SP160314

Suara Pembaruan

32

Senin, 14 Maret 2016

Pemilih Perempuan Bisa Jadi Kendala “Swing Voters” Bisa Kalahkan Basuki

[JAKARTA] Popularitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih paling tinggi dibandingkan tokoh lain yang bakal mencalon- kan diri pada pemilihan gu- bernur DKI, tahun depan. Namun, jika calon lain me- manfaatkan suara swing voters , mereka masih bisa mengalahkan Ahok. Ha l i t u d i ka t akan Direktur Eksekutif Sinergi Data Indonesia (SDI) Barkah Pattimahu saat me- lansir survei terkini SDI bertemu “Calon Indenpen vs Parpol, Mungkinkan Mengalahkan Petahana pa- da P i l gub 2017?” d i Jakarta, Minggu (13/3). Berdasarkan hasil sur- vei SDI, bila pilgub DKI Jakarta dilakukan hari ini, Ahok berada di posisi teratas dengan meraih 37,4% suara disusul oleh Ridwan Kamil (6,4%). Sedangkan, popularitas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Adhyaksa Dault, Sandiaga Uno, dan beberapa calon lainnya jauh berada di bawah Ahok. “Tetapi, Ahok bisa di- kalahkan jika calon lain memanfaatkan swing vo- ters yang jumlahnya men- capai 51,2%. Karena itu, Ahok jangan jumawa dulu. Lawan-lawannya masih mempunyai peluang untuk mengalahkan Ahok,” ujar Barkah. [JAKARTA] Teman Ahok sebagai wadah pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja P u r n ama - H e r u B u d i Santoso lewat jalur inde- penden pada Pilkada 2017, menargetkan dapat meram- pungkan pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada Juli 2016. Tenggat waktu itu dipilih karena pada Agustus men- datang, KTP yang telah di- kumpulkan sudah harus masuk ke meja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta untuk diverifikasi. "Kami target pengum- pulan KTP sudah harus

akan sama saat Jokowi ber- tarung di Pilpres 2014. Kalau isu SARA dimain- kan, Ahok justru bisa men- dapatkan dukungan yang besar,” katanya. Dikatakan, kalau kandi- dat lain ingin mengalahkan Ahok harus menggunakan cara-cara yang cerdas. Sebab, karakteristik publik Jakarta sangat berbeda de- ngan pemilih di daerah lain. Dikatakan, sosok yang bisa mengalahkan Ahok dalam pilgub nanti adalah orang yang memiliki sifat seperti Ridwan Kamil. “Kalau Yusril, dia tak bisa menggantikan sosok Ridwan Kamil. Yang men- dekati sosok Ridwan Kamil adalah Risma. Tetapi, apa- kah demi mengalahkan Ahok PDI-P harus memak- sa Risma melepaskan posi- sinya sebagai Wali Kota Surabaya?” ujarnya. Wanita Emas Langkah Basuki di Pilkada mendatang dinilai akan sedikit terkendala oleh pemilih perempuan. Hal tersebut berdasarkan hasil dari survei yang dila- kukan oleh Emrus Corner terhadap pemilih perempu- an di Pilkada DKI 2017 mendatang. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 400 responden berjenis ke- lamin perempuan di lima wilayah Jakarta, didapat- kan hasil bahwa calon gu- dukungannya. Data itu nantinya tidak akan kita sertakan ke perhitungan dan pendaftaran ke KPUD. Verifikasi hanya akan dilakukan untuk warga yang sudah mengumpulkan KTP sebelumnya (formulir lama yang belum ditulis nama wakilnya). Bagi yang belum mengumpulkan KTP dan ingin mengum- pulkan KTP sekarang dapat mengumpulkan dengan formulir baru yang sudah memiliki nama wakil. Saat ini, Teman Ahok juga tengah mengkaji me- kanisme paling baik untuk melakukan verifikasi. Dengan verifikasi ini, ber- arti ada dua hal yang berja-

bernur DKI berdasarkan tingkat kesukaan respon- den adalah Hasnaeni atau yang d i kena l sebaga i Wanita Emas dibandingkan Basuki. Dari tingkat kesukaan tersebut, Basuki kalah 63,23% dari Hasnaeni yang d i s uka i h i ngga 90%. "Tetapi, dari survei kami, p e m i l i h p e r e m p u a n menyatakan akan tetap me- mi l i h Ba suk i dengan persentase 46,25% dan Hasnaeni 42,50%. Mereka bersaing ketat di survei kami," ujar Direktur Emrus Corner, Emrus Sihombing dalam acara rilis hasil survei dan diskusi politik pertarungan Pilkada DKI 2017 di Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (13/3). Dalam survei tersebut, para responden juga meng- ungkapkan, mereka lebih memilih calon gubernur DKI yang diusung oleh partai politik (parpol) di- bandingkan calon indepen- den. Terbukti mereka yang memilih parpol ada seba­ nyak 80,30%, sedangkan independen hanya 16,26%. Kendati demikian, ka- tanya, pemilih di DKI yang mayoritas rasional lebih memperhatikan program y a n g d i t a w a r k a n . Menurutnya, dinamika per- geseran dukungan bisa ber- ubah ketika program yang ditawarkan para calon gu- bernur menarik pemilih [D-14/O-1] l an d i Teman Ahok . Pertama adalah pengum- pulan KTP seperti biasa te- tapi dengan formulir baru, dan yang kedua adalah ve- rifikasi pengumpulan KTP yang lama. "Kami sebarkan Teman Ahok untuk mendatangi langsung ( door to door ) bagi warga yang sebelum­ nya sudah mengumpulkan KTP. Tetapi, kami juga berharap warga bisa inisatif untuk datang ke booth dan posko Teman Ahok yang tersebar di lima wilayah administrasi DKI Jakarta. Saat ini, kami ada delapan booth dan 150 posko Teman Ahok," pungkas- nya. [H-16]

ANTARA/Muhammad Adimaja Direktur Eksekutif Sinergi Data Indonesia (SDI) Barkah Patimahu memaparkan hasil survei menjelang Pilgub DKI Jakarta dengan tema “Calon Independen Vs Parpol” di Jakarta, Minggu (13/3).

Survei SDI dilakukan pada 2-12 Februari 2016, ketika survei ini dilakukan Ridwan Kamil belum me- nyatakan mundur dari pe- r ebu t an kur s i DKI -1 . D e n g a n m u n d u r n y a Ridwan Kamil, maka sa- ingan terdekat Ahok adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Nama Yusril Ihza Mahendra juga belum masuk dalam survei. Dari sisi elektabilitas untuk 10 nama calon terku- at gubernur DKI Jakarta, Ahok memuncaki survei dengan 41%, d i susu l Ridwal Kamil (12,4%), Risma (5,8%), Rano Karno (5,2%), Hidayat Nur Wahid (3,6%), Adhyaksa Dault (3,4%), Tantowi Yahya (2,8%), Djarot Syaiful rampung pada pertengahan Juli mendatang. Jadi, sisa empat bulan ini kami akan maksimalkan untuk verfi- kasi ulang pengumpulan KTP," ujar Koordinator Teman Ahok , Ama l i a Ayuningtyas kepada SP , Senin (14/3). Menurutnya, dari satu juta KTP yang dikumpul- kan tidak seluruhnya akan diverifikasi oleh KPUD DKI. Nantinya, hanya se- jumlah 532.000 KTP yang akan diverifikasi. Jumlah data KTP itu yang akan m e n e n t u k a n a p a k a h Basuki-Heru berhak maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur independen pada Pilkada

Hidayat (2,0%), Sandiaga Uno (1,8%), dan Anis Matta (0,8%). Namun, kalau ditinjau dari rasa suka atau tidak suka, posisi Ahok hanya 74,2%, kalah dari Risma yang meraih dukungan 86,1%. “Persoalannya, apakah Risma mau diadu dengan Ahok?” ujarnya. SDI juga melihat, kebe- ranian Ahok memilih jalur independen telah membuat Partai Demokrasi Indonesia (PDI-P) marah besar. Diperkirakan, partai itu akan menyiapkan kader terbaik mereka untuk mela- wan Ahok. “Dari survei yang kami lakukan, muncul nama Rano Ka r no dan Tr i Rismaharini sebagai sosok Amalia menyatakan, jumlah data verifikasi ulang pendaftaran akan di- umumkan pada hari ini. Jumlah tersebut merupakan hasil penghitungan selama lima hari sejak Rabu (9/3), setelah didapat kepastian majunya Heru mendam- pingi Basuki pada akhir pe- kan lalu. "Kami akan umumkan melalui website resmi Teman Ahok. Kalau untuk saat ini kami belum bisa bocorkan berapa data res- minya sebelum dimuat di website ," katanya. Amalia mengatakan, pi- haknya memutuskan untuk memverifikasi ulang de- 2017 atau tidak.

terbaik dari PDI-P. Lalu, bagaimana dengan parpol lain? Partai Gerindra yang kesal karena dikecewakan Ahok pasti akan mati-mati- an untuk menjegal dia. Posisi Ahok akan sangat berbahaya jika Partai Gerindra menggandeng PDI-P,” ujar Barkah. P e n g ama t p o l i t i k Agung Suprio menambah- kan, bukan tidak mungkin jika PDI-P mengusung ka- d e r n y a , a n t a r a l a i n Gubernur Jawa Tengah Gan j a r Pr anowo a t au Risma untuk dipasangkan dengan calon lain, seperti Sandiaga Uno. “Tetapi, yang harus dii- ngat, isu-isu seputar SARA tidak akan mampu menga- kahkan Ahok. Kondisinya ngan mendatangi kembali para Teman Ahok yang te- lah mengumpulkan KTP untuk meminta kesediaan mereka menandatangani la- gi dukungan terhadap pa- sangan Ahok-Heru. "Hal ini akan kami lakukan, meski secara hukum ada ahli dan konsultan hukum kami yang berpendapat bahwa formulir yang ada sekarang sudah sah untuk mencalonkan ke indepen- den," katanya. Mencabut Dalam verifikasi terse- but, para pengumpul KTP sebelumnya yang tidak se- tuju Ahok berpasangan de- ngan Heru bisa mencabut

Teman Ahok Targetkan Pengumpulan 1 Juta KTP Rampung Juli

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker