SP160314

Senin, 14 Maret 2016

7

Percepat Pembangunan Pelabuhan Cilamaya [JAKARTA] Chairman Lippo Group Mochtar Riady menyatakan satu kebijakan berupa pembangu- nan pelabuhan di Cilamaya lebih baik ketimpang 11 paket kebijakan yang telah diluncurkan pemerintah. Selain menekan cost of production , daya saing produk Indonesia juga bisa meningkat dengan adanya pe- labuhan tersebut. “Pemerintah bikin deregulasi

sudah 11 macam sesungguhnya cukup ambil satu tindakan saja dan semua akan beres yaitu membangun pelabuhan di Cilamaya, dan kalau itu selesai bangun satu downstrem pabrik baja di situ,” katanya, di se- la-sela Gathering Senior Executive Lippo Group di Jakarta, Senin (14/3). Ditambahkan, 8 dari 11 kom- ponen biaya produksi diatur oleh pe- merintah. Ia mencontohkan PT Toyota Motor Manufacturing Indo­ nesia (Tmmin) di Cikarang mem- produksi lebih kurang 1 juta mobil dan 10 juta motor per tahun. Namun, mereka harus mengambil bahan baku plat besi dari Cilegon yang ja- raknya 200 kilometer yang berarti menambah biaya transportasi. Me­ reka juga harus mengimpor spare part lantaran pelabuhan Tanjung Priok masih terlalu kecil dan me­ nambah biaya pengangkutan laut. “Ini bikin oknum aparat pelabu- han cari kesempatan cari uang, begi- tu barang dibongkar di atas gudang Bea Cukai  mempersulit dan biaya gudang jadi lebih mahal, masalah dengan Bea Cukai selesai adalagi pas pengangkutan ke luar pelabuhan dimonopoli oleh geng. Pernah ada kereta api yang masuk ke pelabuhan distop ini semua bikin cost lebih mahal,” katanya.  Dengan penyediaan bahan baku yang sulit, pelaku industri terpaksa harus menyediakan bahan baku minimal sebulan, dibanding di nega- ra lain hanya 7 hari, ditambah biaya bunga dan tingkat suku bunga juga lebih mahal. Hal ini juga salah satu biaya, ditambah lagi masalah air, lis- trik dan  bongkar muat di kawasan

DAVID GITA ROZA CEO Lippo Group James T Riady, memperkenalkan Ekonom Raden Pardede, saat acara Lippo Group Senior Executive Gathering di UPH Karawaci, Senin (14/3). Raden Pardede memberikan pandangan dan berita terbaru mengenai ekonomi nasional dan global.

industri yang juga dimonopoli geng yang di sana konspirasi dengan alat- alat pemerintah, membuat biaya produksi semakin mahal. “Di sini bisa kita lihat 8 biaya pro- duksi ada di tangan pemerintah yang bikin barang kita gak kompetitif bu- kan karena SDMatau barang kita less dari Thailand atauVietnamnamun ini adalah masalah pemerintah. Kalau ada pelabuhan di Cilamaya paling ambil bahan baku jarak 30 km selesai berarti biaya transportasi tinggal 10% dan biaya shipping 9%, mobil di sana ekspor ke luar juga jadi lebih murah berarti produk kita langsung bisa leb- ih kompetitif,” kata Mochtar. Revolusi Industri 4.0 Sementara itu, di tempat yang sama, Ekonom dari Creco Research

Institute yang juga Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal dan Publik Raden Pardede melihat dalam 5 hingga 10 tahun ke depan sekitar 20-25 juta pekerja di sektor industri jasa dan perdagangan akan kehilangan pe­ kerjaannya, jika tidak mampu be- radaptasi dengan ekosistem revolusi industri 4.0 ( digital content ). “Kalo kita masih terperangkap dengan labour intensive (padat karya) dan tidak beradaptasi di era digital, sektor jasa dan perdagangan terutama akan tergilas,” kataMantan Peneliti Danareksa Reserach Insti­ tute itu di acara Gathering Senior Executive Lippo Group. Ditambahakan, baru sedikit masyarakat yang menyadari efek revolusi industri 4.0. Padahal dalam

beberapa tahun ke depan diperca- ya pasar tradision seperti Mangga Dua, Bering, Sukoharjo, Tanah Abang akan hilang beserta peker- janya tergantikan oleh e-commerce misalnya. “Kita itu belum ada persiapan. Bagus saya kira kalau Lippo Group lewat industri jasa kesehatan, ritel dan pendidikannya bikin mas- yarakat aware akan ini dan we can benefit from this one dan proses ini tidak bisa dihentikan,” kata dia.  Ditambahakan meski anggaran kesehatan dan pendidikan lewat APBN meningkat signifikan namun seolah tidak tahu sasarannya ke mana. Untuk itu swasta bisa tu- rut meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas IPM dan

SDG.

“Kalau bicara kualitas pertum- buhan itu ada di penciptaan lapan- gan kerja indeks pembangunan ma- nusia dan lainnnya. Saat ini me- mang ada BPJS Kesehatan namun inefisensi karena disaat perusahaan diwajibkan membayar asuransi kes- ehatan mereka (perusahaan) gak pa- kai. Saya kira Siloam Hospital bisa masuk ke area ini, provide quality health services , perbanyak dokter dan perawat maupun paramedis uta- manya di Jawa Timur juga bisa ku- rangi kunjungan pasien Indonesia ke Singapura. Di sisi digital jadilah produsen berbagai aplikasi ini. Jadi  swasta juga bisa memberi benefit pada pemerintah dalam hal human capital development, ” papar Pardede. [YOS/M-6]

Bunga Kredit Korporasi Diarahkan Satu Digit [JAKARTA] Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperki- rakan, tahun ini rata-rata bia- ya dana perbankan dapat tu- run hingga di atas 1%melalui penurunan BI Rate dan penu- runan batas atas suku bunga deposito. Penyesuaian penu- runan suku bunga dana terse- but diarahkan untuk mendo- rong bunga kredit di level satu digit, terutama bunga kredit korporasi. Deputi Komisioner Bi­ dang Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis memperki- rakan, biaya dana perbankan tahun ini dapat turun signifi- kan, bahkan mencapai di atas 1% seiring sejumlah kebijak- an yang telah dikeluarkan oleh OJK, Bank Indonesia (BI), maupun pemerintah. Selain penurunan biaya dana, menurut Irwan, biaya opera- sional perbankan akan dite- kan turun agar berdampak signifikan dalam upaya me- nurunkan suku bunga kredit. “Biaya dana perbankan ta- hun ini bisa turun di atas 1%, sekarang ini rata-rata biaya dana perbankan di kisaran 5- 6%. Overhead cost perbankan juga bisa turun, kalau BOPO (beban operasional terhadap pendapatan operasional) mengarah ke level 70% tentu akan bagus,” ujar Irwan, akhir pekan lalu. Dia menjelaskan, penu- runan BI Rate berdampak pada turunnya biaya dana perbankan 85-90% dari pe- nurunan BI Rate. Dengan de- mikian, penurunan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) diperkirakan akan menurun- kan biaya dana perbankan hingga 42-45 bps. Di sisi lain, OJK juga te- lah menerapkan penurunan batas atas suku bunga deposi- to menjadi 75-100 bps di atas BI rate, dari sebelumnya 200- 225 bps di atas BI Rate mulai

awal Maret ini.

kan, untuk mendukung upaya pemerintah mendorong suku bunga kredit ke level satu di- git, pihaknya akan memadu- kan kebijakan dalam bentuk regulasi maupun kebijakan pengawasan ( supervisory ac- tion ). Adapun perpaduan ke- bijakan tersebut antara lain terdiri atas kebijakan insentif net interest margin (NIM) dan penurunan batas atas su­ ku bunga deposito perbank- an. [ID/M-6]

“Sebenarnya saat ini rata- rata suku bunga deposito su- dah di kisaran itu (75-100 bps di atas BI Rate). Memang ada beberapa yang masih di atas dan tentu harus disesuaikan. Kami turunkan batas atas juga untuk menahan supaya tidak meningkat lagi (bunga deposito),” terang Irwan. Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menutur-

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker