SP160314

Suara Pembaruan

29

Senin, 14 Maret 2016

Tidak Semua Sopir Angkutan Mau Mogok

[JAKARTA] Rencana aksi mogok kerja dan demon- strasi yang akan dilakukan pengemudi angkutan kota (angkot) seperti kopaja, taksi, mikrolet, dan bajaj pada Senin (14/3) tidak berjalan sebagaimana mes- tinya. Sebab, masih banyak angkot yang beroperasi se- perti biasanya. Penyebab ketidakkom- pakan aksi mogok tersebut disebabkan pengemudi ko- paja dan moda transportasi lainnya merasa tidak men- dapat pemberitahuan oleh pengurus atau pemilik ken- daraan bahwa akan dilaku- kan aksi mogok dan unjuk rasa ke beberapa titik loka- si pemerintahan. Ismail (38), salah satu pengemudi Kopaja U27 Jurusan Senen-Kelapa

Gading, mengatakan dia te- tap mencari penumpang karena tidak mendapat in- formasi adanya mogok. "Kita tidak berani pak ka- lau main mogok kerja begi- tu saja, apalagi ada tuntut- an dari pemilik mobil harus ada setoran setiap mobil keluar dari pangkalan (po- ol)," ujar ‎Ismail, di Jalan Danau Sunter Utara. Menurutnya, alasan mo- gok kerja memang cukup rasional karena saat ini kon- disi jumlah penumpang yang didapat oleh pengemu- di sopir kopaja dan moda transportasi umum lainnya hampir berkurang 50%. "Jumlah penumpang ki- ta juga sudah berkurang drastis pak, sedangkan se- toran ke pemilik mobil ha- rus penuh, sehari setor Rp

400.000," tambahnya. Berlin (42), pengemudi kopaja, tidak melakukan aksi mogok karena dilarang bosnya. "Kalau demo bagaima- na, setoran harus jalan, memang kemarin sore ada yang menempelkan sele- baran tapi orangnya tidak jelas," kata Berlin. Ia juga tidak bisa sem- barangan demo karena bila tanpa izin dari pihak kepo- lisian, maka bisa saja dike- nai tilang atau bahkan lebih buruk lagi bisa ditangkap aparat kepolisian. Memet Situmorang (47)‎ pengemudi kopaja la- innya, tidak ikut demo ka- rena sudah ada perwakilan dari salah satu sopir yang ikut aksi demo. Ia berharap Pemprov DKI dan aparat

SP/Carlos Roy Fajarta Barus Sejumlah armada Kopaja masih beroperasi dengan normal di Jalan Danau Sunter Utara, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/3) pagi.

[JAKARTA] Permasalahan narkoba di Indonesia sangat kompleks, sehingga tidak ada satu tempat pun yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Narkoba telah menyasar segala lapisan, dari mulai oknum aparat hingga ke lingkungan relijius seperti pesantren. Menanggapi hal ini, Hasyim Muzadi, seorang a n g g o t a D e w a n Pertimbangan Presiden, menegaskan perlunya sebu- ah gerakan nasional dengan melibatkan partisipasi ma- kepolisian bisa memberi tindakan tegas terhadap taksi pelat hitam yang menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi umum. Ratusan sopir, yang se- bagian besar sopir taksi da- ri berbagai perusahaan me- lakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Senin (14/3). Mereka memprotes keberadaan transportasi berbasis online, yang bu- kan merupakan angkutan umum tapi difungsikan se- bagai angkutan umum. Koordinator Lapangan Taksi Express, Sodikin me- ngatakan, tujuan atas dila- kukannya aksi ini supaya pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta bisa me n e g a k k a n a t u r a n . Menurutnya, operasi taksi online sudah menyerobot beberapa izin sehingga me- rugikan para sopir taksi. Merespons aksi unjuk rasa tersebut, Gubernur DKI J aka r t a , Ba s uk i Tjahaja Purnama mengaku, pihaknya sudah berkali- kali melarang pengoperasi- an mobil-mobil pelat hitam menjadi angkutan umum.

syarakat secara masif da- lam rangka melakukan pe- nanggulangan narkoba se- cara serius. “Gerakan nasional ti- dak saja harus masif, tetapi juga efektif dalam pembe- rantasan narkoba, karena dampak narkoba lebih dah- syat daripada teror fisik se- perti terorisme,” ungkap man t an Ke t ua Umum PBNU itu saat bertatap mu- ka dengan Kepala BNN, Budi Waseso, di kantor BNN, Jakarta, Jumat (11/3). Menurut Hasyim, sebu- ah gerakan dengan partisi- Namun, apabila mereka tetap beroperasi secara diam-diam, Basuki meng­ aku pihaknya kesulitan untuk mengawasi itu. Basuki menegaskan, kendati saat ini basis aplika- si sudah sesuai dengan per- kembangan zaman, akan te- tapi sedianya perusahaan online harus mengikuti atur- an yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebab jika tidak, katanya, para sopir taksi seperti inilah yang akan kena imbasnya. Kapolres Jakarta Pusat, Komb e s Po l He nd r o Pandowo menyebutkan, ada sebanyak 1.500 perso- nel gabungan yang dike- rahkan untuk mengantisi- pasi hal-hal yang tidak dii- nginkan. Pasalnya, lokasi demo tidak hanya terjadi di Balai Kota, tetapi juga di titik-titik lainnya seperti di Istana dan Kemkominfo. Para sopir tersebut ter- gabung dalam Persatuan Pengemud i Angku t an Darat (PPAD). Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, massa akan berkumpul di

pasi yang nyata memang belum maksimal. Ia menye- butkan perlu ada sebuah pe- rumusan yang lebih kom- prehensif agar gerakan na- sional ini bisa lebih tepat sasaran. Hasyim secara lang- sung mengajukan perminta- an langsung agar Kepala BNN dapat menghadiri per- temuan dengan para kyai dalam rangka merumuskan pola-pola partisipasi yang efektif dalam rangka men- cegah maraknya penyalah- gunaan dan peredaran nar- koba. [W-11] terjadi di Jakarta. Di Bekasi, tidak ada unjuk ra- sa menentang transportasi berbasis online. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Edy Setiawan, mengatakan pihaknya tidak mendengar adanya aksi mogok massal angkutan umum di Kota Bekasi. Meski begitu, pihaknya mengakui terjadi kemacet- an di sekitar Stasiun Bekasi, Jalan Juanda dan p e r s i mp a n g a n J a l a n K ema kmu r a n , R a w a Tembaga. [BAM/160/C-7/D-14] Ka l i d e r e s , Kamp u n g Melayu, dan Duren Sawit. "Estimasi jumlah massa aksi kurang lebih 2.000 orang. Terdiri dari pe- ngemudi taksi 800 orang, angkutan bus kecil 200 orang, angkutan lingkung- an 800 orang, dan bus kota 200 orang," ujar Budiyanto, Senin (14/3). Selain protes adanya tak- si online, mereka juga protes adanya pembatasan usia ang- kutan umum yang ditetapkan maskimal 10 tahun. Demo tersebut hanya

Gerakan Nasional Tangkal Narkoba

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker