SP171213

Suara Pembaruan

Utama

2

Rabu, 13 Desember 2017

Demiz-Syaikhu Pecah?

P asangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat yang didukung oleh koalisi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yakni Deddy Mizwar (Demiz)-Ahmad Syaikhu kini dikabarkan telah pecah. Perpecahan “Koalisi Za- man Now” itu menyusul diumumkannya bakal calon gubernur Jabar dari Partai Gerindra, Mayjen (Purn) Sudrajat.

Sikap Partai Gerindra itu diyakini bakal menyeret PKS keluar dari koalisi partai pendukung Demiz-Syaikhu. Wakil Wali Kota Bekasi wakil gubernur Jabar dari PKS. Sementara, Partai Gerindra dan PKS ingin kembali “bereuni” untuk memenangkan per- tarungan di Jawa Barat. “Lobi dengan PKS terus dilakukan agar Syaikhu mau menjadi wakil Pak Sudrajat. Ahmad Syaikhu merupakan calon

Potensi menang di antara pasangan itu jauh lebih besar dibandingkan pasangan lain,” ujar sumber SP di Jakarta, Rabu (13/12). Di- katakan, pasangan Sudrajat-Syaikhu kini sedang dima- tangkan di tingkat elite Partai Gerindra dan PKS. Komunikasi di antara kedua partai terus diinten- sifkan dalam mengusung pasangan tersebut. “Komuni- kasi Pak Prabowo Subianto (Ketua Umum DPP Partai

Gerindra, Red) dengan Pak Soibul Iman (Presiden PKS, Red) berjalan baik. Kami ingin sama-sama lagi seperti di Pilkada DKI Jakarta,” katanya. Dengan begabungnya PKS dan Gerindra membuat Demiz yang kini menjadi kader Partai Demokrat terancam tidak bisa me- menuhi syarat untuk maju di Pilgub Jabar. Padahal, dalam berbagai survei, elektabilitas Wakil Gubernur Jabar itu se- lalu masuk tiga besar. [H-14]

Pendidikan Indonesia Jauh Tertinggal

[JAKARTA] Pemerintah terus beru- payameningkatkanmutu pendidikan nasional. Namun, peningkatan yang terjadi saat ini masih perpusat pada suatu kawasan, terutama di Pulau Jawa. Mutu pendidikan di daerah- daerah terluar, terpinggir, dan terdepan masih jauh tertinggal. Masih banyak siswa Indonesia belajar di tempat yang tidak layak. Pada 2016, Central Connecticut State University di Amerika Serikat melakukan penelitian tentang “Most Literate Nations in the World” dan menempatkan Indonesia pada posisi 60 dari 61 negara. Indonesia hanya lebih baik dari Botswana, negara di Afrika. Tahun sebelumnya, survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan Organization for Economic Co-op- eration and Development (OECD) menempatkan Indonesia di urutan 64 dari 72 negara yang disurvei. Pemerataanmutu pendidikan ini harusmenjadi perhatian serius pemer- intah agar generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan peruba- han. Koordinasi Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan, mutupendidikan Indonesiayang tidak merata itu menjadi masalah serius. “Harus diakui bahwa mutu pen- didikan kita masih rendah, karena kualitas guru dan sarana pendidikan masihrendah jugaditambahpartisipasi publik untuk memantau pendidikan kita yang juga rendah,” ujar Ubaid kepada SP di Jakarta, Selasa (12/12). Dia menyarankan agar Kemen- terian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) danDinasPendidikandi setiap provinsi melakukan senergi. Mereka juga perlumelakukan evalu- asi kebijakan pendidikan dan impele- mentasinya, termasuk evaluasi tenaga pendidikdankependidikan,membuat peta jalan ( roadmap ) peningkatan mutu guru, serta alokasi anggaran 20%dariAPBNuntukmeningkatkan kualitas pendidikan. Staf Ahli Dewan Pertimbangan KomisiNasional PendidikanAndreas Tambahmenambahkan,masihbelum meratanya pendidikan karena dise- babkan oleh beberapa faktor, antara lain perhatian pusat yang selama ini belummaksimal hingga pemerintah daerah (Pemda) setempat yangmasih memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM). “Anggaran yang tersedia, baik

dari pusat maupun daerah, relatif kecil bila dibandingkan dengan kebutuhan untuk pembangunan di sektor pendidikan,” ujarnya. Dikatakan, dengan keterbatasan anggaran itu, pemerintah pusat harus memberikan porsi yang lebih besar untuk daerah terluar, terpencil, dan terdepan (3T) untuk digunakan se- optimal mungkin bagi pembangunan pendidikan. Selain itu, sistempendi- dikan harus berkelanjutan. Siapa pun presiden danmenteri pendidikannya harus tetap berkomitmen untuk fokus pada peningkatan mutu pendidikan. Wilayah Luas Secara terpisah, Kepala Badan PenelitiandanPengembangan (Kaba- litbang)KemdikbudTotokSuprayitno tidak membantah hasil penelitian yang menujukkan pendidikan jauh tertinggal. Menurutnya, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dibandingkan negara lain, sehingga mutu pendidikan setiap wilayah berbeda.

Peringkat Negara dalam Survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2015

melakukanperubahanpolapengajaran. Guru, ujarnya, tidakhanya terpaku pada zona nyaman,tetapi diarahkan untuk berubah menjadi guru kreatif yang dapat memanfaatkan potensi kearifan lokal dalammetode pembe- lajaran dengan siswa aktif. Ruangan kelas diubah, sehingga siswa tidak bosan, serta kursi dan meja ditata berbeda. Selain itu, ada perubahan skema ujian nasional (UN). PadaUN 2018, ujarnya, akan ada soal isian untuk mata pelajaran matematika bagi siswa SMA dan SMP. Dalam soal isian itu, siswa diajak berpikir untuk menggunakan nalar. Totokmenyebutkan, untukperco- baan awal hanyamatematika, karena server yang siap baru mendeteksi matematika. Namun, Kemdikbud akan terus melakukan peningkatan dalam rangka mengubah pola ujian berbasis pilihan ganda. Totok menegaskan, UN bukan satu-satunya cara untuk mengukur mutu pendidikan. Pasalnya, pen- capaian pendidikan setiap daerah berbeda. Untuk itu, pemerintah juga melakukan peningkatan mutu den- gan terlibat dalam Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN). Kem- dikbud menyiapkan 25 jangkar soal USBN dan sisanya dikembangkan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) yang tergabung dalamMusyawarah GuruMata Pelajaran (MGMP) untuk menyusun soal USBN. Dijelaskan, para guru itu dilatih terlebih dahulu sebelummelakukan pengembangan soal. Khusus un- tuk USBN ada soal esai dan tidak

diperkenankanmembuat soal pilihan ganda. “Harapannya, dalam USBN itu siswa tidak sekadarmencari solusi jangka pendek, tetapi melatih nalar,” kata Totok. Diagnosis Penyakit Dikatakan pula, dengan adanya Peraturan Presiden (Perpers) Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), guru diarahkan untuk melakukan penila- ian yang serupa dengan diagonosis penyakit dalam ilmu kedokteran. Guru memiliki catatan tersendiri perkembangan anak yang disimpan secaran nasional di data pokok pen- didikan (Dapodik), sehingga secara nasional ada laporan berkala akan perkembangan siswa selain perkem- bangan akademik. Sementara, untukmetode pembe- lajaran, pemerintahmelakukan inovasi pembelajaran dengan memberi- kankebebasankepada siswa danguru untuk melaksanakan pembelajaran inovatif, yang arahnyameningkatkan penalaran. Pasalnya, kelemahan dari pendidikan Indonesia adalah proses pembelajaran yang belum berubah. “Penalaran kurang bagus tingkat assessment -nya. Sehingga, perlu di- arahkan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang menekankan penalaran dengan memanfaatkan kearifan lokal,” kata Totok. Tujuan inovasi pembelajaranyang menekankan pada nalar, kata dia, agar terbentuk pembelajaran yang kreatif, sehingga meski guru yang mengajar sedikit, para siswa tetap mendapatkan banyak ilmu.

Totokmenegaskan, inovasi tidak harus mengunakan teknologi mod- ern, tetapi guru yang harus mampu menyampaikanmateri kepada siswa dengan cara yang sederhana. Saat ini, Kemdikbudmenjalin kerja sama den- gan berbagai pihak, termasuk swasta dari dalam dan luar negeri, yang fokus pada pengembangan mutu pendidikan untukmelakukan inovasi pembelajaran. Salah satu contoh adalah program kemitraanpendidikanyangdijalankan bersama Australia melalui program inovasi untuk anak sekolah Indonesia (Inovasi). Programini difokuskan un- tuk meningkatkanmutupembelajaran pada bidang literasi, numerasi, dan inklusif di jenjang pendidikan dasar. Program Inovasi merupakan upaya mendapatkan cara terbaik dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa yang sesuai den- gan potensi lokal. Tidak tertutup kemungkinan hasil kerja sama di sekolah-sekolah program rintisan dapat dikembangkan ke kabupaten yang berada di daerah 3T.  Totok menjelaskan, Program Inovasi mendorong guru, orangtua, kepalasekolah, pemerintahkabupaten, dan pemangku kepentingan lainnya menemukan dan memahami cara- cara untuk meningkatkan pembela- jaran siswa. Sebagai provinsi baru, Kalimantan Utara (Kaltara) sangat bersemangat dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan fokus pada ProgramInovasi. SelainKaltara,NTT dan NTB juga masuk dalam daftar provinsi yangmenjalankan program tersebut. [FAT/O-1]

Guru diarahkan untuk melakukan penilaian yang serupa dengan diagonosis

penyakit dalam ilmu kedokteran. Guru memiliki catatan tersendiri

Menurut dia, pada saat mutu pendidikan Indonesia dipertanyakan berdasarkan sejumlahhasil penelitian, namun pada saat yang sama banyak anak Indonesia yang dapat bersaing dan mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi internasional. Totok menuturkan, berkaca dari hasil sejumlah survei, pemerintah akan  terus meningkatkanmutu pen- didikan Indonesia melalui berbagai cara. Dalam kurikulumK-13, Totok menjelaskan, para guru dilatih untuk perkembangan anak yang disimpan secara nasional di data pokok pendidikan (Dapodik).

Made with FlippingBook - Online magazine maker