SP190430

Suara Pembaruan

28

Selasa, 30 April 2019

Palyja Sediakan Air Siap Minum di Stasiun MRT Penggunaan Botol Plastik Akan Berkurang

Fatahillah, dan SDN 05 Petamburan," ujar Robert, di area depan pintu masuk Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Robert menyebutkan, keberadaan air siap minum tersebut diharapkan dapat memberikan edukasi bagi masyarakat untuk mengu- rangi penggunaan air tanah serta mengurangi penggu- naan air minum dalam ke- masan botol plastik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyebutkan keberadaan kawasan Dukuh Atas men- jadi kawasan pertama yang dilintasi oleh tujuh moda transportasi sehingga makin mempermudah masyarakat untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. "Masing-masing penge- lola moda transportasi harus

memiliki satu payung yang sama jangan hanya per sek- tor saja. Kami mendorong integrasi antarmoda bagai- mana transportasi antarrute harus saling tersambung agar mempermudah masya- rakat yang menggunakan transportasi massal," kata Anies. Anies menyebutkan, ku- alitas sistem transportasi di Jakarta dapat dinilai dari partisipasi masyarakat menggunakan transportasi umum. Jika belum menggu- nakan, maka kualitas trans- portasi di Jakarta belum la- yak seperti sistem transpor- tasi di negara-negara lain- nya. Direktur MRT Jakarta, William Syahbandar berha- rap, air siap minum akan tersedia di semua stasiun MRT. Saat ini, ada 13 stasi-

un MRT di Jakarta. Fasilitas drinking fountain Palyja yang tersedia di Stasiun Dukuh Atas dan Stasiun Blok M adalah yang perta- ma dan kedua di stasiun MRT. “Saya berharap ke de- pan semua stasiun MRT nantinya akan ada fasilitas air siap minum,” kata William. Menurut William, sejak satu bulan operasional ko- mersial, rata-rata jumlah pe- numpang mencapai 82.615 setiap hari. "Angka tertinggi pada 13 April 116.000. Trennya sekarang 90.000 setelah pe- netapan tarif 50%. Stasiun terbanyak yakni Lebak Bulus, HI, Blok M dan Senayan. Kebanyakan pe- numpang yang turun di sini adalah penumpang commu- terline," kata William. [C-7]

SP/CARLOS ROY FAJARTA BARUS Peresmian titik air siap minum Palyja di Stasiun MRT Dukuh Atas oleh Pemprov DKI Jakarta, Selasa (30/4).

[JAKARTA] Pemprov DKI Jakarta melalui operator air Palyja meresmikan air siap minum di dua titik stasiun moda raya terpadu (MRT), yakni di Stasiun MRT Dukuh Atas dan Stasiun MRT Blok M, Selasa (30/4). P r e s i d e n D i r e k t u r

Palyja, Robert Rerimassie menyebutkan, pihaknya su- dah menjalankan arahan da- ri Gubernur DKI Jakarta se- jak awal 2018 untuk menyi- apkan air siap minum di da- erah yang banyak dilewati masyarakat. "Sejak diarahkan kami

sudah menyiapkan tujuh ti- tik air siap minum seperti di Museum Nasional, Islamic School Lebak Bulus, SDN 03 dan 04 Penjaringan, dan dua lainnya di stasiun MRT. Ke depan, kita juga akan membangun di Masjid Istiqlal, Monas, Museum

Rencana Pengadaan Monorel di Kota Bogor Mulai Dikaji

[BOGOR] Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih melakukan kajian terkait rencana pengadaan monorel yang akan terintegrasi de- ngan kereta ringan ( light rail transit /LRT) yang akan beroperasi pada 2020. Se k r e t a r i s Da e r a h (Sekda) Pemkot Bogor Ade Syarif Hidayat mengata- kan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan studi kelayakan serta teknik pin- jaman dana bila Pemkot Bogor berminat menerima hibah monorel dari peme- rintah Belanda. “Yang terpenting studi teknik bantuan dananya di- pastikan membuat jaringan atau infrastruktur monorel tidak muirah. Nanti terkait dana akan dibantu oleh pe- merintah pusat, sekaligus LRT atau pinjaman dengan negara pemberi hibah,” pa- par Ade, Selasa (30/4). Pemkot sendiri mem- punyai rencana operasional

monorail dengan rute IPB Dramaga – Stasiun Bogor – Kebun Raya – Terminal Bus Baranangsiang – Lawanggintung – Tajur – Ciawi. Dari sisi lalu lintas, kata Ade, rute itu dianggap paling padat. Untuk kapasitas, mono- rail mempunyai daya ang- kut sebanyak 500 penum- pang per kereta, atau 5.000 penumpang pe r j am. Artinya bisa mengangkut sebanyak 85.000 penum- pang per hari. Menanggapi itu Kepala B a d a n P e r e n c a n a a n Pembangunan Dae r ah (Bappeda) Kota Bogor Erna Hernawati sepakat bahwa monorel dapat men- jadi solusi kemacetan Kota Bogor. Menurutnya, keberada- annya nanti akan sangat membantu mobilitas warga Bogor. Namun, harganya yang mencapai angka trili- unan membuat Pemkot

Bogor harus memberlakau- kan pinjaman lunak. Untuk mewujudkan itu dibutuh- kan be r baga i ka j i an . Artinya, Kota Bogor akan terikat dalam waktu bebe- rapa puluh tahun ke depan. “Mereka (pemerintah Belanda) punya niatan un- tuk membangun monorail, tetapi sifatnya kan soft lo- an . Jadi pinjaman lunak da- lam jangka waktu beberapa puluh tahun,” kata Erna. Ia mengatakan, untuk memberlakukan tinjauan dari segala aspek yang di- l akukan Kemen t e r i an Keuangan. Segala sesuatu- nya akan dihitung mulai da r i Pendapa t an As l i Daerah (PAD) hingga aset yang dimiliki Kota Bogor. “Kita harus pasti dulu, kalau soft loan dulu dari kementerian keuangan ke- mampuan keuangan kita, tidak hanya PAD, aset dan sebagainya juga,” urainya. [VEN/H-12]

Made with FlippingBook HTML5