SP160314

Ekonomi & Keuangan

Suara Pembaruan

8

Senin, 14 Maret 2016

DIRE RI Lebih Atraktif Dibanding Singapura [JAKARTA] Dana Investa- si Real Estat (DIRE) Indo­ nesia lebih atraktif ketimbang instrumen serupa di Singa­ pura, bahkan dibanding In- dia yang tengah mereformasi sistem perpajakan demi men­ dorong instrumen derivatif tersebut. Selain tarif pajaknya ba­ dung Lippo Kuningan de­ ngan SGA 32.833 m2 yang memiliki tingkat okupansi 95% dan 35 tenant, Gedung Menara Asia dengan SGA 17.567 m2, tingkat okupansi 100%, dan dua tenant, serta Gedung Menara Matahari de­ ngan SGA 21.570 m2, ting- kat okupansi 98%, dan 19 tenant. Gedung perkantoran pura, seperti dikutip Business Times, akhir pekan lalu, mengaku tak terlalu khawatir terhadap dampak pasar DIRE India. Alasannya, pasar DIRE

bagian dari rencana jangka panjang Pertamina untuk meningkatkan cadangan BBM nasional. Apalagi, hingga saat ini Indonesia be­ lum memiliki cadangan pe­ nyangga energi nasional. Hanya ada cadangan opera­ sional Pertamina selama 22 hari untuk BBM dan 12 hari untuk LPG. “Tanpa cadangan pe­ nyangga, ketahanan energi Indonesia bisa terancam,” katanya. Setyorini Tri Hutami, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Ke­ menterian Energi dan Sum­ ber Daya Mineral (ESDM), mengatakan pemerintah akan memberikan dukungan kepada Pertamina dengan memfasilitasi ke pemerintah daerah dalam pembebasan lahan. Komaidi Notonegoro, pengamat energi dari Re­ forminer Institute, mengata­ kan rencana pembangunan pipa BBM oleh Pertamina sangat bagus bagi ketahanan energi dan perekonomian nasional. Dampak utama terbesar­ nya bagi masyarakat di seki­ tar area poyek adalah pen­ ciptaan lapangan kerja pa- da saat proses pipanisasi ter­ sebut. [M-6] Singapura lebih atraktif ke­ timbang India, di antaranya pendapatan berjalan (recur­ ring income)-nya lebih mena­ rik. Pajak korporasi di Si­ ngapura sebesar 17% juga le­ bih rendah dari India, bahkan setelah India merelaksasi ke­ bijakan pajak distribusi di- viden. Apalagi suku bunga di India lebih tinggi dari Singapura. Selain itu, DIRE di India akan mengenakan fee lebih tinggi, sehingga berdampak pada arus kas perusahaan DIRE. Ujung-ujungnya, itu bakal mengurangi imbal hasil bagi investor. Di sisi lain, bunga pembi­ ayaan di Singapura lebih mu­ rah ketimbang India (3% di­ banding 10%). Kecuali itu, DIRE di Singapura memiliki akses ke banyak instrumen pembiayaan, seperti obligasi dan surat utang berkelanjutan (perpetual debt securities). Akses terhadap investor in­ ternasional untuk mengem­ bangkan portfolio DIRE di Singapura pun lebih luas. [ID/M-6]

kal lebih ringan, DIRE In­ donesia memiliki underlying asset produk properti yang le­ bih beragam dibanding ne­ gara-negara lain. Kecuali itu, industri pro­ perti Indonesia lebih prospek­ tif karena akan terus berkem­ bang, sedangkan di negara- negara lain sudah mendekati titik jenuh. Apalagi DIRE atau Real Estate Investment Trusts (REITs) yang diterbit­ kan perusahaan-perusaha- an Indonesia di luar negeri menggunakan underlying as­ set produk properti di Tanah Air. Presiden Direktur PT Bowsprit Asset Management Angi Lim mengatakan, ta- rif pajak DIRE yang diberla­ kukan di Indonesia masih le­ bih kompetitif dibanding di negara-negara lain, khusus­ nya di Singapura dan India. “Dividen DIRE di In­ donesia bukan objek pajak setelah pemerintah menerbit­

lur kereta api. Pipa yang di­ bangun nantinya mengalir­ kan BBM jenis premium, diesel, pertalite, dan perta­ max. “Jalur pipa nantinya multipurporse. Kami juga akan memprioritaskan local content sepanjang material tersedia di dalam negeri dan harganya cukup kompeti­ tif,” ujarnya. Tambah Jaringan Pertamina berencana menambah jaringan pipa untuk menyalurkan BBM saat ini yang sepanjang 1.283 kilometer. Total kebu­ tuhan pengembangan pipa di seluruh Jawa mencapai 2.239 kilometer. Risiko menggunakan truk untuk mendistribusikan BBM lebih besar karena masalah kemacetan di jalan raya dan potensi bahaya ke­ bakaran. Untuk membiayai pem­ bangunan pipa tersebut, Pertamina memperkirakan kebutuhan dana sebesar US$ 400 juta, termasuk bia­ ya pembebasan lahan di se­ kitar jalur pipa. Wianda Pusponegoro, Vice Presient Corporate Communication Pertamina, mengatakan penambahan jaringan pipa itu merupakan yang menjadi target akuisi- si itu berada di Jakarta dan se­ kitarnya dengan nilai Rp 1,2 triliun, di Jawa senilai Rp 150 miliar, dan di Sumatera Rp 150 miliar. Adapun infrastruktur di­ maksud adalah water treat­ ment plant dan distribution center yang terletak di kawa­ san Lippo Cikarang, Lippo Village, dan Kemang Village. Nilai akuisisi infrastruktur tersebut ditaksir mencapai Rp 3 triliun. India-Singapura Sementara itu, India se­ langkah lagi memfinalisasi pembentukan pasar DIRE. Pemerintah India mengu­ mumkan bagi hasil dari spe­ cial purpose vehicle (SPV) ke DIRE mulai Juni mendatang tidak lagi dikenai pajak distri­ busi dividen. Namun, para pelaku pasar DIRE Singa­

si aset properti, pembeli ( spe­ cial purpose company/ SPC) dikenai pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) 5%. Setelah DIRE mengha- silkan dividen, pemodal kem­ bali dipungut pajak 15%. Se­ dangkan pemilik properti jika ingin menjual asetnya mela­ lui DIRE dikenai pajak peng­ hasilan (PPh) final 5% dan BPHTB 5%. Dalam PMK 200/2015, pembeli DIREma­ sih dikenai BPHTB 5%, tapi PPN 10% yang dibayarkan­ nya akan dikembalikan pe­ merintah. Belakangan, pemerintah berencana merevisi kembali aturan tersebut. Dalam kebi­ jakan yang bakal masuk pa­ ket kebijakan ekonomi jilid XI itu, pemerintah memang­ kas PPh final selisih nilai har­

kan PMK No 200 Tahun 2015. Dalam PMK ini, peng­ aturan pajak berganda DIRE dihapus. Apalagi aturan ini akan perbarui,” kata Angi, di Jakarta, akhir pekan lalu. Pajak Berganda Dalam paket kebijakan ekonomi jilid V yang dilun­ curkan akhir tahun lalu, pe­ merintah menghapus pajak berganda untuk instrumen DIRE. Beleid itu tertuang da­ lam Peraturan Menteri Ke­ uangan (PMK) No 200 Ta- hun 2015 tentang Perlakuan Perpajakan bagi Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak yang Menggunakan Skema Kontrak Investasi Kolektif Tertentu dalam Rangka Pen­ dalaman Sektor Keuangan. Dalam aturan sebelum­ nya, investor DIRE terkena pajak berganda. Saat transak­

[JAKARTA] PT Pertamina (Persero), tengah menun­ taskan Front End Engi­ neering Design (FEED) pro­ yek pembangunan pipa ba­ han bakar minyak (BBM) di Pulau Jawa pada 2016- 2019 sepanjang 956 kilo- meter. Sofyan Yusuf, Vice Pre­ sident Technical Services Direktorat Pemasaran Per­ tamina, mengatakan pada tahap awal, Pertamina akan membangun pipa sepanjang 401 km, yakni Lomanis- Rewulu sepanjang 180 km, Lomanis-Tasikmalaya 128 km, dan Cikampek-Plum­ pang II sepanjang 93 km. “Mudah-mudahan akhir tahun ini konstruksi sudah bisa dimulai karena harus proses lelang dulu dan me­ nyeduaikan dengan phasing out anggaran investasi 2016 yang disetujui,” ujar Sofyan dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (13/3). Menurut Sofyan, nilai investasi dari pembangunan pipa BBM pada tiga jalur tersebut masih dalam perhi­ tungan. Lahan untuk jalur pipa menurut rencana menggu­ nakan lahan eksisting Ci­ rebon-Bandung dan Cila­ cap-Yogyakarta, selain me­ manfaatkan lahan di sisi ja­ ga pokok penjualan (HPP) dengan nilai penjualan aset (capital gain) atas transaksi DIRE menjadi 0,5%, dari se­ belumnya 5%. Selain itu, tarif BPHTB diturunkan dari 5% menjadi 1%. Angi Lim menambahkan, Bowsprit Asset Management berencana menerbitkan DI­ RE senilai Rp 1,5 triliun da­ lamwaktu dekat. DIRE terse­ but merupakan bagian dari target penerbitan DIRE per­ seroan senilai total Rp 6 trili­ un dalam jangka waktu dua tahun. Bowsprit akan menerbit­ kan terlebih dahulu unit pe­ nyertaan di Bursa Efek In­ donesia (BEI), kemudian menggunakan dana tersebut untuk mengakuisisi tiga ge­ dung dengan semi gross area (SGA) 71.000 m2. Rinciannya adalah, ge­

Harga Sapi Lokal Turun

Pertamina Finalisasi FEED Proyek Pipa BBM 956 Km di Jawa

MatahariMall.com Sambangi Kantor Facebook ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas Sejumlah pedagang dan pembeli sapi beraktivitas di area pasar hewan Panton Labu, Aceh Utara, Aceh, Minggu (13/3). Pedagang sapi wilayah tersebut mengaku dalam beberapa pekan terakhir harga sapi lokal mengalami penurunan harga rata-rata Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000 per ekor disebabkan banyaknya pasokan sapi dari luar Aceh.

[JAKARTA] Setelah sukses mengunjungi kantor Google di Silicon Valley, San Fran­ sisco, California, Amerika Serikat, tim dari Matahari­ Mall.com melanjutkan kun­ jungan ke kantor Facebook yang juga berada di kawasan itu. Head of Performance Marketing MatahariMall. com Timothius Martin me­ ngatakan, tim melakukan kunjungan ke kantor Face­ book dalam rangka office tour secara eksklusif pada 8-9 Maret 2016. Selama kun­ jungan, tim dari Matahari­

Mall.com mendapatkan ba­ nyak ilmu baru mengenai teknologi dan sosial media. “Kunjungan ke kantor Facebook dilakukan secara eksklusif dan super fun . Kunjungan ini merupakan kunjungan eksklusif dengan pihak Facebook . Ada bebe­ rapa sesi seminar yang mem­ bahas tentang pengaruh so- sial media dalam bisnis,” ujar dia di Jakarta, Minggu (13/3). Menurut dia, agenda sela­ ma kunjungan adalah mem­ bahas tentang tren e-commer­ ce. Selain itu, ada materi me­ ngenai branding position dan

teknologi android. Materi di­ berikan oleh pembicara yang sudah profesional di bidang teknologi. “Perjalanan yang super fun , dengan tim yang super solid di tambah kantor­ nya yang cukup seru dan ba­ nyak ilmu baru yang bisa di­ pelajari dan diterapkan di Indonesia,” ujarnya. MatahariMall.com meru­ pakan situs ritel online terbe­ sar di Indonesia yang mengu­ sung konsep O2O. Matahari­ Mall.com didukung oleh Lippo Group yang mengelola Matahari Department Store dan Hypermart. [ID/M-6]

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker