ID181013

sabtu/minggu 13-14 OKTOBER 2018

| 24

Jakarta - Pengusaha kosmetik Livienne Russellia terus menciptakan tren baru di bidang kosmetik. Setelah sukses meluncurkan produk perawatan kulit Vienna, Livienne lalu meluncurkan kosmetik XL Professionel, dan terakhir Martinez Professionel serta Felinz. Semuanya di bawah naungan PT. Cakra Daya Makmur. “Target saya adalah terus mengeluarkan produk baru yang mengikuti trend, mengembangkan produk baru, dan memperluas distribusi,” ungkap Livienne kepada Investor Daily. Kosmetik Martinez Professionel misalnya. Brand kosmetik premium ini memiliki berbagai keunggulan, antara lain rangkaian produk yang lengkap dan warna yang cukup banyak, selain itu juga memiliki kandungan yang dapat menyehatkan kulit. “Martinez berkomitmen untuk menciptakan kualitas produk aman dan teruji. Produk ini juga mengandung nutrisi untuk kulit omega 2-6-9, dan natural plant oil,” kata Livienne. Dia berharap, Martinez yang baru diluncurkan pada 2017 dapat menyusul kesuksesan produk masker Vienna yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Livienne memulai bisnis kosmetik bermodalkan keberanian dan semangat. Mengawali usahanya di tahun 2002, Livienne mendirikan perusahaan trading dan distribution untuk produk impor. Produk yang dijual berupa food & beverage, personal care, dan lainnya yang ia pasarkan ke supermarket kecil maupun besar. Namun, usaha tersebut tak berjalan mulus. Livienne mengalami persoalan yang membuat distribusi makanan impornya harus berhenti. “Jadi dulu sempat packing kacang untuk dipasarkan ke supermarket, saya pasarkan sendiri barangnya, bahkan saya nyetir sendiri ke lokasi-lokasi tersebut. Lalu, beralih ke makanan impor yang akhirnya dihadapkan dengan persoalan regulasi makanan impor yang harus dibatasi,” kata Livienne Russellia. Di tengah berbagai rintangan dan keinginan kuat untuk membantu perekonomian keluarga, pemilik dan CEO PT. Cakra Daya Makmur ini pun mulai memasarkan produk kosmetik. “Saya tidak pernah gengsi melakukan apapun. Jadi, kalau ada peluang dan kesempatan pasti saya ambil agar keuangan keluarga bisa terbantu pada saat itu,” ungkap wanita lulusan S2 ekonomi bisnis dan mengambil bidang farmasi ini. Namun, lagi-lagi bisnis kosmetik kala itu pun sempat gulung tikar karena banyaknya produk kosmetik palsu yang beredar di pasaran. Hingga akhirnya, wanita kelahiran Pontianak, 4 Maret 1976 ini bercita-cita membuat kosmetik sendiri dengan kandungan bahan alami yang aman bagi kulit. Akhirnya, dengan pengalaman yang ia miliki dan kemampuannya dalam bidang farmasi kecantikan dan bisnis, Livienne kembali membangun bisnis kosmetiknya dengan menghadirkan beragam produk. Diantaranya ada lulur susu kambing, masker dan sabun, hingga di awal 2017 menelurkan brand kosmetik Martinez Professionnel. “Kebetulan Pemerintah sedang support produk dalam negeri. Saya lihat di pasaran masih banyak produk yang tidak aman tidak ada registrasi BPOM. Jadi saya belajar, merangkul teman-teman ahli di bidangnya, misal kedokteran dan farmasi. Dari situlah saya yakin passion saya di beauty,” ungkap Livienne. Livienner berharap kosmetik lokal tidak kalah saing baik secara kualitas dengan produk luar. “Karena itu, saya ingin wanita Indonesia khususnya tidak malu pakai kosmetik lokal, karena produk kita juga tidak kalah dengan barang luar negeri,” harapnya. Ia menekankan seluruh produk kosmetiknya berkualitas dan aman bagi kulit. Semua produk kecantikan yang dipasarkan sudah memiliki ISO, tercatatan di BPOM dan memiliki sertivikasi Halal. Kini, melalui PT Cakra Daya Makmur, Livienne sudah dapat memperkerjakan 600 karyawan di bangunan seluas kurang lebih satu hektar. Ia pun berpesan pada generasi muda, agar tidak takut memulai sesuatu untuk sukses di masa depan. “Apapun itu, jangan takut memulai sesuatu. Saya paling enggak suka, kalau dibilang tidak bisa, sebelum mencoba. Coba dulu, apapun hasilnya itu urusan belakangan, yang penting prosesnya,” tutup Livienne. (nan)

Investor Daily / IST

Oleh Mardiana Makmun

Puteri Indonesia Lingkungan 2018 Vania Fitryanti Herlambang siap bertarung di ajang Miss International 2018 di Tokyo, Jepang, pada 9 November 2018. Vania mengusung rumah gadang sebagai national costume demi merebut gelar juara.

M usik Minang melantun rancak. Mengiringi langkah anggun Vania Fitryanti Herlambang di kediaman pendiri PT.Mustika Ratu Bra Mooryati Sudibyo, Kamis (11/10). Vania berbalut kebaya dan kain songket Minang warna marun gemerlap. Sementara di atas kepalanya bertengger Rumah Gadang, rumah adat Minang, Sumatera Barat. Setengah menahan beban, Vania berusaha tetap tersenyum dan melangkah anggun. “Ada tantangan tersendiri untuk membawakan national costume Rumah Gadang ini. Di awal merancang kostum, kita ingin ada modifikasi sayap, tapi jadi vertikal. Kostum ini memperlihatkan karakter serta background saya, selain anggun saya juga bisa perkasa,” ungkap lulusan teknik kimia, Institut Teknologi Bandung itu. Dynand Fariz, pendiri Jember Fashion Carnival, adalah sang perancang kostum Rumah Gadang bertema Dynamism of Rumah Gadang ini. “Saya akan terus mengusung kekayaan bangsa Indonesia dengan rumah adatnya. Kita tunjukkan pada dunia bahwa setiap rumah adat ada

sang pencipta bersama penghuninya,” kata Dynand Fariz. “Kostum Rumah Gadang seberat 20 kg ini melayang bersama mimpi Puteri Indonesia bahwa rumah adat yang indah, hanya ada di Indonesia,” kata Dynand. Ketua Dewan pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kuswisnuwardani berharap Vania dapat memperoleh kembali hasil terbaik di ajang ini. “Selain itu, saya harap Vania dapat mempromosikan produk-produk Indonesia dan produk industri tradisional berbasis budaya, serta mengenalkan pariwisata dan budaya Indonesia. Salah satu cara melalui busana yang dikenaka Vania,” kata Putri. Beragam busana yang dikenakan Vania adalah gaun malam rancangan Billy Tjong bertema The Swan Maiden . Billy juga sekaligus menjadi official designer untuk Malam Grand Final Miss International 2018. Vania juga membawakan busana dari Yosep Sinudarsono, Hans Sallam, Olanye by Eko Tjandra, dan kebaya Intan Avantie. Sepatu dari Wanda Dekafe Shoes dan aksesori Hartono Wira Tanik (HWT) serta Le Ciel Design.

Investor Daily / IST

Tanaman ini kaya glikosida, vitamin, mineral, dan polifenol. Fungsinya merangsang pertumbuhan rambut, vitalitas bulbus rambut, dan produksi keratin,” jelas Henny. Biotrine, lanjut Henny, dipilih karena sangat efektif pada fase anagen rambut. “Anagen adalah fase paling penting dalam sikulus pertumbuhan rambut untuk menghentikan kerontokan rambut secara maksimal. Pada fase ini, biotrine yang terkandung dalam Triphasic Progressive bekerja dengan mencegah rambut rontok, membuat rambut baru tumbuh subur, dan memperkuat rambut,” papar Henny. Sampo pun, lanjut Henny, gunakan yang memiliki daya bersih sekaligus menyehatkan rambut. Pada Triphasic Shampoo menggunakan memadukan dua bahan utama yang efektif memerangi rambut rontok, ayitu ATP, ekstrak PFAFFIA, dan minyak esensial dari jeruk, lavender, dan rosemary,” tandas Heny. (nan) minyak esensial antirontok. “Formula silicone-free nya lain the 4th ASEAN Creative Hair & Styling Photo Competition 2018 berkolaborasi dengan Asian Hair Masters Association (AHMA), Beauty Icon Awards 2018, World PMUMaster Class Championship, seminar Halal olehMajelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), dan masih banyak lagi. Pameran Cosmobeauté Indonesia 2018 juga akan menggelar “Beaute Me e t i n g ” , p r o g r am b u s i n e s s matchmaking yang mempertemukan importir dan produsen dengan calon mitra bisnis di Cosmobeauté Indonesia. “Sebagai pameran perdagangan kecantikan terkemuka di Indonesia, kami bangga dapat mendorong per tumbuhan industri kecantikan Indonesia melalui kerja sama dengan otoritas pemerintah, asosiasi industri & perdagangan, serta para pengusaha dan pemimpin industri. Oleh sebab itu Cosmobeauté Indonesia menjadi pameran yang harus dikunjungi untuk mendapatkan wawasan bisnis baru dan jaringan bisnis,” kata Juanita. (nan)

Jakarta -Rambut rontok seteah keramas atau setelah menyisir? Tenang, rambut rontok adalah sesuatu yang normal, manusiasi. Apalagi seiring pertambahan usia, fungsi tubuh juga mulai menurun, termasuk dalam memproduksi rambut. Hanya saja ada batas jumlah kerontokan rambut yang dibisa ditoleransi. “Kalau jumlah helai yang rontok tidak lebih dari 100 helai per hari, itu masih normal,” kata dr. Abraham Arimuko, Sp.KK pada peluncuran produk perawatan rambut Triphasic Progressive dan Triphasic Stimulating Shampoo di acara Cosmpbeaute 2018 di JCC, Jakarta, Kamis (11/10). Agar tidak rontok, saran dr.Abraham, kulit kepala dan rambut harus dirawat. “Kenali jenis kulit kepala dan rambut lebih dulu. Gunakan produk yang sesuai dengan masalah rambut. Lakukan perawatan yang benar, seperti keramas rutin 1-2 hari sekali, beri serum rambut, massage/creambath untuk melancarkan peredaran darah Jakarta - Pameran kecantikan Cosmobeaute kembali digelar di JCC, Jakarta, mulai 11-13 Oktober 2018. Sebanyak 328 peserta dari 14 negara siap memamerkan produk kecantikan terbaiknya. Sejumlah paviliun dari beberapa negara hadir, seper ti Tiongkok, Jepang, Korea, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Polandia. Direktur Pengawasan Kosmetik BadanPOMArustionomengungkapkan, pameran diharapkan dapat mendorong per tumbuhan industri kosmetik Indonesia. “Pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 11,4% pada 2017 dibabdingkan 2016. Pada April 2018, terdapat 554 perusahan kosmetik di Indonesia. Pameran ini saya harap dapat mendorong pertumbuhan industri kosmetik Indonesia lebih tinggi lagi,” kata Arustiono saat membuka Cosmobeaute 2018 di JCC, Jakarta, Kamis (11/10). Apalagi, lanjut Arustiono, saat ini

Henny Wijaya, managing director PT.Beautindo Prima, selaku distributor produk perawatan rambut Rene Furtere mengungkap adanya bahan baru bernama Biotrinine untuk mengatasi kerontokan. “Biotrinine diekstrak dari daun selada air dan nasturtium.

di kulit kepala, jangan melakukan hal yang dapat merusak rambut seperti rebonding dan catok. Untuk yang berjilbab, pilih bahan yang dapat menyerap keringat,” saran Abraham. Saat ini, kata Abraham, sejumlah bahan herbal disebut memiliki daya efektif untuk mengatasi kerontokan.

Investor Daily / IST

sourcing yang paling handal bagi para pelaku industri kecantikan untuk mengeksplorasi bisnis dalam spektrum industri estetika, perawatan kecantikan, kosmetika, perawatan rambut, pera­ watan kuku, dan spa. Tahun ini, kami mengalami per tumbuhan dengan bertambahnya peserta pameran, dan melakukan peningkatan dengan lebih mendekatkan para peserta pameran de­ nganpara pengunjung,”kata Juanita Soe­ rakoesomah di sela pembukaan acara. Se l a i n menamp i l kan i novas i kecantikan terbaru dan menyatukan para pelaku kecantikan dalam dan luar negeri, pameran ini jugamenghadirkan berbagai workshop mengenai produk estetika, styling ala selebriti, dan berbagi ilmu dan pengalaman bersama merek-merek ternama. Workshop ini terbuka bagi para pengunjung dan memperkaya khasanah pengetahuan para pengunjung tentang tren terbaru dari industri kosmetik. Beberapa acara penting akan digelar selama pameran berlangsung antara

ada begitu banyak produk kosmetik ilegal di Indonesia. “Dalam enam bulan terakhir, kami menemukan kosmetik ilegal senilai Rp100,6 miliar. Sebagian besar adalah sabun batangan, krim wajah, lipstik, body lotion, dan lain-lain. Ini potensi besar bagi pengusaha kosmetik lokal untuk dapat mengganti posisi produk kosmetik ilegal itu dengan produk yang legal dan berkualitas tinggi” ungkap Arustiono. Juanita Soerakoesomah, Direktur PT. Pamerindo Indonesia sebagai penyelenggara acara mengatakan jumlah peserta pameran meningkat sebesar 13% dibandingkan dengan tahun lalu. Lebih dari 29 kategori produk kecantikan dipamerkan selama 3 hari pameran. Dari rambut sampai kuku, kemasan yang sederhana hingga peralatan kecantikan yang canggih, para pengunjung dapat menemukan banyak produk baru untukmendukung bisnis mereka. “Cosmobeauté melanjutkan komitmennya menjadi platform

Made with FlippingBook Online newsletter