ID180712

kamis 12 JULI 2018

24

Investor Daily/IST

terbesar untuk UMKM di perbankan Sumut masih untuk skala usaha men- engah atau 42,4%, skala kecil 30,3%, dan mikro 27,5%. Sementara itu, penyaluran kredit perbankandi Sumut tumbuhmelambat sebagai dampak masih belum nor- malnya kinerja sektor per tanian, perkebunan, dan industri pengolahan. Hilman mengatakan, pada triwulan I-2018 kredit perbankan di Sumut hanya tumbuh 8,8% secara year on year (yoy). Padahal, pada triwulan sebelumnya, penyalurankredit Sumut tumbuh 10,8%. “Penurunan kredit sebagai dampak dari masih tertahannya kinerja sektor pertanian dan industri pengolahan, yangmerupakan pangsa terbesar kredit secara sektoral,” ujar Hilman. Kinerja sektor pertanian, perke- bunan dan industri pengolahan yang tertahan itu dampak harga jual ko- moditas yang tren melemah. “Kinerja kedua sektor itu dan industri pengo- lahan tersebut mengalami hambatan, sehingga terjadi peningkatan kredit bermasalah,” kata dia. Namun, meski terjadi peningkatan kredit bermasalah, angka non perform- ing loan (NPL) masih sangat terjaga atau 2,9%. (th) Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/16/ PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor. Dia mengatakan hingga posisi Mei 2018 kredit khusus perumahan oleh perbankan Sulut mencapai Rp 4,78 triliun. Jika dibandingkan dengan total kredit, share kredit pemilikan rumah (KPR) memang masih kecil dibandingkan sektor lainnya, berarti dengan pelonggaran ini bisa mendorong pertumbuhan kredit ke depan. Secara keseluruhan, penyaluran kredit bank umum di Sulut hingga posisi Mei 2018 mencapai Rp 35,41 triliun, meningkat 9,21% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp 35,28 triliun. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memberikan kemudahan kepada masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk mendapatkan rumah Bursa Efek Indonesia. Pada fase tersebut, investor yang memiliki saham Bank Bukopin ter- catat hingga 11 Juli 2018 mendapatkan haknya untuk berpartisipasi dalam proses Penawaran UmumTerbatas IV Saham Bank Bukopin. Direktur Keuangan dan Peren- canaan Bank Bukopin M Rachmat Kaimuddin mengatakan, setelah mendapatkan surat efektif dari OJK pada 29 Juni 2018, proses rights issue Bank Bukopin terus berjalan sesuai dengan jadwal yang dipublikasikan secara resmi oleh perseroan melalui informasi tambahan prospektus. “Sesuai jadwal tersebut, hari ini mer upakan tahap perdagangan HMETD. Selanjutnya, perdagangan HMETD dan non-HMETD akan dilak- sanakan pada 13-25 Juli 2018,” ujar dia. Rights issue merupakan salah satu aksi korporasi Bank Bukopin yang dilakukan untuk memperkuat per- modalan perseroan. Setelah rights issue , modal Bank Bukopin diharapkan meningkat sekitar Rp 1,5 triliun. Rachmat menjelaskan, selain untuk memperkuat permodalan, dana yang diperoleh dari rights issue diharapkan dapat digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Sesuai dengan informasi tambahan prospek- tus yang telah diterbitkan perseroan, dalam proses PUT IV tersebut KB Kookmin Bank telah ditetapkan seba- gai pembeli siaga. Sementara itu, PT Bosowa Corporindo masih tetap akan menjadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin kendati perusahaan itu telahmenyatakan tidakmengeksekusi haknya dalam proses HMETD. Jika seluruh HMETD dilaksana- kan, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan terdilusi kepemilikan sahamnya sebesar 23,08% dari sebelumnya. Per 31 Maret 2018, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo sebanyak 30%, Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) sebanyak 18,09%, Negara RI 11,43%, dan sele- bihnya sebanyak 40,48% dikuasai oleh masyarakat. (th)

MEDAN – Penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perbankan di Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan I-2018 mencapai Rp 52,5 triliun, atau 25,4% dari total kredit yang disalurkan. “Perbankan semakin memper- hatikan UMKM. Sebaliknya, pen- gusaha mikro, kecil, dan menengah sudah semakinmengenal perbankan,” ujar Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumut Hilman Tisnawan di Medan, Rabu (11/7). Menurut dia, penyaluran kredit pada triwulan I-2018 sebesar Rp 206,6 triliun atau tumbuh 8,8% dari periode sama tahun 2017. Hilman mengakui, meski bertambah, peningkatan kredit ke UMKM juga melambat. Perlambatan antara lain didorong o l eh keha t i - ha t i an pe rbankan menyalurkan kredit, menyusul adanya kenaikan rasio kredit bermasalah. Kredit bermasalah di UMKM diduga dipengaruhi oleh perekonomian yang belum pulih normal yang membuat usaha tersendat. “Harapannya, pereko- nomian semakin membaik sehingga kredit ke UMKM meningkat signi- fikan,” ujar dia seperti dilansir Antara . Hilman juga menjelaskan, kredit MANADO – Otoritas Jasa Keuan- gan (OJK) menilai pelonggaran loan to value (LTV) atau financing to value (FTV) mampu mendorong per tumbuhan kredit di Sulawesi Utara (Sulut). “Tidak adanya uang muka kredit perumahan, akan mampu mendorong pertumbuhan kredit perbankan Sulut secara umum sebesar 10-12%,” kata Kepala OJK Sulut, Gorontalo, dan Maluku Utara Elyanus Pongsoda di Manado, Sulut, Rabu (11/7). Elyanus mengatakan, kebijakan ini akan berdampak pada pertum- buhan kredit perumahan/KPR pada semester II-2018. “Menurut hemat saya, ini juga sekaligus akan ber- dampak pada pertumbuhan kredit secara keseluruhan pada 2018 yang diperkirakan tumbuh antara 10-12%,” jelas dia seperti dilansir Antara . Penyesuaian kebijakan mak- roprudensial melalui penyempurnaan ketentuan mengenai LTV/FTV kemu- dian dituangkan dalam Peraturan JAKARTA – PT Bank Bukopin Tbk meluncurkan kembali layanan Pay- ment Point Online Bukopin (PPOB) dengan merek baru BukopinNet pada 10 Juli 2018. Peluncuran dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT ke- 48 Bank Bukopin. “Peremajaan BukopinNet untuk memperkuat diferensiasi layanan payment point di pasar, Layanan ini diharapkan dapat semakin memenuhi kebutuhan pelaku usaha ke depan,” ujar Direktur Konsumer Bank Bukopin Rivan A Purwantono dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Selasa (10/7). Pada peluncuran tersebut, sejumlah fitur baru ditambahkan dalam aplikasi BukopinNet. Bukopinet merupakan refreshment dari layanan PPOB dengan penambahan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhanmasyarakat saat ini. Inovasi BukopinNet dibandingkan dengan PPOB yang sebelumnya antara lain berupa pada mobilitas, yakni segala macam transaksi yang sebelumnya hanya dapat dilakukan melalui loket PPOB, kini beragam transaksi tersebut dapat dilakukan se- cara mobile melalui aplikasi di ponsel. Tambahan fitur transaksi yang terdapat pada BukopinNet berupa transaksi top-up Go-pay. Inovasi ini dilakukan melihat tingginya kebu- tuhanmasyarakat saat ini akan fasilitas transportasi online . Sejumlah fitur baru tersebut melengkapi layanan sebelumnya yang sudah disediakan pada PPOB, di antaranya fitur tran- saksi pembelian pulsa, token listrik dan tagihan PLN, tagihan PDAM, dan asuransi BPJS kesehatan. Selain meluncurkan BukopinNet, hari ini Bank Bukopin juga resmi memperkenalkan fasilitas digital lounge yang akan menjadi etalase produk dan layanan berbasis teknologi digital terkini Bank Bukopin. Sementara itu, terkait proses rights issue , para pelaku pasar besok akan mendapatkan kesempatan terakhir un- tuk mendapatkan HakMemesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui pembelian saham secara langsung ke

Sinarmas MSIG Life Resmikan Taman Baca SMiLe Ketua Umum RBK (Rumah Belajar Kita) Muhammad Haekal mendampingi General Manager, Head of Marketing Business Development & Strategic Sinarmas MSIG Life Ruth Naing- golan dan Lurah Manggarai Budi Santoso saat melakukan peresmian Taman Baca SMiLe di Jakarta, kemarin. Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 23 Juli 2018, Sinarmas MSIG Life memperluas cakupan kepeduliannya dengan meresmikan Taman Baca SMiLe di wilayah Manggarai. Komitmen sosial Sinarmas MSIG Life ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Rumah Belajar Kita (RBK) yang berada di bawah naungan Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa (YBKB).

hanya tumbuh sebesar 9% secara tahunan per April 2018. Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria sebelumnya menjelaskan, dari total DPK tersebut, porsi deposito mencapai Rp 97,04 triliun atau tetap paling dominan mencapai 51%. Sis- anya adalah tabungan dan giro yang porsinya masing-masing sebesar 21% dan 28%. “Namun, yang istimewa dari peningkatan DPK BTN adalah pada segmen tabungan yang tercatat tum- buh signifikan sebesar 34,60% (yoy),” kata Budi. Menurut dia, lewat beragamproduk tabungan maupun program tabungan berhadiah seperti Tabungan SIAP!, eBatarapos, Tabungan BTN Felas, dan yang akan segera diluncurkan adalah program Poin Serbu BTN, BTN membidik target kenaikan DPK sekitar 20-22% pada tahun ini. Diversifikasi produk tabungan tersebut, lanjut Budi, merupakan upaya BTN mengenjot DPK sek- aligus menurunkan low cost funding atau beban bunga. Per tumbuhan DPK yang tinggi juga diharapkan bisa mendorong pertumbuhan kredit BTN yang ditargetkan dapat melaju di atas 20%. Khusus untuk mendongkrak DPK ritel, setelah meluncurkan tabungan valas bertajuk Tabungan BTN Felas pada awal Juni lalu, BTN mulai mem- promosikannya ke sejumlah kota yang prospektif dengan menggelar roadshow antara lain ke Batam. Pas- alnya, pulau yang berbatasan dengan Singapura tersebut dinilai memiliki potensi yang cukup besar. dibandingkan dengan Agustus 2016 yang hanya tumbuh 6,21%. Secara total kredit, per Mei 2018 tumbuh 10,26%, meningkat dari Agustus 2016 yang tumbuh 6,83%. Dari sisi risiko KPR saat ini relatif terkendali, kecuali kredit konstruksi yang cenderung naik dalam lima bulan terakhir. Pada segmen KPR, perlu diwaspadai risiko kredit untuk pemilikan flat atau apartemen kurang dari 21 m2 dan ruko atau rukan, serta rumah tapak lebih besar dari 70 m2 yang meningkat secara konsisten. Secara keseluruhan, rasio kredit bermasalah ( non performing loan / NPL) kredit perbankan per Mei 2018 berada di posisi 2,79%. Lebih rendah dari posisi Agustus 2016 yakni 3,22%. Jika dirinci, untuk kredit konstruksi mencatat NPL yang lebih tinggi per Mei 2018, yakni 6,43% dari 4,97% per Agustus 2016. Sementara itu, untuk NPL KPR juga terlihat meningkat dari 2,77% per Agustus 2016 menjadi 2,87% per Mei 2018. (th/nid)

dan FLPP. Untuk memperkokoh sumber pem- biayaan, lanjut Maryono, BTN juga terus berinovasi mengembangkan produk-produk low cost fund . Di ant- aranya, perseroan telah menyiapkan program menarik untuk produk tabungan dan giro. “Kami telah menyiapkan program l ow cost fund yang menarik untuk mendukung rencana pembiayaan kami yang ekspansif. Semua langkah tersebut kami siapkan agar BTN tetap menjadi leader di bidang perumahan dan kami optimistis target bisnis pada tahun ini akan tercapai,” pungkas Maryono. Sementara itu, hingga Mei 2018, BTN telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 187,61 triliun. Posisi DPK tersebut tercatat naik 17,15% dari Rp 160,14 triliun pada bu- lan yang sama tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan simpanan masyarakat di BTN tersebut juga terpantau masih berada di atas rata-rata posisi kenaikan DPK di industri perbankan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) men- catat, pertumbuhan DPK secara indus- tri hanya naik di level 8% secara year on year (yoy) pada April 2018. Di sisi lain, untuk penyaluran kredit dan pembiayaan, BTN mencatatkan laju kenaikan di atas rata-rata industri perbankan Tanah Air. Per Mei 2018, BTN telah menyalurkan fungsi inter- mediasi senilai Rp 209,23 triliun atau tumbuh 20,58% dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp 173,52 triliun. Sebaliknya, data OJK menyebutkan kredit perbankan secara nasional Hendarta mengatakan, pascaimple- mentasi kebijakan LTV pada Agustus 2016, per Mei 2018 kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh menjadi 12,75% dan di atas pertumbuhan total kredit perbankan sebesar 10,26% secara tahunan ( year on year /yoy). Ber- dasarkan tipe, pertumbuhan KPR tertinggi terjadi pada jenis flat atau apartemen tipe 22-70 dan lebih dari 70, serta rumah tapak tipe 22-70 dan lebih dari 70 meter persegi (m2). “Adanya pelonggaran itu membuat KPR per Mei sudah tumbuh 12,75%. Targetnya KPR bisa tumbuh 13,46% akhir tahun ini dengan adanya relak- sasi LTV lagi,” kata Filianingsih. Jika dirinci, kredit konstruksi per Mei 2018 tumbuh 13,49% melambat dari Agustus 2016 yang tumbuh 17,24%. Sama halnya dengan kredit real estate yang sebesar 11,4% per Mei 2018, melambat dari Agustus 2016 sebesar 23,32%. Sedangkan pertum- buhan KPR Mei 2018 menunjukkan peningkatan 12,75% (yoy), lebih tinggi

Oleh Aris Cahyadi

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap mengakuisisi anak usaha baru dalam bentuk manajemen investasi. Aksi korporasi tersebut digelar guna menggarap potensi pendanaan jangka panjang usai beroperasinya Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

perumahan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI). “Kebijakan tersebut menjadi keuntungan bagi BTNdengan core business pembiayaan perumahan,” kata Maryono. Mar yono juga meyakini dengan adanya relaksasi dari pemerintah tersebut, perseroan akanmampumen- capai target pertumbuhan pembiayaan pada tahun ini. Apalagi, tambah dia, mulai paruh kedua tahun ini, BTN su- dah bisa menggunakan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema FLPP pada tahun ini pun dipandang akan menguntungkan posisi BTN. Pasalnya, pada skema baru tersebut, sebanyak 75% dananya berasal dari pemerintah, sedangkan 25% sisanya bersumber dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Dengan penambahan fasilitas tersebut, emiten bersandi saham BBTN ini juga bisa menggunakan dua sumber pembiay- aan yakni Subsidi Selisih Bunga (SSB) khusus KPR di bawah 5%. Kebijakan ini juga dilatarbelakangi dalam rangka meningkatkan permintaan domestik guna terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap men- jaga stabilitas makroekonomi. Dengan demikian, diperlukan penyesuaian terhadap kebijakan makroprudensial untuk mendorong berjalannya fungsi intermediasi perbankan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank SulutGo Jeffr y Dendeng mengatakan, pihaknya sangat meny- ambut baik kebijakan pelonggaran LTV tersebut. “Apalagi saat ini Bank SulutGo telah melakukan ekspansi kredit perumahan, diharapkan animo masyarakat akan meningkat,” kata Jeffry. Kinerja KPR Nasional Sebelumnya, Asisten Gubernur Kepala Depar temen Kebijakan Makroprudensial BI Filianingsih

Direktur Utama BTN Mar yono mengatakan, dalam payung hukum terkait Tapera, entitas bank diberikan dua opsi pilihan untukmengelola dana tersebut yakni sebagai bank kustodian atau memiliki manajemen investasi. Dari hasil kajian bisnis perseroan, lanjutnya, perseroan memutuskan untuk mengambil opsi kedua. Entitas manajemen investasi yang diakuisisi tersebut bakal digunakan untuk men- gelola dana Tapera secara profesional dan komersial. “Pada September tahun ini, kami akan membeli anak usaha dalam bentuk manajemen investasi. Ini sebagai salah satu langkah kami mengamankan sumber pembiayaan jangka menengah panjang termasuk yang bersumber dari Tapera,” kata Maryono di Jakarta, Rabu (11/7). Maryono menambahkan, langkah strategis tersebut juga dilakukan me- lihat prospek yang semakin cerah usai relaksasi loan to value (LTV) di sektor pertama tanpa uang muka. “Dengan adanya pelonggaran keten- tuan mengenai loan to value (LTV) atau financing to value (FTV), diharap- kan kredit perumahan rakyat (KPR) meningkat,” kata kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo di Manado, Selasa (10/7). Soekowa r do j o menga t akan , dengan adanya kebijakan ini, di- harapkan masyarakat yang belum memiliki rumah akan dengan mudah mendapatkan kredit perumahan kar- ena tanpa uang muka. Namun, kata dia, ada ketentuan tersendiri oleh bank, debitor mana saja yang layak mendapatkan kredit perumahan tanpa uang muka. “Kami mengeluarkan ke- bijakan ini, namun tetap menyerahkan kepada perbankan masing-masing un- tuk menilai apakah layak atau tidak,” jelas dia. Dia mengatakan, tidak semua bank bisa memberlakukan kebijakan ini, hanya diperuntukkan bagi bank yang memiliki non performing loan (NPL)

Made with FlippingBook HTML5