ID171208

jumat 8 desember 2017

24

GELAR CULTURE FAIR 2017

tuk menentukan penerima hadiah dimaksudkan agar pelaku UKM perd- agangan peserta program semakin ter- motivasi mengumpulkan poin melalui berbagai transaksi, dan pengendapan dana di rekening Mandiri. Adapun lelang dilakukan dua kali per periode agar dapat menjangkau semakin ban- yak nasabah,” lanjut dia. Tahundepan, tambahHery, pihaknya telah merencanakan menggelar event serupa dengan menjangkau lebih ban- yakpeserta. “Kami berharapdapatmen- ingkatkanhadiah yang dapat dibawa pu- lang pemenang, baik dari sisi kuantitas, maupun kualitas,” ungkap Hery. Sementara itu, Bank Mandiri men- catatkan perolehan laba Rp 15,1 triliun hingga kuartal III-2017, melonjak 25,4% dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal ini seiring kredit yang tumbuh 9,8% year on year , menjadi Rp 686,15 triliun. Dari sisi bank only , se- banyak 84,3% disalurkan untuk kredit produktif yang per tumbuhannya mencapai 6,1% (yoy). Dilihat dari segmen kredit, lanjut dia, kredit dari anakusaha bertumbuh23,9% menjadi Rp 80,3 triliun. Selanjutnya, kredit dari segmen mikro bertumbuh 22% ke Rp 57,1 triliun, kredit konsumer tumbuh 20,6% menjadi Rp 95,2 triliun, dan segmen korporasi tumbuh 11,7% menjadi Rp 236,1 triliun. Sedangkan segmenkredit komersialmenurun3,1%, internasional 4%, dan UKM 1,2%. Berdasarkan jenis kredit, kredit ke sektor ritel sudah berkontribusi 34,9% terhadap total penyaluran kredit. Total penyalurannya sudah mencapai Rp 211,2 triliun, tumbuh 13,9% (yoy). Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya menjelaskan, pertumbuhan laba terse- but terutama ditopang pendapatan bunga yang meningkat 4,3%, menjadi Rp 59,3 triliun. Pendapatan berbasis biaya ( fee based income ) jugameningkat 18,4%, menjadi Rp 16,84 triliun. (nid)

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggaet nasabah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) baru di segmen perdagangan, melalui penyelenggaraan program Mandiri Dagang Untung yang berlang- sung pada April-Oktober 2017. Saat ini, tercatat jumlahnasabahUKMperdagan- ganperseroanmencapai 67.365nasabah per Oktober 2017, meningkat 46,5% dibandingkan periode sama tahun lalu. Di samping itu, rata-rata dana men- gendap dari nasabahUKMperOktober 2017 meningkat 25,5% dibandingkan periode sama tahun lalu. Program Mandiri Dagang Untung merupakan pengumpulan poin nasabah hasil dari transaksi dan penempatan dana yang kemudian dijadikan alat penukaran hadiah melalui mekanisme lelang. MenurutDirekturDistributionsBank Mandiri Hery Gunardi, program ini merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah UKMperdagangan yang telah memberikankepercayaankepadaBank Mandiri sebagaimitra perbankandalam mengembangkan usaha. Program ini digelar di beberapa lokasi di Indonesia, yakni Palembang, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, dan Pontianak “Selain dana mengendap, kami gem- bira karena Mandiri Dagang Untung juga telah meningkatkan transaksi yang dilakukan pedagang melalui Bank Mandiri. Buktinya, transaksi nasabah UKM perdagangan secara tahunan per Oktober 2017 tercatat tumbuh 22,7%. Kemudian nasabah UKM tumbuh 46,5%,” kata Hery dalam keterangan resmi yang diterima In- vestor Daily, Kamis (7/12). Hery menjelaskan, pihaknya cukup optimis dengan keberhasilan program Mandiri Dagang Untung mengingat sejak pertama kali dihelat pada 2012. Program ini terus mendapatkan re- spons yang baik dari para pedagang di lokasi perhelatan. “Pemilihan mekanisme lelang un-

transformasi BI dalam 10 tahun sampai tahun 2024. Bank sentral juga menggalakkan transformasi budaya di seluruh kantor BI. “Pada Culture Fair ini kami mengundang seluruh pegawai kantor BI untuk bisa menampilkan danmenjelaskan tentang transformasi yang mereka lakukan,” kata Agus kepada Investor Daily . Dia menambahkan, pihaknya ingin melihat bagaimana transformasi tersebut seperti dengan membangun budaya kinerja, membangun budaya layanan yang baik kepada masyarakat, dan bagaimana transformasi dalam membangun budaya mengelola risiko. Agus memaparkan, dia mengharap- kan kesiapan dari institusi Bank Indonesia termasuk insan sumber daya manusia (SDM) untuk bekerja melanjutkan trasformasi. Hal itu untuk mencapai visi menjadi bank sentral yang kredibel secara nasional. Selain itu, dia mengharapkan ada komitmen dari seluruh pegawai BI untuk dapat bekerja dengan baik mengelola perubahan-perubahan dari program transformasi menuju tujuan BI tersebut. “Itu semua diwujudkan dengan motivasi yang tinggi dari seluruh jajaran Bank Indonesia, jadi dengan Culture Fair ini seluruh per- ubahan budaya yang dimonitor dapat ditampilkan,” terang dia. Dia menambahkan, pada kegiatan tersebut akan ada pemberian penghar- gaan untuk level satuan kerja, level pimpinan, koordinator, maupun agen perubahannya. “Nanti pada akhir acara Culture Fair akan diberikan award bagi mereka yang terbaik,” kata Agus.

menjadi BI 7DRRR. Selain itu, untuk kebijakan pasar keuangan dari se- belumnya tidak ada kebijakan repo antarbank, saat ini sudah ada. Mirza menambahkan, BI juga menerbitkan aturan NCD. “Kemudian transformasi pasar swap market , ada juga transformasi bidang manajemen kinerja dengan menggunakan metode moder n. Selain itu, transformasi stabilitas sistem keuangan, prosedur-prosedur dan mekanisme tentang antisipasi krisis,” papar Mirza. Dalam transformasi sistem pemba- yaran juga banyak terjadi transformasi, seper ti kewajiban menggunakan rupiah dalam transaksi. Menurut dia, sebelumnya banyak yang meng- gunakan valuta asing (valas), saat ini penggunaan valas menjadi berkurang. Kemudian, BI jugamelakukan trans- formasi dalam Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), pencetakan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperbaiki derajat uang lusuh menjadi semakin sedikit, serta transformasi dalam hal mengurangi keberadaan uang palsu. “Transformasi itu semua digam- barkan dalam satuan kerja dalam Culture Fair ini. Harapannya, BI sebagai institusi independen akan berkomunikasi dengan seluruh pihak pemerintah pusat, pihak swasta, dan stakeholder kerja BI, sehingga semua bisa berhasil jika berkoordinasi, tentunya juga dengan media,” terang Mirza. Pada kesempatan itu, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, tahun 2014 pihaknya mencanangkan

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencanangkan transformasi dalam kurun 10 tahun, yakni mulai tahun 2014 hingga 2024. Dalam transformasi kebijakan moneter, BI sudah melakukan sejumlah perubahan dan perbaikan kebijakan, mulai dari suku bunga kebijakan BI rate menjadi BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7DRRR), adanya kebijakan repo antarbank, dan aturan tentang negotiable certificate of deposit (NCD).

mausia, trasformasi dalam bidang teknologi. Hal tersebut supaya BI men- jadi institusi kepemimpinan yang baik. Hal-hal tersebut terjadi di kantor pusat dan daerah, transformasi tidak hanya dilakukan dalam perubahan kebijakan. Namun, pelayanan seluruh bank sentral baik pusat maupun kantor wilayah menjadi lebih baik. “Trans- formasi empat tahun ini digambarkan dalam Culture Fair , dalam acara ini juga dipilih change leader, dan change coordinator terbaik,” lanjut dia. Menurut Mirza, Culture Fair ini akan dijalankan pada tahun-tahun berikutnya seiring dengan trans- formasi BI yang juga masih bergulir. Dia menyebutkan, dalam transformasi kebijakan moneter, pihaknya sudah melakukan banyak perubahan. Se- bagai contoh, untuk kebijakan suku bunga acuan, BI mengubah BI rate

Berkaitan dengan transformasi tersebut, BI menyelenggarakan acara Culture Fair 2017, sebagai kegiatan yang ketiga kalinya sejak tahun 2015. Acara tersebut sebagai penggam- baran transformasi yang dilakukan oleh bank sentral dalam empat tahun terakhir. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswaramengungkapkan, Culture Fair 2017 merupakan acara untuk menggambarkan bagaimana Bank In- donesia melakukan transformasi sejak program tersebut dicanangkan. “Kami ada program 10 tahun dalam visi misi BI untuk menjadi yang terbaik di re- gional Asia,” kata Mirza di sela acara Culture Fair Bank Indonesia 2017 di Kompleks BI, Jakarta, Kamis (7/12). Dia menjelaskan, transformasi yang sudah dilakukan terkait kebijakan (policy) , transformasi sumber daya

Made with FlippingBook Annual report