SP170607

Suara Pembaruan

28

Rabu, 7 Juni 2017

Djarot: Pasukan Putih PTSP Tekan Korupsi

mohon perizinan bisa mem- bayar setiap urusan perizinan dengan nontunai melalui mesin EDC mobile . Selain menghilangkan kebocoran retribusi perizinan, juga me- minimalkan korupsi pemba- yaran retribusi perizinan. K e p a l a D i n a s Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) DKI, Edy Junaedi mengatakan, saat ini, petugas AJIB ada 200 orang yang direkrut de- ngan memiliki kemampuan andal dan integritas yang tinggi. “Bahkan, saking tinggi- nya integritasnya, petugas AJIB ada yang kami rekrut dari perusahaan swasta ka- rena selalu menolak terima uang. Jadi kami ingin AJIB ini menjadi garis terdepan dalam pengurusan perizin- an di Jakarta,” kata Edy. Diharapkan, dengan ke-

beradaan petugas putih per- izinan atau AJIB ini, seiring dengan program lainnya, dapat semakin peningkatan pendapatan daerah dari sek- tor retribusi perizinan. Sebab, retribusi dari peri- zinan di tingkat provinsi su- dah meningkat hampir 300%. Sebelumnya, retribusi perizinan yang masuk ke pendapatan daerah hanya sekitar Rp 50-70 miliar. Namun, dengan adanya per- baikan kinerja, program dan kebijakan serta adanya pe- tugas AJIB ini, maka retri- busi perizinan sudah me- nembus angka Rp 200 mili- ar pada 2016. Artinya, semua retribusi perizinan yang diterima Dinas PM dan PTSP DKI langsung masuk ke kas dae- rah, karena tidak lagi dila- kukan secara tunai, melain- kan nontunai. [LEN/W-11]

ISTIMEWA Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) DKI, Edy Junaedi (kedua kiri) berfoto dengan pasukan putih Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB) di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (7/6).

[JAKARTA] Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat ber- harap pasukan putih Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB) dapat menghilang- kan penyelewengan retribu- si perizinan dan memini- malkan korupsi sehingga berdampak pada peningkat- an retribusi perizinan. Pasukan AJIB telah dileng- kapi dengan mesin EDC mobile atau mesin gesek anjungan tunai mandiri (ATM). “Pasukan putih AJIB ini merupakan perpanjangan tangan Pemprov DKI untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, masyarakat itu bos kita. Paradigma masa lalu harus diubah total. Dulu seakan -akan kita majikan, sehing- ga ketika ada minta pela- yanan perizinan dan non- perizinan, ada tarifnya. Ada syaratnya, tarif resmi ada, ditambah lagi tarif tidak resmi. Ini tidak boleh lagi terjadi,” kata Djarot dalam a c a r a p e n y e r a h a n P e r l e n g k a p a n K e r j a Pasukan Putih AJIB dari Bank DKI di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (7/6). Dulu, Indonesia dikenal dengan rumit dan mahalnya biaya pelayanan perizinan. Kondisi ini ingin diubah oleh Pemprov DKI. Oleh karena itu, sejak dua tahun lalu, Pemprov DKI mem- perbaiki pelayanan publik, termasuk pelayanan peri- zinan agar dipermudah, di- percepat dan tidak mahal biayanya karena sesuai ta- rif. “Kita bongkar praktik seperti itu dan kembalikan pada fungsi awal, bahwa

Pemprov DKI harus mela- yani masyarakat. Jadi petu- gas AJIB, Anda yang di ujung tombak, yang menja- di perpanjangan kaki dan tangan kami, sikap perilaku kami,” ujarnya. Oleh karena itu, petugas AJIB harus memiliki sikap yang ramah, integritas, ju- jur, dan tidak mempersulit serta memberikan solusi ba- gi warga atau investor yang ingin mengurus perizinan. Bila nanti ada petugas AJIB yang tidak memiliki semua kompetensi tersebut, maka yang terkena sanksi, bukan hanya petugas AJIB saja, tetapi juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) DKI. “Tidak penting berapa jumlah pelayanan yang di- berikan, tetapi saya ingin kualitas juga. Masyarakat Jakarta itu sudah repot hi- dupnya. Jadi ketika orang butuh perizinan, Anda jadi oase. Memberikan kemu- dahan di tengah kepadatan hidup,” tuturnya. Selain diberikan per- lengkapan kerja berupa helm, seragam putih bertu- liskan AJIB dan mesin EDC mobile , Djarot meminta pa- sukan putih AJIB harus di- berikan kartu pengenal. Hal itu untuk menghindari ok- num yang menyamar seba- gai pasukan putih AJIB. “Anda dibekali mesin EDC mobile , jadi pemba- yaran bisa digesek ditem- pat. Ini praktik pelayanan yang saya minta jadi role model untuk berantas ko- rupsi dan suap,” ungkap- nya. Mantan Wali Kota Blitar

ini merasa gemas karena masih menemukan petugas yang tidak lurus dan mem- persulit warga yang ingin mendapatkan pelayanan pulbik. Jika ditemukan se- perti itu, maka ia tidak se- gan-segan untuk memecat- nya sebagai PNS DKI. “Makanya cara membe- rikan pelayanan juga harus diperhatikan. Anda akan menghadapi pelanggan ce- rewet, rewel, dan nyinyir . Anda harus siap. Tetap la- yani dengan baik, tetapi ha- rus tetap tegas. Ukurannya, tepat waktu dan no compla- in . Kepuasan masyarakat kalau bisa sempurna, 100%. Semakin banyak komplain tidak bagus, semakin molor tidak bagus. Kita uji satu dua bulan ini,” tegasnya. Sejak dibentuk tahun lalu, pasukan putih perizin- an yang diberi nama petu- gas AJIB, tidak hanya me- ningkatkan retribusi urusan perizinan, tetapi juga mem- berikan kemudahan mengu- rus perizinan bagi para in- vestor atau warga Jakarta. Dengan begitu, tingkat kemudahan berusaha di Jakarta semakin mudah dan cepat, dan tentuakan ber- dampak pada peningkatan investasi dan retribusi peri- zinan. Untuk semakin mening- katkan kinerja para petugas AJIB yang telah bekerja ke- ras menjemput perizinan ke r uma h - r uma h wa r g a , P eme r i n t a h P r o v i n s i (Pemprov) DKI memberi- kan perlengkapan bekerja kepada mereka berupa helm, seragam berwarna putih dengan tulisan AJIB Mesin Gesek

di belakang dan mesin EDC mobile atau mesin gesek anjungan tunai mandiri (ATM). Dengan begitu, para pe-

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker