SP190710

Suara Pembaruan

28

Rabu, 10 Juli 2019

Rangka Proyek Tol BORR Ambruk

[BOGOR] Kerangka tiang penyangga girder proyek Tol Lingkar Luar atau Bogor Outer Ring Road (BORR) di Jalan Soleh I skanda r, t epa t nya d i Kayumanis, Tanah Sareal, Kota Bogor ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam ke- jadian itu Rangka tiang itu ambrol sekitar pukul 05.00, Rabu (10/7). Salah satu pekerja proyek menuturkan, pada saat kejadian para pekerja masih bersiap-siap untuk melanjutkan pengerjaan. “Masih siap-siap, belum ada bekerja. Untungnya ti- dak ada korban jiwa,” papar pekerja yang enggan me- nyebut namanya. Rangka yang berdiri di Jalan Kayumanis itu baru saja dilakukan pengecoran. Berdasarkan pantauan di lo- kasi. Rangka berbentuk ‘T’ itu akan digunakan untuk penyangga box girder de- ngan bentang sekitar 6 me- ter. Dari dua sisi hanya satu sisi sebelah kiri yang am- brol. Akibat kejadian itu, lalu l i n t as d i J a l an So l eh Iskandar pun mengalami kemacetan parah. Petugas polisi pun memberlakukan rekayasa kendaraan. Arus lalu lintas yang menuju Parung dialihkan melalui jalur Jalan Raya Semplak, Lanud Atang Sendjaja. Sementara arus kendaraan dari arah Parung ke Bogor [DEPOK] Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengung- kapkan, area parkir yang dipisah antara pria dan wa- nita di RSUD Depok sudah ada sejak 2017. "Perlu diketahui imbau- an berupa spanduk pemi- sahan area parkir motor khusus untuk wanita yang dipisah dengan pria, sudah ada di RSUD Kota Depok sejak 2017, dan baru jadi perbincangan serta pembe- ritaan yang marak, pada Juli 2019 ini," ujar Dadang ke- pada SP , Rabu (10/7) di Depok, Jawa Barat. Diungkapkan, kebijakan menyediakan area parkir kendaraan untuk perempu- an ( ladies parking ) adalah dalam rangka pengarusuta- maan gender khususnya pe- rempuan. Kebijakan terse- but sudah lama ada di

kerja agar kejadian yang sa- ma tidak akan terulang lagi. Hendro menjelaskan, ja- tuhnya beton di kepala ti- ang penyangga P109 terjadi pada pukul 05.15 WIB. Tidak ada korban jiwa. Hanya dua orang luka ri- ngan yang sedang dirawat di RS Hermina. Menurut dia, kejadian ini disebabkan karena ja- tuhnya balok penyangga atau cetakan kepala pe- nyangga yang terjadi pada saat pengecoran ke-22 truck mixer dari total 25. "Sebenarnya sudah di- cek kelembutannya dan ma- sih bisa dilanjutkan karena memang harus sekaligus dicor 25 truck mixer se- hingga masih memungkin- kan untuk dicor ke-22, 23, 24, dan 25. Tetapi pada saat pengecoran ke-22 terjadi ketidakkuatan dari balok penyangga yang menyebab- k a n j a t u h n y a b e t o n . Sehingga tumpah di jalan arteri," katanya. Ketika ditanya apakah terjadi kesalahan manusia atau human error , dia me- negaskan kesimpulan itu terlalu dini. "Kami belum bisa (me- nyimpulkan), ini karena masih menunggu Komite Keselamatan Konstruksi akan melihat, kemudian da- ri Kempupera, akan melihat secara teknis apa yang ter- jadi," tegasnya. [VEN/W-11] area parkir? Area parkirnya kan khusus laki-laki. Jadi saya harus turun di jalanan sebelum masuk ke area par- kir? Begitu mungkin ya? Aduh ribet banget. Tidak jelas. Aneh banget sih. Lagi pula emang kita mau nga- pain sih di area parkir? Pastinya cuma mau markir kendaraan kan ? Tidak ada tuh yang aneh-aneh," tutur Astri yang merupakan war- ga Kecamatan Pancoran Mas ini. Berbeda dengan Astri, Cahyu Di an t i , wa rga Kecamatan Sawangan men- dukung pemisahan area parkir motor bagi laki-laki dan perempuan ini. Menurut Cahyu, dirinya merasa tidak nyaman saat harus memar- kir motor berdesakan atau bersentuhan dengan laki-la- ki yang bukan suaminya. [RIA/W-11]

Vento Saudale Rangka tiang penyangga girder proyek Tol Bogor Outer Ring Roaad (BORR) di Jalan Soleh Iskandar, tepatnya di Kayumanis, Tanahsereal, Kota Bogor ambruk, Rabu (10/7).

antre karena kesulitan me- lintas. P T P e m b a n g u n a n Perumahan selaku pelaksa- na proyek pembangunan Tol BORR seksi IIIA masih masih melakukan pemerik- saan terkait kejadian itu. Humas PT Pembangunan Perumahan, Surya menu- turkan, saat ini menyelidiki penyebab ambrolnya rang- ka tiang penyangga. “ I y a b e t u l m a s . Indonesia demikian juga di Depok. "Artinya bukan baru sa- at ini seperti yang diviral- kan di media massa dan me- dia sosial. Tujuannya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada perempuan," kata Dadang. Ditegaskan, pemisahan area parkir antara laki-laki dan perempuan bukan ha- nya terjadi di Depok saja, tetapi hampir di seluruh Indonesia. "Untuk di Depok sendi- ri, tidak hanya di RSUD Depok saja akan tetapi juga di Balai Kota Depok dan bahkan pusat perbelanjaan seperti Margo City ada ladi- es parking -nya," tutur Dadang. Lebih lanjut diungkap Dadang, jika ada yang mengkaitkan perihal pemi- sahan area parkir ini dengan

Langkah-langkah yang ka- mi lakukan, dihentikan se- mentara pengerjaan dan ka- mi langsung selidiki penye- bab kejadian,” singkat Surya saat dikonfirmasi. Sementara itu, Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kempupera melakukan in- ventigasi terkait ambruknya jalan tol BORR seksi IIIA Investigasi

tersebut. Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) yang mengoperasikan Jalan To l BORR , H e n d r o Atmodjo mengatakan, saat ini pengerjaan Tol BORR seksi IIIA sepanjang 2,8 ki- lometer dihentikan. "Kami juga sudah perin- tahkan untuk menghentikan seluruh kegiatan proyek, dari hari ini sampai nanti

ada clearance dari KKJTJ untuk selanjutnya nanti bisa dilanjutkan atau tidak, atau ada perbaikan perbaikan evaluasi terhadap perleng- kapan proyek maupun me- tode pelaksanaannya," je- lasnya,” kata Hendro. Kata dia, KKJTJ akan melakukan penelitian dan mengevaluasi penyebab ke- jadian tersebut. Nantinya hasil evaluasi tersebut akan diaplikasikan dalam metode but, terlihat jelas parkir wa- nita di sebelah kiri dan pria di sebelah kanan, itu pun khusus motor. Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Kota Depok Rina Bahar mengatakan, saat ini pengelolaan parkir di RSUD Depok menjadi kewenangan Dishub Kota Depok, akan tetapi bila ada hal yang positif terkait sistem parkir tersebut ma- ka RSUD mendukung hal itu. Respons warga Depok terhadap area parkir motor yang dipisah ini beragam. Terdapat pro dan kontra. Astri Rubisari misalnya, dia merasa kebijakan ini menyulitkan dan terasa aneh. "Mi s a l nya s aya ke RSUD boncengan naik mo- tor sama suami, maka saya tidak boleh dong masuk ke

Dishub Depok: Pemisahan Parkir di RSUD Sejak 2017

istimewa Area parkir motor di RSUD Depok yang dipisahkan antara perem- puan dan laki-laki.

hal lain di luar itu maka ten- tu sangat keliru. "Program ini tentu bertujuan baik dan untuk memuliakan perem- puan," pungkas Dadang. Namun, sebetulnya, di beberapa mal di luar Depok,

bukan parkir wanita dan pria yang dipisah, melain- kan pengemudi wanita di- beri tempat. Jumlahnya pun tidak sampai 5% dari total tempat parkir. Adapun di RSUD Kota Depok terse-

Made with FlippingBook Online newsletter