelum keringat mereka kering. Rencananya diberikan langsung oleh Bapak Presiden JokoWidodo sebelum penutupan,” ujar Menpora Imam Nahrawi, di GBK Arena Senayan, Jakarta, Jumat (12/10). Bonus akan diberikan kepada para atlet peraih meda- li, pelatih, dan asisten pelatih. Nominalnya sama dengan bonusAsian Games 2018. Perinciannya, untuk perorang- an mendapatkan medali emas sebesar Rp 1,5 miliar, medali perak Rp 500 juta, dan medali perunggu Rp 250 juta. Untuk tim ganda, bonus atlet peraih medali emas sebesar Rp 1 miliar, medali perak Rp 400 juta, dan medali perunggu Rp 200 juta. Untuk tim regu, peraih medali emas akan diberikan bonus Rp 750 juta, medali perak Rp 300 juta, dan medali perunggu Rp 150 juta. “Pencairan akan diberikan kepada atlet berupa buku tabungan dan kartu ATM. Nominal tersebut utuh tanpa ada potongan pajak. Atlet dan pelatih yang belum ber- hasil meraih medali, pemerintah tetap akan memberikan penghargaan dan bonus seperti Asian Games 2018,” ungkap dia. Sementara itu, Direktur Upacara Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc)AuliaMahariza menga- takan penutupan Sabtu (13/10) malam digelar di Stadion Madya karena Stadion Utama Gelora Bung Karno masih dipakai sebagai arena perlombaan para atletik. Penutupan juga akan dimeriahkan pertunjukan piktogram wayang jelang pemadaman api kaldron. Para penari di atas panggung berbentuk persegi panjang dengan panjang 28 meter. [H-15] Bonus Atlet Cair Sebelum Penutupan

Inggris Gagal Balas Dendam Atas Kroasia

AFP Pemain tengah Timnas Inggris Jordan Henderson (kanan) mengadang pemain Kroasia Ante Rebic dalam ajang UEFA Nations League di Stadion HNK Rijeka, Kroasia, Sabtu (13/10) dini hari.

peluang emas dari sepakpojok. Di babak kedua, Kroasia memang memiliki peluang, tetapi kami berhasil mendikte permainan,” kata Southgate setelah pertandingan. Dengan hasil ini, Inggris dan Kroasia sama-sama baru mengoleksi satu poin dan menghuni posisi dua dan tiga LeagueAGrup 4. Posisi pun- cak dikuasai Spanyol dengan enam poin hasil dari dua kali menang.

Pada laga ini, pemainmuda Inggris Jadon Sacho mendapat pujian khusus karena baru menjalani debut untuk Timnas Inggris. Ia satu-satunya pemain Inggris yang lahir setelah 2000 dan langsung tampil cemerlang. Meski barumasukmenit ke-78 menggantikanRaheemSterling, aksipemainBorussiaDortmund berusia 18 tahun ini langsung menyedotperhatianrekan-rekan satu tim dan para pengamat sepakbola Inggris.

“Penampilannya luar biasa,” puji kapten tim, Harry Kane setelah pertandingan. Hal yang sama diakui Eric Dier. Menurutnya, penampil- annya pada 12 menit terakhir pertandingan sangat fantastis. Sementara itu, pada laga lain di LeagueAGrup 2 yang berlangsung di King Baudoin Stadium, Brussels, tuan rumah Belgia berhasil menjinakkan Swiss dengan skor tipis 2-1. [ESPN/Sky Sports/A-21]

Made with FlippingBook - Online catalogs