SP160314

Suara Pembaruan

21

Senin, 14 Maret 2016

J.S Badudu Sang Guru Besar Tutup Usia G uru Besar Bahasa Indonesia, Jusuf Sjarif Badudu, Almarhum sempat dirawat selama dua hari. Ananda memaparkan, kondisi fisik pengasuh menurun seiring pertambahan usia,” kataAnanda. Semasa hidupnya, almarhum Gorontalo . “Almarhum adalah orang pertama yang mendapat gelar Guru Besar dari Fakultas Sastra

Bandung. Ia menginjak usia pensiun pada 1991, tetapi setelah itu masih aktif men- gajar dan menulis sampai awal 2000. [SP/Adi Marsiela]

menghasilkan beberapa karya seperti, Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994), revisi kamus Sutan Muhammad Zain; Kamus Kata-kata Serapan Asing (2003); Pelik-pelik Bahasa Indonesia (1971); Inilah Bahasa Indonesia yang Benar (1993); Kamus Peribahasa (2008); Membina Bahasa Indonesia Baku (1980) dan lainnya. Beliau menempuh pendidikan bahasa pada 1951 lewat kursus B1 Bahasa Indonesia; Fakultas Sastra Unpad (1963) serta Studi Pascasarjana Linguistik pada Fakultas Sastra dan Filsafat Rijksuniversiteit Leiden, Belanda (1971-1973). Ia mem- peroleh gelar Doktor dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1975 dengan disertasi berjudul Morfologi Kata Kerja Bahasa

acara televisi Pembinaan Bahasa Indonesia , yang ditayangkan di TVRI pada 1977-1979, dilanjutkan 1985-1986, ini terus menurun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

tutup usia dalam usia 89 tahun. Pria yang dilahir- kan di Gorontalo pada 19 Maret 1926 ini meninggal usai menjalani perawatan akibat serangan stroke di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada 12 Maret 2016, pukul 22.10 WIB. Cucu ketujuh almarhum, Ananda Badudu, mengatakan, ka- keknya akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung. “Ada penyerahan dari keluarga ke Unpad (Universitas Padjadjaran) sebelum diserahkan ke negara un- tuk kemudian dilakukan proses pe- makaman secara militer,” terang Ananda ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Minggu (13/3) pagi.

Unpad. Dia dinobatkan sebagai guru besar pada tahun 1985 saat usianya 59 tahun,” tutur Ananda. Sejauh catatan pribadi beliau, ia telah 8 tahun menjadi guru SD, 4 tahun guru SMP,

“Sudah beberapa kali diserang stroke ringan maupun berat,” kata Ananda. J.S. Badudu meninggalkan sem- bilan anak, dua puluh tiga cucu, dan dua cicit. Istrinya, Eva Henriette Alma Koroh, lebih dulu berpulang pada 16 Januari 2016 lalu pada usia 85 tahun. Mereka hidup bersama dalam ikatan pernikahan selama 62 tahun. Almarhum sudah menjadi guru sejak usia 15 tahun dan mengakhiri pengabdiannya di bidang pendi- dikan pada usia 80 tahun. “Itu juga karena kondisi fisik yang terus

10 tahun guru SMA, dan 42 tahun menja- di dosen di Unpad dan UPI

istimewa

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker