SP160314

Sport

Suara Pembaruan

28

Senin, 14 Maret 2016

Praveen/Debby Bidik Olimpiade

Oegroseno Puji Tim Tenis Meja Meski tidak mendapatkan dukungan dana maupun moti- vasi dari pemerintah, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) berhasil mengejutkan dunia dalam kejuaraan World Table Tennis Championship (WTTC) 2016 di Kuala Lumpur Malaysia, yang dilaksanakan 29 Februari- 6 Maret 2016 kemarin. “Sebagai pendatang baru karena tidak mengikuti kejua- raan tenis meja dunia selama tiga tahun, PPMSI berhasil membuat kejutan peserta da- ri 120 negara yang mengikuti event internasional tersebut,” ujar Ketua Pengurus Pusat PPMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno dalam siaran pers yang diterima SP , Minggu (13/3). Oegroseno mengatakan, atlet Indonesia sudah mem- buktikan dirinya mampu un- tuk bersaing dengan atlet dari mancanegara. Di luar dugaan, tim Putra Indonesia dalam babak penyisihan ber- hasil keluar sebagai juara pool. Untuk putra, Indonesia secara keseluruhan menang 3-0 atas 5 negara (Estonia, dari lima negara tersebut, khususnya Congo, peringkat- nya jauh di atas Indonesia un- tuk kejuaraan dunia. Kita tetap mengapresiasi tim Indonesia meski babak berikutnya, Indonesia terhenti oleh Chile (putra), kalah 2-3 dan putri di- taklukan oleh Kazakhstan 0-3. Latihan mereka hanya 45 ha- ri,” katanya. [155] Irlandia, Sri Langka, Lebanon dan Congo). “Padahal, lawan tanding

[BIRMINGHAM] Ganda campuran Praveen Jordan/ Debby Susanto kembali fokus membidik Olimpiade 2016 setelah menjuaraiAll England 2016 di Birmingham, Inggris, Minggu (13/3). Kemenangan mereka menjadi penyelemat tim Indonesia setelah sejum- lah andalan berguguran. “Jika pencapaian pada All England disebut cukup bagus, tentunya belum. Setiap atlet pasti ingin men- jadi juara dalam turnamen apapun,” ujar Praven Jordan seusai berlaga semalam. Praveen Jordan/Debby Susanto membuktikan janji menjuarai turnamen All England 2016 setelah meme- nangkan pertandingan final melawan pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/ Christinna Pedersen dengan skor 21-12 dan 21-17. “Sebenarnya poin kualifikasi kami menuju Olimpiade su- dah aman. Jika dapat menem- patkan posisi yang lebih enak, kenapa tidak?” ujar Praveen. Dalam daftar kualifikasi Olimpiade Rio, Praveen/ Debby menempati peringkat tujuh dengan total poin 62.202 hingga pekan kedua Maret 2016. Posisi mereka aman karena masuk delapan besar kualifikasi Olimpiade. Posisi mereka berselisih tiga peringkat dari sesama ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menempati peringkat empat

WWW.BADMINTONINDONESIA.ORG

Praveen Jordan/Debby Susanto

dengan total poin 68.012.

Zhang Nan/Zhao Yunlei 21- 19 dan 21-16 pada semifinal sehari sebelumnya. Suasana di dalam stadi- on Barclaycard Arena, ramai mendukung kedua tim. “Barclaycard Arena di Birmingham terasa seperti diangkut ke Jakarta pada so- re hari ini saat Debby Susanto dan Praveen Jordan memenangi Juara Yonex All England di depan para peng- gemar aktif mereka,” sebut allenglandbadminton.com . Bahkan, Debby menga- ku seakan berada bertan- ding di kandang karena du- kungan yang melimpah. “Ini adalah salah satu mim-

pi kami untuk menang di sini. Tapi, setelah kami tu- run dari podium, tapi bu- kan lagi juara dalam benak kami. Kami sekarang harus berpikir untuk turnamen berikutnya,” ujar Debby. Keme n a n g a n a t a s Joachim Fisher/Christinna Pedersen memperbaiki catat- an pertemuan mereka menja- di 4-6, di mana empat keme- nangan diraih secara berun- tun. Gelar ini juga menjadi yang kedua diraih Praveen/ Debby di tahun ini setelah sebelumnya memastikan ge- lar di SyedModi International Dalam laga semalam, Praveen/Debby tampil taktis

pada game pertama. Mereka mampu mempertahankan keunggulan perolehan poin dari awal sampai akhir. Beberapa kali pengembalian bola dropshot yang dilaku- kan Praveen mematikan la- wan. Game pertama ditutup dengan skor 21-12 dalam waktu 18 menit. Di game kedua, Praveen/ Debby kembali bermain le- pas. Setelah skor sempat im- bang 3-3, Praveen/Debby perlahan mulai memperlebar jarak menjadi 11-8. namun beberapa kesalahan dibuat sehingga skor sempat im- bang 14-14. [Badminton- indonesia/K-11] Maskot berbentuk bu- rung Cenderawasih yang di- beri nama Drawa saat dilun- curkan pada 27 Desember tahun lalu menuai kritik di masyarakat akibat desain- nya yang dinilai ketinggalan zaman. Merespons kritik tersebut Kempora pun menggandeng Bekraf untuk menyelenggarakan sayem- bara revisi. Kepala Komunikasi Publik Kempora Gatot Dewa Broto mengatakan lamanya pembukaan sa- yemba r a i n i l an t a r an Menteri Imam harus mela- por pada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, Menteri Imam juga wajib melapor pada Olympic Council Asia (OCA). “OCA memahami dan menyetujui revisi, maka ka- mi umumkan sekarang. Ini terbuka untuk perorangan dan perusahaan yang punya pengalaman minimal 5 ta- hun di bidang sistem identi- tas. Untuk perusahaan seti- daknya satu anggota tim punya pengalaman itu. Dokumen untuk seleksi pa- ling lambat diterima pada 30 Maret melalui bekra- fAG2018@kemenpora.go. id,” tutup dia. [H-15] maskot Asian Games.

Dukungan Penonton

Meski berhasil menjua- rai turnamen tingkat super- series pertama, Praveen/ Debby akan menghadapi tiga turnamen superseries sebelum penutupan kualifi- kasi Olimpiade Rio. Tiga turnamen superseries itu adalah India Terbuka, Malaysia Terbuka, dan Singapura Terbuka. Keberhasilan pada All England adalah rangkaian keberhasilan pasangan berpe- ringkat delapan dunia itu se- telah menaklukkan unggulan pertama asal Tiongkok, [JAKARTA] Dari 37 ca- bang olahraga (cabor) yang sudah dipastikan dipentas- kan di ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, belum semua cabor menun- juk delegasi teknis untuk menjadi pengawas bagi proses persiapan baik dari segi fisik maupun regulasi pertandingan serta nomor yang akan dipertandingkan. S e k j e n K o m i t e Olimpiade Indonesia (KOI) Doddy Iswandi mengatakan pihaknya baru menerima be- berapa nama yang dijadikan delegasi teknis dari tingkat Asia maupun yang ditunjuk melalui federasi internasio- nal. Pihaknya berencana me- ngumpulkan semua delegasi teknis untuk membahas pro- ses persiapanAsian Games. “Delegasi teknis seba- gian dari cabor yang diper- tandingkan sudah masuk ke kami. Kami nanti akan mengumpulkan mereka karena tugas mereka yang pertama kan mengawal proses renovasi. Beberapa pengurus cabor juga sudah melakukan komunikasi langsung dengan federasi internasional untuk mem- bantu proses renovasi,” ka- ta dia akhir pekan lalu. Wakil Sekjen KOI

KOI Akan Kumpulkan Semua Delegasi Teknis Cabor

Rugby Siap Menuju SEA Games dan Asian Games

[JAKARTA] Cabang olah- raga rugby mulai berbenah menyiapkan tim untuk pe- latnas SEA Games 2017 di Malaysia dan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Meski baru perdana, rugby berani mematok target me- raih medali di dua ajang bergengsi tersebut. “Cabor rug-

Jawa Barat, September mendatang. “Kami akan jaring pe- main pada exsebisi PON 2016. Para pemain ini nan- tinya kami siapkan untuk pelatnas SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Saat ini para pemain masih berlatih di klubnya ma- sing-masing,” jelasnya. K e k u a t a n rugby Indonesia sendiri sudah mulai di perhi- tungkan. Pada kejuaraan Asia di India, bebera- pa waktu, rugby Indonesia mam- pu mengalahkan Nepal. Bahkan, tim putri di luar dugaan mampu menempus peringkat 12 di Asia. “Kalau di SEAGames kita patut mewaspadai Thailand, Malaysia dan Filipina. Ketiga negara ini merupakan tim kuat cabor rugby di kawasan Asia Tenggara, terutama Filipina yang memiliki beberapa pe- main naturalisasi,” tutup Iswahyudi. [H-15]

“ Kalau di SEA Games kita patut mewaspadai Thailand, Malaysia dan Filipina

by memang ba- r u p e r d a n a mengikuti SEA G a m e s d a n Asian Games, tapi kami yakin m a m p u m e - nyumbang me- dali untuk kon- tingen Merah P u t i h , ” u j a r I s w a h y u d i , S e k r e t a r i s Umum (Sekum)

ANTARA/WAHYU PUTRO A Warga berolahraga di Kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, belum lama ini. KOI akan memanggil semua cabor terkait pelaksanaan teknis Asian Games 2018.

Dasril Anwar menambah- kan adanya delegasi teknis menjadi salah satu rang- kaian dalam proses perse- tujuan renovasi venue Asian Games sesuai de- ngan standar internasional yang berlaku. Tanpa persetujuan dele- gasi teknis, renovasi venue yang dilakukan bisa tidak memenuhi standar dan ber- potensi menguras biaya jika harus dilakukan renovasi ulang. “Karena itu rencana renovasi saat ini kami buat sesuai dengan kriteria dasar- nya dahulu, Misalnya saja lapangan basket yang jarak antara penonton dengan la- pangan harus lima meter, ini

kan belum terpenuhi di Hall Basket Senayan, Jakarta. Hal-hal standar ini yang kita kerjakan terlenih dahulu,” ungkap dia. S e m e n t a r a i t u , Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Badan Ekonomi Kreatif resmi membuka sayembara revisi maskot Asian Games 2018 pada Sabtu (12/3). Proses seleksi nantinya akan meli- puti dua tahapan, yaitu ta- hapan praseleksi untuk me- nentukan kandidat peran- cang berdasarkan syarat dan tahap seleksi yang me- nentukan pemenang revisi Sayembara

Persatuan Rugby Indonesia ( PRU I ) a k h i r p e k a n kemarin. Untuk memenuhi target tersebut, Wahyudi menga- takan akan menyiapkan 32 pemain putra dan putri untuk memasuki pemusat- an latihan. Para pemain ini akan diseleksi pada ajang eksibisi PON 2016 di

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker