ID170307

selasa 7 maret 2017

24

cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atau menambah modal. Ke depan, menurut dia, kondisi dunia masih menghadapi ketidakpastian terutama terkait dengan kebijakan yang akan ditempuh Presiden Amerika SerikatDonaldTrumpbaik terkait fiskal maupun perdagangan, serta rencana kenaikan Fed Funds Rate (FFR). Untuk itu, lanjut Erwin, perbankan perlu bersiap menghadapi kemungk- inan kondisi atau situasi yang lebih buruk, meski BI saat ini masihmenilai kondisi ekonomi dan stabilitas keuan- gan terjaga. Guna mengantisipasi kondisi tersebut, BI melakukan kajian terkait kemungkinan pengaturan be- saran dividen pada perbankan. Kajian tersebut menurut dia, antara lain untukmendorong penambahanmodal sebagau antisipasi kemungkinan terjadinya pemburukan lebih lanjut. “Untuk menambah permodalan bank, salah satunya dengan dividen yang dibayarkan jangan sampai ter- lalu besar. Kami coba lihat berapa yang perlu dibatasi (dividen) supaya mereka cukup untuk mengakumulasi modal,” terang dia.

mon Indonesia Tbk Vera Eve Lim juga memperkirakan perbaikan kualitas kredit perseroan akan berlanjut pada tahun ini. Pihaknya menargetkan rasio NPL gross tahun ini akan berada di bawah 3%. “Tahun ini kami targetkan rasio NPL secara keseluruhan bisa turun di bawah 3%,” ujar dia. Vera menjelaskan, rasio NPL gross Bank Danamon memang meningkat dari 3% pada 2015 menjadi 3,1% pada akhir tahun lalu. Meski demikian, NPL perseroan secara nominal turun 4% (yoy) menjadi Rp 3,7 triliun. Pen- ingkatan NPL Bank Danamon secara rasio terjadi seiring dengan total kredit dan pembiayaan perdagangan ( trade financing ) yang tercatat turun 2% (yoy) menjadi Rp 127,3 triliun. Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto menjelaskan, perlam- batan global pada 2015 dan 2016 mem- buat kinerja korporasi mengalami penurunan, sehingga kemampuan korporasi dalam membayar utang pun ikut menurun. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya NPL perbankan pada tahun lalu, dan mem- buat perbankan harus menyediakan

kredit dengan hanya menggunakan satu pilar atau kelancaran pemba- yaran, diharapkan dimanfaatkan perb- ankan untuk melakukan restruktur- isasi bukan menunda restrukturisasi kredit. Di sisi lain, meski NPL perb- ankan mengalami pemburukan, saat ini kondisi permodalan perbankan di Tanah Air cukup kuat guna menyerap risiko. “CAR ( capital adequacy ratio ) perbankan kita masih tinggi jadi masih ada pencadangan, hanya beberapa bank yang mungkinan membutuhkan tambahan modal,” ungkap dia. Optimistis Membaik Direktur Utama PT BankMayapada International Tbk Hariyono Tjahjari- jadi mengatakan, tahun lalu pihaknya mencatatkan peningkatan pada rasio NPL maupun special mention sekitar 1% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2015, rasio NPL Bank Mayapada tercatat sebesar 2,52% secara gross dan sebesar 2,26% secara net . “Dengan kondisi ekonomi yangmembaik, tahun ini kualitas kredit perseroan kami harapkan juga ikut membaik,” kata dia. Direktur Keuangan PT Bank Dana-

meningkat menjadi di kisaran 3,1%. Sedangkan kredit pada kategori kolektabilitas 2 atau dalam perhatian khusus, secara nominal naik tipis dari Rp 197,14 triliun pada akhir 2015 menjadi Rp 197,59 triliun. Rasio kredit pada kategori tersebut tercatat turun dari 4,86% menjadi 4,51%. Menurut Anton, risiko penurunan kualitas aset perbankan tahun ini akan berasal dari ketidakpastikan kondisi ekonomi dunia, meningkatnya fluktuasi nilai tukar, dan masih belum jelasnya hasil dari program restruktur- isasi kredit. Seperti halnya pada tahun lalu, risiko penurunan kualitas kredit masih akan berasal antara lain dari sektor pedagangan dan manufaktur. Me sk i demi k i an , d i a mem- perkirakan kondisi NPL perbankan berpeluang membaik pada tahun ini. “Memang pada Januari, rasio NPL dikatakan regulator kembali naik, tapi masih ada peluang terjadinya perbaikan kondisi NPL jika bank ben- ar-benar serius melakukan restruktur- isasi kredit,” kata dia. Anton pun berharap relaksasi yang diberikan OJK terkait restrukturisasi

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – Perbankan masih menghadapi risiko kenaikan rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) pada tahun ini, seiring besarnya kredit pada kategori kolektabilitas 2 atau dalam perhatian khusus. Meski demikian, rasio NPL diperkirakan tidak melampaui 3,5%.

ankan masih di kisaran 3%, kalau pun meningkat tidak akan mencapai 3,5%,” kata Anton di Jakarta, Senin (6/3). Berdasarkan data statistik perb- ankan Indonesia (SPI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tahun lalu NPL perbankan secara nominal tercatat Rp 128,13 triliun, meningkat 26,95% (yoy) dibandingkan 2015 sebesar Rp 100,93 triliun. Rasio NPL pun meningkat dari 2,49% pada akhir 2015 menjadi 2,93%. Sementara itu, Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), pada Januari 2017 rasio NPL perbankan kembali

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Anton Gunawan men- jelaskan, penurunan kualitas kredit tahun lalu tidak hanya terlihat pada peningkatan NPL, tetapi juga kredit yang berada pada kategori dalam perhatian khusus ( special mention ). Hingga akhir 2016, rasio kredit di luar kategori lancar (NPL dan special mention ) tercatat mencapai 7,4%. “Kemungkinan penurunan kualitas kredit dari special mention ke NPL, atau dari lancar ke special mention atau NPL. Kami perkirakan rasio NPL perb-

Investor daily/ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17.

unit kerja mencapai 10 ribu lebih. Produk asuransi mikro sudah ada dalam penjualan BRI yang masuk dalam portofolio kredit BRI sebagai program bundling penyaluran kredit. Rianto menambahkan, produk terse- but memiliki beberapa manfaat, sep- erti tertanggung apabila meninggal dunia karena sebab apapun, ahli waris akanmendapat santunan Rp 2 juta. Jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan, ahli waris mendapat san- tunan Rp 19 juta. Apabila tertanggung masuk rumah sakit dengan sebab apapun, satu hari diopname mendapat cash allowance Rp 100 ribu. Sedangkan untuk produk asuransi mikro yang akan diluncurkan BRI Life tahun ini memiliki tipe berbeda, namun dengan proteksi yang sama selama 1 tahun dengan premi Rp 50 ribu. Kinerja Keuangan Sementara itu, hingga Desember 2016 aset BRI Life sebesar Rp 6,1- 6,2 triliun, sedangkan untuk aset pengelolaan atau asset under man- agement (AUM) sekitar Rp 5,5 triliun. Perseroan menargetkan AUM tahun ini mencapai Rp 8,2 triliun atau men- ingkat sekitar 32%. Tahun lalu, perseroan mencatatkan penghimpunan premi sekitar Rp 2,5 triliun. Kontribusi dari premi penju- alan produk asuransi melalui bank atau in branch sales bancassurance sekitar Rp 233 miliar pada Desember 2016, meningkat 237% dibanding tahun sebelumnya yang senilai Rp 69 miliar. “Premi di in branch itu Rp 233 miliar, naik dibandigkan tahun 2015 yang hanya Rp 69 miliar. Tumbuhnya lebih dari tiga kali lipat,” tambah Rianto. Rianto juga menjelaskan, selain fokus pada produk asuransi mikro untuk mendongkrak premi, BRI Life menyasar pertumbuhan di jalur distribusi in branch sales bacassur- ance. Tercatat, saat ini jumlah tenaga pemasar di jalur distribusi bancassur- ance sekitar 596 orang tenaga penju- alan bancassurance financial advisor (BFA), yang tersebar di lebih dari 475 unit kerja bank BRI di seluruh Indonesia. (c02)

JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (BRI Life) menilai ada peluang besar dalam pengembangan produk mikro. Oleh karena itu, tahun ini perseroan fokus mengoptimalkan produk as- uransi mikro dengan memanfaatkan kekuatan jaringan pemasaran yang telah ada di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Direktur Utama BRI Life Rianto Ahmadi mengatakan, BRI Life akan memasarkan produk mikro ke seg- men menengah bawah dan diyakini dapat menjadi salah satu pemasukan andalan perusahaan. Perseroan juga memanfaatkan jaringan yang dimiliki BRI untuk menjual produk asuransi mikro yang akan diluncurkan tahun ini. Menurut dia, asuransi mikro memiliki peluang yang sangat be- sar di Indonesia, sehingga produk tersebut diyakini bisa menjadi salah satu sumber pemasukan mayoritas perusahaan. “Rencana ke depan, kami konsen untuk membangun produk asur- ansi mikro dengan memaksimalkan kekuatan jaringan pemasaran yang ada di BRI,” kata Rianto di sela acara Bancassurance Award Night BRI Life 2017 di Jakarta, Minggu (5/3) malam. Rianto menambahkan, meskipun pi- haknya menyasar segmen menengah bawah, produk mikro tersebut tidak hanya dijual kepada nasabah mikro, namun kepada selur uh nasabah untuk tambahan proteksi. Perseroan optimistis produk asuransi jiwa mikro dapat menjadi andalan pemasukan BRI Life. Sebab, pihaknya membawa nama besar BRI yang dapat memudahkan pemasaran produk. Sebagai perusahaan induk, BRI dikenal sebagai raja bank mikro yang juga memiliki layanan keuangan tanpa kantor bernama BRILink dan Teras BRI, dengan jumlah kantor yang ban- yak dan dapat dimanfaatkan sebagai distribusi penjualan. Produk BRI Life tersebut akan dijual melalui seluruh jaringanmilik BRI, baik kantor cabang hingga unit terkecil seperti Teras BRI. Saat ini, jumlah nasabah mikro BRI Life sekitar 8 juta nasabah dan jumlah

Program BSM Mengalirkan Berkah Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Agus Sudiarto (kiri) secara simbolik menyerahkan bantuan dana pembangunan Mushola Ulil Al Baab kepada Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Scd (kanan) di Kampus IPB, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/3). Bantuan tersebut guna mendukung kegiatan ibadah mahasiswa serta implementasi Program BSM Mengalirkan Berkah.

dustri adalah Ahmad Hidayat dari pensiunan BPD Kalsel, Haryono Umar dari Kopertis Wilayah III, Hoesen dari PT Danareksa, Lucky Fathul Aziz Hadibrata dari PT Bank Tabungan Negara Tbk, Riswinandi dari PT Pegadaian, Sigit Pramono dari Indonesian Institute Corporate Directorship, Wimboh Santoso dari PT Bank Mandiri Tbk, dan Zulkifli Zaini dari Ikatan Bankir Indonesia. Sementara itu, dari kalangan akademisi hanya satu calon yang dinyatakan lolos adalah Firmanzah yang saat ini menjabat rektor di Universitas Paramadina. Adapun calon yang tidak lolos tahap selan- jutnya adalah Ahmad Junasedy dari Asuransi Allianz, Dewi Hanggraeni dari Universitas In- donesia, Marsuki dari Universitas Hasanudin, Suheri dari Dana Pensiun Astra Satu, dan Susandarini dari firma hukum. “Keputusan rapat pansel dilakukan secara aklamasi dan tidak ada dissenting opinion ,” tegas Darmin. Peserta yang dinyatakan lulus akan men- gikuti seleksi tahap IV berupa wawancara yang akan diselenggarakan pada 9-11 Maret 2017. Setelah seleksi tahap IV, Pansel akan menyampaikan 21 nama kepada Presiden Joko Widodo pada 13 Maret 2017. (nti/yos) individual. Pasalnya, selama ini kinerja RBS di Indonesia terhitung baik. “Ke- putusan kantor pusat menutup RBS di Asia Pasific lebih dipengaruhi oleh kondisi RBS di Eropa,” kata dia. Penutupan RBS di Indonesia juga tidak akan berpengaruh terhadap industri perbankan. Pasalnya, RBS bukan tergolong bank sistemik di In- donesia. “Lagipula sebelum RBS ditu- tup, sudah didahului oleh penyelesaian hak dan kewajiban bank,” papar dia. Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Anton Gunawan men- gungkapkan, penutupan RBS di In- donesia tidak akan mempengaruhi kinerja bank asing atau perbankan pada umumnya. Hal ini dikarenakan portofolio bisnis RBS sudah dialihkan ke bank lain. “Pasti di- switch ke tempat lain, misalnya ke bank asing atau bank BUMN, jadi tidak akan hilang,” jelas dia. (gtr)

year ended 31 December 2014 dalam website www.rbs.com dan www.lon- donstocksexchange.com. Penutupan kegiatan usaha di In- donesia diawali dengan penutupan kantor cabang pembantu RBS di Surabaya pada Desember 2015. Selan- jutnya, secara bertahap RBS mulai menghentikan seluruh aktivitas bisnis dan mulai mengajukan permohonan persiapan pencabutan izin usaha pada akhir Agustus 2016. “Sebelum permohonan pencabutan izin usaha diajukan, RBS telah menye- lesaikan seluruh kewajiban kantor cabang, sehingga pencabutan izin usaha yang dilakukan oleh OJK telah memenuhi ketentuan,” tambah dia. Sementara itu, Kepala Departemen Pengawas Perbankan OJK Ariastiadi menjelaskan, keputusan pencabutan izin RBS di Indonesia bukan ber- dasarkan karena kinerja bank secara

2010, kepemilikan saham mayoritas RBS dikuasai oleh The Royal Bank of Scotland Plc. Pada 2011, ABN AMRO Bank Indonesia berubah nama men- jadi The Royal Bank of Scotland NV. Selamamenjalankan kegiatan opera- sionalnya di Indonesia, RBSmematuhi ketentuan yang berlaku. “Sampai dengan akhir tahun 2014, RBS selalu membukukan laba usaha yangmenun- jukkan bisnis di Indonesia memiliki prospek yang menggembirakan,” ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Senin (6/3). Meski demikian, kondisi tersebut berbeda dengan bisnis grup RBS secara global yang masih mengalami kerugian sehingga lingkup usaha difokuskan di Inggris. Pada 26 Febru- ari 2015, grup RBS mengumumkan penghentian bisnisnya di 25 negara, termasuk di Indonesia melalui siaran pers mengenai annual result for the

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuan- gan (OJK) mencabut izin usaha Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) The Royal Bank of Scotland NV (RBS) di Indonesia. Keputusan pencabutan izin usaha ini dikeluarkan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK dan ditetapkan melalui keputusan Dewan Komisioner OJK tertanggal 28 Feb- ruari 2017. Deputi Komisioner Pengawas Perb- ankan OJK Irwan Lubis menjelaskan, pencabutan izin usaha RBS atas dasar permohonan kantor pusat RBS di Be- landa kepada OJK pada 1 November 2016. Permohonan tersebut sebagai tindak lanjut dari strategi bisnis grup RBS di Inggris yang memutuskan un- tuk menutup jaringan bisnisnya di 25 negara, termasuk di Indonesia. Irwan mengungkapkan, RBS mulai beroperasi di Indonesia tahun 1969 dengan nama ABNAMROBank. Sejak

Investor Daily/David Gita Roza

nilai-nilai organisasi, serta pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki peserta. Berdasarkan pengumuman yang dis- ampaikan Pansel Calon DK OJK, 30 calon yang lolos berasal dari OJK, Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kementerian dan lembaga lainnya, serta akademisi dan pelaku industri. Delapan calon lolos yang berasal dari OJK adalah Edy Setiadi, Etty Retno Wulandari, Heri Kristiyana, Mulya Effendy, Nurhaida dan Rahmat Waluyanto, Widyo Gunadi, dan Yohanes Santoso Wibowo. Lima calon lolos dari BI adalah Agusman, Agus Santoso, Dwityapoetra Soeyasa Besar, Dyah Nastiti, dan Tirta Segara. Kemudian tiga calon dari Kemenkeu adalah Adi Budiarso, Freddy R Saragih, dan Arif Baharudin. Satu calon dari Lembaga Pen- jamin Simpanan (LPS) adalah Fauzi Ichsan, satu calon dari Kemeterian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi adalah Darminto, dan satu calon dari BPKP adalah Maliki Heru Santosa. Kemudian Samsul Hidayat dari Bursa Efek Indonesia dan Achmad Daniri dari Komite Kebijakan Governance. Calon-calon yang berasal dari pelaku in-

JAKARTA – Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) meloloskan 30 calon anggota pada seleksi tahap ketiga dari 35 calon anggota yang diseleksi. Anggota Pansel Calon DK OJK Darmin Nasution mengatakan, pihaknya telah men- etapkan 30 peserta yang lulus pada seleksi tahap ketiga yang terdiri atas asessment dan pemeriksaan kesehatan. Penetapan tahap ketiga ini mempertimbangkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter RSPAD Gatot Soebroto dan asessment oleh tim independen. “Dibandingkan dengan seleksi yang dilak- ukan lima tahun sebelumnya, infomasi dan data yang kami peroleh lebih kaya dan lebih sistematik dan itu banyak sekali membantu Pansel Calon DK OJK,” kata Darmin di Jakarta, Senin (6/3). Pendalaman yang dilakukan pada seleksi tahap ketiga, menurut Darmin, mencakup kemampuan dalam menghadapi tekanan, kemampuan dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala aspek, kemampuan memimpin secara visioner. Kemudian kemampuan dalam menegakkan

DPK BRI Nasabah melakukan transaksi perbankan di ATM bank BRI, Jakarta, kemarin. Dana pihak ketiga (DPK) Bank BRI mencapai Rp 723,8 triliun pada tahun 2016, tumbuh 12,6% dibandingkan Rp 642,8 triliun pada tahun 2015. Pertumbuhan DPK perseroan didominasi pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account, baik tabungan maupun giro yang mencapai 60,6% dari total DPK.

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online