ID180723

SENIN 23 JULI 2018

2 INTERNATIONAL

Investor Daily / AFP PHOTO / Toshifumi KITAMURA

mampu bertahan,” pungkas Le Maire kepada AFP . Ekonomi Argentina Stabil Di sisi lain, aksi protes kecil menen- tang IMF sempat terjadi di pusat kota Buenos Aires pada malam pelaksan- aan KTT G-20 dan, Sabtu. Penduduk menumpahkan kemarahannyamelalui aksi protes akibat anjloknya mata uang peso pada April dan Juni sebesar 35%. Semenara itu, Negeri Tanggo ini Ar- gentina akhirnya memperoleh pinjaman IMF sebanyak US$ 50 miliar pada Juni guna menstabilkan kondisi perekono- mian negaranya karena menyusutnya kepercayaan investor di negara-negara berkembangyangdilandakrisis.Adapun pencairan pertama sekitar US$ 14 miliar telah dikeluarkan antaraMei dan Juni. “Bank Sentral Argentina telah menempatkan langkah-langkah yang membantu mengurangi volatilitas keuangan danmeningkatkan transpar- ansi. Pertumbuhan di negara itu akan stabil pada kuartal terakhir 2018 disu- sul pemulihan bertahap pada 2019 dan 2020,” kata Lagarde. Kebebasan The Fed Terjamin Selain soal isu konflik perdagangan, Mnuchin juga berupaya meredakan kekhawatiran di AS bahwa Trump akan membahayakan independensi The Federal Reserve (The Fed) menyusul komentar presiden yangmengecamke- naikan acuan tingkat suku bunga The Fed dalam wawancara dengan televisi CNBC yang disiarkan, Kamis (19/7). “Presiden telahmenjelaskan kepada saya bahwa dia mendukung independ- ensi The Fed,” ujar Mnuchin. Sedangkan isu sanksi adalah ma­ salah lain dalam agenda, mengingat Mnuchin bersikeras bahwa Korea Utara tidak akan mendapat manfaat dari bantuan sampai kemajuan nyata denuklirisasi dibuat. Meski demikian, dia mengakui bah- wa AS danUni Eropa 'tidak sependapat' tentang sanksi Iran. Namun Mnuchin bersikeras bahwa mereka setuju Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Selain itu terkait sanksi Venezuela, Mnuchin beralasan sanksi dijatuhkan dengan maksud untuk 'mendorong perilaku yang lebih baik' dari pemer- intahan Presiden Nicolas Maduro dan menegaskan langkah ini merupakan 'tebakan yang masuk akal' jika Presi­ den Nikaragua Daniel Ortega dan se- kutunya akan menghadapi hukuman berikutnya. (afp/pya)

Oleh Leonard AL Cahyoputra

BUENOS AIRES – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin meminta Tiongkok dan Uni Eropa (UE) untuk menghormati perdagangan bebas, adil dan timbal balik. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pernyataan pembukaan- nya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Negara G-20 di Buenos Aires, Argentina.

merugikan produk domestik bruto (PDB) global. Menurut Lagarde dengan mem- pertimbangkan langkah-langlah yang diumumkan baru-baru ini dan yang berada dalam proses, maka hasil simulasi IMF menunjukkan bahwa dalam skenario terburuk, jika seluruh ancaman tarif dan tindakan pembala- san diterapkanmaka produk domestik bruto (PDB) global dapat turun 0,5 poin atau US$ 430 miliar pada 2020. TapiMnuchin tidakmenunjukkan tan- da-tanda bahwa AS rela untuk mundur. Saat ditanya mengenai ancaman Trump yang akan menerapkan tarif bersifat hukuman kepada Tiongkok di mana Negeri Paman Sam tersebut akan mengenakan tarif atas seluruh barang-barang senilai US$ 500 miliar yang diekspor ke AS,Mnuchin berkata: “Langkah ini jelas merupakan sebuah kemungkinan yang realistis, jadi saya tidak akan mengurangi kemungkinan itu. Kami berbagi keinginan untuk me- miliki hubungan yang lebih seimbang dan hubungan yang seimbang adalah dengan kami menjual lebih banyak barang (ke Tiongkok).” Menurut Mnuchin, Tiongkok harus membuka pasar mereka sehingga pihaknya dapat bersaing secara adil. Dia menegaskan, bahwa untuk mel- akukannya akanmenjadi “peluang luar biasa bagi kami dan kesempatan luar biasa bagi Tiongkok.” Isu konflik perdagangan global yang memanas itu diperkirakan mendomi- nasi pembicaraan di KTT G-20, Argen- tina. Bahkan Menteri Keuangan Bra- sil Eduardo Guardia mengungkapkan kebanyakan delegasi membicarakan soal ancaman pada prospek ekonomi, yang berdampak pada negara-negara, terutama nagi negara berkembang. “Perdagangan global tidak dapat didasarkan pada yang paling kuat yang

Sambungan dari hal 1 Akan tetapi, rekannya dari Prancis membalas bahwa AS harus kembali kepada pertimbangan yang sehat. Menurut laporan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dari UE sedang terjebak dalamkebuntuan pembahasan mengenai eskalasi konflik perdagan- gan pada Sabtu (21/7) waktu setempat, menyusul penolakan Mnuchin untuk mengalah pada tuntutan konsesi. Mnuchin sendiri bersikap tidak fleksibel dalam pendekatannya ter- hadap Uni Eropa pasca serangkaian tindakan balasan yang dimulai sejak Presiden AS Donald Trump memu- tuskan mengenakan tarif pada impor baja dan alumunium. “Pesan saya cukup jelas. Ini adalah pesan yang sama yang disampaikan presiden di G-7: jika Eropa percaya pada perdagangan bebas, kami siap menandatangani perjanjian perdagan- gan bebas tanpa tarif, tidak ada ham- batan tanpa tarif dan tanpa subsidi. Ini harus ketiganya,” ujar Mnuchin. Namun pernyataan tersebut menuai respons keras dari Menteri Ekonomi danKeuangan Prancis Bruno LeMaire dalamKTTG-20 – yangmenghadirkan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara dengan kekuatan ekonomi terkemuka di dunia. “Kami menolak bernegosiasi den- gan todongan senjata ke kepala. Harus AS yang mengambil langkah pertama untuk mengurangi ketegangan yang meningkat,” katanya. Dia juga mengharapkan ada peru- bahan sikap dari Trump, karena jika tidak, maka tidak akan ada pilihan lain selain membalas. Sementara itu, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasionall (IMF) Christine Lagarde membuka perte- muan dengan kembali menegaskan kekhawatirannya soal peningkatan pembatasan perdagangan yang akan Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode Maret 2017, jumlah penduduk miskin pada Maret 2018 telah turun sebanyak 1,82 juta orang. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun menjadi 7,02% padaMaret 2018 dari posisi September 2017 sebesar 7,26%. Sementara itu, persentase pendudukmiskin di daerah perdesaan turun menjadi 13,20% pada Maret 2018 dari posisi September 2017 sebesar 13,47%. Selama periode September 2017– Maret 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 128,2 ribu orang (dari 10,27 juta orang pada September 2017 menjadi 10,14 juta orang pada Maret 2018), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 505 ribu orang (dari 16,31 juta orang pada September 2017 men- jadi 15,81 juta orang padaMaret 2018). Menteri PPDTmengatakan, peman- faatan dana desa yang semakin baik berkontribusi pada penurunan 1,2 juta penduduk miskin setahun terakhir. Dalam empat tahun terakhir, sejak 2015, Presiden Jokowi sudahmengalo- kasikan Rp 187,6 triliun dana desa. Menteri PPDT mengakui, pada awal- nya, dana desa itu bermasalah karena kepala desa belum siap. “Sekitar 60% dari kepala desa kita hanya tamat SD dan SMP. Tapi komitmen dari Bapak Presiden kuat sekali. Beliauminta agar terus diberikan pendampingan dan ternyata Bapak Presiden benar. Pen- yerapan membaik dan desa dinaikkan dua kali lebih,” papar Eko. Dana desa mulai dikucurkan tahun 2015 sebesar Rp 20,76 triliun. Pada tahun 2016, alokasi untuk dana desa Rp 46,9 triliun, naik dua kali lipat dan pada 2017 meningkat lagi menjadi Rp 60 truliun. Untuk memperbaiki kual- itas pemnggunaan, dana desa tahun 2018 tetap Rp 60 triliun. Pada 2016, penyerapan dana desa 92% dan tahun 2017 meningkat lagi menjadi 98,4%. “Ini membuktikan bahwa kepala desa dan masyarakat desa juga belajar,” kata Menteri. Yang membanggakan, lanjut Eko, dalam tiga tahun terakhir, desamampu membangun sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah Republik Indonesia. Misalnya, desa mampu membangun lebih dari 120.000 km jalan desa, puluhan ribu PAUD, polides (poliklinik desa), posyandu, dan se- bagainya. Pembangunan MCK lebih dari 102 ribu unit. Desa juga mem-

Jepang Dilanda Gelombang Panas Sebuah balok es terlihat diletakkan di trotoar pejalan kaki selama gelombang panas melanda Tokyo pada Minggu (22/7). Gelombang panas Jepang yang parah ini menunjukkan angka 40 derajat Celcius di banyak kota dan telah menewaskan sedikitnya 15 orang serta mengakibatkan 12.000 orang lainnya harus dirawat di rumah sakit dalam dua pekan pertama pada Juli.

Aires, Argentina – yang memperte- mukan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia – pada Minggu (22/7) seperti dikutip dari Bloomberg News . Dia menambahkan, bahwa setiap keputusan kebijakan akan memerlu- kan diskusi yang cukup panjang men- genai harga dan keadaan ekonomi. Menurut laporan dari Reuters , ga- gasan untuk mengurangi kerugian dari kebijakan yang diambil termasuk mengubah program kontrol kurva- imbal hasil yang memungkinkan kenaikan tingkat suku bunga jangka panjang yang lebih alami, serta peru- bahan operasional terhadap cara BoJ membeli JGB dan dana yang diperda- gangkan di bursa. Laporan tersebut mengatakan diskusi mer upakan awalnya dan hasil akan tergantung pada perkiraan tingkat inflasi yang diperbarui dari anggota dewan. Sementara itu, surat kabar Asahi melaporkan bahwa langkah-langkah yang diambil, termasuk kontrol kurva- imbal hasil, akan diperdebatkan dalam pertemuan dua hari yang berakhir pada 31 Juli. Akan tetapi, dewan guber- nur BoJ tidak akan mencapai keputu- san tentang apa yang harus dilakukan kemudian. (sumber lain/pya) tahun terakhir. Data ini juga menjelas- kan mengapa ketimpangan secara umum turun ke 0,389 tapi ketimpa- ngan di desa justru naik ke 0,324,” jelas dia saat dihubungi Investor Daily , Minggu (22/7). Mengenai dampaknya ke pertumbu- han ekonomi, lanjut dia, data terakhir hanya 0,041%. “Tapi serapan tenaga kerja yang tercipta dari dana desa cukup tinggi yaitu 5 juta orang per 2017 atau naik 28% (yoy),” tambah dia. Terkait masih lambatnya pencairan dana desa yang disebabkan oleh masalah administrasi yang masih rumit, dia menyarankan perlu di- pangkas dan diberi target maksimum dua minggu untuk seluruh pengajuan dana agar dapat cair. “Pendamping desa lebih disesuai- kan dengan kebutuhan dan karak- teristik tiap desa. Contohnya desa pariwisata, pendampingnya harus berpengalaman di bidang pariwisata. Keahlian teknis pendamping desa dioptimalkan,” tandas dia. Dia juga mengungkapkan, seiring dengan naiknya dana desa, perlu ada pengawasan dari auditor Badan Pe- meriksa Keuangan (BPK) di tingkat kecamatan sampai desa. Kemudian, dalam pelaksanannya harus diutama- kan program produktif jangka panjang yang orientasinyamenciptakanwiraus- aha baru dan BUMDes mengolah produk hasil pertanian, home industry , dan pemasaran pariwisata. Jadi, tidak hanya sekadar program padat karya tunai infrastruktur jangka pendek. Direktur Komite Pemantau Pe- laksanaan Otonomi Daerah Robert Endi Jaweng mengatakan, masih ada permasalahan kompleks dalam peny- aluran dana desa. Karena ada beberapa kabupatenmenambah syarat, misalnya kalaumaumengajukan anggaranharus ada desain bangunan dan harus ada surat keterangan camat. Hal ini yang menjadi hambatan dalamadministrasi. “Jadi, peran kabupaten sangat penting untuk tidak menambah syarat catatan dalam pengajuan anggaran,” ujar Robert saat dihubungi Investor Daily kemarin malam. Robert mengatakan, di sisi lain jika ada penggunaan dana desa maka harus ada pelaporan. Hal ini juga masih menjadi hambatan penyalu- ran. Sebab, jika pelaporan pemakain anggaran yang sudah disalurkan sebelumnya tida ada maka dana desa belum bisa disalurkan lagi. “Pelaporan penggunaan dana se­ belumnya harus selesai. Tidak semua desa bisa membuat laporan secara benar baik laporanmembuat anggaran atau laporan kinerja,” ucap Robert. (try/ark)

ada perubahan signifikan pada 31 Juli untuk kontrol kurva imbal hasil atau pengaturan pembelian aset. Demiki- an disampaikan para pejabat yang terlibat dalam diskusi. Sementara itu, beberapa pejabat mengatakan tidak ada solusi mendasar untuk efek samping yang merugikan bank-bank komersial. Di sisi lain, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mengalami dilema mengingat seruan untuk mengubah kebijakan semakin keras, namun laju inflasi yang terus-menerus lemah mendikte perlunya mempertahankan stimulus. Langkah itu akan memperkuat yen, serta semakin melemahkan upaya untuk memacu harga lebih tinggi sekaligus memukul eksportir Jepang. Respons Kuroda Saat ditanya tanggapannya menge- nai spekulasi itu, Kuroda mengaku masih berpegang pada pedoman standarnya seraya menolak berko- mentar tentag spekulasi yang beredar. “Saya tidak tahu apa-apa tentang dasar laporan-laporan itu. Tidaklah tepat untuk memberikan komentar tentang masalah yang diajukan meng- ingat semakin dekatnya pertemuan BOJ,” ujarnya di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) G-20 di Buenos Belum Efektif Dihubungi terpisah, Direktur Pene- litian Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah berpendapat, progaram dana desa secara parsial sudah menggerakkan perekonomian, namun masih belum efektif untuk mengentaskan kemiskinan. “Ini memang kelemahan semua program pemerintah saat ini. Tidak ada keterkaitan antarprogram yang kemudian secara bersama untuk men- ciptakan kegiatan ekonomi baru di kawasan perdesaan, menyerap tenaga kerja, sekaligus mengentaskan kemi- skinan,” ungkap dia kepada Investor Daily , Minggu (22/7). Menurut dia, untuk program dana desa belumdapat berkontribusi ke per­ tumbuhan ekonomi secara signifikan. Menurut dia, dana desa dari awal memancing pro kontra, dengan pihak yang kontra memandang ada banyak faktor yang dapat menyebabkan dana desa tidak efektif di antaranya terkait terbatasnya kapasitas dan kualitas dari pengelola dana desa di tingkat desa. Ia mengatakan, jika dana desa akan dilanjutkan, pemerintah harus memperbaiki banyak hal. Pertama, memperbaiki perencanaan peman- faatan dana desa yang benar-benar didasarkan kepada potensi lokal serta karakteristik pendidikan dan keteram- pilan sumber daya manusia (SDM) yang ada di desa. “Jangan sampai dana desa hanya dipergunakan untukmembangun jalan desa tetapi tidakmenciptakan kegiatan ekonomi yang berkesinambungan,” ujar dia. Kedua, membangun keterkaitan antarprogram, antarkementerian dan lembaga, sekaligus membangun sinergi antarpelaku ekonomi yaitu BUMN, swasta dan juga koperasi. Ketiga, lanjut dia, pemerintah jan- gan hanya menyiapkan dana desa tetapi tidak melengkapi dengan berbagai kebijakan yang mendukung pemanfaatan dana desa, misalnya menciptakan pasar bagi produk hasil kegiatan ekonomi yang dibangun menggunakan dana desa. Senada, ekonom Institute for De- velopment of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, dana desa yang tersebar ke 74 ribu desa lebih tentu punya manfaat meskipun belum terlalu besar multiplier effect- nya. Tingkat kemiskinan secara agregat menurun, di sisi lain penurunan lebih didominasi oleh naiknya pengeluaran penduduk miskin di perkotaan. “Distribusi pengeluaran 40% mas- yarakat terbawah di desa turun dari 20,36% menjadi 20,15% dalam satu

TOKYO – Para pejabat Bank of Japan (BoJ) sedang mencari cara un- tuk mempertahankan keberlanjutan program stimulus seraya mengurangi kerugian yang disebabkan pasar dan profitabilitas perbankan komersial. Di sisi lain mereka juga sedang dikejar tenggat waktu untuk menyampaikan pengumuman pada 31 Juli 2018. Menurut serangkaian laporan yang disampaikan media baru-baru ini, per- temuan tersebut dapat memberikan hasil apa pun untuk kenaikan tingkat suku bunga jangka panjang yang lebih alami hingga tanpamengalami peruba- han, dan jaminan semata bahwa para pembuat kebijakan sedang memper- timbangkan efek sampingnya. Spekulasi itu pun memicu penu- runan obligasi berjangka Pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun selama sesi perdagangan AS pada Jumat (20/7), seraya menetapkan iklim untuk imbal hasil obligasi Pemerintah Jepang supaya bergerak lebih tinggi di Tokyo pada Senin (23/7). Sedangkan laporan Bloomberg men- unjukkan bahwa para pejabat terfokus pada penyesuaian yang akan datang guna mengurangi kerugian tanpa melakukan apa pun yang menyerupai langkah untuk normalisasi kebijakan. Pada tahap ini, kemungkinan kecil “Tanpa APBN satu sen pun se- karang desa itu sudah menghasilkan gula dan tahun depan diharapkan menghasilkan gula 120 ribu ton,” kata Menteri. Setiap masyarakat yang diberikan tanah, masing-masing 2-3 ha, memperoleh pendapatan antara Rp 50-85 juta per tahun. Peran Besar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/PPNBambangBrodjonegoro mengatakan, laju penurunan kemiski- nan di desa pada 2014-2016 jauhmelam- bat dibanding periode sebelumnya meski secara persentase turun. Pada 2013-2015 jumlah penduduk miskin meningkat, tetapi pada 2016-2017 terjadi penurunan lebih sedikit di per- kotaan dibanding perdesaan. “Kalau dikaitkan setelah dana desa dikucurkan tahun 2015-2016, penu- runan jumlah penduduk miskin di desa lebih cepat daripada di kota. Dana desa mempunyai peran lebih besar dalam menurunkan kemiskinan di desa, walaupun secara absolut (jumlah penduduk miskin) lebih tinggi di desa daripada di kota,” ujar Bambang di kantornya baru baru ini. Selama periode Maret 2017–Maret 2018, penurunan kemiskinan terjadi di semua provinsi kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Maluku Utara, dan Papua. Namun pada periode Sep- tember 2017–Maret 2018, peningkatan kemiskinan terjadi di Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. Menurut dia, meski jumlah pen- duduk yang sudah keluar dari kemi- skinan tercatat cukup besar, namun kelompok tersebut masih rentan terhadap berbagai shock , seperti saat terjadi guncangan harga pangan, sakit, atau hilang pekerjaan. Kelompok ini dapat dengan mudah jatuh miskin, baik dalam jangka pan- jang maupun tahunan. Statistiknya, 1 dari 5 orang yang berhasil keluar dari kemiskinan dapat kembali miskin. Masalah kemiskinan tidak hanya seka- dar intervensi pemerintah membaik atau tidak. Ada juga pada perilaku konsumsi masayarakat, dimana selain memperbaiki kualitas pendidikan juga memperbaiki memperbaiki konsumsi masyarakat. “Kita tidak bisa anggap remeh jum- lah penduduk di rentanmiskin. Sebab, satu dari lima orang yang keluar dari kemiskinan akan kembali menjadi miskin. Menjaga yang rentan miskin ini tidak jatuh juga menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan tidak hanya mengangkat dari yang mi- skin ke tidak miskin,” ujar Bambang.

bangun 32.000 km drainase di seluruh Indonesia. “Dalam tiga tahun terakhir ini, tidak ada demam berdarah lagi. Dengan adanya Desa Mandiri Peduli Api yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta, kebakaran hutan selama dua tahun ini bisa kita atasi,” papar Menteri. Dia mengakui, masih ada desa yang tertingal. Di sinilah tugas pemerintah untuk memanfaatkan dana desa den- gan melibatkan seluruh masyarakat agar sama-sama berpartisipasi. Kunci sukses pemanfaatan dana desa, demikianMenteri, ada di tangan kepala desa danmasyarakatnya. Dana desa diberikan kepada masyarakat desa dan pemanfaatannya ditentukan olehmasyarakat melalui musyawarah. Hasil kesepakatan dilaksanakan oleh kepala desa dengan seluruh aparatnya. Desa mendapatkan dana cukup besar. Selain dana desa, desa juga mendapatkan alokasi dana dari pemer- intah kabupaten dan pemerintahan provinsi. Untuk desa yang kreatif, desa juga mendapatkan dana dari kegiatan badan usahanya, yakni BUMDes. Sekarang sudah banyak desa yang BUMNDes-nya sukses, itu PADes yang berasal dari keuntungan BUM- Des-nya jauh lebih besar dari dana desa-nya. “Bahkan ada BUMDes yang sudah membayar pajak lebih besar dari dana desanya,” ungkap Eko. Desa Panggung Harjo di Kabupaten Bantul, misalnya, memiliki BUMDes yang mengelola bank sampah. Desa yang tadinya jook, banyak sampah, sekarang bersih, bahkan masyarakat bisa mendapatkan pendapatan dari

mengumpulan sampah. Desa bisa memperoleh pendapatan dengan membuat kompos dan memasok plastik bekas ke perusahaan yang membutuhkan. DesaPujonKidul diMalang, berubah dari desa yang miskin menjadi cukup makmur. Penduduk yang sebelumnya banyak terdapat manusia stunting atau kerdil, kini sudah mengalami perbai- kan. Air bersih tersedia. Bekerja sama dengan beberapa desa lainnya, Desa Pujon memanfaatkan dana desa untuk menarik air dari gunung. Sekarang setiap rumah, melalui pipanisasi, sudah mendapatkan sarana air bersih. DiDesaPujonKidul terdapat kafe-kafe yang sekarang cukup popular danmem- berikan pekerjaan serta meningkatkan taraf hidupmasyarakat. “Kami punya list 100 desa terbaik,” katanya. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) ada satu desa yang tergolong terbaik, yakni di Belu. Dana desa digunakan untuk membangun instalasi lstrik. PLN kemudian mengaliri rumah-ru- mah penduduk desa ini dengan listrik. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar dan ibu-ibu yang objeknya menenun, bisa menenun lebih lama dan lebih produktif. Hasil tenunnya oleh salah satu desainer di Indonesia dibuatkan pameran di suatu fashion show di London. Ada satu desa lain di NTT, yakni di Sumba Timur, yakni di daerahMelolo. Bekerja sama dengan swasta, daerah semula tandus, kini menjadi kebun tebu. Untuk menampung air hujan yang setahun hanya turun selama tiga bulan, desa membangun 22 embung. Satu embung biayanya Rp 10 miliar.

Made with FlippingBook Online newsletter