ID161025

Reksa Dana CIPTA

Reksa Dana CIPTA DANA CASH KEAMANAN DAN LIKUIDITAS

M

M

M

Reksa Dana CIPTA DINAMIKA

Y

Y

Y

SYARIAH BALANCE STRATEGI DIVERSIFIKASI SYARIAH YANG OPTIMAL 3 >>

18 >>

12 >>

national & politics

lifestyle & sports

telecommunication

CM

CM

CM

ALOKASI ASET YANG DINAMIS

MY

MY

MY

CY

CY

CY

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

www.ciptadana.com

www.ciptadana.com

MY

CMY

CMY

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana. Kinerja masa lampau bukan

K

K

K

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

indonesia

SElasa 25 oktober 2016

MEDIA HOLDINGS

16/5/16 4:57 PM

PF_SquareAds_RencanaCerdas_160516.pdf 1 16/5/16 4:58 PM

KORPORASI BERALIH DARI KREDIT KE PASAR MODAL

C

M

Reksa Dana RENCANA CERDAS INVESTASI DITEMPATKAN PADA SAHAM-SAHAM UNGGULAN

Y

BeritaSatu Photo/UTHAN A RACHIM

CM

Oleh Devie Kania dan Yosi Winosa

MY

JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi stabilitas keuangan di Indonesia masih sangat terkendali. KSSK juga akan terus meningkatkan kepercayaan pasar ( market confidence ) guna menjaga stabilitas sistem keuan- gan ke depan.

CY

+62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

CMY

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

K

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

money & banking

ist

ekonomi nasional. Kita ingin mem- berikan sinyal bagi pelaku ekonomi bahwa kita sungguh-sungguh men- jaga perekonomian Indonesia,” ungkap Sri Mulyani. Menkeu menegaskan, tim KSSK akanmengupayakan untukmengam- bil langkah yang lebih terogan- isasi ke depan. Misalnya, tim akan mengevaluasi sejauh mana dampak harga ekspor yang lemah maupun kondisi pertambangan yang belum kondusif. “Kami ingin mengevaluasi sejauh mana pengaruh ke sektor usaha. Lalu bidang apa yang masih dapat didayagunakan. Intinya, meski kondisi pasar global melemah kita perlu meyakini bahwa pasar do- mestik masih memiliki kemampuan tumbuh,” tegasnya. Kondisi perkembangan ekonomi Tiongkok, menurut Sri Mulyani, juga perlu terus menerus dipantau dan diantisipasi dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Pada kesempatan sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan, per- tumbuhan total kredit perbankan mencapai 6,83% secara year on year (yoy) pada akhir Agustus 2016. OJK memproyeksikan penyaluran kredit secara industri menurun dari 10-12% menjadi 6-8% pada akhir 2016. “Hingga Agustus, pertumbuhan kredit rupiah justru lebih tinggi dari valuta asing, yakni 10,7%. Itu menun- jukkan ruang pertumbuhan kredit masih ada. Karena itu, ke depan kita perlu mencari sumber-sumber pendorong intermediasi yang masih

Penilaian KSSK tersebut di- dasarkan pada hasil pemantauan dan assesment terhadap perkembangan nilai tukar, makroprudensial, sistem pembayaran, kondisi pasar modal, fiskal, pasar surat berharga negara (SBN), serta kondisi perbankan dan lembaga keuangan nonbank. Demikian hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin (24/10). KSSK terdiri atas Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuan- gan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menkeu menyatakan, KSSK telah mencermati faktor eksternal dan do- mestik yang memengaruhi kondisi stabilitas keuangan Indonesia. “Dari sisi perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), maupun pasar modal juga masih dalam kondisi baik. Hanya perlu diakui, kondisi intermediasi lembaga jasa keuangan terkena pengaruh dari pertumbuhan ekonomi,” kata dia. Menkeu menyebutkan, lembaga jasa keuangan seperti perbankan mendapat tekanan dari kondisi per- dagangan internasional dan harga komoditas yang masih rendah. Di samping itu, perbankan juga tengah menghadapi ancaman rasio kredit bermasalah ( non performing loan / NPL). “Karena itu, kami ingin memu- lihkan investasi dengan cara menaikkan market confidence agar dapat berkontribusi positif terhadap

Konferensi Pers KSSK Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri), bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah (kanan) memberi keterangan saat konferensi pers terkait hasil pembahasan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (24/10).

n Nelson Tampubolon

Akhir 2016, LDR Bank Bakal Capai 82% Likuiditas bank bakal melonggar pasca- masuknya dana repatriasi pada akhir tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mem- perkirakan rasio simpanan terhadap kredit

( loan to deposit ratio /LDR) akhir 2016 akan menurun ke angka 82%.

>> 20

tersedia,” tutur dia. M u l i a m a n s e b e l u m n y a menyatakan, Indonesia memiliki 250 juta penduduk.

energy

Harga Gas RI Masih Kompetitif

Bersambung ke hal 11

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan harga gas dalam negeri tidak jauh berbeda dengan negara lain, yakni masih dalam kisaran US$ 6-8 per mmbtu. Harga gas di negara lain

DESEMBER, BI TERBITKAN ATURAN CP

yang mencapai sekitar US$ 4 per mmbtu, belum menghi- tung biaya regasifikasi dan distribusi.

>> 9

markets & corporate

Investor Daily/GAGARIN

Tower Bersama Siap Buyback Saham Rp 1,5 T Pemegang saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyetujui rencana perseroan untuk membeli kembali ( buyback ) saham hingga sebanyak 236

Un t uk me ndo r ong e k s e s likuiditas yang dimiliki perb- ankan kembali ke dalam sistem perekonomian, BI telah mener- bitkan peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait pasar uang. BI juga akan menerbitkan PBI terkait instrumen-instrumen keuangan jangka pendek seperti negotiable cer tificate of deposit (NCD), hingga surat perbendahaaraan negara (SPN) untuk mengatur perdagangannya di pasar uang. “Saat ini, outstanding SPN baru mencapai Rp 38 triliun dan NCD sekitar Rp 15 triliun,” ungkap dia. BI juga akan menerbitkan PBI khusus CP yang ditargetkan rampung pada Desember. Mirza menjelaskan, CP merupakan in- strumen jangka pendek bertenor kurang dari satu tahun yang sem- pat populer sebelum krisis tahun 1998 dan kemudian mati suri. Instrumen ini dapat menjadi al- ternatif pendanaan jangka pendek di luar perbankan bagi korporasi nonbank. Instrumen keuangan ini dapat digunakan sebagai pembiay- aan modal kerja bagi korporasi nonbank yang membutuhkan pendanaan jangka pendek di bawah satu tahun, serta dapat menjadi instr umen penempatan ekses likuiditas bagi perbankan. “Dulu sebelum tahun 1998 tidak ada kewajiban rating ter tentu untuk CP, sehingga investor juga harus melakukan due diligence, penelitian dan analisis,” ungkap dia.

Oleh Agustiyanti dan YosiWinosa

JAKAR TA – Bank Indone- s i a (B I ) me ndo r ong p e r b - ankan menempatkan kelebihan likuiditasnya ke instrumen-in- strumen pasar uang, yang diter- bitkan oleh pemerintah maupun korporasi, termasuk commercial paper (CP). Dalam konteks itu, BI tengah menggodok regulasi terkait penerbitan dan perd- agangan instrumen commercial paper (CP), yang dapat menjadi alternatif penempatan dana idle di bank tersebut. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, di tengah ketergantungan Indonesia terhadap kebutuhan pendanaan yang besar dari luar negeri, ternyata masih terdapat likuiditas di dalam negeri milik perbankan yang justru kembali ke BI dengan jumlah signifikan, mencapai Rp 300-350 triliun. Mi r z a men i l a i , ma suknya ekses likuiditas perbankan ke BI antara lain disebabkan oleh belum tersedianya instr umen pasar uang jangka pendek yang dapat menjadi alter natif bagi perbankan. “Memang bank harus memi- liki aset likuid antara 1-360 hari, karena tidak semua dana bank dapat ditempatkan pada kredit. Saat ini jumlahnya sekitar Rp 300-350 triliun yang ditempatkan kembali di BI. Jadi, ini sangat ironis, di saat perekonomian kita membutuhkan pendanaan dari luar negeri, ternyata likuiditas yang ada justru idle ,” kata Mirza di Jakarta, Senin (24/10).

juta saham atau setara 5%. Perseroan menyiapkan dana buyback sebesar Rp 1,5 triliun.

>> 14

macro economics

OECD: Indonesia Butuh Pembenahan Administrasi Pajak yang Memadai Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) berpendapat, pembenahan administrasi pajak dalam jangka

Paparan Kinerja BTN Direktur Utama Bank BTN Maryono (tengah) berbincang bersama jajaran direksi, Sulis Usdoko (kiri), Catur Budi Harto (kedua kiri), Mansyur S Nasution (kedua kanan) dan Iman Nugroho Soeko (kanan) sebelum menyampaikan paparan kinerja triwulan III 2016 di Jakarta, Senin (24/10). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk per 30 September 2016 mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun atau tumbuh sebesar 32,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,2 triliun.

panjang di Indonesia sangat penting dilakukan untuk men- ingkatkan penerimaan negara dari sektor pajak.

>> 21

merah ini mulai mengembangkan perolehan fee based income un- tuk meningkatkan laba. Hingga akhir September lalu, menurut Direktur Keuangan dan Treasury BTN Iman Nugroho Soeko, secara yoy, fee based income perseroan tum- buh 13,51% menjadi Rp 892 miliar. Kontributor utama pendapatan berbasis nonbunga itu berasal dari aktivitas trading treasury. “ Kami juga tengah berupaya menggenjot pendapatan dari administrasi, bisnis kartu, maupun layanan bancassur- ance ,” ungkap Iman.

menjadi Rp 153,8 triliun. Peningkatan ini ditopang fokus bisnis BTN yang menyasar pembiayaan perumahan kelas menengah ke bawah. “Penyaluran kredit perumahan BTNnaik 18,82% (yoy) hingga kuartal III-2016, sedangkan non-housing loan hanya naik 0,30%. Untuk men- dukung ekspansi kredit dan men- arik customer , kami akan membuat produkKPR(kredit pemilikan rumah) denganmaksimumplafonRp 200 juta. Selain itu, perseroan akan fokus menggiatkan kerja sama dengan de- veloper dan mendorong kenaikan pencairan undisbursed loan ,” ujarMa- ryono di sela paparan kinerja BTN di Jakarta, Senin (24/10). Di samping pendapatan bunga dari penyaluran kredit, bank pelat

Oleh Devie Kania dan Rausyan Fikry

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mem- bukukan laba bersih Rp 1,62 tri- liun periode Januari-September 2016, naik 32,6% dari perolehan peri- ode sama 2015 yang sekitar Rp 1,22 triliun. Laba tersebut banyak dito- pang oleh net interest income yang mencapai Rp 5,5 triliun, tumbuh sekitar 12,9% (yoy) dari sebelumnya. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, hingga akhir Septem- ber lalu, total kredit yang disa- lurkan perseroan mencapai Rp 131,6 triliun. Secara year on year (yoy), nominal loan emiten berkode BBTN ini tumbuh 16,9% dari Rp 131,6 triliun

Bersambung ke hal 2

Bersambung ke hal 2

>> Investor Daily EDISI 2016 No. 4463

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

>> harga eceran rp 6.500 (berlangganan Rp 120.000 /bulan)

www.investorindonesia.co.id

Made with FlippingBook Annual report