SP160314

Utama

Suara Pembaruan

3

Senin, 14 Maret 2016

Akom dan Airlangga Dorong Pembaruan Golkar

[MEDAN] Se k r e t a r i s Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pa r t a i Go l ka r Sumatera Utara (Sumut) Sodrul Fuad meyakini, Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar akan melahirkan pe- mimpin yang mampu mem- bangkitkan kemenangan saat Pemilihan Umum 2019. Artinya, setelah munaslub, Partai Golkar akan bangkit dan kembali meraih kejayaan. “Enam kader yang maju sebagai bakal calon ketua umum mempunyai kelebih- an. Mereka masih muda dan energik. Salah satu dari me- reka akan memimpin dan membangkitkan kejayaan Partai Golkar. Semua so- lid,” ujar Sodrul kepada SP di Medan, Minggu (13/3). Sodrul optimistis, partai berlambang pohon beringin tersebut tidak akan terjungkal d a l am Pemi l u 2019 . Sebaliknya, katanya, konflik Partai Golkar yang terjadi di antara pucuk pemimpin baru- baru ini justru menjadi kekuatan. “Rakyat sudah tahu sistem demokratis pemilihan pucuk pimpinan di Golkar. Apalagi, meski Mahkamah Agung (MA) memutuskan mengakui kepemimpinan Aburizal Bakrie (ARB), namun dengan jiwa kenega­ raan ARB tetap mendorong dilaksanakan Munas,” [JAKARTA] Musyawarah Na s i on a l Lu a r B i a s a (Munaslub) Partai Golkar yang rencananya digelar pada Mei mendatang akan memilih pemimpin baru menggantikan Aburizal Bakrie (ARB). Dua kandi- dat kuat ketua umum Partai G o l k a r , y a k n i A d e Komarudin dan Airlangga Hartarto, menyatakan akan mendorong pembaruan di tubuh Golkar jika mereka terpilih nanti. Airlangga Hartarto me- negaskan, dirinya sepakat bila Golkar ke depan mem- butuhkan sosok yang bisa membawa pembaruan di partai. “Hal ini utamanya diperlukan untuk mening- ka t kan aks e s pemi l i h Golkar di Pemilu 2019,” ujar Airlangga kepada SP di Jakarta, Senin (14/3). Anggota Komisi XI DPR itu mengatakan, seca- ra ideologis, Golkar meru- pakan agen pembangunan yang bertugas memfasilitasi pembangunan masyarakat sehingga bisa tercapai tuju- an masyarakat sejahtera. Pada Pemilu 2014, Golkar hanya meperoleh 14% suara. Apabila me- mang ditargetkan untuk

melaksanakan kaderisasi. Dari proses itu akan muncul seorang tokoh reformer yang dimaksud. Apakah tokoh yang di- pilih nanti seorang reformis atau tidak, bergantung ke- pada para pengurus daerah dalam menentukan pilihan pada munas mendatang. Dia pun mengingatkan agar pa r a pengurus dae r ah minimal menggunakan ka- tegori PDLT (prestasi, dedi- kasi, loyalitas, dan tidak tercela) dalam menentukan pilihan, sesuai dengan AD/ ART partai. Dia juga mengingatkan, satu tokoh saja tak akan bisa mengangkat Partai Golkar secara keseluruhan untuk bisa kembali berjaya. Artinya, harus ada kerja sama di antara tokoh dan kader partai. Keberhasilan Golkar sangat bergantung kepad asosok ketua umum, pengurus DPP, serta pengu- rus DPD I dan DPD II. “Ketua umum harus bisa mempersatukan seluruh komponen yang ada di Golkar. Seluruh unsur harus terlibat. Pemimpin Golkar ke depan seharusnya seorang yang inklusif. Artinya, dia ada untuk semua,” kata dia.

Rekonsiliasi

sikap terbuka serta murah hati. “Saya mengulurkan tali persahabatan. Kita bera- da dalam perahu yang sama dengan mimpi serta cita- cita yang sama,” ujarnya. Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Idrus Marham mengatakan, Munas Golkar akan diselenggarakan pada Mei 2016. Penyelenggaranya ada- lah pengurus hasil Munas Bali. Dikatakan, jika Bali sebagai penyelenggara mu- nas maka namanya adalah munaslub. Konsekuensinya, ujar Idrus, kepengurusan Partai Golkar hasil munaslub ha- nya melanjutkan masa bakti kepengurusan hasil Munas Bali yang masa kepengu- rusannya tinggal sekitar 3,5 tahun lagi,” kata Idrus. Politisi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, munaslub mampu membangun dan menciptakan soliditas ka- der. Menurutnya, Munaslub merupakan momentum membangun rekonsiliasi dan persatuan di antara kubu-kubu di tubuh partai berlambang pohon beringin itu. [MJS/YUS/O-1]

Calon ketua umum lain- nya, Ade Komaruddin yang akrab dipanggil Akom juga mendorong adanya pemba- ruan di tubuh Golkar de- ngan bertumpu kepada re- konsiliasi seluruh kader. Hal itu bahkan sudah dijan- jikannya dalam “Ikrar Politik” yang dilakukan di Yogyakarta, pekan lalu. Dalam ikrarnya, Akom mengatakan, semua kader harus kembali seperti cita- cita awal para pendiri par- tai, yakni menjadikan Golkar sebagai partai mo- derat, bersih, dan berjiwa kekaryaan. Akom juga mendorong Golkar menjadi partai yang terbuka, transparan, dan partisipatif, menjadikan se- mangat rekonsoliasi serta kebersamaan dalam mema- jukan partai. “Kita akan mengutamakan semangat meritokrasi, kerja sama, dan gotong royong dalam pemenangan Partai Golkar,” kata Akom. Karena itu pula, sudah sejak awal dia mengajak agar seluruh kader Golkar untuk mempererat tali per- sahabatan, berjalan bahu membahu ke depan dengan

ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO Politisi Partai Golkar yang juga Ketua DPR, Ade Komarudin, membacakan ikrar sebagai bakal calon Ketua Umum Partai Golkar di Alun-Alun Utara, Kota Yogyakarta, Jumat (11/3).

katanya. Sementara, kalangan pengurus Partai Golkar Provinsi Jambi mengingin- kan tampilnya sosok pe- mimpin baru berjiwa pe- mersatu menggantikan ARB. Kehadiran pemimpin berjiwa pemersatu penting untuk mencegah terjadi kembali perpecahan di tu- buh partai itu. “Saat ini Golkar sangat membutuhkan kehadiran pemimpin yang bisa menja- di pemersatu dan pengayom bagi segenap pengurus, anggota, dan pendukung. Sifat kepemimpinan seperti itu perlu dimiliki pemimpin Golkar demi tercipta kem- bali persatuan dan kebersa- maan,” kata aktivis Partai Golkar Jambi, Popriyanto kepada SP di Jambi, Senin (14/3). Menurutnya, kejayaan Partai Golkar di masa lalu banyak dipengaruhi sosok pemimpin yang memiliki jiwa pemersatu dan penga- yom. Ketika itu masyarakat mendukung Golkar, karena para pemimpinnya mampu membangun kebersamaan di tengah masyarakat. Jiwa pemersatu dan pengayom yang dimiliki pemimpin Hal senada dikatakan salah seorang pengurus DPD Partai Golkar Bengkulu, Chairudin. Menurutnya, ke- tua umum hasil musnaslub meningkatkan perolehan suara, menurut Airlangga, maka harus muncul sosok reformis di partai itu. Apalagi, tantangan semakin berat mengingat di Pilkada Serentak lalu, Golkar meng- alami penurunan akibat konflik internal. “Sehingga, dibutuhkan penyelesaian rekonsiliasi menuju pembaruan. Tidak lagi business as usu-

mendatang diharapkan mampu merangkul semua pihak, termasuk para kader di daerah. Jika itu dilaku- kan, dia yakin Golkar akan kembali solid dan berjaya, serta dapat memenangkan pemilu mendatang. Selain itu, musnaslub juga bisa menyatukan kader dan elite partai yang terpecah belakangan ini. Munaslub di- harapkan menjadi titik awal untuk mengembalikan keja- yaan Golkar. “Kami di dae- rah berharap ketua umum terpilih hasil munaslub nanti selain berjiwa reformis,” ujarnya. Ke t ua DPD Pa r t a i Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menambah- kan, pihaknya siap mendu- kung siapa pun kader partai yang terpilih sebagai ketua umum. Yang jelas, Partai Golkar membutuhkan to- koh yang mampu menjadi pemersatu dari kondisi si- lang sengketa yang terjadi selama ini. Pemimpin baru itu bisa membawa Golkar lebih baik dan mampu me­ menangi Pemilu 2019. Syahrul yang juga akan maju sebagai kandidat ke- tua umum itu mengatakan, para kader Golkar sebaik- nya berkonsentrasi untuk mengembalikan kepercaya- an publik. [ARS/141/142/ 143/148/155] al . Orang Golkar sudah mengerti kalau disebut so- lusi yang bukan business as usual ,” katanya. Namun, apakah Golkar memiliki seorang tokoh re- former? Menurut Airlangga, kehadiran seorang tokoh h a d i r h a r u s d i c e t a k . Baginya, banyaknya nama calon ketua umum yang muncul membuktikan kalau Golkar sebenarnya berhasil

Setelah Munaslub, Golkar Akan Bangkit

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker