SP160314

M et ro po li tan 30

Suara Pembaruan Senin, 14 Maret 2016

Dua Napi yang Kabur Ditangkap

[BOGOR] Dua dari tujuh narapidana (napi) yang me l a r i k a n d i r i d a r i Lembaga Pemasyarakatan ( L a p a s ) K e l a s I I A Paledang, Bogor, Minggu (13/3) dini hari, berhasil ditangkap polisi, Senin (14/3). Keduanya dibekuk oleh Kepolisian Sektor Citeureup, Kabupaten Bogor. Kapolsek Citeureup Komisaris Muhhamad Chaniago menuturkan, ke- dua napi itu ditangkap se- kitar pukul 09.00 WIB. Menurutnya, mengeta- hui bila ada narapidana yang melarikan diri, selu- ruh jajaran kepolisian re- sor Kabupaten Bogor ber- gerak, termasuk personel di tingkat polsek-polsek. Dua napi yang diaman­ kan yakniAndreAndriansyah (21) dalam kasus pengani­ ayaan dan Ramli (30) terkait kasus pencurian. Sementara lima narapidana yang belum diketahui keberadannya adalah AM (37) terkait kasus pembunuhan, tiga warga binaan dalam kasus narkoba IS (27), SA (23), dan AM (34); CS (36) dalam kasus p e n c u r i a n d i s e r t a i pemberatan.

Kantor Wilayah Jawa Barat untuk ditambah. Setiap hari, tenaga sipir hanya berjumlah sekitar 50 orang untuk mengawasi sekitar 900 warga binaan di kompleks seluas 2.000 meter persegi tersebut. "Namun, jika pada peristi- wa ini (tujuh melarikan di- ri) ada kelalaian dari petu- gas, akan diberikan sank- si," tambahnya. Perlu diketahui, warga binaan yang melarikan diri bukan yang pertama kali. Kasus serupa pernah terja- di pada malam pergantian tahun pada 2009-2010, se- o r ang t ahanan , Agus Gunawan berhasil kabur, namun satu hari sesudah- nya ia ditangkap kembali. Agus mengaku melarikan diri karena ingin menyak- sikan anaknya menikah. Agus Toyib menuturkan, para warga binaan tersebut keluar melalui celah lubang angin dengan cara memo- tong teralisnya. Setelah itu, mereka keluar dari lubang jendela berukuran 40 x 50 cm dengan cara turun meng- gunakan kain dari sarung yang dibuat menyerupai tali tambang. [VEN/W-11]

Tetap Tenang K ecelakaan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, baik kecelakaan lalu lintas, kebakaran, kecelaka- an di rumah korsleting listrik, keracunan makanan, dan sebagainya. Di kota metropolis seperti Jakarta, kece- lakaan rentan terjadi. Langkah pertama untuk menolong korban kecelakaan adalah berusaha untuk tetap tenang. Langkah selanjutnya, perhatikan kondisi korban, apa- kah pingsan, ada perdarahan dan luka, patah tulang.

Periksa kesadarannya dengan me- manggil korban dengan cara me- nepuk bahunya. Apabila kondisi korban cukup parah, segeralah mencari bantuan ambulans ga- wat darurat melalui nomor 118. “Perhatikan pernapasan kor- ban, jika korban tidak sadar. Jika tidak bernapas buka jalan na- pas. Periksa nadi atau denyut jantung. Periksa denyut na-

b1/vento saudale Foto para napi yang kabur dari Lapas Paledang, Bogor.

K e p a l a D i v i s i Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Barat, Agus Toyib menuturkan, satu hari pas- camelarikan diri, petugas gabungan masih melaku- kan penelusuran terhadap napi yang buron. Seperti diketahui, para narapidana melarikan diri dengan menggergaji lu- bang angin dengan meng- gunakan gergaji besi. Di

lokasi juga ditemukan be- berapa botol cairan pedas. "Barang-barang tersebut bisa masuk karena ada kelalaian dari penjaga yang tidak secara teliti memeriksa barang bawaan tamu warga binaan. Mulai hari ini, pengunjung warga binaan diperiksa secara teliti," katanya, Senin (14/3). Terkait jumlah tenaga sipir kata Agus, tengah menunggu rekomendasi

di pada leher korban. Jika tidak ada nadi segera la- kukan pijat jantung atau resusitasi,” jelas Ayu Ferissa Simorangkir. Perawat ruang ICU Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini menyarankan, jika korban mengalami perdarahan, segera balut dan tekan luka dengan kain untuk menghenti- kan perdarahan. [161]

sp/ignatius herjanjam Ayu Ferissa Simorangkir

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker