SP160314

Metropolitan

Suara Pembaruan Senin, 14 Maret 2016

31

Sistem Satu Arah di Bogor Jangan Sampai Timbulkan Masalah Baru

Tiga Bandar Narkoba Dibekuk di Hotel Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara, Jumat (11/3) membe- kuk ‎tiga orang bandar narko- tika jenis sabu-sabu. Mereka ditangkap saat sedang mela- kukan transaksi di Hotel & Karaoke Tematik di Jalan Pluit Raya, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pihak BNN Kota Jakarta Utara yang dibantu Kostrad berencana akan melakukan pengembangan terhadap pe- nemuan narkotika tersebut, serta akan berkoordinasi le- bih lanjut dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memberi- kan sanksi kepada pengelola tempat hiburan apabila dite- mukan unsur kesengajaan. Kepala BNN Kota Jakarta Utara, AKBP Yuanita Amelia Sari, mengatakan penangkapan terhadap tiga pengedar narkoba tersebut merupakan pengembangan yang dilakukan pihaknya bersama Kostrad atas kasus sebelumnya di Tanah Kusir (Jakarta Selatan) pada Senin (22/2) lalu. “Tim gabungan Kostrad dan anggota kami menelu- suri dan mengembangkan kasus yang di Tanah Kusir, karena memang ada indikasi mereka melakukan peredar- an narkotika dari seorang bandar yang biasa bertrans- aksi di tempat hiburan yang ada di Jakarta Utara," ujar Yuanita, Senin (14/3) pagi di Markas BNN Kota Jakarta Utara, Gedung Mitra Praja Lantai 5, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. [C-7] Kondisi Polisi yang Tembak Istri Masih Kritis Hingga saat ini, anggota Brimob Detasemen D Polri, Brigadir Aris (28), masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Kepolisian masih menunggu kondisi polisi yang menem- bak mati istrinya, Ani Fitriani (26), Sabtu (12/3) lalu. “Kondisi masih kritis di RS Polri Kramatjati," ujar Kasubag Humas Polresta Bekasi, Iptu Makmur, Senin (14/3). Brigadir Aris berusaha menembakkan pistol milik- nya ke lehernya sendiri sete- lah menembak istrinya. Nyawa anggota Brimob itu masih selamat dan kini men- jalani perawatan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, sejak Sabtu (12/3) lalu. Pelaku mengalami luka tembak di lehernya yang di- lakukannya sendiri. Istri poli- si yang tersebut telah dima- kamkan, Sabtu (12/3) siang. Kapolresta Bekasi, Kombes Pol M Awal Chairuddin mengatakan, se- luruh anggota Polri sangat prihatin dengan kejadian ini. "Kita sangat prihatin dengan peristiwa ini," imbuhnya. Dia menambahkan, motif pelaku karena masalah pri- badi dengan keluarga. [160]

P emerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memberla- kukan sistem satu arah (SSA), Jumat (1/4) mendatang. SSA bertujuan mengu- rangi kemacetan di jalan sekeliling Kebun Raya Bogor (KRB). Imbas dari kebijakan tersebut, ada tujuh titik pedagang kaki lima (PKL), yakni Otista, Lawang Seketeng, Pasar Bogor, depan BTM, Empang, Dewi Sartika, dan sekitaran Pasar Anyar yang akan ditertibkan se- cara besar-besaran, pekan depan. Kepala Satpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo menjelaskan, beberapa ti- tik dilakukan sosialisasi serta menunggu keputusan dari Dinas Koperasi dan UMKM untuk penjumla- han total PKL serta tempat relokasinya. "Tujuan SSA adalah kita ingin mengurangi tingkat kemacetan di pusat kota. Oleh karena itu, PKL salah satu bagian yang harus diselesaikan. Satpol PP hanya mengi- kuti perintah yang dikelu- arkan oleh pimpinan un- tuk membersihkan. Yang pasti, kita masih melaku- kan pembahasan menge- nai gambaran pembersih- an PKL di tujuh titik ter- sebut," ungkap Eko. Menurutnya, persoalan PKL harus disertakan de- ngan solusinya yakni teru- tama penyediaan tempat relokasi. Beberapa opsi sudah diajukan oleh Satpol PP sebagai tempat relokasi sementara dari ketujuh titik yang akan di- tertibkan. Misalnya seperti Taman Topi akan diajukan untuk pemanfaatan penju- alan para PKL di Dewi Sartika. Kemudian, di Pasar Merdeka sengaja di- wacanakan untuk relokasi para pedagang buah di Pasar Anyar. Sekitaran Lawang Saketeng untuk menertibkan para PKL yang berada di badan ja- lan Lawang Seketeng ter- sebut. Pedestrian akan diwa- canakan khusus untuk PKL pernak-pernik di ka- wasan Pasar Anyar. Namun, kata Eko, belum ada kebijakan yang disetu- jui karena masih tahap pembahasan. "Kita baru mengajukan wacana saja. Kalau seperti Pasar Merdeka menunggu per- setujuan PD-PPJ. Taman Topi sudah disampaikan tetapi belum ada jawaban. Yang pasti, PKL yang di-

kait dengan penerapan SSA untuk mengurai ke- macetan lalu lintas, ratus- an PKL yang membuat sempit bahu jalan sejati- nya memang harus diter- tibkan. “Pilihannya adalah direlokasi, tetapi Pemkot harus memikirkan relokasi yang tepat agar tidak menimbulkan masalah baru,” katanya. Politisi Partai Hanura ini mengatakan, hingga kini Pemkot belum meng- informasikan pada DPRD daerah mana saja yang akan dijadikan lokasi re- lokasi. “Belum ada infor- masi dari Pemkot baik tentang rencana penerapan SSA dan soal relokasi PKL. Kami berharap hari ini atau sesegera mungkin ada informasi pada kami,” tukasnya. Anggota DPRD Fraksi PDIP, Ujang Sugandi juga mengatakan hal senada. Baginya relokasi harus di- lakukan semanusiawi mungkin dan jangan sam- pai menimbulkan masalah baru. Sejauh ini, baru kawa- san Otista yang sudah mendapat tempat relokasi ke kawasan Suryakencana. Namun, dari sekitar 500 PKL, baru 55 yang bakal direlokasi. Sedangkan ka- wasan lain belum menda- pat informasi yang jelas kemana mereka direloka- si. “Kami belum tahu ke mana kami akan dipindah, kami harap ada kebijaksa- naan dari Pemkot. Kami ada di sini karena kebijak- an Wali Kota Bima Arya. Kami harap kebijakan ja- ngan berubah-ubah dan merugikan rakyat kecil,” kata Afrizal (50) PKL yang berjualan kacamata di kawasan Dewi Sartika. Kebijakan SSA ini ten- tu diapresiasi jika dapat mengatasi kemacetan di sekitaran KRB. Namun, jika hanya memindahkan kemacetan di jalan lain se- bagai imbasnya, tentu itu semakin tidak elok. [SP/Ignatius Herjanjam]

relokasi adalah pedagang lama seperti di Pasar Bogor, yang mencapai 600 PKL. Masih ada PKL di Sartika dan lainnya," tandasnya. Sebelum ditertibkan, sambung Eko, sebaiknya para PKL itu pun harus memiliki kesadaran ter- sendiri demi kepentingan bersama. "Minggu ketiga Maret ini harus sudah se- lesai persoalan tentang PKL. Oleh karena itu, kita akan melakukan koordina- si dengan berbagai pihak untuk melancarkan arus lalu lintas," timpalnya. Eko menuturkan, yang paling utama penertiban dilakukan terutama sepan- jang titik Otista dan Dewi Sartika karena paling di- padati oleh PKL. Namun, di Jalan Dewi Sartika yang menjadi jalan alternatif belum ditentu- kan apakah tetap dengan dua arah atau hanya dibu- at menjadi satu jalur. "Kita masih melakukan evaluasi dan solusi terbaik untuk PKL. Pada dasarnya, Satpol PP hanya menyele- saikan sesuai perintah atasan untuk menertibkan seluruh PKL tersebut," ulangnya. Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman menjelaskan, pihaknya memprediksi kebutuhan relokasi PKL harus de- ngan lahan yang luas ka- rena 1.630 PKL harus di- relokasikan mulai dari Otista, Suryakencana hingga pedagang di dalam Pasar Anyar dan Dewi Sartika.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, dirinya akan bekerja keras melaku- kan pembenahan sekaligus penataan PKL di Sawo Jajar dan Dewi Sartika. Hal tersebut akan dilakukan se- segera mungkin supaya ja- lan alternatif tersebut bisa dilalui kendaraan saat SSA diberlakukan. Dia minta Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor me- nyosialisasikan SSA kepa- da masyarakat, sopir, dan pengusaha angkutan umum agar program ini dapat berjalan lancar. Ia mengaku rencana pemberlakuan sistem satu arah masih harus dima- tangkan dan lebih solid karena masih banyak per- soalan yang harus diha- dapi, seperti sosialisasi, keberadaan PKL, arus yang bersinggungan lang- sung, fisik rambu-rambu, dan aktivitas presiden yang keluar masuk Istana Bogor. Rencana pemberla- kuan sistem satu arah se- keliling Kebun Raya dan

Istana Bogor juga membu- at sedikitnya 13 trayek angkutan kota mengalami perubahan lintasan. Grand Design Pemkot Bogor hingga kini belum memiliki ran- cangan menyeluruh ( grand design ) soal PKL yang menumpuk di sejum- lah ruas jalan. Karenanya, hingga kini PKL masih di- nilai menjadi salah satu sumber masalah kemacet- an lalu lintas di Kota Bogor. “Pemkot belum punya grand design tentang PKL, karenanya PKL masih dini- lai menjadi salah satu pe- nyumbang kemacetan di Kota Bogor. PKL tidak di- tata dengan baik, tidak ter- tib. Kita bicara untuk ke- pentingan semua warga, karenanya PKL harus dita- ta dengan baik,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor yang membidangi keuangan dan ekonomi, Mardinus Haji Tulis pada SP , Senin (14/3). Dia melanjutkan, ter-

sp/ignatius herjanjam

Pedagang kaki lima berjualan di atas jalan di daerah Pasar Anyar, Bogor.

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker