Suara Pembaruan-31

Suara Pembaruan

Utama

2

Jumat, 31 Agustus 2018

Demokrat Bermain “Dua Kaki”?

M ayoritas partai politik (parpol) peserta Pemi- lu 2019 telah meng- arahkan dukungannya kepada pasangan capres-cawapres. Hingga memasuki penetapan dan pengumuman pasangan, hanya Partai Bulan Bintang (PBB) yang belum menyatakan sikap. Sumber SP menyebutkan, di tengah hiruk pikuk penyu- sunan struktur Tim Pemenang- an Pemilu 2019, ada sejumlah parpol yang justru sibuk mele- barkan sayap di kedua koalisi, baik itu koalisi pendukung

Joko Widodo (Jokowi) maupun koalisi pendukung Prabowo Subianto. Salah satunya dilakukan Partai Demokrat. Demo- krat sejak awal Subianto-Sandiaga Uno. Elit Partai Demokrat kini dise- but-sebut tengah melakukan politik “dua kaki” dengan “merestui” sejumlah kadernya untuk mendukung secara ter- buka pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. tampak setengah hati mendukung pasangan Prabowo

“Partai Demokrat sedang bermain politik “dua kaki”. Di satu sisi setengah hati mendu- kung Prabowo, di sisi lain mencoba masuk ke dalam lingkaran pendukung Jokowi,” ungkap sum- ber SP , Kamis (30/8) di Menurut sumber, pasca dideklarasikannya pasangan Prabowo-Sandiaga, sebagian besar elite Partai Demokrat sudah menyampaikan rasa pesimistisnya. Karena itu, jalan keluar terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan Jakarta.

bermain di dua kubu. Dikatakan sumber, De- mokrat sendiri sesungguhnya mendukung penuh pencalonan Prabowo Subianto. Namun, menjelang pendeklarasian, kepercayaan tersebut tercoreng dengan masuknya Sandiaga ke posisi calon wakil presiden pendamping Prabowo. “Tetapi Partai Demokrat tetap tidak mau kehilangan momentum di Pilpres 2019. Pimpinan Demokrat akan mempersilakan jika ada ka- dernya yang terlibat di Timses Jokowi,” jelasnya. [Y-7]

Indonesia Pastikan Empat Besar Benahi Prestasi Cabang Olahraga Olimpiade

[JAKARTA] Posisi Indonesia dipastikan tidak tergeser dari pe- ringkat empat perolehan medali Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang. Dengan membukukan 30 medali emas, 23 medali perak, dan 37 perunggu, hingga Jumat (31/8) pagi, kontingen Merah Putih mantap berada di bawah perolehan medali Tiongkok, Jepang, danKorea Selatan. Dengan menyisakan dua hari pertandingan hingga penutupan Asian Games pada Minggu (2/9), Indonesia mustahil dikejar pesaing terdekatnya, kontingen Iran, yang berada di peringkat kelima dengan perolehan sementara 19 emas. Kontingen Indonesia masih me- nyisakan harapanmenambahmedali sepanjang Jumat dan Sabtu (1/9). Atlet-atlet nasional masih bertanding di sejumlah cabang olahraga, seperti sepak takraw, judo, bridge, kano, dan tinju. Di cabang tinju, misalnya, dua medali perunggu sudah pasti di tangan, karena dua petinju Indonesia, yakni HuswatunHasanah dan Sunan AgungAmoragam,menembus babak semifinal. Pencapaian menembus empat besar di Asian Games 2018 meru- pakan tonggak sejarah bagi prestasi olahraga nasional. Prestasi terbaik sebelumnya dicapai pada Asian Games 1962 di Jakarta, dengan 11 medali emas, 12 perak, dan 28 pe- runggu. Pencapaian saat ini juga jauh melampaui target yang dibebankan pemerintah kepada kontingenMerah Putih, yakni menembus posisi 10 besar dengan perolehan 16 hingga 22 medali emas. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ImamNahrawi menegas- kan, pencapaian Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang melebihi ekspektasi. “Dengan total 30 medali emas yang telah diraih hingga saat ini,menjadikan Indonesia sebagai negaraAsiaTenggara terbaik sepanjang sejarahAsianGames yang memperoleh pencapaian sebanyak 30 medali. Sebelumnya, tidak pernah ada negara di kawasanAsiaTenggara yangmampumeraih30 emas di ajang Asian Games,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/8) malam. Imammenegaskan,bahwaseluruh pencapaian tersebut tentumerupakan

mengikuti SEA Games di Filipina pada 2019 dan Olimpiade di Jepang. “Para atlet sebaiknya langsung try out . Kita harus merebut juara di SEA Games 2019,” tandasnya. Dia jugaoptimistis cabangpencak silat akan bisa dipertandingkan di Olimpiade. Saat ini sudah ada 52 negara yang mempunyai pengurus pencak silat. “Sudah ada harapan dan titik terang. Sudah ada pembicaraan antaraDewanOlimpiadeAsia (OCA) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Kita tunggu saja kabar selanjutnya bagaimana,” jelasnya. Bersiap ke Olimpiade Secara terpisah, pengamat olahraga berharap, raihan positif di Asian Games 2018 harus dijadikan pijakan untuk Indonesia menatap Olimpiade 2020. Sebab, 30 medali emas yang berhasil diraih dari 12 cabang olahraga, hanya enam cabang yang dipertandingkan di olimpiade. Keenam cabang itu menyumbang 9 emas, sehingga sisanya 21 emas disumbang oleh cabang nonolimpiade. Kondisi ini membuat pemerintah dan pengurus induk cabang olahraga harus segera berbenah diri mengisi kekurangan. SEA Games 2019 di Filipina seharusnya bisa menjadi batu loncatan menuju prestasi yang lebih baik di olimpiade.

“Pencapaian Indonesia diAsian Games 2018 harus dijadikanmomen- tumuntuk lebihmemperhatikanpem- binaan olahraga. Setelah usaiAsian Games, segera lanjutkan pelatnas dengan pembenahan-pembenahan yang konstruktif, terutama fokus ke cabang olimpiade,” tandasnya. Atlet peraihmedali cabang olim- piade, menurut Djoko, harus segera mengikuti training camp ke luar negeri agarmendapatkankesempatan uji tanding di level internasional sebanyakmungkin. “Sementara atlet cabang nonolimpiade juga segera berbenah untuk SEAGames 2019,” ujarnya ketika dihubungi SP . Ia juga menyarankan agar kebi- jakan anggaran pemerintah untuk pembinaan prestasi atlet yang masih di bawah 1% bisa ditingkatkan. Dia berharap pemerintah segera mem- benahi visi pembangunan olahraga, terutama komitmen menyediakan anggaran, idealnya minimal 2% dari APBN. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) Mulyana mengatakan setelah ajang Asian Games 2018 ini, pemerintah telah menyiapkan program menuju SEA Games 2019 Filipina dan Olimpiade 2020 Tokyo. [H-15]

foto-foto: istimewa

Syafruddin

Imam Nahrawi

hal yang membanggakan. Namun, perjuangan tidak akan berhenti sampai di sini mengingat Indonesia harus segera berbenah menghadapi SEA Games 2019 di Filipina dan Olimpiade 2020 di Tokyo. Dia punmeminta Pelatnas segera digelar setelah Asian Games 2018 berakhir. Secara khusus, atlet angkat besi akan langsung mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan dunia di Ashgabat, Turkmenistan, pada 1-10 November 2018. Kejuaraan ini juga akan menjadi ajang kualifikasi men- jelang Olimpiade Tokyo. Dia yakin, dengan modal po- sitif dalam Asian Games 2018 ini, Indonesia lebih optimistis menatap Olimpiade 2020. Optimisme ini didasarkan fakta padaAsian Games kali ini Indonesia mampu meraih 9 emas dari 6 cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade. Ke- enam cabang itu adalah bulutangkis dengan 2 emas, karate (1), tenis (1), angkat besi (1), panjat tebing (3), dan dayung (1). Panjat tebing secara resmi akan mulai dipertandingkan pada Olimpiade di Tokyo. Menpora mengakui, untuk kate­ gori induk cabang olahraga, yakni terdiri dari senam, atletik, dan akuatik yang mempertandingkan banyak nomor, kontingen Indonesia belum mampu memperoleh medali emas. “Untuk itu, ke depan dana pelatnas harus dimaksimalkan, khususnya cabang olahraga olimpiade yang menjadi prioritas utama, sembari

memperjuangkan cabang nono- limpiade andalan, seperti pencak silat, agar bisa dipertandingkan di olimpiade. Kita bakal melobi pe- merintah Jepang agar pencak silat masuk dalam eksibisi,” jelasnya. Secara keseluruhan, lanjutnya, seusaiAsian Games, pihaknya akan mengevaluasi secara keseluruhan baik cabang olimpiade maupun yang nonolimpiade agar hasilnya lebih maksimal di Olimpiade 2020. “Memangorientasi besar kami adalah Olimpiade 2020,” tandasnya. Dengan dua hari tersisa,Menpora meminta atlet yangmasih bertanding untuk tetap berusaha maksimal, se- hingga perolehan medali Indonesia bisa bertambah. “Misalnya saja dari cabang bridge yang bisa minimal menyumbang dua medali,” katanya. Sementara itu, Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Indonesia, Syafruddin mengapresiasi pen- capaian kontingen Indonesia di Asian Games 2018 yang sejauh ini telah menghasilkan 90 medali. “Ini prestasi yang sangat membanggakan dan mengejutkan karena dalam satu dekade terakhir, kontingen Indonesia posisinya selaludi luar 10besar dalam Asian Games. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa bangkit,” kata Syafruddin. MantanWakapolri itu berharap, pencapaian tersebut bisa menjadi momentum kebangkitan prestasi olahraga nasional. Seusai berlaga di AsianGames, Indonesiaharus bersiap

> 24-25

Terkait hal

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker