SP170707

Suara Pembaruan

28

Jumat, 7 Juli 2017

PPDB Online Sarat Masalah

Muhammad Thamrin me- nuturkan, PPDB untuk jen- jang SMA/ SMK Negeri kini menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan tidak lagi di w e w e n a n g D i n a s Pendidikan Kota Depok. "Kami sulit membantu k a r e n a i n i r a n a h n y a Pemprov. Kami tidak bisa ikut campur," tutur Thamrin. Sementara itu, untuk PPDB SD dan SMPN, ma- s i h wewe n a ng Di n a s Pendidikan Kota Depok. Tahun ini diterapkan sistem zonasi berdasarkan lokasi tempat tinggal siswa. Sistem zonasi sesuai Permendikbud Nomor 17/Tahun 2017. Walaupun PPDB di Kota Depok baru akan di- mulai pada 10 Juli, tetapi orangtua siswa sudah tidak sabar menanti. Mereka yang telah mendaftar selalu memantau, khawatir anak

mereka terlempar dari daf- tar jurnal. Hal ini dialami Bayu. Dia akan memasukkan anak pertamanya, Iyan ke SD Negeri Mampang 1 di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. "Saya khawatir dia ter- lempar dari urutan di daftar. Sekarang saja masih ada di posisi cadangan. Tiap hari saya ke sekolah untuk meli- hat apa nama anak saya ma- sih ada atau sudah terlem- par," kata Bayu kepada SP di Depok, Jumat (7/7). Tak hanya Bayu, hal se- n a d a d i r a s a k a n Ti t i n Sumiati yang mendaftarkan anaknya ke SDN Anyelir 1. Dua hari yang lalu, nama anaknya masih ada. Namun kemarin, nama anaknya su- dah terlempar dari daftar.

Dinas Pendidikan Kota Jakarta Utara memastikan bahwa seluruh proses PPDB 2017/2018 dari jen- jang SD hingga SMA bebas biaya. Proses PPDB di wilayah kota pesisir ibukota Jakarta itu juga tidak mengalami gangguan berarti ketika ma- syarakat mengakses situs PPDB online maupun saat mendatangi sekolah yang dituju untuk proses pendaf- taran secara manual. "Untuk Jakarta Utara PPDB Online lancar akses- nya, tidak ada masalah di sistem DKI, untuk data jumlah kapasitas dan calon siswa sedang kita hitung karena hari ini masih ada rapat dengar pendapat de- ngan komisi E DPRD DKI," ujar Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakut Wilayah I Budi Sulistiono, Jumat (7/7). [160/RIA/C-7]

SP/MIKAEL NIMAN Puluhan orangtua siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi karena mengalami ken- dala saat mengakses PPDB "online", Kamis (6/7).

[BEKASI] Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di sejumlah wilayah tidak berjalan maksimal. Warga banyak menemui kendala saat memasukkan data ke sistem itu. Demikian pantauan SP di beberapa wilayah sejak Selasa hingga Jumat (7/7) pagi . Seperti yang terjadi di Kota Bekasi, banyak warga menge l uhkan su l i t nya mengakses ke sistem online untuk mendaftar ke SMP negeri. Bahkan, Kamis (6/7) siang, warga mengge- r u d u k k a n t o r D i n a s Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi. Sejumlah keluhan mereka layangkan. Melihat hal itu, Wali Ko t a Be k a s i Ra hma t Effendi turun tangan. Ia menghampiri para ibu yang telah mengantre sejak su- buh dan menanyakan ken- dala-kendala yang dialami saat mendaftarkan anaknya. Sesuai jadwal, PPDB online tingkat SMPN dibu- ka Selasa (4/7) dan ditutup Kamis (6/7). "Bagi yang berdomisili di Kota Bekasi, apalagi yang memiliki e-KTP, Kartu Keluarga, dan memi- liki Kartu Sehat Berbasis NIK, tidak usah khawatir, karena pasti diurus Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Jangan sampai ini meng- ganggu kegiatan ibu-ibu yang lainnya," ujar Rahmat Effendi, Kamis (6/7). Wali Kota menegaskan, apabila diperlukan, PPDB online akan diperpanjang hingga sepekan agar warga tidak cemas dan dipastikan

anaknya bisa masuk seko- lah negeri. Sebelumnya, warga me- nge l uhkan mengaks e s PPDB online karena sulit dan lama menunggu konfir- masi, padahal jadwal penu- tupan PPDB online hari itu. Wali Kota memohon maaf karena pelayanan Dinas Pendidikan yang ti- dak maksimal. Peme r i n t ah da e r a h mengupayakan simplikasi pelayanan agar diterapkan yakni dengan orangtua membawa berkas dan me- minta konfirmasi dari Dinas Pendidikan lalu diarahkan pulang, tidak lagi menung- g u d i k a n t o r D i n a s Pendidikan. Buntut sulitnya meng- akses data ke sistem PPDB online , Pemerintah Kota Bekasi memperpanjang ba- tas waktu pendaftaran hing- ga Sabtu (8/7). Semestinya, jadwal PPDB online tingkat SMPN dimulai Selasa (4/7) dan ditutup Kamis (6/7). “Kami sepakat memperpan- jang batas waktu pendaftar- an hingga Sabtu (8/7),” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah, Jumat (7/7). Sebelumnya, warga me- ngeluhkan permasalahan nomor induk kependudukan (NIK) yang tak terdaftar di Dinas Kependudukan dan P e n c a t a a n S i p i l (Disdukcapil) Kota Bekasi dan password untuk meng- akses situs pendaftaran yang bermasalah. "Permasalahan NIK su- dah meminta bantuan petu- gas Disdukcapil untuk

memverifikasi. Sedangkan, permasalahan password ca- lon peserta didik, memang harus meminta langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Karena tiap siswa hanya diberikan jatah satu kata kunci. Kata kunci itu hanya berlaku untuk mendaftar di dua pilihan SMP Negeri. Apabila tidak diterima di dua sekolah, sis- wa itu harus meminta pass- word di kantor Dinas Pendidikan untuk kesem- patan ketiga mendaftar SMP Negeri,” tuturnya. Dinas Pendidikan Kota Bekasi juga telah mengun- dang panitia PPDB online dari 49 SMP Negeri ke kan- tor Dinas Pendidikan agar membantu para orangtua. Kadisdukcapil Kota Bekasi Erwin Effendi me- ngatakan, pihaknya telah membantu proses verifikasi NIK dalam proses PPDB online . “Ternyata banyak yang salah memasukkan angka NIK sehingga tidak bisa mendaftar,” kata dia. PPDB untuk jenjang SMA/ SMK Nege r i d i Depok juga sempat mene- mukan kendala. Abdullah, salah satu warga mengaku tidak bisa membuka situs PPDB yang dikelola Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat itu. "Saya masuk mau daftar, tapi situsnya selalu error . Ini bagaimana? Masak mau mendaftarkan anak sekolah saja demikian sulitnya?” ujar dia. K e p a l a D i n a s Pendidikan Kota Depok Kendala di Depok

Daftar Gratis

Sementara itu, Suku

Made with FlippingBook HTML5